Ikatan

Waktu menunjukan pukul sepuluh malam ketika Sawn menginjakkan kaki di rumah besarnya. Pelan ia berjalan menuju ranjang berukuran besar kemudian menghempaskan tubuh letihnya.

"Boss. Aku masih ingin disini. Tak bisakah kita pulang lusa...?" Rengek Robin sambil menangkupkan kedua tangan didepan dada.

Sawn melotot sambil berkata 'TIDAK'. Robin yang mendengarnya langsung berpura-pura lesu.

"Dasar Lebay." Ucap Sawn ketus sambil menyentil jidat Robin.

"Aaakk! Sakit." Ucap Robin sepontan sambil megusap bekas sentilan tangan Sawn yang mulai memerah di kulit putihnya .

Sawn hanya bisa tersenyum penuh kemenangan.

Enaknya jadi bos, bisa menjahili bawahan. Lirih Sawn penuh kemenangan.

Dipandanginya langit-langit kamarnya sambil perpikir serius. Merasa tidak menemukan solusi Sawn beranjak dari tempat tidurnya.

"Aku merindukan koffe, mungkin dengan meminumnya aku akan menemukan jalanku." Lirih Sawn pelan. Ia berjalan menuju dapur yang ada dilantai bawah rumahnya. Disana masi ada bi Sumi yang masih terjaga. Sepertinya ia tidak bisa tidur setelah Sawn masuk kerumah secara diam-diam. Maklumlah insting asisten rumah tangga dipikirnya ada pencuri yang masuk kedalam rumah.

"Tuan muda tidak istirahat?" Tanya bik Sumi sambil mendekat kearah Sawn.

"Saya belum ngantuk bik. Saya mau koffe."

"Baik tuan. Bibi akan buatkan."

Sawn berpikir sambil menggigit bibir bawahnya, berharap mendapat solusi dari masalahnya.

Hhhmmm.... Sawn menghela nafas, prustasi.

"Tuan muda kenapa, apa ada masalah...?" Tanya bi Sumi penasaran, walau ia tahu tidak akan mendapat jawaban.

"Ntahlah bik, saya juga bigung mau mulai dari mana." Jawap Sawn masih menunjukan wajah prustasinya.

"Kalau tuan muda butuh teman curhat, bibi siap jadi pendengar setia. Siapa tahu bibi bisa kasi solusi. Maklumlah tuan, hidup bibi ini sudah di penuhi asam dan garam, kalo sekedar solusi insya allah bibi bisa. Asal jangan minta uang aja, bibi gak punya." Ucap bi Sumi berusaha mencairkan suasana. Sawn yang mendengar ucapan pembantu yang sudah bekerja selama dua tahun dirumahnya itu langsung tertawa.

"Apa ini masalah cinta...?" Bi Sumi sok menebak. Sawn tidak menjawab 'IA' dan tidak juga menjawab 'TIDAK'. Ia hanya bisa diam sambil memandang pembantu separuh bayanya.

"Apa yang akan bibi lakukan jika menyukai seseorang, dan berharap orang itu selalu dekat dengan bibi...?" Tanya Sawn sambil meletakkan koffe panasnya di atas meja. Bi Sumi tampak berpikir sebentar.

"Jika itu bibi, bibi pasti berusaha semaksimal mungkin sampai bibi bisa melihatnya di atap yang sama tempat dimana bibi berada." Ucap bi Sumi sambil mengenang masa lalunya.

Sawn tersenyum setelah mendengar penuturan bi Sumi, akhirnya ia menemukan ide yang bisa mendekatkannya dengan seseorang yang ia rindukan.

...***...

Waktu menunjukan pukul 6.30 ketika Agil datang berkunjug ke-panti. Ia datang bersama putri kecilnya Ani. Usia Ani sudah menginjak 16 bulan, namun anak itu sangat aktip sampai-sampai membuat Agil kewalahan mengurusnya sendirian.

Saya diluar, neng Raina dimana...?

satu menit kemudian.

Masuk aja. Saya sudah menceritakan situasi mas Agil pada bude Romlah. Dan untungnya beliau setuju.

Balasan pesan yang Agil terima dari Raina, membuatnya sangat tenang.

Semua orang berkumpul di ruang tamu, dan anak-anak pun sudah siap dengan seragam sekolah mereka masing-masing, ada yang sedang memperbaiki tali sepatu, ada juga yang sedang bercanda. Begitulah keadaan panti setiap harinya selalu riuh oleh canda dan tawa anak-anak tanpa dosa. Dan Raina, ia sangat menikmati harinya bersama anak-anak yang ia cintai lebih dari dirinya sendiri.

"Assalamu'alaikum...!" Ucap Agil sambil mengetuk pintu yang sudah terbuka.

"Wa'alaikumsalam..." Jawab semua penghuni panti yang berjumlah tiga belas orang termasuk Raina.

