Berdamai (Sawn&Robin)

Raina masih melotot tak percaya.

Angel masih hidup? Raina berusaha menenangkan hati dan pikirannya agar tidak terlihat konyol di depan Robin.

Berbeda dengan Robin, ia menyeruput coffe-nya yang sudah tidak panas. Ia masih terlihat kesal, menyebut nama Angel ternyata mempengaruhi emosinya.

"Apa Pak Shawn sudah mengetahui keberadaan Nona Angel?" Raina bertanya pelan, karena penasaran ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.

"Sebenarnya Sawn...." Ucapan Robin tertahan di tenggorokannya karena melihat nama Shawn di layar ponselnya.

"Kau lihat, si payah ini tidak akan mudah melepaskan ku. Karena ia tahu, tanpa diriku hidupnya akan dilema." Robin tersenyum tipis tanpa melepas tatapannya dari Raina, sedetik kemudian ia mulai menunjuk kearah ponselnya.

Temui aku di tempat biasa. Jangan terlambat, jika kau sampai terlambat aku pasti akan memecat Mu.

"Maafkan aku, Nona Sendirian. Aku harus pergi karena ada hal penting yang harus ku lakukan bersama Rita. Shawn juga memintaku untuk menemuinya."

"Iya, Pak Robin bisa pergi sekarang." Jawab Raina tenang.

"Sudah ku katakan, jangan pernah memanggil ku dengan sebutan Pak. Panggil saja, Robin. Di lain waktu, aku yang akan mentraktir Mu. Jadi, persiapkan dirimu. Karena aku akan segera menghubungimu." Robin beranjak meninggalkan Raina sembari melambaikan tangannya.

Raina mengalihkan pandangan-nya setelah tubuh Robin tak terlihat lagi oleh netranya.

Setelah membayar tagihan, ia memutuskan untuk pergi kepasar membeli keperlan sekolah adik-adiknya. Satu hal yang mengganggu pikiran Raina, apa yang akan ia katakan pada Bu Rahayu jika ibunya itu sampai mengetahui luka yang ada di lengannya. Mengatakan dirinya terluka di depan Ibunya tidak akan mudah, dan tidak mungkin juga ia berbohong. Satu-satunya pilihan yang harus ia lakukan hanya menyembunyikan lukanya agar tak terlihat hingga luka itu benar-benar sembuh total.

...***...

Waktu menunjukkan pukul 21.30 saat Shawn tiba di clab malam. Ia baru saja tiba ketika seorang wanita cantik dengan tubuh menggoda datang menghampirinya sambil membawa beberapa jenis minuman beralkohol.

Shawn menatap wanita itu kurang suka. Kemudian mengalihkan pandangannya kearah dinding bercat biru yang di hiasi lukisan bercorak bunga.

Semenit kemudian Robin tiba dengan nafas tersengal.

"Apa setan mengejarmu? Ada apa dengan bajumu?" Shawn menatap Robin dengan tatapan heran. Sementara yang di tatap sama sekali tidak memberikan respon apapun.

"Apa Nona karyawan baru di tempat ini?" Robin bertanya pada wanita muda yang berjarak lima langkah darinya sambil melepas jas kotor yang tidak sengaja terkena tumpahan minuman dari pengunjung lain.

"Iya, Tuan." Jawab wanita itu lembut.

"Sepertinya Bu Senan tidak memberi tahu mu kalau kami tidak meminum-minuman beralkohol. Kau bisa mengganti minuman ini dengan Jus."

Pelayan itu beranjak meninggalkan Shawn dan Robin yang saling menatap heran.

"Bagaimana kabarmu?" Shawn membuka perbincangan, ia menatap Robin yang masih sibuk membersikan kemeja-nya dengan tisu.

"Kau tidak perlu menjawabnya. Dilihat dari keadaanmu, kau terlihat bahagia tanpa kehadiranku." Sambung Shawn lagi.

Robin menoleh kearah sahabatnya yang masih terlihat marah.

