Uji Nyali

Raina berlari sambil merapikan kain hitam yang ia gunakan untuk menutupi kepalanya. Sedikit berantakan, maklum saja Abang ojolnya terlalu ngebut sesuai dengan permintaan Raina yang terus-menerus mengeluh terlambat.

Raina menarik nafas kemudian pelan menghembuskannya kasar dari bibir. Lagi-lagi sepasang mata memperhatikannya dari pos keamanan.

"Neng cantik datang lagi?"

"Bapak, iya Pak. Saya di minta datang pagi ini."

"Sepertinya menjadi Bodyguard Pak Bos tidak akan mudah untuk Neng cantik." Ucap sekuriti bertubuh gembul itu.

"Memangnya kenapa Pak?" Wajah penasaran Raina seolah mengusik ketenangan Pak Halil.

Kemarahan Shawn pada Robin menjadi lampu merah bagi semua karyawan perusahaan. Kemarahan Pak Bos berarti bencana bagi semua orang.

"Apa Neng cantik tidak mau mundur dari pekerjaan ini? Cari yang lain maksut Bapak."

"Wah, nggak bisa Pak." Balas Raina dengan keyakinan penuh.

"Ya sudah. Nanti di dalam Neng harus pastikan kalo Neng yang terbaik."

Harus memastikan menjadi yang terbaik? Ucapan Sekuriti itu berhasil membuat dada Raina berdebar tak karuan. Rasa senang dan takut melebur menjadi satu. Sementara itu di Lobi telah duduk seorang lelaki berbadan tegap sembari menantikan kedatangannya.

"Apa anda Nona Raina?" Tanya pria itu dengan wajah penasaran. Raina menganggukkan kepala pelan.

"Siapa?" Raina balas bertanya. Sayangnya, lelaki di depannya sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.

"Ikuti saya." Ucap lelaki itu dengan tatapan tajamnya.

Hay! Kemana kau akan membawaku? Aku baru di sini. Kau tidak bisa memerintah ku semaumu. Ingin sekali Raina berkata seperti itu, namun bibirnya seolah terkunci rapat.

Kini Raina dan lelaki itu berada di ruangan yang cukup besar. Di dalamnya terdapat alat-alat olahraga. Dan yang paling menyita perhatian Raina, di dalamnya terdapat tiga pria kekar dengan pakaian pelindung lengkap.

Apa aku akan di adu dengan pria-pria ini? Lirih Raina dalam hatinya, nyalinya tiba-tiba ciut.

"Nona sendirian! Walau Bos besar marah dan menolak keputusanku, aku berjanji padamu. Jika kau berhasil menang melawan Bodyguard pilihanku, maka kau berhak menjadi Bodyguard Bos besar dan bekerja bersama mereka." Ucap Robin sambil menunjuk salah satu Bodyguard yang berdiri di samping kanannya.

Ya Allah, selamatkan aku. Lirih Raina dalam hatinya. Entah kapan terakhir kali Raina berduel, ia sendiri sudah tidak ingat lagi.

Sedetik kemudian.

"Baiklah, jika hanya ini syarat yang anda ajukan." Ucap Raina dengan penuh keyakinan kalau ia pasti akan menang.

Raina memakai baju pelindung yang di lempar secara kasar padanya. Tak perduli seberapa kuat orang itu ia pasti akan meladeninya dengan tangan terbuka.

"Ayo. Sudah lama juga aku tidak berduel." Ucap Raina dengan berani.

Raina sengaja membawa sarung tangan yang biasa ia pakai saat berduel dengan laki-laki.

"Ayo kesini." Perintah lawan Raina yang sudah mengambil posisi tarung berjarak sepuluh meter.

Tak mau tinggal diam Raina menuju kelokasi duel dan langsung memberi ancaman kepada lawannya dengan tendangan Sabit miliknya. Lawannya mundur satu langkah.

"Oh... hooo. Sabar Nona." Ucap laki-laki yang berduel dengan Raina sambil tersenyum mengejek.

Mereka lalu terlibat duel yang cukup berimbang. Kelincahan Raina memang menjadi kekuatan yang tak bisa di pandang remeh. Raina terkadang berhasil mendaratkan pukulan ke bagian depan mengarah ke perut lawannya. Namun tak jarang juga di balas dengan tendangan T milik lawannya yang nyaris mengenai bagian pipi Raina.

Beberapa kali gerakan lelaki itu bisa ditepis, Raina membalikkan keadaan dengan melancarkan pukulan maupun tendangan telak kepada lawannya. Bagi Raina, lelaki ini ingin di hajar sekuat mungkin. Mumpung ada kesempatan, berani sekali ia memandang remeh pada wanita.

Sepuluh menit berlangsung dengan duel ketat tanpa henti. Keringat deras mulai meluncur dari tubuh Raina, bengitu juga dengan lawan duelnya. Terdengar deru nafas mereka yang tak stabil tanda kelelahan.

