Shawn Praja Dinata

Matahari siang ini terasa semakin terik. Namun, belum ada tanda-tanda Raina dan Robin akan meninggalkan taman. Sesekali Robin menghibur Raina dengan candaan khasnya, membuat Raina tersenyum sambil menutup mulut dengan tangan kanannya.

Raina memberanikan diri untuk menatap Robin dengan perasaan bersalah. Terkadang ia menghela nafas dalam, kemudian kasar menghembuskannya dari bibir.

"Ada apa? Kelihatannya, Nona Sendirian, punya masalah serius. Katakan padaku, apa yang membuat Mu merasakan cemas?"

"Nona Sendirian? Panggilan apa itu?" Raina melotot ke arah Robin dengan tatapan kesal. Ini pertemuan ketiga mereka, namun Robin terus saja memanggilnya dengan sebutan 'Nona Sendirian' maka tidak salah saat Raina memutuskan untuk bertanya kenapa Pria itu selalu memanggilnya seperti itu.

"Aku hanya mencoba akrab dengan Mu. Di pertemuan pertama kita, aku tidak mengetahui nama Mu. Karena kau satu-satunya wanita saat itu, aku memberanikan diri memanggil Mu seperti itu. Maksudku, memanggil Mu dengan sebutan 'Nona Sendirian' apa kau marah?" Selidik Robin sambil memandangi wajah lawan bicaranya.

"Marah?" Raina menggelengkan kepala.

"Aku tidak bisa marah. Justru aku merasa bersalah, gara-gara kehadiran ku hubungan Pak Shawn dan Pak Robin mengalami masalah." Raina menundak. Menyesal.

"Tentu saja! Kau harus memiliki perasaan bersalah terhadap ku, dengan begitu aku bisa menghukum Mu sesuka hati ku." Robin pura-pura meninggikan suaranya.

"Sebagai hukuman, tolong belikan aku makanan. Tadi, aku memang sudah makan. Tapi sekarang aku merasa lapar." Robin memelas sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada. Lagi-lagi Raina tersenyum melihat tingkah konyol lawan bicaranya. Sebenarnya, Robin sengaja melakukan itu agar Raina melupakan rasa sakitnya.

"Baik Tuan Muda. Perintah Mu akan segera hamba laksanakan." Raina balas mencandai Robin dengan cara yang sama, menangkupkan tangan di depan dada.

Raina dan Robin beranjak meninggalkan taman. Ia sengaja mengajak Robin makan di Restauran tempatnya bekerja. Raina hanya ingin menjelaskan, bahwa dirinya baik-baik saja walau ia gagal bekerja sebagai Bodyguard pribadi pria jutek itu. Pria yang tidak ingin ia temui walau hanya di dalam mimpi, Shawn Praja Dinata.

...***...

"Silahkan duduk. Aku akan segera kembali." Raina meninggalkan Robin dan berjalan kearah dapur.

Tanpa berpikir panjang, Robin langsung duduk namun matanya menerawang kesegala arah. Lima menit kemudian, Raina datang dengan nampan yang terisi penuh oleh makanan.

"Apa kau bekerja di tempat ini?" Robin membuka suara ketika Raina duduk di depannya. Ia bertanya dengan suara datar. Untungnya, Restauran siang ini tidak terlalu ramai sehingga Robin merasa tenang.

Raina mengangguk sambil tersenyum tipis.

"Makanan ini sangat lezat. Pak Robin tidak akan kecewa." Tutur Raina tanpa melepas senyuman dari bibir tipisnya.

"Terima kasih." Mata Robin terbelalak melihat makanan yang di letakkan Raina di atas meja, ia menelan air liur sambil membayangkan makanan itu melumer di dalam mulutnya.

"Apa kau tidak akan makan bersamaku?" Robin pura-pura memperlihatkan wajah sedihnya, mencoba merayu Raina dengan menunjukkan wajah polosnya. Raina menggelengkan kepala sambil menunjuk minuman dingin yang di pesannya.

"Baiklah. Untuk saat ini aku memaafkan Mu. Lain kali kau harus makan bersamaku."

"Siap, Boss." Balas Raina sambil memberi hormat.

Sementar itu di tempat berbeda, Shawn bingung harus berkata apa pada Robin. Meminta maaf? Egonya terlalu besar dan tidak mengizinkannya melakukan itu.

"Kenapa aku yang meminta maaf? Bukankah semua itu salahnya? Aku sudah memintanya untuk tidak membiarkan wanita itu berkeliaran di sekitarku. Dia tidak mengindahkan perintahku!" Shawn menghentikan aktivitas mondar-mandirnya kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa.

"Apa aku benar-benar harus meminta maaf? Ini menyebalkan." Shawn mengacak rambutnya sambil menghela nafas kasar.

Selama sepekan ini Shawn selalu menunggu panggilan dan pesan dari Robin. Sayangnya tidak ada satu pun pesan maupun panggilan yang masuk, mau tidak mau Shawn harus membuang egonya dan menemui Robin terlebih dahulu.

...***...

"Apa anda menyukai makanannya? Anda terlihat menikmatinya, terutama sambalnya." Raina menatap wajah Robin heran. Baru kali ini ia melihat orang makan selahap itu. Dan ini sudah masuk pesanan ketiga. Robin masih sibuk mengunyah makanannya sampai-sampai ia tidak bisa menjawab setiap pertanyaan Raina.

"Ini luar biasa. Aku tidak pernah tahu kalau aku memiliki nafsu makan sebesar ini." Robin berusaha menjelaskan sambil melirik Raina yang masih memandang heran padanya.

