Amarah Shawn!

Nama lengkap, Shawn Praja Dinata. Usia 31 tahun. Hobi, marah-marah. Kesukaan, tidak ada yang di sukai. Hal yang paling di benci, menunggu. Orang yang paling di hindari, cerewet. Raina menggelengkan kepala setelah membaca biodata singkat Bos besar yang di berikan Pak Halil padanya.

"Sebenarnya aku bekerja untuk siapa? Manusia batu? Atau tembok? Kenapa tidak ada hal baik dari dirinya yang bisa membuatku nyaman bekerja untuknya." Ujar Raina penuh keheranan, ia melipat kertas yang di berikan Pak Halil kemudian memasukkan kertas itu kedalam tasnya.

Saat ini, Raina sudah berada diruang kerja Shawn bersama tiga rekan Bodyguard berjenis kelamin laki-laki. Tentu saja Robin dan asistennya pun ada bersamanya, duduk di sofa sembari menunggu kedatangan Bos besar, Shawn Praja Dinata.

"Neng Raina, maaf. Kemarin, Bapak tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyerang Neng Raina. Sebenarnya Bapak ingin membuat Neng Raina mengalah di ronde pertama. Tak di sangka tenaga Neng Raina bagai angin topan yang membalas serangan lawan." Ucap Pak Yanto menyesal, ia menangkupkan kedua tangan di depan dada.

"Tidak apa-apa, Pak." Balas Raina sambil menampakkan senyum termanisnya.

"Selain cantik ternyata Neng Raina jago silat. Saya rela Puasa Sunah sebulan penuh asal dapat Bodyguard sekeren Neng Raina." Guyon Agil yang duduk di samping Pak Yanto.

Semua orang terlihat bahagia. Ternyata candaan Agil bisa membuat semua yang berada di kantor Shawn tertawa. Bahkan Rita, asisten Robin yang terkenal jutek ikut tertawa sampai lesung pipinya terlihat dengan jelas.

"Neng Raina belajar silat dimana?" Pak Yanto mengurai tanyanya dengan wajah penasaran.

"Di SMA, Pak. Itu sudah lama sekali."

"Neng Raina hebat. Kemampuan Neng Raina bela diri benar-benar mengagumkan. Sungguh, Neng Raina pantas mendapatkan pekerjaan ini." Ujar Bobby dengan bangga.

"Behh... ternyata Kang Bobby bisa bicara juga!" Celetuk Agil lagi sambil mengusap pundak Bobby. Melihat tingkah kocak Agil, kini ruang sunyi Shawn berubah riuh oleh suara tawa yang saling bersahutan. Rita tertawa lepas sambil memegangi perut ratanya, bahkan sekarang setiap pasang mata terarah padanya.

Melihat semua orang memandang kearahnya, Rita menghentikan tawanya.

"Apa ada yang salah?" Rita bertanya dengan tatapan heran.

Robin. Bobby. Agil. Yanto, bahkan Raina sendiri ikut menggelengkan kepala.

Lima menit kemudian kantor Shawn kembali sunyi. Robin dan Rita sibuk memeriksa proposal kerja sama yang akan mereka ajukan untuk rekan bisnisnya yang ada di Singapura.

Sementara Bobby, Agil dan Yanto duduk diam sambil senderan di sofa.

"Pak Robin, saya permisi sebentar mau kebelakang." Ucap Raina memecah keheningan. Robin menjawab dengan anggukan kepala pelan. Dari bibir tipisnya terukir senyuman tulusnya.

Semenit kemudian.

Prakkkk!

Suara bantingan pintu cukup keras mengagetkan semua orang. Tanpa di perintah, Robin, Rita, Agil, Bobby dan Yanto berdiri menghadapkan pandangan mereka kearah orang yang mereka tunggu sejak dua jam yang lalu. Netra Shawn memerah menahan amarah.

Entah Iblis apa yang merasuki orang ini sampai wajahnya terlihat menakutkan. Lirih Agil dalam hati. Ia berusaha menelan saliva dengan susah payah.

"Ada apa ini Shawn? Kau membuat kami ketakutan. Apa kau salah minum obbb..." Melihat wajah Shawn menahan amarah, Robin menghentikan candaannya.

"Aku sudah bilang, di tempat ini aku adalah hukum. Siapapun yang tidak menuruti perintahku, maka dia harus pergi dari tempat ini." Sentak Shawn sambil menatap Robin dengan tatapan setajam belati.

Rita gemetar. Baru kali ini ia menyaksikan wajah menakutkan Bos besarnya. Biasanya Shawn Praja Dinata hanya membentak, tapi kali ini ia menatap Robin dengan tatapan membunuh.

"Keluar." Teriak Shawn kasar, semakin membuat tubuh Rita gemetar hebat. Raina yang baru masuk pun di buat terkejut. Robin memegang lengan Rita, menuntunnya untuk keluar, di ikuti Bobby, Yanto dan Agil di belakangnya.

"Siapapun nama mu, tetap di sana." Sentak Shawn tanpa melihat kearah Raina yang merupakan lawan bicaranya.

"Tutup pintunya." Shawn memerintah Pak Yanto yang ada di belakang Agil.