Sementara itu, Robin menyaksikan duel itu dengan perasaan takjub yang tak bisa ia deskripsikan dengan kata-kata. Sungguh di luar dugaannya, wanita bertubuh semampai sanggup menumbangkan lawannya hanya dengan beberapa langkah saja.

"Mas Robin, sepertinya Nona muda itu akan keluar sebagai pemenangnya. Lihatlah gerakan lincahnya. Rasanya saya sedang menonton flem action." Ucap salah seorang pria yang duduk di samping kiri Robin.

Robin setuju, ia tidak pernah mengalihkan pandangannya sejak duel di mulai.

Tak mau berlama-lama Raina lalu mendaratkan kembali tendangan sabit dengan kaki kanannya. Kali ini, perut lawannya menjadi sasaran. Dengan sigap lelaki itu menahan tendangan Raina, lalu menekuk kaki kiri Raina hingga tersungkur. Raina kalah telak dan terduduk tak berdaya di lokasi mereka berduel. Raina meringis kesakitan. Lawannya tersenyum sambil memandang meremehkan.

Raina bangkit lalu mendaratkan pukulan keras ke ulu hati lawannya yang terlapis sabuk pelindung dan melanjutkannya dengan tendangan ke arah samping kiri badan lawannya.

Uuuugggh!

Lekaki itu meringis kesakitan.

"Cukup." Ucap Robin sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Nona sendirian, kau benar-benar hebat." Sambung Robin lagi sambil tersenyum kearah Raina yang berjarak lima meter darinya.

"Terima kasih, Pak."

"No. No. Jangan panggil Pak. Just Robin!"

Raina tersenyum sambil mengusap pipi perihnya. Ia tidak menyangka akan mendapatkan teman baru di hari pertamanya. Seorang teman yang selalu tersenyum padanya.

"Sepertinya wajahmu harus di kompres dengan es batu. Apa itu sangat perih...?" Robin bertanya karena ia merasa bersalah.

"Sedikit perih. Tapi, tidak apa-apa Pak." Balas Raina cepat.

"Pak lagi? Just Robin."

Raina tersenyum sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada. Uji nyali hari ini benar-benar melelahkan. Semoga saja besok pagi wajahnya tidak membengkak.

...***...

Kediaman Dinata.

"Daebak. Ma. Pa. Tadi malam Bang Robin cerita katanya Bodyguard Kakak kali ini seorang wanita berhijab. Jago silat." Ucap Yuna penuh semangat. Pak Andi dan Bu Hanum saling tatap tak percaya.

"Beneran, Ma. Tadinya Yuna nggak percaya! Malahan Bang Robin ngirimin Yuna vidio ketika Bodyguard baru Kakak berduel bareng Pak Yanto. Daebak-nya, dia sangat luar biasaaa."

"Apa dia sungguh sehebat itu?" Tanya Pak Andi pada putrinya dengan tatapan kurang yakin.

Mendengar keluarganya sibuk membicarakan kehebatan Bodyguard barunya, Shawn tak bergeming sedikit pun. Ia sibuk mengunyah makanannya tanpa memperdulikan hal yang menurutnya tidak penting.

Sementara Yuna, ia segera menunjukkan vidio yang di kirimkan Robin pada Mama dan Papanya. Tidak hanya Yuna, Pak Andi dan Bu Hanum pun berdecak kagum.

"Kak, kapan-kapan ajak Yuna ketemu Kakak cantik ini ya." Celetuk Yuna tak menghiraukan jika Shawn mulai bosan dengan isi percakapan mereka bertiga.

"Kakak mau pergi kemana? Kenapa nggak libur aja? Inikan pertama kalinya Kakak sarapan di rumah setelah sekian lama."

"Ma. Pa. Shawn pergi dulu." Ucap Shawn tanpa menghiraukan ucapan adik perempuannya.

"Kak Shawn menyebalkan." Teriak Yuna kesal. Yang di teriaki justru melangkah pergi tanpa menoleh sedikitpun.

"Kakak mu itu tidak akan memperdulikan apa pun selain pekerjaannya. Jangan berharap lebih darinya." Ucap Pak Andi menghibur Yuna.

Bu Hanum menghela nafas pasrah. Walau kesal dengan sikap putranya, ia lebih memilih untuk membiarkannya. Shawn pulang sekali dalam sebulan saja sudah membuat Bu Hanum sangat bahagia.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑹𝒂𝒊𝒏𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒓𝒔 𝒕𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒏𝒕𝒊𝒏𝒈 𝒌𝒍 𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝑺𝒘𝒂𝒏 𝒔𝒊 𝒔𝒐𝒂𝒏𝒈

2024-07-19

0

Junaidi Ahmad

Junaidi Ahmad

Wow, ceweknya jago bela diri. Kayaknya seru.

2024-06-03

1

Dwi apri

Dwi apri

keren....suka karakter ceweknya tahan banting

2023-10-08

1

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!