Sawn tertawa bahagia didalam hatinya, ia bisa memandangi gadis pujaannya tanpa ada siapapun yang mencela. Merasakan cinta sendirian tanpa ada yang mengetahuinya sedikit menyiksa batin Sawn Praja Dinat.
Aku mencintaimu, maukah kau menjadi kekasih ku...? Sawn benar-benar ingin mengatakan kata-kata itu, sayangnya egonya terlalu tinggi untuk mengucapkan kata-kata itu.
Apa kata dunia jika aku sampai mengutarakan perasaanku..? Lagi pula jika aku mengatakannya, belum tentu ia akan menerimaku, aku tahu seorang wanita berjilbab seperti Raina tidak akan menempatkan kata 'yok kita pacaran' dalam kamus kehidupannya. Sawn mengetahui itu karena itu pun terjadi pada mama dan papanya, mereka menikah setelah bertemu satu kali, tunangan kemudian menikah.
Hhhhhmmm.... Hubungan yang rumit. Lirih Sawn pelan.
Raina belum bisa mencerna peristiwa yang ia alami saat ini, duduk berdua bersama atasannya di Restoran yang super Romantis.
Bahkan perlakuan Sawn terlihat berbeda di bandingkan di area parkiran tadi.
"Apa yang kamu lihat..? Bukankah seharunya kamu sebagai pengawal rendah harus membuka pintu mobil untuk ku." Sawn menunjuk mobilnya dengan wajah datar.
Pengawal Rendah? Apa dia selalu bicara sekasar ini? Raina bertanya pada dirinya sendiri. Tentu saja tidak ada jawaban yang bisa ia dapatkan, hanya saja ia sedikit kesal namun memilih untuk tetap diam dan mengabaikan ucapan atasan juteknya.
Setelah membukakan pintu mobil, Raina duduk di belakang kursi kemudi Sawn. Lagi-lagi wajah itu menunjukan kekesalannya.
"Apa aku ini sopirmu? Pembantumu? Duduk didepan!"Ucap Sawn Singkat. Raina hanya bisa mengangguk pelan.
Dalam hatinya Sawn tertawa bahagia, ia merasa menang karena tidak ada yang mengetahui tingkah konyolnya. Selama dalam perjalanan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka berdua.
"Jika kamu ingin selamat, segera habiskan makanan mu!" Ucap Sawn pelan, kali ini ia menunjukan sikap perdulinya.
Dari mana dia mengetahui kalau aku belum memakan apa pun sejak pagi...? Lirih Raina sambil memperbaiki posisi duduknya.
Raina terkejut melihat makanan yang di sajikan di atas meja, seumur-umur ia belum pernah mencobanya. Restaurant Perancis? Ia, Sawn membawanya kerestauran perancis, makanan yang terlihat berbeda di indra penglihatannya itu belum bisa menggugah selera makannya.
"Apa saya harus memakan makanan ini...?" Tanya Raina dengan tatapan sayu.
"Tentu saja." Jawab Sawn singkat.
"Tapi, pak. Saya tidak ingin memakannya."
"Kenapa, apa makanan ini tidak menggugah seleramu...?" Mendengar ucapan Sawn, Raina menelan salipanya sambil menggelengkan kepala 'Tidak'.
"Kamu benar-benar bodoh. Makan ini sangat enak. Diam dan coba saja."
Raina melotot, ia kukuh tidak ingin memakan makanan yang ada di depannya.
"Saya tidak bodoh, pak. Saya hanya tidak ingin mencobanya, bapak kok ngeyel."
Mendengar nada bicara Raina mulai meninggi, Sawn merasa heran.
Sementara Raina, ia langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Ia tidak sadar sudah bicara seketus itu.
Apa kami sedang berdebat seperti perdebatan pasangan pada umumnya? Apa hubungan kami sudah naik level...? Lirih Sawn dalam diam, sambil memandangi wajah Raina yang terlihat gugup.
"Maaf pak." Ucap Raina sambil menangkupkan kedua tangan di depan dadanya. Sawn hanya membalasnya dengan senyum tipis.
Cesss!
Dada Raina berdebar semakin kencang, sejak ia duduk berdampingan di dalam mobil milik Sawn ia benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaannya. Karena inilah peria dan wanita di larang berduaan karena ketiganya pasti setan.
"Tak kenal maka tak sayang. Aku berharap kamu bisa mengenalku." Ucap Sawn sambil memandangi wajah merunduk Raina. Ia tahu wanita yang ada di depannya saat ini sedang menjaga pandangannya.
