sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad

Petang itu setelah melangsungkan sholat Isya dan makan malam Rahma dan Irsyad masuk ke kamar mereka, Rahma melepas hijabnya dan melepaskan ikat rambutnya itu, ia menatap ke sebuah cermin yang tertempel pada lemari pakaian yang tidak terlalu besar.

"Rambut ku jadi menggelombang." Rahma menggerutu sembari memegangi rambutnya yang panjang sepinggang itu.

"Memangnya kenapa dek?" tanya Irsyad. "Ade tetap cantik kok, rambut dek Rahma itu bagus."

"Iya bagus, tapi tidak seperti sekarang, semenjak berhijab, rambut Rahma jadi tidak terawat." tuturnya, Irsyad pun menyunggingkan senyumnya menggeleng.

"Sudah sini duduk dekat mas."

"Tidak mau aahh, Rahma masih kesal karena hal tadi?" ucap Rahma.

"Tadi?" Irsyad mengingat-ingat. "Astaghfirullah, yang Aida tadi maksudnya? Jadi ade benar-benar cemburu ya?" tanya Irsyad.

"Bukan cemburu mas, tapi Rahma tidak suka, mas terlalu banyak senyum sama wanita lain."

"Iya itu cemburu namannya."

"Isshh cemburu dan tidak suka itu berbeda."

"Iya deh iya, berbeda kosa katanya, tapi intinya sama saja." Irsyad terkekeh, sedangkan Rahma bersungut.

"Begini dek Rahma, abah Ruri itu dulunya pernah menyelamatkan nyawa mas saat mas sedang mandi di sungai." ucap Irsyad.

"Menyelamatkan?" Rahma menoleh ke arah Irsyad yang tengah duduk di atas ranjangnya,

"Iya, jadi dulu saat usia mas masih 14 tahun, waktu itu lagi sadranan kalau orang Jawa bilang, dimana kalau satu hari sebelum ramadhan, kita para santri akan mandi bersama di sungai untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan." Tutur Irsyad Rahma pun mendekati Irsyad dan duduk di sebelahnya.

"Lalu?" tanya Rahma yang mulai tertarik.

"Waktu itu, Tiba-tiba sungai banjir dan mas masih berada di tengah sungai, mas belum sempat menyelamatkan diri seperti teman-teman yang lain, sehingga tubuh mas tersapu arus yang deras itu, dan beruntungnya kebun abah Ruri ada di bibir sungai tersebut, dan beliaulah yang menyelamatkan mas. Makannya semenjak itu Abah Ruri mas anggap sebagai kakek, sekaligus bapak angkat mas." Irsyad menjelaskan, sedangkan Rahma sedikit terpaku mendengar cerita dari Irsyad, kalau saja dulu tidak ada yang menolong suaminya itu, mungkin Rahma tidak akan bertemu Irsyad.

"Dek?" Panggil Irsyad. Rahma pun menoleh,

"Kenapa diam?"

"Tidak, Rahma hanya sedikit tersentuh." tuturnya. Irsyad pun tersenyum sembari mengusap kepalanya.

"Dan untuk Aida, Ade tidak perlu cemburu ya. Karena cinta mas cuma untuk Rahma kok." ucap Irsyad sembari menyentuh hidung Rahma dengan jari telunjuknya. Tanpa menjawab apapun Rahma pun naik ke atas ranjang mereka dan merebahkan tubuhnya, dengan Irsyad yang lantas menyelimuti tubuh Rahma dan mengecup keningnya.

"Mas keluar dulu sebentar ya dek, ada acara sholawatan di majelis." ucap Irsyad, Rahma pun mengangguk dengan Irsyad yang lantas beranjak keluar kamar mereka.

Sesaat Rahma berfikir, kenapa hatinya merasa takut saat bertemu dengan Aida tadi, Perasaannya seakan tidak enak. Rahma pun segera menepis pikiran buruknya dan berusaha memejamkan matanya.

