Bersikap Normal

Satu setengah jam berlalu sejak Shawn menunggu Mamanya di lantai dasar area parkir, ia mulai bosan dan kesal. Inilah sebabnya ia tidak pernah ingin terlibat dengan urusan keluarga kemanapun mereka pergi kecuali acara makan malam yang biasa mereka adakan setiap sebulan sekali.

Lirik lagu Tracy Byrd menemani suntuknya.

It was no accident, me finding you.

Someone had a hand in it.

Long before we ever knew.

Shawn memejamkan mata, ia membayangkan setiap rangkaian peristiwa pertemuannya dengan sosok Bodyguard barunya. Ada perasaan kesal bercampur ketakutan di dalam hatinya.

Kesal karena ada wanita lain yang berkeliaran di sampingnya selain sosok Angel Sasmita. Ia tidak ingin siapa pun mendekatinya, apalagi mencampuri urusan pribadinya, karena itulah ia lebih mememilih menjalani hidupnya sendiri tanpa campur tangan keluarga. Hidup sendiri di rumah besarnya bersama ke-empat asisten rumah tangga dan dua Security, tidak ada yang berani bertanya kapan ia pulang dan dengan siapa ia bergaul.

Lirik lagu Tracy Byrd kembali mengalun.

Now I just can't believe you're in my life.

Heaven's smilin' down on me.

As I look at you tonight.

Soft moonlight on your face oh how you shine.

"Sampai kapan aku akan menunggu di tempat ini? Haruskah aku menyusul ke dalam, atau sebaiknya aku meninggalkan Mama dan meminta Ujang untuk menjemputnya?" Shawn berucap dalam keadaan bosan.

Mama ada di Food Court, bisakah kau menyusul Mama? Mama menunggu mu! Isi pesan singkat Bu Hanum untuk putra juteknya, Shawn Praja Dinata.

"Huh." Shawn menghembuskan nafas kasar setelah membaca pesan singkat Mamanya. Ia menyadari tidak ada anak yang menjadi Bos jika menyangkut tentang orang Tuanya. Buktinya saja hari ini, Mamanya meminta di antar belaja, ia berangkat dengan suka rela walau sebenarnya ia benci berada di tempat keramaian.

...***...

"Rom, apa Raina sudah kembali?"

Bu Romlah menghentikan aktivitas menyetrikanya setelah mendengar pertanyaan Kakak perempuannya. Bu Romlah menoleh, ia menatap kearah Bu Rahayu yang masih berdiri di depan pintu.

"Belum, Mbak. Tadi, Raina sudah telpon katanya dia akan sedikit terlambat."

"Sedikit, apanya? Ini sudah malam, Rom. Apa anak itu membeli Swalayan sampai dia harus pulang terlambat?"

Bu Romlah menggelengkan kepala mendengar ucapan Bu Rahayu. Sejak sore, Bu Rahayu terus saja bertanya 'Apa Raina sudah pulang, dan apa yang sedang dia lakukan' sampai-sampai Bu Romlah kehabisan stok untuk menjawab pertanyaannya.

"Apa Mbak Yu tidak capek dari tadi berdiri di depan pintu? Mbak bisa menunggu Raina dengan tenang. Lagi pula, ini baru tiga jam sejak Raina pergi. Sebentar lagi dia pasti kembali." Ucap bu Romlah sambil melipat baju setrikaannya.

"Mbak masih takut. Rom. Takut Raina pulang dalam keadaan terluka seperti kemarin. Seharusnya Mbak bertanya pada anak itu, dia kerja apa dan di mana? Siapa teman-temannya? Jika Mbak tahu semua itu, Mbak tidak akan sekhawatir ini!" Keluh Bu Rahayu dengan wajah di penuhi ketakutan. Bu Romlah berjalan mendekati Kakaknya, di rangkulnya tubuh Kakaknya itu sambil berbisik di telinganya 'Mbak jangan khawatir, Gusti Allah akan menjaga orang-orang yang selalu berbuat baik'

Mendengar ucapan Adiknya, Bu Rahayu jauh lebih tenang. Segala kekhawatiran yang menyesakkan dadanya seolah menghilang tanpa menyisakan duka dan kesedihan sedikitpun.

Bukankah kami telah melapangkan dadamu.

Dan kami pun telah menurunkan bebanmu darimu.

Yang memberatkan punggungmu.

Dan kami tinggikan sebutan namamu bagimu.

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (Ash-sharh 1-6)

"Ya Allah, maafkan hamba. Kekhawatiran hamba sebagai seorang Ibu telah membuat hamba lalai dan lupa pada ayat-ayat cintamu." Bu Rahayu melepaskan pelukan Bu Romlah, ia mencoba tersenyum walau air matanya terus saja menetes membasahi wajahnya.

...***...

Shawn menatap wajah Mamanya yang terus saja tersenyum, ada kehangatan dan kebahagian yang menjalar di sekujur tubuhnya. Selama ini ia jarang melihat Mamanya sebahagia itu.

"Siapa wanita itu?" Shawn mengerutkan keningnya, ia mempercepat langkah kakinya.

"Kenapa Mama lama sekali, aku masih punya banyak pekerja-an." Shawn menelan salivanya, terkejut dengan sosok di depannya. Pandangan mereka kembali bertemu, ini untuk kedua kalinya.

"Kau datang? Duduk, sayang." Bu Hanum menarik lengan putranya dan memintanya duduk di samping Raina.

