Irsyad bagi Rahma

Pagi itu setelah melakukan sholat subuh berjamaah, berzikir dan mengaji Rahma langsung beranjak dari tempat itu meninggalkan Irsyad yang merasa bingung, pasalnya Semenjak melakukan hubungan itu bahkan malam tadi saja Rahma benar-benar menghindari pandangannya.

Setelah membereskan tempat sujud nya, Irsyad pun membuka lemari pendingin itu dan meraih beberapa bahan makanan untuk di buat sarapan pagi. dengan mahir Irsyad membuat nasi goreng omelette yang terlihat sangat enak dan tertata cantik di atas piring saji itu ia pun meletakan nya di atas meja dan membersihkan semua bahan Perabotan sisa memasaknya tadi.

Setelah dapurnya bersih ia pun naik ke atas menemui Rahma yang kala itu sedang duduk di sebuah ayunan rotan di loteng kamar mereka.

Menyadari Irsyad masuk Rahma pun memalingkan wajahnya.

Menyadari itu Irsyad pun menghampiri Rahma dan berjongkok di hadapannya.

"Istri mas ini kenapa sih? Kok kelihatannya seperti menghindar terus?" ucap Irsyad, namun tidak ada jawaban dari Rahma yang masih mengalihkan pandangannya pada layar ponsel di tangannya.

"Rahma? Ada apa, Coba katakan pada mas, Apa mas melakukan kesalahan?" tanya Irsyad dengan sabar.

'Ya ampun pria ini, aku benar-benar tidak bisa melihat mu gara-gara semalam tau, tidak peka sekali sih.' tutur Rahma dalam hati.

"Ya sudah jika dek Rahma tidak mau bercerita, sekarang kita makan yuk, mas sudah siapkan sarapan." ucap Irsyad.

Mendengar itu Rahma pun menoleh kearah Irsyad yang saat itu sudah menyunggingkan senyum terbaiknya sehingga membuat Rahma kembali memalingkan wajahnya karena malu.

"Mas masak?" tanya Rahma lirih.

"Iya mas yang masak." Jawab Irsyad.

"Ke...kenapa mas yang masak?"

"Kan ade belum bisa masak buat mas." Jawab Irsyad masih dengan posisi berjongkok dan kedua tangannya melingkar di pinggang Rahma.

"Kita bisa beli saja kan?" ucap Rahma.

"Boleh beli yang penting halal dan baik sayang, tapi alangkah lebih bahagianya Mas Irsyad kalau masakan itu hasil dari olahan tangan istri mas ini." ucap Irsyad halus.

"Rahma tidak janji." jawabnya.

"Harus janji dong, berusaha terus belajar, mas pasti bantu ade kok, sekarang mumpung sarapannya belum keburu dingin kita makan dulu yuk." ajak Irsyad yang di balas anggukan pelan Rahma.

Sosok Rahma ini benar-benar terlihat seperti anak kecil. Dengan berjalan lebih dulu Rahma pun keluar dari kamar mereka menuju ruang makan yang bersamaan dengan Dapur dalam satu ruangan yang sama

Di depan meja makan itu Rahma sedikit mematung, sungguh nasi goreng yang di bungkus dengan omelette itu terlihat sangat enak terlebih dengan saus sambal yang berada di atasnya.

"Ayo duduk sayang." ucap Irsyad sembari menarik kursi itu agar Rahma mau duduk, namun alih-alih di duduki Rahma, ia lebih memilih menarik kursi lain dan duduk di sana, melihat itu Irsyad pun hanya tersenyum dan bangku itu pun di duduki Irsyad sendiri.

"Air putihnya sayang," perintah Irsyad, Rahma pun meraih teko air dan menuangkannya ke dalam gelas lalu menyerahkannya pada Irsyad.

"Terimakasih." ucap Irsyad, dengan tanpa menjawab ucapan terimakasih Irsyad, Rahma pun meraih sendok nya, setelahnya ia membaca doa dan mulai mencicipi masakan Irsyad, di luar dugaan makanan itu sangat enak.

Rahma pun merasa sedikit malu karena suaminya bisa memasak seenak ini sedangkan dirinya sama sekali tidak bisa memasak.

"Bagaimana sayang, Enak tidak?" tanya Irsyad.

"Lumayan." jawab Rahma sangat lirih sehingga membuat Irsyad bahagia.

Setelah selesai makan Rahma meraih piring kosong di hadapan Irsyad berniat untuk mencucinya.

"Dek, mas mau bicara." ucap Irsyad membuat Rahma menghentikan kegiatannya dan kembali duduk.

"Apa?" tanyanya dingin.

"Hari ini mas niatnya mau bawa ade ke magelang, menemui ibu dan bapaknya mas di sana, karena pernikahan kita kemarin dadakan orang tua mas jadi tidak bisa hadir, tapi mereka sangat menginginkan untuk bertemu dengan istri mas ini." tuturnya lembut.

Mendengar itu Rahma pun terdiam sejenak, ia belum bisa bertingkah selayaknya istri yang menyayangi suaminya itu namun ia juga tidak bisa menolak keinginan Irsyad yang ingin mengenalkan dirinya pada kedua orang tua Irsyad.

