di kampung halaman mas Irsyad

Selang beberapa jam, mobil pun berhenti di depan rumah orang tua Irsyad.

"Sayang, ayo bangun. Kita sudah sampai." ucap Irsyad sembari mengecup kening Rahma dan mengusap-usap pipinya.

Perlahan tubuh Rahma mulai bergerak dan mengangkat kepalanya.

"Jam berapa ini mas?" tanya Rahma sembari meregangkan tubuhnya.

"Dua belas lebih, hampir jam satu dini hari." jawab Irsyad.

"lama juga ya?" tanya Rahma sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya akibat menguap.

Irsyad tersenyum. "Ayo kita keluar." ajak Irsyad sembari membuka pintu mobilnya. Rahma mengintip sekilas rumah orang tua Irsyad yang terlihat lebih sederhana ketimbang rumah Irsyad di jakarta, lantai ubin di teras yang besar itu bahkan bukan terbuat dari keramik.

"Dek, kok masih diam? Ayo." ajak Irsyad. Rahma pun membuka pintu mobilnya dan keluar. Cklaaaaaakkk keduanya menoleh kearah pintu rumah itu, terlihat seorang wanita yang usiannya kurang lebih sudah enam puluhan lebih itu keluar dengan wajah berbinar, dengan senyum lebar Irsyad mendekati ibunya itu dan memeluknya lalu menciumi pipi kanan dan kirinya.

"Ya Allah Lek tak enteni samang iki? Alhmdulillah gutol omah," (Ya Allah nak sudah di tungguin kamu ini? Alhmdulillah sampai rumah.) tutur ibunya itu dengan mata yang berkaca-kaca.

"Nggih bu, Alhmdulillah." jawab Irsyad, ia pun menoleh kebelakang. "Ini Istri ku bu, Rahma namanya." ucap Irsyad memperkenalkan Rahma pada ibunya, senyum manis Rahma tersungging untuk ibunya Irsyad itu sembari mengangguk sedikit.

"Sini cah ayu," ucap ibunya Irsyad, dan Rahma pun mendekat sebuah pelukan hangat dengan tangis haru keluar dari bibir ibunya Irsyad, ia juga mencium wajah menantunya dengan penuh kasih sayang.

"Ayu tenan bojo mu lek," (Cantik sekali istri mu nak.) ucap ibunya Irsyad.

Irsyad pun terkekeh, tak lama ayahnya Irsyad keluar, dan Irsyad pun mendekati ayahnya lalu mengecup punggung tangannya di susul juga Rahma.

Setelah merasakan sambutan hangat itu keduanya pun di ajak masuk oleh kedua orang tua Irsyad untuk segera beristirahat di dalam kamar mereka yang sudah di siapkan oleh ibunya Irsyad.

Di dalam kamar, Rahma mengusap-usap bahunya sendiri, merasakan hawa dingin yang sedikit menusuk. Irsyad yang merasakan itu pun mendekap tubuh Rahma sehingga membuat Rahma terkejut.

"Mas, sedang apa?"

"Menghangatkan mu dek, mas tau ade kedinginan kan." ucap Irsyad. Rahma pun tidak menjawabnya. Perlahan tangannya melepaskan pelukan Irsyad itu.

"Rahma mau ganti baju mas, mas bisa keluar sebentar?" ucap Rahma. Karena di kamar itu tidak ada kamar mandi.

"Kenapa mas harus keluar, kan sudah tidak apa kalau Rahma mau ganti baju di depan mas,"

"itu tidak mungkin, Rahma itu malu mas, sudah mas keluar dulu sana." titah Rahma.

"Kenapa mesti malu sih dek? Sudah ganti saja mas tidak akan melihat kok." ucap Irsyad yang lantas naik ke atas ranjangnya dan merebahkan tubuhnya lalu memiringkan tubuhnya membelakangi Rahma.

'Iissshhh mas Irsyad ini.' runtuk Rahma perlahan ia pun membuka hijabnya lalu menggantungnya. setelah itu ia meraih baju tidurnya yang berada di dalam kopernya itu, dengan sesekali menghadap kebelakang memastikan kalau Irsyad benar-benar tidak melihatnya ia pun mulai membuka gamis nya lalu mengganti pakaiannya itu.

