tausyiah ustadz Irsyad

Setelah bertahan lama di dalam kamar mandi itu, Rahma keluar, sebenarnya ia tidak melakukan apa-apa di dalam kamar mandi itu, dia hanya duduk di atas kloset duduk itu tanpa melakukan apapun sembari menunggu Irsyad tertidur.

Semua bukan karena Rahma tidak mau berada di dekat Irsyad, hanya saja ia takut suaminya benar-benar memintanya untuk bersenggama malam ini. Jujur saja Rahma masih malu-malu, padahal pernikahannya sudah menginjak minggu ke dua, namun tetap saja rasa takut untuk melihat tubuh suaminya itu masih ada.

Perlahan Rahma berjalan berindik menuju ranjangnya, ia melihat suaminya telah tertidur, tangannya mengusap dadanya pelan "syukurlah, mas Irsyad sudah tidur." gumam Rahma pelan, dengan hati-hati Rahma pun naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya.

'Aku bisa tidur dengan nyaman sekarang.' gumam Rahma dalam hati, sembari memejamkan matanya, sekilas bibir Irsyad tersungging, dengan matanya yang masih terpejam itu.

Yaa dia tahu istrinya masih sangat Malu-malu untuk di ajak bersenggama, tidak apa baginya yang penting ia senang karena Rahma sudah mulai bisa mencintanya.

Pagi berselang, Irsyad sudah ada di kampus tempatnya mengajar, dengan tas yang berada di tangan kanannya, ia berjalan menyusuri koridor, di sana beberapa mahasiswa dan mahasiswi menyapanya Setiap kali berpapasan dengan Irsyad.

Irsyad mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam. Yayasan itu swasta namun Irsyad nyaman bekerja di sana.

Ia pun masuk ke kantor para Dosen, dan mengetuk pintu itu sesaat.

"Assalamu'alaikum." ucap Irsyad sembari masuk, ini hari pertamanya setelah cuti.

"Walaikumsalam pengantin baru." seru salah seorang temannya yang bernama Huda.

"Haduh berbinar nya , pengantin baru kita ini." tutur Pak Huda sembari terkekeh yang di Sambut dengan kekehan yang lain juga. Huda memeluk Irsyad sembari mengucapkan kata selamat,

"Selamat Ustadz Irsyad." ucapnya.

"Terimakasih Pak Huda." Irsyad tersipu, sesaat setelah melepaskan pelukannya.

di susul dengan Dosen pria yang lainnya yang juga memeluk Irsyad. Dan beberapa pengajar wanita yang menelungkup kan kedua telapak tangannya di depan Dada memberi ucapan selamat pada Irsyad.

"Ustadz, sungguh pancaran antum itu setelah menikah berbeda sekali loh." Ucap salah seorang dosen yang lain

"Masa iya? Berbeda bagaimana maksudnya?" tanya Irsyad sembari terkekeh.

"Ya auranya lebih ceria."

"Hahaha iya Ustadz Rahmat, antum benar, mungkin karena Ustadz Irsyad ini sudah ada teman tahajud nya." Tutur Huda yang di balas tawa semuanya, sedangkan Irsyad hanya geleng-geleng kepala. Ia pun melirik ke jam tangannya.

"Saya ada kelas pagi, saya harus ke kelas ku dulu, permisi Ustadz, ustadzah, Assalamu'alaikum." ucap Irsyad yang lantas keluar, lebih tepatnya segera menghindari mereka yang terus menggodanya.

Mungkin sudah adat di mana-mana, jika ada pengantin baru pasti akan selalu di goda.

Irsyad pun melakukan rutinitasnya sebagai Dosen dengan memberikan materi yang sudah di persiapkan nya.

Setelah mengajar selama beberapa jam, ia pun bergegas, hari ini dia harus mengisi tausyiah di sebuah masjid yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.

Irsyad sempat meminta Rahma untuk datang di sana, dan mengikuti pengajiannya.

Irsyad menghubungi istrinya sebelum naik ke atas mimbar.

"Assalamu'alaikum mas." Sapa Rahma.

"Walaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh. Ade sudah di masjid yang mas kasih tahu tadi kan?" tanya Irsyad.

"Iya mas." Jawab Rahma singkat.

"Ade dimana?"

"Rahma sudah di dalam bersama jamaah wanita yang lainnya." ucapnya, Irsyad pun tersenyum, karena jamaah pria dan wanita di beri batas dengan tirai, Irsyad pun tidak bisa melihat Rahma, namun ia lega Rahma benar-benar menurutinya untuk datang dan mendengarkan tausiyahnya secara langsung, walaupun jadi sedikit lebih gugup namun tidak bisa di pungkiri, Irsyad juga bisa merasa lebih bahagia lagi.

"Ustadz maaf," seseorang memanggilnya. Irsyad pun menoleh.

"Sudah waktunya naik ke atas mimbar ustadz." ucap pria bernama Falah selaku salah satu panitia di sana.

"Oh, iya mas sebentar ya." jawab Irsyad halus, ia pun kembali ke telfonya.