"Kenapa diam dek? Ade belum mau ya?" tanya Irsyad, yang saat itu juga membuat Rahma mengangkat kepalanya.

"Rahma mau." jawabnya lirih, ia pun langsung beranjak dengan piring kotor di tangannya lalu menuju wastafel guna mencuci piring tersebut.

"Alhamdulillah." gumam Irsyad senang. "Ya sudah mas bersih-bersih dulu, nanti siangan kita berangkat ya dek." tutur Irsyad.

"Iya mas." jawabnya datar.

'Bertemu mertua ya?' gumamnya dalam hati, ia pun melanjutkan mencuci piringnya hingga bersih setelah selesai ia pun kembali ke kamar, ia menoleh sejenak ke arah Irsyad yang tengah mengepel lantai, ia baru menyadari kalau suaminya itu benar-benar pria yang sangat rajin, selama dua hari ini, rumah tetap terjaga kerapihan dan kebersihannya, semua karena Irsyad bukan karena sentuhan tangannya sendiri.

Irsyad mengusap peluhnya dan mengangkat ember nya, lalu menoleh kearah Rahma yang sedari tadi mengamatinya, menyadari Irsyad membalas tatapannya dengan senyum tersungging ia pun memalingkan wajahnya dan langsung menaiki anak tangga itu.

Menyadari itu Irsyad pun menggeleng gemas, lalu kembali berjalan menuju pintu tengah sebelah dapurnya dimana ember dan segala alat keberhasilan tertata rapih di sana.

Di dalam kamar itu Rahma membuka kopernya dan membereskan pakaian yang akan di bawa mereka mengunjungi orang tua Irsyad yang tinggal di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ia menyentuh koko Irsyad rasanya tiba-tiba saja ia mengingat sentuhan Irsyad tadi malam membuatnya kembali merasa berdebar. Dengan menggeleng cepat ia pun mengambil beberapa pakaian yang biasa di pakai suaminya itu dan membalik badannya, dan saat itu juga membuat Rahma terkejut karena ada Irsyad yang sudah masuk ke dalam kamar itu melepas pakaian atasnya, melihat itu mata Rahma membulat ia memalingkan wajahnya cepat.

"Dek, bisa tolong ambilkan atasan baru? Baju mas ini basah kena keringat." perintah Irsyad, dengan gemetaran Rahma mengulurkan baju itu ke belakang tanpa melihat tubuh suaminya itu.

"Pffffftt" Irsyad menahan tawa, karena Rahma benar-benar bertingkah lucu baginya.

"Sini menghadap ke mas Irsyad dong Rahma." ucap Irsyad meledek.

"Ti...tidak mau." jawab Rahma.

"Kenapa?" tanya Irsyad.

"Rahma malu, sudah cepat ambil pakaian ini mas, tangan Rahma pegal." tuturnya Irsyad pun meraihnya sembari terkekeh lalu memakainya.

"Sudah di pakai kan?" tanya Rahma.

"Belum dek." ucap Irsyad meledek.

"Hiiiiiiisssss kenapa belum, cepat pakai mas." ucap Rahma.

"Tidak mau, maunya dek Rahma yang pakai kan." tutur Irsyad.

'Apa katanya, benar-benar ya mas Irsyad ini.'

"Ck! Mas jangan bercanda ya, itu tidak mungkin." ucap Rahma masih membelakangi.

"Apanya yang tidak mungkin sih dek?" Irsyad melangkah mendekati Rahma lalu memeluknya dari belakang sehingga membuat Rahma terkesiap. "ade seharusnya tidak usah malu lagi, Kan apa yang ade lihat pada diri mas ini sudah halal, dan lagi pula ade sudah melihat itu semua tadi malam kan." Lanjutnya, yang saat itu membuat Rahma menjatuhkan baju Irsyad yang berada di tangannya.

"Kyaaaaaa jangan ingatkan itu lagi mas." seru Rahma tiba-tiba membuat Irsyad kaget.

"Loh kenapa?" tanya Irsyad.

"Sudah jangan bahas hal seperti itu, dan lepaskan Rahma, Rahma mau membereskan pakaian kita dulu, sebelum waktu semakin siang mas." tutur Rahma yang saat itu juga membuat Irsyad melepaskan dekapannya.

"Iya... Iya... Sini mas bantuin." Irsyad menawarkan.

"tidak usah mas, adanya mas disini malah membuat ku tidak fokus. Sudah sana keluar saja." tutur Rahma yang saat itu juga membuat Irsyad garuk-garuk kepala dan keluar dari kamar tersebut.

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Ud lama gabung di MT tpi baru nemu Novel ini, telat banget,,, 😅

2022-12-23

1

Fransiska Siba

Fransiska Siba

sebenarnya ini pasangan kocak sihh, lucu2 gitu

2022-07-21

0

Endah Yani

Endah Yani

suka banget cerita tentang agama .jarang banget muncul cerita seperti ini
i like 😘😘

2022-05-20

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!