Setelah selesai ia pun kembali menoleh ke arah Irsyad, posisinya masih sama sehingga membuat Rahma mengintipnya dengan naik ke atas ranjang itu. dan mendapati Irsyad sudah memejamkan matanya.

"Sudah tidur rupanya?" gumamnya lirih, ia pun tersenyum. "Mas Irsyad pasti lelah sekali." gumam Rahma ia pun menarik selimut nya lalu menutupi tubuh suaminya itu dan dirinya dalam satu selimut yang sama, dengan sesekali mengusap-usap lengannya ia benar-benar kedinginan. tak lama tubuh Irsyad bergerak membalik badannya lalu memeluk Rahma. Saat itu pula mata Rahma membulat, ia terkejut.

"M.. Mas belum tidur?"

"Belum sayang, sekarang baru mau." ucap Irsyad, wajah Irsyad terbenam di sebelah leher Rahma yang kala itu tengah tidur terlentang.

'Kalau dia tidur seperti ini bagaimana aku bisa tidur?' runtuk Rahma yang merasa gugup, terlebih nafas Irsyad terasa berhembus di dekat lehernya.

'tapi dengan seperti ini aku jadi tidak merasa kedinginan sih, karena pelukan mas Irsyad.' lanjut Rahma dalam hati, ia pun mulai memejamkan matanya dan tertidur.

Pagi berselang...

Adzan subuh yang berkumandang membuat Irsyad terjaga, ia menoleh sekilas kearah Rahma yang masih tertidur sembari memegangi lengannya yang berada di atas perut Rahma.

"duh, Istri ku ini pasti sangat kedinginan, sebaiknya aku merebus air dulu untuknya." gumam Irsyad, ia menyempatkan waktu untuk mengecup kening Rahma dan menutupi tubuhnya dengan selimut, sebelum akhirnya beranjak bangun dan keluar kamarnya.

Di dalam dapur ia melihat ibunya sedang merebus air.

"Kau mau apa nak?" tanya ibunya Irsyad menggunakan bahasa Jawa.

"Irsyad mau rebus air buat mandi dek Rahma."

"Istri mu belum bangun?,"

"Belum bu, biar saja nanti Irsyad bangun kan."

"ya sudah, kau bangunkan saja sekarang dan pakai air ini dulu saja." titah ibunya itu Irsyad pun mengangguk dan kembali ke kamarnya.

Setelah membangunkan Rahma, Rahma pun terjaga. Kini rasanya agak mudah membangun Rahma ia langsung mau bangun dan bebersih.

Setelah aktivitas paginya di kerjakan, Rahma pun membantu ibu mertuanya memasak di dapur, ia berkata dengan jujur kalau dirinya belum bisa masak namun hal itu tidak menjadi masalah, karena bagi ibunya Irsyad? Rahma mau belajar saja sudah bagus.

Setelah selesai memasak mereka pun makan pagi bersama, dan berbincang-bincang singkat.

Pukul delapan pagi Irsyad mengajak Rahma ke suatu tempat di bibir sungai. Jalan yang licin dan berlumut membuat Rahma sedikit kesusahan berjalan, tangan Irsyad pun terus memegangi tangan Rahma erat.

"Kita ini mau kemana sih mas?? Rahma itu lelah, seharusnya kan kita istirahat bukannya malah blusukan seperti ini." tutur Rahma.

"Sebentar lagi kita sampai, ade pasti suka." ucapnya. Kini mereka berdua telah berdiri di bibir sungai dengan pemandangan air terjun di sana. Mata Rahma menatap takjub.

"Dulu mas betah sekali main di sini, sebelum mengaji mas pasti akan mandi dulu di sini." ucap Irsyad, mereka pun duduk di sebuah batu yang cukup besar. tatapan Rahma masih terus tertuju pada air yang sangat jernih itu.

"Airnya dingin sekali."

"Iya sayang ini dari gunung Sumbing. Makannya segar sekali airnya." ucapnya.

Sekilas senyum Rahma tersungging, Irsyad pun senang melihat itu.