"Dek sudah dulu ya, nanti setelah mendengar mas tausyiah jangan mengejek ya, karena adanya Rahma, mas jadi gugup." Irsyad terkekeh, Rahma pun tersenyum.

"Iya mas, sudah cepat naik ke mimbar sana, Assalamu'alaikum." ucap Rahma yang saat itu di balas Irsyad mengucapkan Walaikumsalam lalu mematikan sambungan telfon itu.

"Bismillahirrahmanirrahim." Irsyad pun berjalan pelan dan mulai naik ke atas mimbar.

Seperti biasa, jamaah Irsyad banyak sekali, namun lebih banyak jamaah remajanya. Entah itu anak kuliahan ataupun pelajar SMA.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Irsyad membuka, Rahma yang mendengar suara suaminya itu merasa berdebar.

Sungguh tidak bisa di percaya pria itu suaminya. Ustadz yang sangat populer bahkan di kiri, kanannya depan, belakangnya semua membicarakan suaminya itu, dengan mengeluh-iluhkan Irsyad.

"Seperti biasa ya, saya akan mengajak kalian bersholawat dulu, supaya kita semua bisa lebih dekat dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Saw." Tutur Irsyad, ia pun mulai melantunkan sholawat Badar yang lantas di ikuti oleh semua jamaah yang ada di sana. Setelah bersholawat Irsyad mulai membuka kultum nya dengan tema "indahnya cinta di dalam sebuah pernikahan"

Ustadz Irsyad pun mengambil sepenggal cerita cinta dari Baginda Rosulullah Saw kepada Khadijah istrinya.

Irsyad memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong, "Khadijah itu, wanita yang lima belas tahun lebih tua dari Baginda Nabi SAW, beliau juga wanita yang sangat terpandang dari keluarga berada, wanita yang cerdas dan wanita yang lebih unggul segala-gala nya dari Baginda Rosulullah saw." ucap Irsyad.

"Namun dari semua ke kepemilikannya itu, beliau tidak pernah meninggikan suaranya di hadapan Nabi, bahkan tidak pernah membawa-bawa harta yang ia miliki untuk menurunkan derajat suaminya itu, Khadijah? Sangatlah menghormati Baginda nabi, dan memposisikan Rosulullah sebagai seorang yang wajib di takuti dan di hormati nya."

Mendengar itu Rahma tertunduk, ia merasakan sekali, selama ini dia sama sekali tidak pernah menghormati Irsyad, ia bahkan membiarkan Irsyad mencintai dirinya tanpa terbalaskan, Rahma pun mengingat semua kata-kata yang terkadang mungkin tidak pantas di lontarkan seorang istri pada suaminya.

Hingga setitik air mata pun terjatuh. Benar Rahma menyadari posisinya sebagai wanita bertabiat buruk yang tidak bisa menghormati Irsyad selayaknya suami.

Di atas mimbar itu Irsyad masih terus bercerita tentang pernikahan yang menjadi rusak akibat ke egoisan pribadi sepasang suami-istri itu.

"Sebagian wanita tidak bisa bertahan menghadapi kekurangan suaminya. Begitupun sebaliknya. Sampai-sampai kata cerai itu mudah sekali di keluarkan. Kalian pernah berfikir? Gambaran pasangan mu itu adalah diri kalian sendiri."

"Jika kita ingin merubah sikap pasangan kita menjadi lebih baik, maka rubah lah diri kita terlebih dahulu, jangan sampai kata cerai itu menjadi andalan setiap kali pertengkaran itu terjadi, dan hal yang sering kita perdebatkan adalah? Kekurangan pasangan kita itu sendiri tanpa bercermin bahwa sejatinya kita pun memiliki kekurangan yang sama."

"Dan ketika kita berpisah dengan pasangan kita, lalu mengganti pasangan kita dengan orang lain, mungkinkah akan mendapatkan hal yang lebih baik?"

"Jawabnya bisa jadi iya, atau mungkin tidak , karena setiap manusia itu tidak mungkin tidak memiliki kekurangan, yang kita lihat di luar sebelum menjadi pasangan kita hanyalah cover depannya, kita tidak pernah tahu jika isinya terdapat banyak cacat yang justru akan membawa kita pada masalah yang semakin membuat kita menyesalinya. Atau mungkin sebaliknya."

Sesaat Irsyad pun mulai bercerita tentang Rosulullah saat dirinya sudah menikahi Aisyah sebagai istri yang paling muda di antara istri-istri Rosulullah yang lain.

Di saat itu pula, dada Rahma merasa tersayat, ia mulai takut jika mendengar kata poligami dan berharap itu tidak akan pernah terjadi pada dirinya.

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

serasa ikut dalam majlis dan lagi dengerin tausiyah Ustadz Irsyad nih, 🥰

2022-12-23

0

💞R0$€_22💞

💞R0$€_22💞

Isi ceramahnya makjleb...makasih thor...🤗

2022-02-27

0

Qiza Khumaeroh

Qiza Khumaeroh

msih ttp tersentuh ustadz,,

2021-09-14

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!