nasi goreng asin

Dengan perasaan jengkel Rahma kembali ke kamar mereka, ia duduk sembari menyilang kedua kakinya di atas ranjang dengan bantal di atas pangkuannya.

"Huuuuh, baru hari pertama tapi jujur saja aku sudah tidak betah, bagaimana bisa aku bertahan menjadi istri seorang ustadz, aku memang seorang muslimah namun aku belum mampu untuk mengimbangi imannya." Cklaaaaakkk pintu kamar itu terbuka dengan Irsyad yang lantas masuk kedalam kamar itu menatap ke arah Rahma yang langsung memalingkan wajahnya, dengan helaan nafas sejenak Irsyad tersenyum lalu menutup lagi pintu kamar itu dan berjalan mendekati Rahma yang masih terlihat jengkel itu, ia pun duduk di sebelah Rahma yang langsung bergeser sedikit menjaga jarak.

"Ade?" panggil Irsyad pelan dengan tangan terangkat hendak menyentuh kepala Rahma namun dengan cepat Rahma menghindari itu.

"Dek jangan marah, mas kan hanya bercanda tadi," ucap Irsyad sembari terus menatap ke arah Rahma yang sama sekali tidak menatapnya.

"Rahma?" Panggil Irsyad lagi, namun Rahma tetap tidak mau menjawabnya.

"Dek Rahma sayang, kalau di panggil itu harus di jawab."

"Iyaaa!" Jawab Rahma dengan nada sedikit menekan.

"Ade itu umurnya berapa sih? Kok suaranya imut sekali seperti gadis belasan tahun? Mas jadi gemas." Irsyad berusaha merayu.

"Tidak mempan mas" jawab Rahma masih ketus, Irsyad pun terkekeh, perlahan ia meraih tangan Rahma dan menyingkirkan bantal di atas pangkuannya, dengan sedikit ragu ia mendekati Rahma lalu memeluknya, untuk yang pertama kali, hal itu pula yang membuat Rahma terkejut dan kikuk saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari pria yang baru ia kenal walau statusnya kini sudah menjadi suami sahnya, sedangkan Irsyad merasakan adanya getaran berlebih di relung hatinya. Dadanya terus saja bergetar tidak beraturan sehingga tanpa sadar ia terus bernafas cepat akibat menahan rasa gugupnya,tangannya yang tiba-tiba gemetaran membuatnya susah membelai rambut panjang Rahma hal itu pula yang membuatnya terlihat kaku, Rahma yang merasakan itu pun menghela nafas.

"Ji...jika belum bisa memeluk Seorang wanita, sebaiknya lepaskan saja." ucap Rahma yang juga merasakan gugup. Irsyad pun menatap wajah di bawahnya.

"Rahma?" Panggil Irsyad pelan, dengan tatapan lain Rahma pun merasa sedikit takut, takut jika suaminya memintanya untuk melayaninya karena semalam mereka belum sempat melakukan itu.

"Ra...Rahma mau buat sarapan dulu mas," ucapnya yang lantas melepaskan pelukan suaminya itu dan beranjak turun dari ranjang mereka dengan bergegas ia keluar menuju ruangan dapurnya.

Dengan Irsyad yang masih terpaku, perlahan ia menyentuh dadanya.

"Ya Allah, aku mencintai Istri ku." gumamnya lirih sembari menitikkan air matanya akibat rasa haru yang teramat karena akhirnya ia bisa mencintai seorang gadis untuk yang pertama kalinya, setelah selama ini menahan hasrat, dan berusaha untuk tidak mencintai yang bukan halalnya.

Di dalam ruangan dapur yang minimalis namun elegan itu Rahma ketar-ketir, ia menyesali ucapannya yang berkata hendak memasak sarapan untuk Irsyad.

Ia bingung ingin memasakan apa untuk Irsyad sedangkan dirinya hanya bisa memasak mie instan saja. Di depan kompor itu ia hanya mondar-mandir tidak jelas mencari ide masakan apa yang pas untuk pagi hari, ia pun menatap ke arah sebuah rice cooker dan mencoba membukanya.

"Ada nasi di dalamnya? Dan sepertinya baru matang? Apa mas Irsyad yang masak??" gumam Rahma lirih.