"Pak Robin, apa saya boleh mengatakan sesuatu?"

"Katakan saja, tidak ada yang melarang!"

"Anda harus kembali bekerja. Mas Agil mengatakan segalanya." Raina berucap pelan. Ia merunduk, merasa bersalah.

"Nona Sendirian, tidak perlu merasa bersalah karena diriku. Lagi pula, ini bentuk protes ku pada si payah Shawn." Cicit Robil sambil menyebikkan bibirnya.

Raina mengerutkan kening tak mengerti. Protes? Setahunya, Robin yang salah. Lalu protes apa yang di maksud pria yang duduk tenang di hadapannya itu?

"Shawn Praja Dinata adalah sahabat baik ku. Kami berteman sejak sekolah menengah atas." Robin terlihat serius. Pelan ia mulai mengurai kisahnya.

"Beberapa anak nakal menghajar ku secara membabi-buta, dan saat itu Shawn tampil menjadi pahlawan yang menyelamatkan ku dari serangan mereka.

Shawn sangat pandai dalam urusan bela diri. Karena itulah dia tidak membutuhkan Bodyguard. Menurutnya, itu hanya kegiatan yang sia-sia.

Shawn mulai merintis usahanya sejak duduk di bangku kuliah. Aku sangat bangga padanya, walaupun berasal dari keluarga berada tidak sampai membuatnya manja. Terkadang, di pagi hari kami bertengkar. Dan sore harinya kami mulai saling memaafkan." Terlihat senyum manis mengembang di bibir tipis Robin. Mengingat masa lalu membuatnya terlihat bahagia.

"Bisa mengenal Shawn dalam hidup ini membuat ku menjadi orang yang sangat beruntung. Baik hati, penyayang pada keluarga, ramah, berbagi pada orang yang kurang mampu menjadi agenda rutinnya. Dan yang paling ku sukai dari dirinya, ia tidak pernah membedakan antara si kaya dan si miskin. Sikap positif-nya terhadap segala hal selalu membuatku iri." Lagi-lagi Robin menutup kalimatnya dengan senyuman manisnya.

Apa Pak Shawn sungguh sebaik itu? Raina menyimak cerita Robin tanpa berucap sepatah katapun.

"Angel Sasmita." Wajah Robin berubah kesal. Ia langsung mengepalkan kedua tangan-nya setelah menyebut nama itu. Emosi sebesar itu? Pada sorang wanita? Tidak kah itu terlalu berlebihan?

Raina memilih untuk tidak mengucapkan sepatah katapun sebelum ia mengetahui semua rangkaian cerita yang akan di urai Robin sampai tuntas.

"Angel. Wanita itu adalah petaka. Sejak kehadirannya Shawn mulai mengenal cinta dan juga derita. Cinta yang diberikan wanita itu tidaklah seberapa, namun luka yang ia tinggalkan bahkan sampai saat ini masih belum sembuh."

Robin mulai meneteskan air mata. Cinta yang sangat tulus dari sahabat untuk sahabatnya. Raina benar-benar cemburu pada tali persahabatan yang tidak pernah terjalin dalam kehidupannya.

"Wanita itu bertemu Shawn pertama kalinya pada acara festival Film yang di adakan di Bandung. Shawn datang sebagai tamu kehormatan di acara itu." Robin mulai menghela nafas panjang kemudian kasar menghembuskan dari Bibir.

Angel Sasmita? Pertama kali mendengar nama itu, Raina merasa nama itu tidak asing di telinganya.

"Kau benar. Angel yang kau kenal adalah Angel yang sama. Aktris papan atas yang namanya melambung tinggi sampai keangkasa. Bahkan setiap kalangan mengenalnya."

Raina merasa malu. Ternyata Robin mengetahui jalan pikiran sederhananya.

"Segala hal telah di berikan Shawn untuk wanita itu, kecuali menjadikan hubungan mereka konsumsi Publik."

Angel Sasmita, dewinya kecantikan di layar kaca. Pak Shawn benar-benar beruntung. Lirih Raina dalam hati.

"Bukankah kematiannya menjadi buah bibir Semua orang? Jadi, itu sebabnya Pak Shawn berubah menjadi sosok pemarah?"

Pandangan Robin seakan berkata 'Kau salah Raina. Semua itu hanya berita bohong.

"Wanita itu masih hidup." Ucap Robin kesal sambil mengepalkan kedua tangannya. Bagai di sambar petir di siang bolong, Raina terkejut mendengar penuturan terakhir Robin.

Angel masih hidup? Lalu, pertanyaannya, di mana wanita itu sekarang? Raina terlalu penasaran, ia menatap Robin dengan tatapan tak terbaca, ia berharap pria itu akan mengatakan semua hal menyangkut Shawn Praja Dinata sehingga ia bisa memaafkan pria itu dengan lapang dada karena pria itu telah menghinanya pada pertemuan pertama mereka.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒆𝒈𝒐 𝒌𝒍 𝑺𝒉𝒂𝒘𝒏 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒃𝒂𝒉 𝒈𝒂𝒓𝒂" 𝑨𝒏𝒈𝒆𝒍 𝒖𝒉 𝒈𝒂𝒌 𝒈𝒖𝒏𝒂

2024-07-19

0

Junaidi Ahmad

Junaidi Ahmad

Aku Jatuh cinta ma sosok ceweknya, Raina the best.

2024-06-03

1

Neulis Saja

Neulis Saja

ada apa dgn angel suddenly it disappeared from Shawn's sight untill he was disappointed and closed him off

2023-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!