****

Setelah dua hari tiga malam berada di Kabupaten Magelang, mereka pun pulang. kini keduanya sudah berada di Jakarta karena Irsyad mulai ada jadwal berceramah di beberapa majelis, dan lagi ia juga harus mengajar senin esok karena masa cutinya yang sudah habis.

Malam itu di kamar mereka, Irsyad baru saja masuk setelah keluar menghadiri acara tahlilan di rumah tetangga dekat mereka, yang mengundang ustadz Irsyad sebagai pengisi acara. Ia melihat Rahma sedang membaringkan tubuhnya sembari bermain ponsel padahal waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

"Ade kok belum tidur, ini sudah malam tidak baik bermain ponsel sampai selarut ini sayang." ucap Irsyad.

"Iya Rahma tahu, hanya saja Ini, pihak rumah sakit tempat Rahma bekerja sudah memberi kabar kalau masa cuti Rahma sudah hampir habis senin besok Rahma harus kembali bekerja." ucap Rahma yang lantas beranjak duduk, Irsyad pun meraih ponsel Rahma dan membaca pesan itu, lalu menyerahkannya lagi pada Rahma.

"Dek, ade resign saja ya? Kan jauh masa iya ade harus ke Palembang lagi." ucap Irsyad.

"Rahma juga berfikir seperti itu, terlebih rumah sakit itu pasti akan mengingat Rahma pada seseorang." ucap Rahma dengan pandangan kosong. Irsyad paham seseorang yang di maksud Rahma adalah sosok pria yang seharusnya menjadi suaminya. Cuuppphhh Irsyad mengecup pipi Rahma.

"Sudah malam tidur saja yuk." ajak Irsyad yang langsung merebahkan tubuh Rahma, yang saat itu membuat Rahma terkesiap kaget.

"Mas, ini belum waktunya lho." ucap Rahma yang takut jika suaminya itu akan mengajaknya bersenggama.

"Iya mas tahu sayang, walau mas sangat ingin tapi mas akan menahan itu." jawab Irsyad sembari memeluk Rahma.

Rahma pun termenung ia menatap ke arah langit-langit, dan berfikir kalau selama ini dirinya memang bukan istri yang soleha. Irsyad mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Rahma.

"Ade belum tidur ya?" tanya Irsyad.

"Rahma belum bisa tidur, masih terpikir sesuatu mas." ucap Rahma.

"Memikirkan apa? Ayo cerita pada suami mu ini."

"tidak penting."

"Bohong, pasti penting kan? Ayo cerita saja dek." ucap Irsyad. Rahma pun menghela nafas.

Mas?" Panggil Rahma.

"Iya sayang?"

"Rahma boleh bertanya?"

Irsyad tersenyum "tentu saja boleh Rahma, memangnya ade mau bertanya apa?" Tanya Irsyad sembari menopang Kepalanya dengan tangan Kirinya.

Rahma pun terdiam sejenak. "Mas tau Rahma seperti ini sikapnya terkadang suka marah-marah, dan selalu menggerutu tapi kenapa mas tidak pernah marah pada Rahma? Seharusnya mas kecewa pada ku, karena Rahma bahkan tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah, tidak bisa masak, dan lagi? Mas selalu bangun lebih dulu dari Rahma." ucap Rahma. Irsyad pun mengusap kepala Rahma.

"Mana bisa mas marah pada mu sayang, ya mungkin mas sedikit merasa ada yang kurang dari mu karena itu semua, tapi seperti yang mas bilang kan? Kalau mas itu mencintai mu Rahma, dan lagi Rahma selalu berusaha menurut walau terus menggerutu tapi mas senang karena ade tetap melakukannya." ucap Irsyad, Rahma pun menoleh menatap ke arah suaminya itu.

"Terimakasih sudah menerima ku mas, dan terimakasih sudah bersedia dengan sabar mendidik ku." ucap Rahma sembari tersenyum. Melihat Senyum Rahma, Irsyad semakin berdebar, ia pun mendekati wajah Rahma dan mendaratkan kecupan di keningnya.

"Mas mau tanya, apa ade sudah mencintai mas?" tanya Irsyad sesaat setelah melepaskannya. Rahma terdiam sejenak, sembari menatap wajah pria di sebelahnya

"Mungkin," jawabnya lirih.