"Selanjutnya, aku akan mengenalkanmu pada menu yang ada di hadapanmu." Ucap Sawn sambil menunjuk kearah menu yang sudah tersaji, mata Raina mengikuti arah tangan Sawn.
"Perancis tidak hanya dikenal sebagai tempat paling romantis di dunia, kulinernya tidak hanya lezat, kulinernya juga disajikan dengan sangat Artistik. Makanan harusnya tidak hanya enak di santap, namun juga harus enak di pandang.
Dan makanan yang ada di depanmu
itu namanya Soupe A I'oignon, makanan ini di buat dengan merebus kuah kaldu sapi yang kental yang dicampur potongan bawang putih, disajikan dengan suiran daging ayam dan parutan keju di atasnya untuk menambah citarasa.
Kemudian yang ini, Sawn mengangkat piring saji dengan tangan kanannya.
Ini namanya Gratin Dauphinous, makanan ini terbuat dari kentang yang dimasak bersama krim khas perancis. Makanan ini pertama kali di sajikan pada tahun 1788 pada acara makan malam bangsawan.
Dan yang terakhir namanya Creme Brulee. Creme Brulee adalah Dessert atau hidangan khas Peracis yang wajib dicoba. Makanan yang memiliki rasa manis ini terbuat dari campuran vanili, susu dan buah-buahan yang dimasak di dalam oven."
Raina hanya bisa mengangguk mendengar penjelasan Sawn.
Sawn menikmati makanannya. Sementara Raina, ia mencoba Creme Bluree. Begitu Raina mencobanya, teksturnya yang lembut dan Rasanya yang manis serta sensasi segar dari buah-buahan benar-benar lumer di mulutnya.
Acara makan malam yang Sawn sebut sebagai hukuman untuk Raina berakhir dengan senyum kepuasan.
...***...
Sawn bertanggung jawab mengantar Raina pulang dengan selamat. Sama seperti sebelumnya, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka berdua. Hanya kekaguman yang memenuhi rongga dada mereka, entah mereka menyebutnya sebagai siksaan atau berkah, yang jelas mereka bahagia dalam diam.
Raina melirik arloji yang mengikat tangan kirinya, waktu sudah menunjukan pukul 21.09 Raina sudah sampai di depan pagar rumahnya, terlihat dari netranya ibunya menunggu sambil mondar-mandir di depan pintu.
Raina menghampiri ibunya.
"Kenapa ibu berdiri di luar? Ini sangat dingin." Ucap Raina sambil memperbaiki suiter yang di kenakan ibunya.
"Ibu sedang menunggumu." Ucap bu Rahayu singkat.
"Apa ibu sudah makan...?" Raina bertanya sambil menggenggam jemari ibunya dengan kedua tangannya. Bu Rahayu mengangguk sambil tersenyum.
"Raina akan menemui ibu setelah ganti baju." Ucap Raina lagi yang dijawab dengan anggukan kecil bu Rahayu.
Lima menit kemudian Raina keluar dari kamarnya. Hanya ada bu Romlah di dapur, anak-anak sudah masuk kekamar mereka masing-masing.
"Raina, kamu anak kebanggaan ibu sayang. Tadinya ibu berusaha memaksamu berhenti dari pekerjaaan mu. Tapi sekarang tidak lagi, satu hal yang ibu minta darimu, jangan pulang terlalu malam." Ucap bu Rahayu menjelaskan.
Raina sangat bahagia dengan keputusan yang di buat ibunya.
"Terimakasi bu." Ucap Raina sambil memeluk bu Rahayu.
Sementara itu di kediamannya, Sawn memasuki Rumah sambil bersiul gembira. Bahkan ia tidak memperdulikan tatapan heran para asisten rumah tangganya.
Aku baru saja bertemu denganmu, tapi sekarang aku sangat merindukanmu. Senyummu, Tawamu, Bahagiamu, Deritamu aku ingin memiliki semuanya. Aku ingin mencurimu dari dunia, sehingga duniamu hanya berputar untuk kehidupanku. Lirih Sawn pelan.
Sawn menghempaskan tubuhnya di Ranjang sambil membayangkan wajah gadis pujaannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 154 Episodes
Comments
Ana
sudah mulai jatuh cinta
2024-07-23
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒔𝒆𝒄𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒊𝒕𝒖 🤔🤔🤔
2024-07-19
0
Sinta Amalia
secepat ituu
ohhh
2024-07-15
2