"Ade manis sekali, akhirnya mas bisa melihat ade tersenyum, senangnya." Irsyad bertopang dagu, menatap lurus ke arah Rahma yang mulai tersipu.

Cukup lama mereka menikmati alam dengan Rahma yang mulai nyaman berada di dekat Irsyad dengan kata lain ia sudah tidak begitu sebal dengan suaminya itu, dengan setiap rayuannya, candaannya yang terkadang garing, malah sebaliknya ia jadi lebih menyukai seorang pria alim yang kini menjadi imamnya itu.

Terpopuler

Comments

Iyaa Iyaa

Iyaa Iyaa

maaf kak, mau koreksi sedikit. lek sama le beda ya kak. lek itu sebutan untuk bulek atau Tante. kalau le itu sebutan untuk anak laki-laki.

2023-02-04

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Rahma ud mulai bisa menerima Irsyad nih, 🤭

2022-12-23

0

Syahria Ria

Syahria Ria

berhubung aku baru baca jadi baca nya di lanjut terus.... ☺☺☺☺👍👍👍👍

2022-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 Duka Rahma
2 khitbah dari ustadz Irsyad
3 ijab qobul
4 kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5 nasi goreng asin
6 Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7 menjalani kewajiban seorang istri
8 Irsyad bagi Rahma
9 perjalanan ke Magelang
10 di kampung halaman mas Irsyad
11 pertemuan Rahma dan Aida
12 sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13 tausyiah ustadz Irsyad
14 rasa Khawatir
15 kemalangan Aida.
16 harapan Aida.
17 cinta untuk mas Irsyad
18 sayur kangkung rasa Kolak
19 permintaan Abah Rury
20 kepercayaan.
21 mengunjungi orang tua Rahma
22 Jalan-jalan sore
23 ujian kecil
24 sebuah gelombang pasang.
25 ikrar yang terpatahkan
26 pembuktian cinta Irsyad.
27 Irsyad sakit
28 kaki dan hati yang telah mati
29 cinta halal ku.
30 memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31 keputusan dari Aida.
32 keadaan yang mulai membaik
33 bertemu Geng maut di dekat rumah.
34 khumairah (yang kemerah-merahan)
35 Drajad Rahma di hati Irsyad.
36 jalan jalan
37 Fathul Qhulum
38 author menyapa
39 kilas balik masa lalu Ulum.
40 keputusan Ulum.
41 ikrar Ulum untuk Aida
42 kehidupan awal sang pengantin baru
43 manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44 keputus asaan Rahma.
45 kebahagiaan Ulum dan Aida
46 kencan Ala ustadz (bagian 1)
47 kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48 akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49 teguran mas Irsyad
50 kasih sayang Ulum
51 kontraksi
52 gara-gara mas Miftah
53 gosip
54 oppa
55 kepercayaan lagi.
56 bercerita tentang Jin.
57 makan malam di luar.
58 pekerjaan Ulum
59 perjuangan
60 perjuangan bagian 2
61 perjuangan bagian 3
62 nama si kembar
63 gara-gara gigitan.
64 makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65 gara-gara gigitan (bagian 2)
66 kontrol si kembar.
67 kontrol si kembar (bagian dua)
68 Rumi Rewel.
69 malam sabtuan bersama pacar halal
70 nonton Film
71 siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72 (bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73 flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74 flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75 flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76 Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77 diet
78 wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79 pertemuan dikarenakan tasbih
80 tasbih cinta
81 kegundahan hati Irsyad
82 kilas balik yang berujung pada mimpi
83 hati yang mulai tenang.
84 lanjutan kilas balik.
85 sebuah kejujuran.
86 kebenaran yang menyesakkan.
87 final episode
88 terimakasih
89 kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90 arti pasangan hidup (extra part 2)
91 mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92 ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93 kegaduhan (extra part 5)
94 kehangatan keluarga (extra part 6)
95 extra part Final