Di ruang kerja yang sunyi, Raina berdiri mematung tanpa berani memandang kearah depan, tempat Shawn duduk di kursi kebesarannya.

"Kamu? Berani sekali kamu datang ketempat ini dengan alasan menjadi Bodyguard." Celoteh Shawn memecah keheningan.

"Apa Robin tidak memberitahukan kalau aku menolak kehadiranmu? Pergi dari tempat ini. Sekarang!" Shawn berteriak kasar, membuat Raina terkejut luar biasa.

Mendengar teriakan Shawn dari luar, Robin benar-benar merasa bersalah pada Raina, gadis lembut yang ia kenal tak lebih dari dua puluh empat jam.

"Robin berani menentang perintahku karena membelamu! Walau kedua orang tua mu bangkit dari kuburannya, kau tidak akan bisa mengubah pikiranku."

Shawn membalikkan kursi kebesarannya yang sedari tadi duduk membelakangi Raina. Ia menatap tajam kedepan, dan mendapati lawan bicaranya berdiri mematung sambil merunduk.

Raina mendengar setiap ucapan kasar yang di lontarkan Calon Bos barunya.

Anda tidak berhak berkata seperti itu. Beraninya anda membicarakan orang tua yang ku kasihi dengan ucapan kasar. Ingin sekali Raina balas meneriaki lelaki itu, sayangnya ucapan itu tertahan oleh air mata yang mulai membasahi wajah cantiknya.

"Jika aku sedang bicara maka kau harus menatapku." Shawn kembali berteriak.

Robin, Rita, Bobby, Agil dan Yanto mendengar dengan jelas setiap kalimat yang di lontarkan Shawn. Mereka berlima merasa kasihan pada Raina. Entah apa yang membuat Shawn begitu marah, seakan kemarahannya sanggup meluluh lantakkan setiap hal yang ada di hadapannya.

Pelan Raina mulai mengangkat kepalanya, pandangan mereka bertemu untuk pertama kalinya. Tiba-tiba saja perasaan bersalah memenuhi rongga dada Shawn. Melihat tetesan demi tetesan bening dari mata Raina membuat Shawn salah tingkah. Ini pertama kalinya Shawn melihat wanita menangis di hadapannya selain Angel Sasmita.

"Anda tidak berhak bicara seperti itu padaku, apa lagi sampai membicarakan orang tuaku. Uang tidak memberikan anda hak untuk menghina orang kecil seperti kami." Ujar Raina ketus. Ia memang sedih namun hal itu tidak menyurutkan keberaniannya untuk menentang ketidak adilan yang sedang menimpanya.

"Permisi." Sambung Raina kasar sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada. Ia melangkah keluar meninggalkan Shawn yang masih terkejut karena melihatnya menangis.

Sementara itu, di luar ruangan. Masih berdiri mematung Robin dan rekan-rekannya. Robin memandang Raina dengan perasaan sedih sekaligus bersalah.

"Pak Robin, terima kasih untuk segalanya. Mbak Rita. Pak Yanto. Pak Bobby dan Mas Agil, terima kasih atas kebaikan kalian di pertemuan singkat kita." Raina memeluk Rita, dan menangkupkan tangannya pada keempat pria dihadapannya.

Setelah Raina menghilang dari pandangannya, Robin segera masuk menemui Shawn yang masih berdiri mematung.

"Apa kau puas? Apa perasaanmu jauh lebih tenang setelah menyakiti perasaan orang lain? Aku benar-benar heran, apa kau Shawn yang pernah ku kenal?" Sentak Robin sambil melempar dokumen yang ada di tangannya keatas meja depan sofa, ia benar-benar kesal.

"Auh. Auh." Robin kembali mendengus kesal sambil menatap sahabatnya itu.

"Bukankah aku memintamu untuk memecatnya? Untuk apa perempuan itu ada di sini?" Shawn kembali terbawa emosi karena Robin mengabaikan perintahnya.

"Kau memang memintaku untuk memecatnya, dan aku yang bodoh karena berharap banyak pada seorang Bos besar sepertimu." Setelah mengatakan semua yang dia inginkan, Robin pun meninggalkan Shawn sendirian. Ia berharap sahabatnya itu akan kembali ceria seperti dulu lagi. Apakah itu mustahil? Tentu saja jawabannya tidak, karena sejatinya hati itu milik Allah dan Allah sangat mudah untuk membolak-balikkan hati yang tidak bahagia menjadi bahagia hanya dalam hitungan detik saja.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒊𝒏 𝒂𝒋𝒂 𝒔𝒊 𝑺𝒘𝒂𝒏 𝒔𝒐𝒂𝒏𝒈 𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒎𝒖𝒍𝒖𝒕 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒆𝒏 𝒅𝒊 𝒄𝒂𝒃𝒆𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒓𝒖𝒏𝒈 😤😤😤

2024-07-19

0

Neulis Saja

Neulis Saja

harusnya Raina tdk menunjukan keluarnya air mata walau sedih karena mengungkit orang tuanya yg sdh meninggal tapi show that you are as not humilited as he thinks

2023-10-07

0

QiDi

QiDi

tangisan Rania mengetuk relung hati si bos

2023-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!