"Kenapa mungkin?" tanya Irsyad.

"Ya mungkin saja karena malam itu, semenjak Rahma menerima nafkah batin dari mas Irsyad, rasanya jadi lain." jawab Rahma lirih tanpa menatap ke arah Irsyad menyembunyikan wajahnya yang memerah, Irsyad pun tersenyum, ia sedikit berkaca-kaca, rasanya lebih bersemangat saat Rahma mulai bisa mencintainya.

"Jadi benar, kalau tingkah ade yang tiba-tiba marah saat ada jamaah wanita yang menghampiri mas, itu karena ade cemburu?" tanya Irsyad.

"Iya, itu benar. Apa lagi akhir-akhir ini mas itu populer di kalangan remaja, banyak tuh remaja putri yang mengunggah Vidio ceramah mas di media sosial." tutur Rahma sembari bersungut-sungut. Sedangkan Irsyad pun terkekeh ia menarik Pipi Rahma dengan gemas, sehingga sedikit membuat Rahma kesal sembari memukul tangan Irsyad agar melepaskannya.

"mas ini Kebiasaan ya." tutur Rahma sesaat setelah Irsyad melepaskan tarikannya itu, dengan tawanya yang membuat Irsyad mengusap matanya yang sedikit basah. Irsyad pun sedikit mengangkat tubuhnya dan mencium kening Rahma lagi, tidak hanya itu kedua pipi Rahma pun mendapatkannya juga, setelahnya Irsyad menatap mata Rahma dalam-dalam.

"Berati mas tidak perlu menunggu seminggu lagi dong?" tanya Irsyad.

"Ma... Maksudnya?" tanya Rahma sembari menelan ludah.

"Mas kan ingin cepat punya anak sayang, masa iya masih bertanya?"

'Aaahhh, entah mengapa, aku merasa menyesal setelah menyatakan perasaan ku padanya.' runtuk Rahma yang lantas mendorong tubuh Irsyad pelan.

"Ini sudah hampir jam dua belas, mas tau Rahma akan susah di bangunin kan jadi lebih baik kita tidur." tutur Rahma yang lantas memiringkan tubuhnya membelakangi Irsyad dengan mata yang terpejam ia berusaha keras untuk segera tertidur.

Tangan Irsyad terangkat dan menyentuh bahu Rahma sembari mengusapnya pelan, saat itu pula mata Rahma terbuka.

'Mas, tolong jangan minta aku untuk melayani mu malam ini, aku masih gugup tahu.' rengek Rahma dalam hati.

Irsyad pun menghela nafas, "jangan membelakangi mas dong dek, kan dosa tidur dengan membelakangi suami." Mendengar itu Rahma pun membalik badannya secara tiba-tiba, sedangkan Irsyad masih berada di belakangnya persis, itu pula yang akhirnya membuat Rahma tidak sengaja mencium pipi Irsyad. Dengan matanya yang membulat Rahma pun beranjak duduk, Irsyad menyentuh pipinya sembari tersenyum senang.

"Cieeee Akhirnya, ade mau mencium mas lebih dulu." ledek Irsyad.

"Kyaaaaaa... Mas ini bicara apa sih?" Rahma pun beranjak, ia merasa malu, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk melenggang pergi menuju toilet yang berada di kamarnya itu.

"Ya Allah dek Rahma sini, mas masih mau lagi." Seru Irsyad dengan gelak tawanya, Akibat melihat tingkah Rahma yang gelagapan itu sungguh membuatnya semakin gemas.

Terpopuler

Comments

💞R0$€_22💞

💞R0$€_22💞

Asli bacanya ikut cengar cengir tersipu malu aku...☺☺...suami sampe bilang "kok mesam-mesem dhewe sih...🤣🤣🤣🤣🤣🤣..

2022-02-27

0

Qiza Khumaeroh

Qiza Khumaeroh

🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

2021-09-14

1

Happyy

Happyy

🤗🤗🤗

2021-09-12

1

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!