Shawn berusaha menguasai dirinya, tidak ingin bersikap konyol di depan karyawan yang berhasil membuatnya merasakan getaran yang sudah lama tidak pernah ia rasakan.

Lirik lagu Tracy Byrd seolah menggema di dadanya.

Soft moonlight on your face oh how you shine

It takes my breath away

Just to look into your eyes

Shawn mencuri pandang wajah teduh Raina, mencoba mencari jawaban di sana. Jawaban dari rasa gundahnya. Sayangnya, ia tidak menemukan apa-apa karena wajah yang ia pandangi itu terus saja menatap kearah Mamanya. Dan mencoba mengalihkan pandangan darinya.

"Apa kamu mencoba menceritakan keburukanku pada Mama ku karena sering membentakmu?" Seperti biasa, Shawn bicara ketus sambil mengetuk meja.

"Tuan salah sangka, saya tidak pernah melakukan hal seperti itu." Ucap Raina tegas. Ia memberanikan diri untuk menatap sosok rupawan yang duduk di sebelahnya.

Cesss!

Dada Raina kembali berdebar.

"Mama yang mengajaknya. Mama hanya ingin mengucapkan terima kasih padanya." Ucap Bu Hanum membela Raina. Ia mencubit lengan putranya hingga Shawn mengaduh kesakitan.

"Untuk apa Mama berterima kasih padanya? Itu sudah menjadi tugasnya. Toh dia mendapatkan uang dari tindakan beraninya." Cicit Shawn datar. Bu Hanum kembali mencubit putranya, kali ini di bagian perut. Bu Hanum melotot, membuat Shawn diam seribu bahasa.

"Tuan benar, Nyonya. Anda tidak perlu berterima kasih. Itu sudah menjadi tugas saya sebagai seorang pengawal." Setelah mengatakan semua yang di perlukan, Raina berdiri dari tempat duduknya. Berpamitan kemudian pergi. Ia melangkahkan kakinya menjauh dari Ibu dan anak itu dengan perasaan canpur aduk, antara senang dan kecewa.

Itu memang sudah menjadi tugasku, tidak seharusnya aku kecewa pada ucapannya. Lirih Raina sambil berjalan keluar meninggalkan Swalayan dengan segala aktivitas jual belinya.

...***...

"Assalamu'alaikum, aku pulang." Raina melangkahkan kakinya memasuki rumah sederhananya, ia menenteng plastik barang belanjaan. Mendengar suara Raina, Bu Rahayu langsung bergegas, ia berlari menghampiri putri yang sejak tadi beliau tunggu kehadirannya.

"Ibu kenapa, Apa ada masalah?" Raina menatap Bu Rahayu dengan tatapan heran.

"Tidak ada yang salah, Nak. Ibu hanya ingin mendengar jawaban mu secara langsung." Balas Bu Rahayu dengan tatapan tajam.

"Sekarang ceritakan, kenapa kamu pulang dalam keadaan terluka."

Raina mematung mendengar ucapan Ibunya. Inilah yang ia takutkan, tidak ada yang bisa ia lakukan selain bersiap untuk mendengar omelan Ibunya.

"Bu. Sebenarnya, pekerjaan ku sangat beresiko. Aku bekerja sebagai pengawal pribadi dari pemilik perusahaan Genius Group. Terjadi insiden kecil di Hotel karena itulah aku mendapatkan luka ini." Tunjuk Raina pada wajahnya.

"Insiden kecil katamu? Segera berhenti dari pekerjaan ini." Cecar Bu Rahayu kesal sambil meninggalkan Raina yang masih berdiri mematung.

"Ibu." Raina berusaha mengejar Bu Rahayu namun berhasil di hentikan oleh Budenya, Bu Romlah menggelengkan kepala mengisyaratkan 'Jangan' pada Raina. Ia tahu jika Kakaknya marah akan sangat sulit untuk membujuknya.

Sementara itu, di kediamannya. Shawn langsung memasuki kamar dan berbaring di atas ranjang empuknya. Ia sudah berpesan pada asisten rumah tangganya agar tidak ada seorang pun yang mengganggu istirahatnya.

"Tuan? Wanita itu memanggilku Tuan! Tapi aku, aku malah salah tingkah di hadapannya. Apa pesonaku kurang kuat untuk menggetarkan jiwanya? Sebenarnya dia wanita seperti apa?" Shawn bertanya pada dirinya sendiri.

"Apa ucapan ku terlalu menyakitkan sampai membuat senyum yang ia tampakkan di hadapan Mama tidak ia tampakkan di hadapanku?"

"Aku berusaha bersikap normal di hadapannya, tidak bisakah ia merasakan itu? Lagi pula, untuk apa aku bersikap normal?Perasaan apa ini?" Shawn kembali bertanya pada dirinya, pertanyaan yang tidak akan pernah menghadirkan jawaban. Ia terlelap bersama perasaan yang belum ia pahami. Egonya yang terlalu besar membuatnya tidak menyadari sudah waktunya ia melupakan masa lalu.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒌𝒂 𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒎𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒖𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒋𝒅 𝒉𝒓𝒔 𝒅𝒊 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈

2024-07-19

1

Neulis Saja

Neulis Saja

pada akhirnya kamu akan bucin dgn Raina trust me 🙏

2023-10-07

1

Rizky Sandy

Rizky Sandy

Raina anak orang kaya kh thor,,,,

2023-02-08

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!