96 terimakasih final episode.
97 bintang jatuh (bab Rindu)
98 (prolog) Season 2 rilis...
99 Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100 Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101 Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102 bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103 bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104 bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105 bab 7. ketenangan (season 2)
106 bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107 bab 9. ngambek. (season 2)
108 bab 10. Musibah (season 2)
109 bab 11. brain death (season 2)
110 bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111 pengumuman Hiatus
112 bab 13. pasien baru (season 2)
113 bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114 bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115 bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116 bab 17 Selamat jalan (season 2)
117 bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118 bab 19. hari baru (season 2)
119 bab 20 kondisi Aida (season 2)
120 bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121 bab 22. luka masa lalu (season 2)
122 bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123 bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124 bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125 bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126 bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127 bab 27. penasaran (season 2)
128 bab 28. Ending cerita (season 2)
129 terimakasih semuaaaaa
130 Bonus cerita saja
131 Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132 bab Rindu (kutu)
133 bab Rindu (siapa Debora?)
134 aku menyapa dikit
135 Bab Rindu (keistimewaan diam)
136 Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137 Bab Rindu (hukuman Abi)
138 bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139 Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140 Bab Rindu (hantu wanita)
141 Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142 Bab Rindu (Debora)
143 Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144 Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145 bab Rindu (Wanita Hamil)
146 bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147 bab Rindu (niat suci Faqih)
148 bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149 Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150 ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151 info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152 promosi novel religi terbaru
153 Bab rindu 1
154 Bab rindu 2
155 Bab rindu 3
156 Bab rindu 4
157 Bab rindu 5
158 bab rindu 6
159 Hanya promosi Novel
160 info novel baru
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Duka Rahma
2
khitbah dari ustadz Irsyad
3
ijab qobul
4
kegiatan awal Rahma di pagi hari.
5
nasi goreng asin
6
Dalil-dalil cinta Irsyad untuk Rahma
7
menjalani kewajiban seorang istri
8
Irsyad bagi Rahma
9
perjalanan ke Magelang
10
di kampung halaman mas Irsyad
11
pertemuan Rahma dan Aida
12
sebuah Rasa yang hadir untuk Irsyad
13
tausyiah ustadz Irsyad
14
rasa Khawatir
15
kemalangan Aida.
16
harapan Aida.
17
cinta untuk mas Irsyad
18
sayur kangkung rasa Kolak
19
permintaan Abah Rury
20
kepercayaan.
21
mengunjungi orang tua Rahma
22
Jalan-jalan sore
23
ujian kecil
24
sebuah gelombang pasang.
25
ikrar yang terpatahkan
26
pembuktian cinta Irsyad.
27
Irsyad sakit
28
kaki dan hati yang telah mati
29
cinta halal ku.
30
memasak bareng Ustadz bagai ikut ujian Nasional
31
keputusan dari Aida.
32
keadaan yang mulai membaik
33
bertemu Geng maut di dekat rumah.
34
khumairah (yang kemerah-merahan)
35
Drajad Rahma di hati Irsyad.
36
jalan jalan
37
Fathul Qhulum
38
author menyapa
39
kilas balik masa lalu Ulum.
40
keputusan Ulum.
41
ikrar Ulum untuk Aida