Ia pun mencoba mencari bumbu-bumbu dan membuka kulkas di dekatnya, sesaat ia di buat sedikit takjub, Irsyad tinggal sendiri namun isi kulkasnya penuh dengan bahan masakan dan buah-buahan.

"Dek, mau mas bantu?" tanya Irsyad tiba-tiba sehingga membuat Rahma terkesiap.

"tidak...tidak usah, Rahma bisa sendiri." ucapnya yang masih memilih-milih.

"Ade cari apa?" tanya Irsyad.

"Bumbu mas, bawang dan sebagainya." ucap Rahma tanpa menoleh sedikitpun, jujur saja ia masih gugup pada suaminya itu akibat tatapannya tadi.

"Ada di bawah sini dek." ucap Irsyad yang langsung membuka lemari bawah meja dapur itu.

Sesaat Rahma pun menutup pintu kulkas itu dan berjongkok di bawah meja itu, Lagi-lagi ia di buat mematung, saat melihat bumbunya sangat lengkap dan tertata rapi di sebuah keranjang susun dengan beberapa rempah-rempah lain.

'Apa benar selama ini mas Irsyad tinggal sendirian tanpa adanya Asisten rumah tangga? Rumah yang lumayan besar ini sangat bersih dan rapih, juga semua bahan masakan ini? Apa selama ini dia masak sendiri?' gumam Rahma dalam hati, ia pun meraih beberapa bumbu itu dan beranjak bangun.

"Dek Rahma mau masak apa? Mas jadi tidak sabar menunggu masakan dari istri mas ini." ucap Irsyad yang saat itu juga membuat Rahma kembali teringat kalau dirinya tidak bisa masak.

"Emmm hanya nasi goreng saja, karena ada nasi di rice cooker." jawab Rahma pelan. "Anu? Apa mas yang masak nasinya?" tanya Rahma.

"Iya, sebelum membangunkan mu, mas masak nasi dulu tadi, mas biasa melakukan itu, jadi seperti sudah menjadi suatu kebiasaan sebelum sholat mas usahakan masak nasi dulu, karena mas terkadang ngajar pagi jadi bisa cepat-cepat sarapan sebelum berangkat." ucap Irsyad. Rahma pun manggut-manggut.

"Ya sudah sebaiknya mas Irsyad keluar saja, aku mau memasak dulu." ucap Rahma dengan nada yang masih terdengar kaku.

"Ade yakin? Tidak mau mas bantu?" tanya Irsyad.

"Tidak perlu." Jawabnya dingin.

"Ya sudah kalau begitu." ucap Irsyad sembari tersenyum, ia pun berjalan menuju ruang tengah, merapikan ruangan itu.

Ya karena selama ini ia tinggal sendiri, rumah yang di huni nya tidak terlalu cepat berantakan itu yang membuatnya mampu merapikan semuanya sendiri.

Dengan batang sapu di tangannya ia mulai menyapu lantainya, dan setelahnya mengepel ruangan tersebut, sebenarnya rumah mereka tidak terlalu besar, namun karena penataan ruangan yang pas membuat rumah itu terlihat luas.

Di ruangan dapur itu Rahma masih terus berusaha berkutat pada sebuah penggorengan di hadapannya itu dimana nasi putih itu sudah berubah berwarna coklat, dengan hati-hati Rahma mencoba mencicipinya.

"Tidak ada rasanya" gumamnya ia pun meraih garam dan menaburkannya di atas nasi itu.

"Kurang tidak ya?" gumamnya ia pun menambahkannya lagi dan lagi, hingga ia yakin kalau nasi itu sudah cukup asin.

Rahma pun mematikan kompornya dan menyajikannya di atas piring saji tanpa mencicipinya lagi, lalu meletakkannya di atas meja, di sana ia juga menggoreng telur mata sapi dan meletakkan di atas nasi goreng tersebut.

Setelah selesai ia melihat Irsyad masuk dan meletakan ember pel nya di dekat ruangan dapur itu di sebelah mesin pencuci pakaian.

"Wah sudah matang ya?" tanya Irsyad semangat, ia pun mencuci tangannya sampai bersih lalu duduk di atas meja itu, sesaat ia melihat dapur itu sangat kotor namun ia senang, akhirnya di dapurnya itu ada seorang wanita yang menjadi ratu di sana, yaitu istrinya.

