permintaan Abah Rury

Sudah dua minggu Aida di rumah sakit, kini dirinya sudah di perbolehkan pulang.

Rahma membantu mengemasi barang-barang milik Aida itu,

"Mbak maaf ya, Aida merepotkan mbak Rahma terus." ucap Aida. Rahma pun tersenyum.

"Iya benar, Aida memang merepotkan, tapi mbak tidak merasa keberatan tuh." ucap Rahma sembari terkekeh yang di balas dengan kekehan Aida juga. Rahma merasa kalau Aida itu sudah seperti adiknya, terlebih saat Irsyad sudah mau menurut padanya untuk jarang datang ke rumah sakit lagi, bahkan semenjak hari dimana Irsyad kerumah sakit menemui Aida baru kali ini Beliau datang lagi itu saja hanya untuk membantu melunasi biaya rumah sakit dan membantu mengantar Aida pulang ke kontrakannya.

"Assalamu'alaikum." ucap Irsyad, Rahma pun menoleh.

"Walaikumsalam warohmatuloh" Jawab Rahma dan Aida bebarengan.

"Sudah siap?" tanya Irsyad yang masih berdiri di depan pintu itu.

"Iya sudah mas." ucap Rahma, Baru saja Rahma akan mendorong kursi Roda Aida, ia tiba-tiba merasakan ada yang aneh di tubuhnya, Rahma bergegas berlari menuju kamar mandi.

Irsyad yang merasa aneh pun menyusul Rahma yang seperti tengah muntah di dalam toilet tersebut.

"Dek, kamu kenapa?" tanya Irsyad.

"Entahlah mas, sebenarnya pagi tadi Rahma juga merasakan mual." ucap Rahma.

"Kok mas tidak tahu? Kenapa ade tadi tidak bilang?" tanya Irsyad.

"Hanya mual biasa kok mas, mungkin hanya masuk angin, nanti juga sembuh." jawab Rahma.

"Ade pasti kelelahan ya?" ucap Irsyad sembari mengusap kepala Rahma.

Di sisi lain Aida yang masih di sana memalingkan wajahnya, ia seperti tidak ingin melihat suatu kemesraan di depan matanya. Aida pun menunduk tersirat rasa iri di hatinya saat melihat Irsyad memperhatikan istrinya itu, karena jujur saja sebenarnya Aida sedikit menaruh rasa pada Irsyad, namun ia menyadari bahwa Irsyad telah beristri itu yang membuatnya menahan rasanya.

"Mungkin saja mas."Jawab Rahma.

"Apa ade mau periksa ke dokter dulu?" tanya Irsyad.

"Sebaiknya tidak usah mas. Sudah kita antar dulu saja Aida, setelahnya Rahma bisa pulang dan istirahat." ucap Rahma yang terlihat pucat itu. Irsyad pun mengangguk.

"Ya sudah kalau begitu."

Jujur saja Rahma sedang mencurigai satu hal tentang keadaannya itu, karena ia mengalami telat datang bulan.

Mereka pun berjalan dengan Irsyad yang mendorong kursi Roda Aida keluar dari area rumah sakit tersebut.

Di kontrakan Aida...

Irsyad mengeluarkan kursi roda tersebut, dan membantu Aida turun dari mobil mereka.

Di kontrakan yang hanya sepetak itu Rahma melihat ke sekeliling, ada perasaan iba jika Aida di tinggal sendirian dengan kondisi yang seperti ini.

"Mbak, mas, terimakasih sudah mengantar Aida, dan sepertinya mbak Rahma sedang tidak enak badan, jika mas sama mbak ingin pulang sekarang tidak apa-apa kok." ucap Aida.

Rahma pun mendekati Aida. "Kau yakin Aida, jujur saja mbak tidak tega melihat mu sendirian di sini."

"Tidak apa-apa mbak, Aida malah merasa berterimakasih sekali dan sekaligus tidak enak pada kalian karena sudah merepotkan mbak dan mas." ucap Aida.

"tidak kok, mbak tidak merasa di repot kan" ucap Rahma.

"ya sudah Aida, jaga diri mu baik-baik ya? Mas sama mbak Rahma pulang dulu, dan jika ada apa-apa, Aida kan sudah ada nomor mbak Rahma, Aida bisa kasih kabar ke kita ya." ucap Irsyad.

Aida pun tersenyum senang. "Iya mas terimakasih banyak ya." ucap Aida, Irsyad dan Rahma pun mengucapkan salam pada Aida dan kembali masuk kedalam mobil mereka.

di atas kursi Rodanya Aida menangis, entahlah, mau apa lagi dia disini setelahnya. Walaupun Irsyad dan Rahma bersedia mencukupi kebutuhan pokoknya namun tetap saja hidupnya seolah sudah mati, seperti kedua kakinya yang sudah tidak berguna lagi.

***

Di sisi lain Rahma terus melamun, ia memikirkan nasib Aida mau bagaimana pun juga jika dirinya di posisi Aida juga pasti tidak akan kuat.

