Ide Gila

Waktu menunjukan pukul 12.00 ketika Sawn kembali kekantornya. Suasana di gedung berlai 25 itu lumayan legang karena ini waktunya jam makan siang.

Sawn berjalan menyusuri koridor lantai 25 tempat dimana ruangannya berada. Langkah kakinya terhenti karena mendengar gelak tawa yang bersumber dari Pantry yang tidak terlalu jauh dari kantor pribadinya.

Lagi-lagi Sawn mendengar suara gelak tawa, sejujurnya ia cemburu. Sudah lama sejak terakhir kali ia tertawa seperti itu, ia sendiri tidak ingat kapan terakhir kalinya ia tertawa lepas tanpa beban.

Hhhmm... Sawn menghela nafas sambil berjalan meninggalkan Pantry yang masih terdengar riuh. Ia duduk di kursi kebesarannya namun tidak merasa tenang.

Jika itu bibi, bibi pasti berusaha semaksimal mungkin sampai bibi bisa melihatnya di atap yang sama tempat dimana bibi berada.

Ucapan bi sumi masih terngiang di telinga Sawn, ia masih ragu haruskah ia melakukan ide gilanya atau tidak.

"Baiklah, ayo kita lakukan." Lirih Sawn pelan sambil beranjak dari kursi kebesarannya. Ia berjalan menuju Pantry tempat semua orang berkumpul termasuk si Robin yang konyol itu.

Bukankah menjadi pengawal pak Sawn yang jutek itu sangat melelahkan, kenapa kakak tidak menikah saja dan menjauh dari semua ini... Betapa terkejutnya Sawn mendengar ucapan Rita, darahnya terasa mendidih. Tanpa mengetuk pintu ia masuk ke-Pantry yang berisikan Enam orang jahil. Satu per satu di pandanginya wajah setiap orang, termasuk Rita yang berhasil membuatnya kesal.

"Kamu, ikut denganku." Ucap Sawn yang tiba-tiba datang ntah dari mana, membuat semua orang yang tadinya santai berubah menjadi tegang.

Sawn mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang.

Lanjutkan rencana yang sudah saya beritahukan, jika semuanya gagal kepala kalian yang jadi taruhan. Ucap Sawn kesal.

Mendengar nada bicara Sawn, Raina hanya bisa menelan salivanya, heran dan menakutkan.

Setelah sampai di area parkiran Sawn melempar kunci mobil kearah Raina. Memaksa gadis itu menyetir tanpa meminta izinnya.

Raina menginjak gas dan melaju dengan kecepatan sedang, ia tidak tahu harus kemana. Ia tidak berani mengganggu Sawn yang sibuk dengan pikiran seriusnya.

Aku jutek? Berani sekali dia bicara seperti itu di belakangku. Lirih Sawn sambil menggigit bibir bawahnya.

Berani sekali Rita kurus itu meminta Raina ku menikah? Ku potong gajinya baru tahu rasa. Lirih Sawn lagi. Kali ini ia tersenyum.

"Pak kita mau kemana?"

"Jalan saja, jangan bayak tanya." Ucap Sawn menegaskan. Raina hanya bisa mengangguk sambil menutup mulutnya.

Tepat dijalan raya yang sepi, Sawn menghentikan mobilnya. Ia turun sambil di ikuti Raina.

"Aku ingin makan siang di tempat ini...!" Ucap Sawn pelan. Raina memandang dengan tatapan heran. Tidak ada apapun disana kecuali pohon-pohon yang tersusun rapi di sepanjang jalan.

"Maksut bapak...?" Raina bertanya karena benar-benar tidak mengerti.

"Apa kamu bodoh? Apa kamu anak Sd? Aku bilang aku mau makan siang disini."

"Bapak yakin mau makan siang disini? Disinikan tidak ada Restaurant."

"Sekitar satu kilo meter dari sini ada restoran Jepang, kamu bisa pesan makanan disana kemudian cepat kembali kesini." Ucap Sawn sambil memandang wajah yang tertunduk itu.

Raina mengangguk pelan sambil beranjak meninggalkan Sawn sendirian. Ia berharap tuannya itu akan baik-baik saja sampai dia kembali membawakan makanan Jepang yang ia pesan.

...***...

Kalian ada dimana...?

cepat, sebelum dia datang...!

Jika kalian sampai gagal, kepala kalian jadi tebusan...!

Hallo...😡

Hayyy...😃

Bekali-kali Sawn mengirim pesan, tidak ada satu pun balasan yang ia peroleh.

Ccccepat ddddaaatangggg sekarangggg...😡

Sepuluh menit menunggu masih juga tidak ada balasan.

"Rupanya kalian ingin bermain-main denganku...! Baiklah, ayo kita lakukan." Gerutu Sawn sambil menahan amarah.

Sawn duduk sambil memandang kanan dan kirinya, berharap anak buah konyol suruhannya akan segera datang.

Pucuk di cinta ulam pun tiba.

Sawn tersenyum bahagia begitu melihat sepuluh sepeda motor menghampirinya. Wajah orang-orang yang duduk di atas motor itu benar-benar terlihat seperti preman kampung hobi berbuat kerusuhan.

"Kenapa kalian lama sekali. Aku tidak akan membayar kalian jika rencananya gagal." Bentak Sawn.

Rencana...? Hhhaaaaaa....

Semua laki-laki aneh itu tertawa bagai orang kesurupan. Sawn hanya bisa memandang dengan tatapan heran. Ia memicingkan mata sambil memandangi satu persatu orang yang berdiri di hadapannya.