Ya walaupun Rahma belum mencintai Irsyad namun ia tetap masih mau melayaninya, dengan cara menyerahkan sendok pada Irsyad dan menuangkan segelas air putih untuk suaminya itu, dengan perasaan senang Irsyad menerima gelas berisi air yang di ulurkan oleh Rahma.

"Terimakasih dek." ucapnya berbinar, ya perlakuan Rahma benar-benar membuatnya tersentuh.

tanpa menjawabnya, Rahma pun meraih gelas untuknya dan mengisinya dengan posisi berdiri ia menaikan tangannya hendak meminum air itu.

"Dek tunggu," Dengan Cepat Irsyad menahannya.

"Kenapa?" tanya Rahma.

"Kalau minum itu duduk dek, jangan berdiri jadi tidak sama dengan hewan, sini duduk dulu baru minum." ucap Irsyad.

"Banyak aturan." Runtuknya sangat lirih sembari menarik kursi di hadapannya itu sementara Irsyad hanya geleng-geleng sembari tersenyum.

Irsyad pun membaca doa makan, lalu menyendok kan nasi goreng itu dan memasukannya ke dalam mulut.

Baru saja Irsyad akan mengunyah bola matanya seketika sudah membulat, ia terdiam sesaat lalu melirik ke arah Rahma yang saat itu tengah membidik bingung ke arahnya.

Dengan cepat Irsyad mengunyah nasi itu dan menelannya paksa lalu meraih gelas di sampingnya dan meminum air itu sampai habis.

Merasa ada keanehan Rahma pun mengerutkan dahinya.

"Ada apa mas?" tanya Rahma bingung.

"Anu, ini dek? Apa harga garam saat ini sedang murah ya?" tanya Irsyad sembari garuk-garuk kepala, yang saat itu juga membuat Rahma menyendok kan nasinya dan memakannya, tak lama Rahma pun beranjak sembari menutup mulutnya berjalan cepat dan mengeluarkan nasi goreng yang ada di mulutnya itu ke tong sampah.

"Astaga, asin sekali?" Rahma pun menenggak air minum di gelasnya.

"Astaghfirullah dek," Seru Irsyad yang mendengar itu, sembari menahan tawanya.

"Mas? Kalau asin kenapa tidak bilang saja sih? Kenapa harus di telan nasi itu?" ucap Rahma.

"ya, mas takut kamu marah lagi kalau mas lepehin, tapi ini enak kok dek hanya saja mas takut darah tinggi kalau di habiskan." ucap Irsyad yang saat itu juga membuat Rahma tertunduk malu, dengan itu ia bisa menunjukan pada Irsyad kalau dirinya tidak bisa masak.

"Maaf, sebenarnya Rahma tidak bisa masak." gumamnya sangat lirih namun masih bisa di dengar Irsyad.

"Ohooo tidak bisa toh? ya ampun dek kenapa tidak bilang," Irsyad masih berusaha menahan tawanya. "ya sudah tidak apa mas senang ade mau berusaha masakin buat mas, serius mas bahagia sekali," ucap Irsyad sembari memegangi tangan Rahma.

"Iya tapi sama saja nasi ini jadi mubazir kan?" ucap Rahma.

"Tidak apa-apa dek, semoga Allah mengampuni ya, sekarang kita siap-siap saja dan sarapan di luar ya sayang, karena kamu sepertinya lelah." ucap Irsyad yang saat itu juga tanpa menjawabnya Rahma langsung beranjak dan pergi meninggalkan Irsyad dengan perasaan malu itu.

"Ya ampun Rahma," Irsyad masih terkekeh-kekeh, ia pun meraih dua piring di atas meja itu dan merapikannya lalu mencucinya, sesaat ia melihat dapur itu masih berantakan.

"Nanti saja lah ku bereskan, sekarang aku harus mengajak Rahma keluar mencari sarapan." gumam Irsyad yang lantas melenggang keluar dapur itu.

Terpopuler

Comments

Susi Rahmawati

Susi Rahmawati

Di dunia nyata ada gak siih suami macem ustad Irsyad klau ada mau doong punya suami kayak gitu 🤭🤭

2025-02-04

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Ustadz Irsyad pengertian banget yaa, 🥰

2022-12-22

1

Syahria Ria

Syahria Ria

ternyata lucu² dan seru² komentar di sini ☺☺☺☺👍👍👍

2022-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!