Ancaman

Hhhuuhhhh.... Raina membuang nafas lega, ini pertama kalinya ia dihadapkan dengan pengalaman menegangkan. Dadanya berdebar, ada perasaan lega sekaligus kekhawatiran.

Lega karena ia dan Sawn bisa lolos dari kerumunan preman bengis itu, walaupun begitu ia masih khawatir preman itu akan mengejar mereka untuk balas dendam.

Raina tersenyum sambil mengemudikan mobil mewah Sawn Praja Dinata. Menyadari sepasang mata elang sedang mengawasinya Raina menepikan mobil di pinggir jalan yang tidak terlalu ramai.

Raina mulai berani menatap wajah tampan Sawn Praja Dinata, yang ia takuti hanya satu, takut Sawn mengetahui perasaan cinta dalam diamnya.

"Kenapa bapak melihat saya seperti itu...?" Tanya Raina penasaran.

"Apa kamu cantik? Apa kamu sexy? Apa aku harus memakan makanan yang tidak menggugah seleraku...?" Jawab Sawn ketus.

"Aaaahhhh... Begitu rupanya." Lirih Raina pelan.

Apa aku terlihat seperti makanan tidak bergizi di matanya sampai dia berkata seperti itu? Lirih Raina dalam diamnya. Raina benar-benar kesal saat ini, namun ia tidak tahu harus melakukan apa pada orang yang terus saja memancing emosinya.

"Apa saya boleh memberikan saran untuk bapak?" Tanya Raina sambil memandangi wajah Sawn yang masih terlihat kesal, ia tidak tahu apa yang membuat lelaki tampan di hadapannya itu terlihat kesal.

"Katakan, apa saran mu...?"

"Bapak bisa kan bicara tanpa perlu menyakiti perasaan orang lain? Saya sarankan agar anda tidak seketus itu, bisa-bisa semua orang akan meninggalkan bapak." Ucap Raina sambil memandangi wajah acuh Sawn.

"Gak bisa." Balas Sawn sambil memegangi wajah nyerinya.

Raina hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Sawn Praja Dinata. Sejauh ia mengenalnya, tidak ada hal baik yang pernah lelaki itu lakukan selain mengumpulkan amal di acara perusahaannya yang penuh dengan drama.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Raina langsung tancap gas menuju rumah sakit terdekat untuk mengobati luka-luka memar yang menghiasi wajah tampan bos juteknya.

...***...

"Huh... Tadi itu benar-benar menegangkan." Lirih Rita pelan sambil menepuk-nepuk wajah ngantuknya.

"Kira-kira kemana pak Sawn membawa neng Raina...?" Tanya Bobby asal.

"Apa dia menghukumnya?"

"Eeee... Tidak mungkin. Kan kita yang bicara di belakang pak Sawn, masa ia neng Raina yang kena hukuman." Ucap Yanto tidak percaya.

"Jika berhubungan dengan pak Sawn, semuanya mungkin-mungkin saja." Jawab Rita sambil memandangi wajah tiga orang dihadapannya secara bergantian.

"Apa benar begitu non Rita?" Sambung Agil yang dari tadi diam saja.

"Saya bekerja disini selama tiga tahun terakhir, dilihat dari kepribadian pak Sawn, sepertinya itu mungkin-mungkin saja." Sambung Rita lagi. Agil menepuk dadanya tersedak Cake yang ia makan karena mendengar penuturan Rita.

"Kita lihat saja besss...." Ucapan Bobby tertahan di tenggorokannya karena melihat kedatangan Sawn dan Raina secara bersamaan.

Yang menarik perhatian Rita, Bobby, Yanto dan Agil, wajah Sawn terlihat memerah seperti Tomat matang.

Bukannya berlebihan, memang itu kenyataannya. Bahkan sejak memasuki Loby kantor, Raina selalu merunduk menahan malu, ia merasa telah gagal menjadi Bodyguard yang bisa di andalkan.

Raina masih fokus pada pemikirannya sendiri sampai ia tidak menyadari Sawn menghentikan langkah kakinya tepat di depan Pantry yang hanya di batasi kaca pembatas. Tampa sengaja Raina menabrak punggung Sawn dengan kepalanya. Daan...

"Aaauuuuuh....! Apa yang kau makan sampai kepalamu sekeras batu?" Raina menabrak tubuh kekar Sawn dengan kepalanya disaksikan ke-empat sahabat barunya dari Pantry tempat mereka biasa berkumpul.

Raina diam, ia merunduk letih.

"Aku menunggumu di ruanganku, sekarang juga." Ucap Sawn menggertak, tidak ada yang tahu eksperesi wajah yang ia tunjukan. Marah, Kesal, entahlah semuanya akan segera terungkap.

Sawn memasuki kantor pribadinya sambil tersenyum kecil, didalamnya sudah duduk seorang lelaki separuh baya berkaca mata.

"Keluarkan apa yang ku minta." Perintah Sawn pada lelaki yang berdiri tak jauh darinya itu. Lelaki itu mengangguk sambil mengeluarkan berkas dari dalam tas tangannya.

"Anda boleh pergi, sekarang." Perintah Sawn pada laki-laki separuh baya itu.