Agil melangkahkan kakinya menuju Bu Romlah yang berdiri di sudut ruangan. Bu Romlah hanya bisa menyapanya dengan senyuman.

"Saya serahkah putri kesayangan saya untuk mbak rawat selama saya bekerja!" Ucap Agil sembari melepaskan Ani dari dekapannya.

"Saya akan menjaganya sepenuh hati saya. Anda bisa percaya itu. Sebagai gantinya tolong jaga keponakan tersayang saya." Ucap bu Romlah sambil mengelus wajah polos tanpa make up Raina.

Raina sangat jarang menggunakan produk kecantikan, kecuali perona bibir agar tidak terlihat pucat.

...***...

Raina memutuskan berangkat bekerja bersama Agil, dengan menggunakan mobil bututnya. Bu Rahanyu melepas keberagkatan putri sulungnya dengan senyuman karena ia tahu putrinya akan baik-baik saja apalagi sekarang ia mempercayakan putrinya pada sosok Agil yang baru tadi pagi dikenalnya.

"Ini tehnya." ucap Agil sambil menyodorkan segelas teh panas pada Raina.

"Aku tidak pernah memintanya, meskipun begitu aku akan menikmatinya. Terimakasi." Ucap Raina dengan senyum lebarnya.

"Kenapa kalian melupanku, aku juga mau..." Rengek Rita.

Robin, Bobby, Yanto, Agil, Raina dan Rita. Mereka semua sangat dekat sejak pertemuan pertamanya. Hanya Sawn yang membatasi diri, tentu saja itu bisa di pahami karena dia berada diurutan yang berbeda.

"Non Rita ingin teh atau koffe?" Tawar Raina.

"Kak Raina tidak perlu repot-repot, aku mau minum teh buatan mas Agil yang sok keren." Ucap Rita ketus.

Ketika sedang membuatkan Rita teh hangat, Robin, Bobby dan Yanto tiba-tiba muncul dari pintu yang masih terbula lebar.

"Kami juga mau. Tapi, K-O-F-F-E." Ucap tiga laki-laki beda generasi itu bersamaan. Melihat tingkah konyol para lelaki dihadapannya itu membuat Raina dan Rita saling menatap heran, kemudian saling melempar senyuman.

"Kak Raina, bukankah kita sudah cukup dekat, bolehkah aku bertanya sesuatu...?" Ucap Rita serius. Raina mengangguk pelan

"Kakak? Sejak kapan Neng Raina jadi kakaknya seorang Rita yang jutek." Ucap Bobby menggoda Rita, Rita memang sosok yang jutek meskipun begitu semua yang berkumpul di Pantry itu tahu Rita sosok yang baik dan perduli pada semua orang.

"Mulai hari ini...! Bukankah aku sudah mendeklarasikannya." Ucap rita lagi.

" Baiklah. Katakan apa yang ingin kau ketahui tentangku...?" Ucap Raina sambil memandangi wajah polos Rita.

"Bukankah menjadi pengawal pak Sawn yang jutek itu sangat melelahkan, kenapa kakak tidak menikah saja dan menjauh dari semua ini?" Tanya Rita dengan wajah penasaran. Sejujurnya semua yang berada diruang Pantry sederhana itu juga peasaran, termasuk Robin.

"Kamu, ikut denganku!" Ucap Sawn yang tiba-tiba datang ntah dari mana, membuat semua orang yang tadinya santai beruban menjadi tegang.

Sawn memandangi Rita dengan tatapan tajam, ntah apa yang salah sampai membuatnya terlihat garang. Rita yang di tatap7 terlihat takut. Sementara Raina yang di tunjuk langsung berkata' IA'.

...***...

"Apa bapak membutuhkan sesuatu..?" Tanya Raina sambil mengikuti langah Sawn dari belakang. Mereka berjalan menuju mobil yang di parkir di area lantai dasar.

"Hari ini kamu akan mengikuti perintahku."Ucap Sawn dengan kemarahan yang sengaja ia buat-buat.

Raina tidak mengetahui apa-apa, ia hanya bisa mengikuti perintah atasannya tanpa bertanya kemana mereka akan pergi di siang yang terasa menyengat ini.

Dalam hatinya Sawn tertawa penuh kemenangan. Ia nyakin rencana gilanya akan berjalan lancar.

Aku akan mengikatmu, sampai kamu sendiri tidak akan pernah bisa membuka ikatannya. Lirih Sawn dengan senyum menakutkan.

...***...

Terpopuler

Comments

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

ini acaranya da balik k indonesia apa gimna ya ....adu apa aku kurang teliti ya bacanya

2024-07-26

0

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

wa kulitnya putih ......

2024-07-26

0

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

sentil jidat laki biasanya kan cewek ya

2024-07-26

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!