"Dek Rahma?" panggil Irsyad,

Rahma pun menoleh. "Iya mas?"

"Ade, kenapa diam saja?" tanya Irsyad.

"Rahma memikirkan Aida mas, kok rasanya Rahma kasian ya sama Aida." ucap Rahma.

Irsyad pun tersenyum. "Maaf, sebenarnya mas juga merasa kasian sama dia, namun mau bagaimana lagi? Ini sudah takdirnya yang harus ia jalani."

"tapi Aida benar-benar sendirian, terlebih, abah nya sedang sakit." ucap Rahma.

"Sakit?" tanya Irsyad yang belum tahu.

"Rahma belum cerita ke mas Irsyad ya kalau abah Rury Stroke gara-gara jatuh mas."

"Innalillah... Lalu bagaimana keadaannya?" tanya Irsyad.

"Rahma belum tau lagi, soalnya Aida hanya bercerita kalau abahnya itu belum tahu kondisi Aida yang sebenarnya hingga saat ini. Dan sebenarnya Abah Rury ingin Aida pulang ke magelang mas."

"Ya Allah, kok bisa begini ya? Ya sudah nanti mas coba telfon ke kampung buat tanya kondisi abah Rury." tutur Irsyad, Rahma mengangguk setuju.

Mobil pun terus melaju, sebelum pulang ke rumah mereka? Rahma meminta Irsyad untuk mampir terlebih dulu ke apotik guna membeli barang ya ia perlukan.

Di rumah mereka ... Setelah melakukan ibadah Solat Ashar, Irsyad berdiri di loteng kamar, tangannya menekan-nekan nomor telfon seseorang yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan abah Rury.

Tak lama sambungan telfonnya pun di Terima dari sebrang.

"Hallo Assalamu'alaikum, Hadiman?"

"Walaikumsalam, mas Irsyad." jawab dari sebrang.

"Apa kabar Hadi?"

"Alhamdulillah baik mas, mas bagaimana?"

"Alhamdulillah mas juga baik. Begini Hadi, mas boleh minta tolong untuk ke rumah abah Rury sebentar? Mas ingin bicara padanya." ucap Irsyad.

"Oh iya mas sebentar."

Di sana Irsyad menunggu beberapa menit, hingga akhirnya ia bisa mendengar suara abah Rury yang sangat lemah itu.

Irsyad pun bertanya kabar, dan perlahan Irsyad mulai menceritakan kondisi Aida di Jakarta. Terdengar jelas dari suaranya Abah Rury nampak sedih karena hal itu.

"Irsyad, abah boleh minta tolong pada mu?" tuturnya.

"Boleh bah, abah ingin minta tolong apa?"

"Aida itu, sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain abah." tuturnya Irsyad pun memahami itu.

"Abah sempat khawatir jika terjadi apa-apa pada abah, Aida jadi benar-benar tidak ada yang menjaganya. Dan karena itulah abah ingin menitipkan Aida pada mu Irsyad." tuturnya. Irsyad terdiam sesaat mencoba mencernanya.

"Irsyad pasti akan menjaganya Abah, karena jujur saja Irsyad juga merasa kasihan."

"Dan kalau bisa, sebenarnya abah ingin kau menikahi Aida Irsyad." Deeeeggg Irsyad tertegun, itu tidak mungkin ia lakukan, selain dirinya memang tak memiliki rasa apapun pada Aida, ia juga tidak ingin menyakiti hati Rahma.

"Tapi abah tidak memaksa mu kok, terlebih kamu sudah beristri." Sambungnya. Irsyad pun menghela nafas.

"Maaf abah, Irsyad mungkin tidak akan mampu jika harus beristri dua. Namun jika hanya sebatas mencukupi kebutuhan sehari-hari Aida Irsyad bisa melakukan itu. atau sesekali menengoknya." jawab Irsyad.

"Iya abah paham, itu saja abah sudah sangat berterimakasih pada mu Irsyad. Maaf abah sudah mengatakan hal tadi ya Irsyad." Lanjutnya.

"Iya abah tidak apa-apa." jawab Irsyad.

Mereka pun melanjutkan percakapan mereka hingga beberapa menit hingga, abah Rury berpamitan untuk melanjutkan istirahatnya, dan Irsyad pun mengakhiri panggilan teleponnya.

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Aduh jangan sampai Rahma denger, kasihan krna spertinya Rahma lagi Hamil, 😌

2022-12-23

0

Cah Dangsambuh

Cah Dangsambuh

terus terang aku suka banget ni cerita..romanrisnya.mas irsyat walaupun di suguhin gadis seperti aida tapi tak tergoyah di hatinya cuma ada rahma,,,,untungnya aku dah baca duluan ikrar cinta rumi jadi gak nyesek kalo mas irsyat di suruh poligami hehe

2022-06-14

0

EndRu

EndRu

kasian Aida. semoga tabah ya

2022-03-10

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!