Begitu besar pengaruh uang sampai-sampai membuat lelaki muda seperti Sawn tega bicara dengan nada ketus tanpa memandang wajah lawan bicaranya. Entah kenapa tiba-tiba Raina merinding menyaksikan pemandangan aneh di hadapannya.

Uang boleh saja berkuasa asal hati nuranimu tidak goyah di hadapannya.

"Ambil ini dan berikan jawabanmu besok." Sawn menyodorkan amplop coklat yang ia terima dari pengacaranya pada Raina.

"Jawaban? Jawaban apa yang bapak maksut...?" Tanya Raina penasaran. Sebelum Sawn menjelaskan apapun, Raina terlebih dahulu membuka amplop yang ada di tangan kanannya.

Bagai di sambar petir di siang bolong, Raina hampir saja terjatuh setelah membaca isi amplop yang menurutnya tidak masuk akal itu. Untungnya Sawn segera menangkap tubuh lemahnya, sehingga Raina tidak jatuh kelantai.

Raina menelan salivanya sambil memandangi wajah pria di hadapannya itu, ia segera menepis tangan yang melingkar di tubuhnya sambil berkata 'Lepaskan aku'.

"Bapak tidak perlu bersikap baik padaku! Aku lupa anda adalah seorang pengusaha, setiap hal yang anda lakukan hanya akan bernilai Dolar." Ucap Raina dengan nada berapi-api.

"Dan ini..." Raina mengangkat surat yang di berikan Sawn padanya.

"Aku tidak mengakuinya. Mulai hari ini, aku RAINA SALSADILA mengundurkan diri dari neraka ini." Ucap Raina sambil merobek kertas itu menjadi bagian kecil kemudian melempar semua robekannya tepat di atas kepala Sawn Praja Dinata.

Raina melangkahkan kakinya meninggalkan Sawn yang masih berdiri mematung. Seketika tergambar berjuta penyesalan dihati terdalam Raina, menyukai pria itu terasa bagai kutukan baginya.

"TUNGGU..." Bentak Sawn kasar setelah ia tersadar dari rasa terkejutnya. Ia tidak menyangka reaksi Raina pada surat yang diberikan pengacaranya akan sangat membuatnya marah besar.

Sawn melempar beberapa poto kearah Raina sama seperti yang di lakukan gadis itu padanya. Langkah Raina terhenti ketika ia melihat satu persatu wajah di poto itu. Senyum ibunya ketika merawat si bungsu Amel yang baru berusia tiga tahun. Wajah berseri-seri adik-adiknya ketika berada di sekolah, dan terakhir senyum manis bude Romlah ketika menyuapi anak Agil di teras rumahnya. Tiba-tiba air mata Raina menetes dari sudut matanya membuat Sawn merasa bersalah di buatnya.

"Bukankah kamu mengenal mereka semua?Katakan padaku, mana yang harus kubuat menangis terlebih dahulu? Ibu mu? Atau adik-adikmu?" Sawn tersenyum sambil melempar satu persatu potret yang ada di tangannya kearah wajah Raina.

"Jangan coba-coba menyentuh mereka, jika anda berani menyentuh mereka aku tidak akan tinggal diam."

"Apa yang bisa dilakukan wanita lemah sepertimu, aaahh? Mengandalkan otot, begitu?" Sawn tidak menyangka ia akan berdebat dengan Raina sampai saling menatap dengan tatapan mematikan. Ia bepikir Raina akan menerima saran yang dituliskan pengacaranya tanpa ada perdebatan. Entah poin mana yang membuatnya naik pitam, yang jelas Sawn sangat terkejut dengan reaksi berlebihan yang Raina tunjukan.

"Aku akan mendengar keputusanmu besok, sekarang pergi dari hadapanku." Ucap Sawn datar. Ia tidak berani melihat wajah menangis Raina, ia takut akan goyah pada keputusannya untuk menarik Raina selangkah lebih dekat dengannya.

Raina meninggalkan kantor Sawn dengan derai air mata yang tak bisa ia tahan, kekesalannya sampai keubun-ubunnya. Ingin rasanya ia menghajar laki-laki kurang ajar yang berani memintanya tinggal satu atap tanpa ada ikatan.

Sawn menyadari kekeliruannya, baginya hanya itu jalan satu-satunya yang bisa ia pikirkan.

Jika itu bibi, bibi pasti berusaha semaksimal mungkin sampai bibi bisa melihatnya di atap yang sama tempat dimana bibi berada. Bahkan ucapan bi Sumi terus saja terngiang di telinganya.

Sawn tidak perduli dengan cara yang ia lakukan, asal ia bisa melihat Raina di atap yang sama dengannya itu sudah cukup baginya, sama seperti saran yang di ungkapkan bi Sumi. Jika dengan Ancaman tidak membuat Raina gentar maka Sawn akan membuat rencana lain yang membuat gadis itu bertekuk lutut dibawah kendalinya.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒎𝒂𝒖 𝑹𝒂𝒊𝒏𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒎𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒕𝒖𝒂𝒏 𝑹𝒐𝒃𝒊𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒚𝒈 𝒃𝒂𝒓𝒖

2024-07-19

0

Ida Miswanti

Ida Miswanti

🤦🤔Si Swan LOLA,,, LOADING Lambat 🤭😅tak faham maksud Bi: Sumi

2024-03-30

1

fulana anonymous

fulana anonymous

hehehe anak bodoh ...koplak emang di shawn

2023-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!