Sepuluh orang? Bukankah aku hanya meminta lima, lalu apa ini? Lirih Sawn dalam hati.

Seorang pria muda yang kira-kira berusia dua puluh lima tahunan berbisik di telinga seorang lelaki separuh baya. ia nampak takjub mendengar berita yang di sampaikan rekannya, lelaki separuh baya itu tersenyum sambil melirik tangan Sawn.

"Hai anak muda, aku tahu hidup itu sangat berharga. Karena itu, saat ini aku memberimu kesempatan untuk menebus nyawamu hanya dengan memberikan jam tangan murahmu kepadaku." Ucap lelaki separuh baya bertato itu. Sawn memicingkan mata masih tidak mengerti.

"Cepat serahkan jika tidak." Lelaki berbadan gembul itu berteriak kemudiam menghadiahi wajah Sawn dengan tendangan keras. Sawn mendesah kesakitan, ia tersungkur di trotoar.

Cccihhh...! Sawn meludah sembarang, gusinya berdarah.

"Kalian siapa...?" Sawn berteriak kesal. Yang diteriaki hanya tertawa, meremehkan.

"Bukankah tadi kau menunggu kami! Lalu sekarang, kenapa kau bertanya...?" Sawn masih belum siap ketika tendangan yang secara tiba-tiba mendarat di perutnya. Sawn kembali tersungkur.

Uhuk..uhuk...! Sawn terbatuk menahan nyeri yang menjalar setengah bagian tubuhnya. Ponsel Sawn tiba-tiba bergetar. Ia khawatir Raina yang akan datang, segera di raihnya ponsel yang ada disaku bajunya.

Maaf bos, kami tidak bisa datang secepat yang bos minta, kami terjebak macet. Isi pesan itu berhasil membuat Sawn naik pitam. Ia tersenyum sinis sambil meludah kearah laki-laki separuh baya yang terlihat seperti ketua geng itu.

"Sepertinya kalian bukan preman buta yang tidak bisa mengenali mana yang batu kali dan mana batu permata...!" Ucap Sawn kesal. Saat ini ia seperti bom waktu yang akan meledak.

Preman separuh baya itu lebih kesal. Saat ini egonya sedang terluka.

"Berani sekali anak ingusan sepertimu meludahi wajahku....!" Teriaknya sambil mengepalkan tangan.

"Itu bukan apa-apa dibandingkan dengan dua tendangan yang di hadiahi preman rendahan sepeti kalian di tubuh berhagaku." Jawab Sawn lantang.

"Kalian ingin jam ini? Ambil jika kalian mampu." Ucap Sawn lagi sambil mengulur waktu hingga Raina datang. Rencananya ia akan kabur bersama Raina tanpa harus bertarung melawan preman-preman itu.

Jam tangan bukan hanya sekedar pengingat waktu, kini jam tangan telah bergeser menjadi life style. Bahkan jam tangan bisa menunjukan status sosial seseorang. Hari ini Sawn memilih menggunakan salah satu jam tangan koleksinya, RM (Richard mille). Jam tangan yang ia beli dengan harga pantastis 1.4 billions. Lapisan Gold, Platinum, Swarowski dan diamond. Tak heran para preman itu ngotot ingin memilikinya.

Sawn masih terlibat pertarungan sengit ketika Raina tiba dilokasi pertama kalinya ia meninggalkan Sawn Praja Dinata.

"Apa yang kalian lakukan...?" Bentak Raina sambil nimbrung di tengah-tengah pertarungan sengit itu. Di pandanginya wajah tampan Sawn, wajah itu memamerkan lebam, bahkan disudut bibirnya keluar darah segar.

"Bahkan sekarang seorang laki-laki harus meminta bantuan pada perempuan. Ibu...ibu cucu." Ucap salah seorang preman itu sambil tertawa terbahak-bahak.

Bukannya menyurutkan keberanian Raina, ia malah naik pitam lalu menjambak rambut lelaki tersebut dan menghadiahi *********** dengan tendangan menukik dari lutut. Lelaki tersebut mendesah kesakitan, tubuh Jangkungnya tersungkur di trotoar.

Benar-benar lawan yang tidak berimbang, sepuluh lawan dua, Raina khawatir tidak akan bisa mengalahkannya. Ketika lawannya lengah, ia lebih memilih meraih tangan Sawn kemudian berlari meninggalkan preman-preman itu.

Seperti dalam film Action Romantis, Sawn melirik tangannya yang di genggam erat oleh jemari Raina. Ia tidak perduli dengan nyeri disudut bibirnya, ia hanya ingin tersenyum di kesempatan langka saat Raina menggenggam erat jemarinya.

Ini adalah ide tergila yang pernah Sawn lakukan seumur hidupnya. Menyewa segerombolan preman gadungan demi mengikat Raina agar lebih dekat dengannya, yang datang malah preman sungguhan.

Sungguh apes nasibnya gara-gara ide gilanya. Meskipun begitu perasaan kagumnya semakin berlipat ganda pada sosok Raina Salsadila.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒆𝒏𝒆" 𝒈𝒆𝒔𝒓𝒆𝒌 𝒔𝒊 𝑺𝒉𝒂𝒘𝒏 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2024-07-19

0

Ida Miswanti

Ida Miswanti

🤣🤣🤣 Gatot dech ide. gila Si Swan

2024-03-30

1

Dwi apri

Dwi apri

toss....doa mu langsung terkabul sawn...rencanamu benar2 berhasil.... niatnya nyewa preman eh mlh yg datang preman beneran...

2023-10-08

1

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!