42
kehidupan awal sang pengantin baru
43
manis, pahit, dan getir dalam sebuah pernikahan.
44
keputus asaan Rahma.
45
kebahagiaan Ulum dan Aida
46
kencan Ala ustadz (bagian 1)
47
kencan Ala Ustadz (bagian 2)
48
akibat rasa iri yang menjadi boomerang
49
teguran mas Irsyad
50
kasih sayang Ulum
51
kontraksi
52
gara-gara mas Miftah
53
gosip
54
oppa
55
kepercayaan lagi.
56
bercerita tentang Jin.
57
makan malam di luar.
58
pekerjaan Ulum
59
perjuangan
60
perjuangan bagian 2
61
perjuangan bagian 3
62
nama si kembar
63
gara-gara gigitan.
64
makan dan minum dalam satu wadah yang sama dengan pasangan.
65
gara-gara gigitan (bagian 2)
66
kontrol si kembar.
67
kontrol si kembar (bagian dua)
68
Rumi Rewel.
69
malam sabtuan bersama pacar halal
70
nonton Film
71
siapa Annisa Nur Istiqomah itu?
72
(bab bonus) Flashback Rahma dan Fikri
73
flasback Fikri dan Rahma (bagian Dua)
74
flashback Rahma dan Fikri (bagian 3)
75
flashback Rahma dan Fikri (bagian empat)
76
Final Flashback Rahma dan Fikri (bagian lima)
77
diet
78
wanita yang pernah di kagumi Ustadz
79
pertemuan dikarenakan tasbih
80
tasbih cinta
81
kegundahan hati Irsyad
82
kilas balik yang berujung pada mimpi
83
hati yang mulai tenang.
84
lanjutan kilas balik.
85
sebuah kejujuran.
86
kebenaran yang menyesakkan.
87
final episode
88
terimakasih
89
kedatangan tamu dari jauh (extra part 1)
90
arti pasangan hidup (extra part 2)
91
mencintai dalam kesederhanaan. (extra part 3)
92
ke riweuhan pagi hari (extra part 4)
93
kegaduhan (extra part 5)
94
kehangatan keluarga (extra part 6)
95
extra part Final
96
terimakasih final episode.
97
bintang jatuh (bab Rindu)
98
(prolog) Season 2 rilis...
99
Bab 1 mas Irsyad marah (Season 2)
100
Bab 2. Aib pasangan (Season 2)
101
Bab 3. keinginan pak Huda (Season 2)
102
bab 4. gara-gara Sarden. (season 2)
103
bab 5. gara-gara Sarden 2 (season 2)
104
bab 6. menjaga kehormatan istri (season 2)
105
bab 7. ketenangan (season 2)
106
bab 8. mengajarkan Rahma (season 2)
107
bab 9. ngambek. (season 2)
108
bab 10. Musibah (season 2)
109
bab 11. brain death (season 2)
110
bab 12. Ruangan ICU (season 2)
111
pengumuman Hiatus
112
bab 13. pasien baru (season 2)
113
bab 14. ibu pencari donor jantung. (season 2)
114
bab 15. cerita masa kecil (Season 2)
115
bab 16. terundung awan hitam. (season 2)
116
bab 17 Selamat jalan (season 2)
117
bab 18. pelangi harapan. (season 2)
118
bab 19. hari baru (season 2)
119
bab 20 kondisi Aida (season 2)
120
bab 21. Cinta mas Ulum (season 2)
121
bab 22. luka masa lalu (season 2)
122
bab 23. Zaujatii -duhai istri ku- (season 2)
123
bab 24. Masnya Nuha (season 2)
124
bab 25. Cinta ikhlas ku (season 2)
125
bab 26. teguran untuk Aida (season 2)
126
bab 26. malam penuh cinta (season 2)
127
bab 27. penasaran (season 2)
128
bab 28. Ending cerita (season 2)
129
terimakasih semuaaaaa
130
Bonus cerita saja
131
Bab Rindu (cinta dalam keluarga)
132
bab Rindu (kutu)
133
bab Rindu (siapa Debora?)
134
aku menyapa dikit
135
Bab Rindu (keistimewaan diam)
136
Bab Rindu (sosis yang terbenam)
137
Bab Rindu (hukuman Abi)
138
bab Rindu (sambungan hukuman Abi)
139
Bab Rindu (jalan-jalan sore)
140
Bab Rindu (hantu wanita)
141
Bab Rindu. (wanita lain pengagum Rumi)
142
Bab Rindu (Debora)
143
Bab Rindu (sambungan ceramah Rumi)
144
Bab Rindu (pria alim yang menolong ku)
145
bab Rindu (Wanita Hamil)
146
bab Rindu. (Sambungan cerita Qori)
147
bab Rindu (niat suci Faqih)
148
bab Rindu (percakapan dua orang ayah)
149
Bab Rindu (hati yang semakin was-was)
150
ending bab Rindu (harapan yang pupus)
151
info rilis Novel sekuel Ustadz Irsyad.
152
promosi novel religi terbaru
153
Bab rindu 1
154
Bab rindu 2
155
Bab rindu 3
156
Bab rindu 4
157
Bab rindu 5
158
bab rindu 6
159
Hanya promosi Novel
160
info novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!