Maafkan Aku

Petang itu Bu Rahayu menanti kepulangan Raina dengan perasaan khawatir luar biasa. Sejak Maghrib perasaannya benar-benar tak menentu. Berkali-kali mencoba menghubungi nomor ponsel Raina, tetap saja nomer ponsel putrinya itu masih berada di luar jangkauan.

"Kamu di mana, Nak? Kau membuat Ibu sangat khawatir." Ujar Bu Rahayu sambil mondar mandir. Sesekali ia menoleh kedalam rumah, khawatir anak-anaknya mengetahui kegelisahan yang sedang di rasakannya. Untungnya anak-anak belajar dengan giat bersama ustadz Anam, guru baru yang sudah dua bulan ini mengajar mereka Al-Quran dan Tafsir.

"Apa Mbak Yu tidak capek dari tadi mondar-mandir terus? Kasihan lantainya, lecet." Goda Bu Romlah pada Kakak perempuannya, ia mencoba mengalihkan perhatian Bu Rahayu dengan bicara omong kosong.

"Mbak nggak tahu Rom, hari ini perasaan Mbak benar-benar nggak enak, rasanya akan terjadi hal buruk pada..." Belum selesai ucapan Bu Rahayu, wajah Raina kini memenuhi netranya. Di dampingi dua laki-laki berbadan tegap berseragam hitam lengkap dengan topi yang menutupi wajahnya. Kesan pertama Bu Rahayu pada kedua laki-laki yang mendampingi Raina benar-benar tidak baik. Bu Rahayu menatap mereka dengan tatapan tidak bersahabat. Tubuhnya bergetar, rasanya bagai ribuan Vall tegangan listrik menyengat tubuh paruh bayanya. Bu Rahayu mencoba menguasai diri sambil menarik nafas dalam kemudian pelan menghembuskan dari bibirnya.

"Menyingkir dari putri ku." Bu Rahayu menangis melihat kening putrinya di balut perban. Ia meraba setiap inchi tubuh Raina, berharap tidak ada luka lain.

"Ssstt. Aaaa!" Raina meringis kesakitan ketika Bu Rahayu tidak sengaja menekan lengan kanannya yang terkilir.

"Apa yang kalian lakukan pada putriku?" Bu Rahayu berteriak kasar membuat semua orang keluar termasuk Ustadz Anam yang sedang mengajar.

"Mbak Yu, sabar." Bu Romlah mencoba menenangkan Bu Rahayu sambil menarik Kakaknya itu kebelakang punggung Raina.

"Raina tidak apa-apa, Bu." Ujar Raina pelan, ia memeluk ibunya yang masih di kuasai amarah.

"Bude, mereka teman Raina. Tolong ajak mereka masuk." Pinta Raina pada Bu Romlah, wanita empat puluhan itu mengangguk pelan.

"Dan kalian, kembali ketempat kalian, sekarang." Raina menatap adik-adiknya dengan tatapan kasih sayang, anak-anak itu bagai kerbau yang di cocok hidungnya, walau penasaran mereka masuk tanpa berucap sepatah katapun.

"Ustadz, Terima kasih." Raina tulus saat mengatakannya, Ustadz Anam hanya menyunggingkan senyuman tipis kemudian berjalan menyusul anak-anak yang sudah masuk lebih dulu.

Agil dan Bobby masih terkejut dengan reaksi mengejutkan dari Bu Rahayu. Meskipun begitu mereka mencoba bersikap normal seolah tidak terjadi apa-apa.

"Tolong maafkan Ibunya Raina. Maklum saja, melihat putrinya pulang dalam keadaan terluka membuat jiwa keibuannya meronta." Bu Romlah mencoba mencairkan suasana, ia meletakkan nampan berisi teh hangat di atas meja, sengaja ia buatkan untuk dua orang asing yang belum di kenalnya.

"Apa dia benar-benar Ibunya Neng Raina?" Agil bertanya, ia membayangkan wajah garang Bu Rahayu saat berteriak padanya.

"Maaf. Bukankah ini panti asuhan?" Bobby mulai bertanya karena ia benar-benar penasaran. Mendengar ucapan Bobby, dengan cepat Agil langsung mencubit lengan rekannya yang saat ini duduk di sebelahnya. Melihat tingkah konyol Agil, Bu Romlah hanya bisa tersenyum sambil menyembuyikan wajahnya di balik jari lentiknya.

Apa orang ini selalu bersikap konyol seperti itu? Oooo. Dia sangat manis! Batin Bu Romlah tanpa melepas tatapannya dari wajah malu Agil.

"Anda benar. Tempat ini adalah Panti Asuhan. Dan Raina kami adalah putri dari tempat ini." Ucap Bu Romlah jujur. Teh yang di minum Bobby muncrat mengenai lengan Agil. Ia terkejut, tidak menyangka sosok setangguh Raina gadis yatim piatu.

Agil dan Bobby saling menatap tak percaya.

"Raina kami adalah gadis yang baik. Tolong jaga dia!" Ucap Bu Romlah lagi, kali ini ia menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Anda tidak perlu meminta seperti itu, kami pasti akan menjaga Neng Raina semampu yang kami bisa." Ucap Agil dan Bobby bersamaan. Setelah menghabiskan teh dan sepiring kue yang di suguhkan untuknya, Agil Dan Bobby pamit undur diri. Mereka tidak ingin mengganggu Raina dan Ibunya, karena mereka tahu banyak hal yang harus di bicarakan antara Ibu dan Anak itu.

.... ***...

"Ma. Pa. Di mana Kak Shawn? Bukankah tadi dia ada di sini?" Tanya Yuna sambil meraih kue di depan Pak Andi.

"Jangan katakan apapun tentang kejadian kemarin. Mama yakin Kakak mu itu masih kesal." Bu Hanum mencoba mengingatkan putri nakalnya.

"Iya, Yuna janji nggak akan ngomong apa-apa di depan Kak Shawn. Tapi Ma, Yuna benar-benar takjub dengan Bodyguard Kakak, siapa namanya?"

"Mama juga tidak tahu. Yang jelas, kita harus mengucapkan terima kasih padanya. Jika bukan karenanya, Mama tidak tahu hal buruk apa yang akan menimpa Kakakmu." Ucap Bu Hanum merinding, ia membayangkan kejadian kemarin.

Sementara itu di kamarnya, Shawn berdiri di balkon, menikmati angin yang membelai wajahnya. Puas menikmati pemandangan dari balkon, Shawn melangkahkan kakinya menuju lemari besar yang menyisakan beberapa lembar pakaian.

"Untuk apa aku membuka lemari ini? Aku tidak akan menemukan apa pun." Lirih Shawn pelan. Ketika akan menutup pintu lemari, tiba-tiba pandangannya tertuju pada kotak kecil berwarna biru bertuliskan LOVE.

Love?

Shawn mencoba mengingat dari mana asal kotak itu. Dua menit kemudian, bibirnya mulai menyunggingkan senyuman tipis sambil membayangkan wajah seseorang yang sangat di rindukannya.

Angel Sasmita!

Nama itu tiba-tiba keluar dari bibir Shawn. Ia tersenyum sendiri sambil membayangkan kenangan manis yang pernah mereka lalui bersama.

Sayang. Aku merindukan Mu, semoga kau baik-baik saja di Surga-nya! Lirih Shawn pelan.

Di bukanya kotak itu dengan kerinduan tak tertahankan, tiba-tiba saja ia mulai meneteskan air mata. Ternyata sosok Angel Sasmita masih memiliki tempat istimewa di hati seorang Shawn Praja Dinata. Baginya, terlalu sulit untuk melupakan cinta pertamanya.

...***...

Bu Rahayu mengetuk kamar Raina di barengi dengan ucapan Salam, tidak ada jawaban. Bosan menunggu, Bu Rahayu langsung masuk ke-kamar Raina. Sayangnya, ia tidak menemukan siapa pun di sana.

"Romlah. Kamu di mana?"

"Kakak pergi ke Swalayan. Kalo Bude Romlah, beliau ada di belakang sedang menjemur pakaian." Lapor Andre pada Bu Rahayu yang masih berdiri di depan pintu, Andre membawa baju kering yang baru ia angkat dari jemuran.

"Terima kasih, Nak. Kau boleh pergi dan letakkan baju itu di dalam keranjang." Bu Rahayu mengusap kepala Andre sambil tersenyum.

Baiklah, kita akan bicara di lain waktu. Lirih Bu Rahayu, ia beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.

...***...

Di Swalayan, Raina memilih barang-barang untuk keperluan selama sepekan. Perlengkapan sekolah untuk sembilan Adiknya, dan beberapa makanan ringan kesukaan adik-adiknya.

Tidak jauh dari tempat Raina berdiri, Bu Hanum sedang memandanginya sambil tersenyum lega. Pelan, Bu Hanum berjalan mendekati Raina. Sungguh, Raina tidak menyadari jika dirinya sedang di perhatikan.

Bu Hanum memegang pundak Raina.

"Siapa?" Tanya Raina. Ia menatap heran kearah wanita paruh baya yang telah berani memegang pundaknya.

"Saya tidak mengenal Nyonya." Raina kembali berucap, orang yang ia ajak bicara hanya bisa tersenyum lega mendengar tutur lembut gadis ayu di depannya.

"Saya Ibunya Shawn." Ujar Bu Hanum. Raina terkejut, ia segera membungkukkan tubuhnya sebagai bentuk hormatnya pada wanita paruh baya yang berdiri di depannya.

"Senang bertemu dengan Mu. Bagaimana kalau kita mencari tempat lain untuk bicara?" Bu Hanum menawarkan, dan tawaran yang tidak akan pernah bisa Raina tolak.

Raina menganggukkan kepala pelan, ia mengikuti langkah Bu Hanum dari belakang. Mereka kemudian memasuki Foot Court, mengobrol sambil menunggu pesanan datang.

Bu Hanum sosok yang sangat ramah, tidak akan sulit untuk Raina dekat dengannya, berbeda dengan putranya, si pemarah yang juteknya minta ampun. Sungguh, Raina merasa bersalah telah terpesona pada putra dari seorang wanita sebaik Bu Hanum, namun mau bagaimana lagi, ia tidak bisa mengendalikan hatinya untuk tidak jatuh hati.

Maafkan aku Nyonya. Aku akan berusaha menghilangkan perasaan aneh ini sebelum orang lain mengetahuinya. Batin Raina sambil menyunggingkan senyum kearah Bu Hanum yang masih menikmati cake pesanannya.

...***...

Terpopuler

Comments

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

kenapa aaku masih blm paham ya ....

2024-07-26

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑺𝒉𝒂𝒘𝒏 𝒃𝒆𝒈𝒐

2024-07-19

0

Neulis Saja

Neulis Saja

baru juga ketemu sdh terpesona raina

2023-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!