"Aku selalu bahagia, dan aku tidak seperti Mu yang selalu marah-marah." Celetuk Robin asal. Robin tersenyum tipis, ia berjalan kearah Sawn yang saat ini duduk sambil meminum air putih.

"Sudah terlalu lama kau meninggalkan kursimu. Jika besok kau tidak muncul, aku tidak akan segan-segan menggantikanmu dengan karyawan baru." Shawn mengancam dengan wajah datarnya.

"Baiklah. Aku akan datang tapi dengan satu syarat. Kau harus memanggil kembali Nona Raina."

Sejujurnya Shawn tidak terlalu suka dengan syarat yang diajukan Robin. Namun mau tidak mau dia harus menerimanya karena hanya ini jalan satu-satunya.

Tok.Tok.Tok

"Masuk."

Kali ini karyawan laki-laki yang datang sambil membawa dua gelas jus mangga dan Brownis yang masih hangat.

"Sekali lagi ku tegaskan! Jangan pernah meminta wanita manapun masuk kedalam ruangan yang sedang ku tempati, apa lagi sampai membawa minuman beralkohol." Ucap Shawn ketus pada pelayan yang biasa melayaninya saat ia berkunjung ke Clab malam.

"Ba-baik, Pak." Jawab pria itu gugup, kepalanya tertunduk.

Robin menepuk pundak pria itu, mengisyaratkan padanya untuk segera keluar. Tak lupa, Robin juga meyodorkan lima lembar uang seratusan padanya.

"Kau tidak perlu memarahinya seperti itu. Lagi pula, itu hanya kesalahan kecil. Jika kau tidak ingin terlibat dengan minuman beralkohol, seharusnya kita bertemu di rumah Mu atau di apartemen ku."

Shawn mengiyakan ucapan Robin. Hanya saja, setelah kepergian Angel, ia lebih sering mengunjungi tempat yang menjadi kenangan terahirnya bersama gadis pujaannya itu.

Saat ini waktu telah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Setelah berdamai dan saling berpelukan, Shawn dan Robin bersiap untuk pulang.

"Aku mengizinkan wanita itu berkeliaran di sekitar ku. Tapi aku tidak bisa jamin untuk bersikap lunak padanya." Ujar Shawn pada Robin yang berjalan di depannya.

"Kau cukup memberinya kesempatan. Sisanya akan ku urus sendiri." Balas Robin cuek, ia membuka pintu mobil-nya. Setelah mendengar yang ingin di dengarnya, Robin langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat parkir clab malam tanpa menghiraukan Shawn yang masih berdiri mematung.

Sisanya akan dia urus sendiri? Cihh, dasar payah! Lirih Shawn di dalam hatinya, kini gilirannya melajukan mobil dan meninggalkan dunia malam.

...***...

Hai Nona Sendirian. Apa yang sedang kau lakukan?

Lima menit kemudian.

Apa kau marah pada ku?

Hai, kau!

Haiiiiiii.

Robin menghela nafas kasar, ia terlalu kecewa karena tidak mendapatkan balasan dari pesan yang ia kirimkan untuk Raina.

"Baru kali ini ada wanita yang berani mengabaikan pesan ku. Apa dia tidak tertarik pada laki-laki? Ahh. Tidak mungkin." Robin bertarung dengan nuraninya. Tidak mungkin dia salah menilai orang.

Robin kembali melirik ponsel-nya, tetap saja tidak ada balasan apa pun yang ia terima. Tak ingin merasa konyol, ia memutuskan untuk memeriksa ulang dokumen yang akan ia kirimkan besok untuk pihak Singapura.

Sementara itu di tempat berbeda, di panti Raina sedang mengajar adik-adiknya membaca Al-qur'an. Raina tahu dengan jelas bahwa keluarga adalah Madrasah pertama bagi setiap anak sebelum mereka mengenal dunia luar. Karena itulah Raina tidak pernah memberi kelonggaran untuk adik-adiknya dalam urusan belajar. Bahkan semua adik-adiknya sudah hatam Al-qur'an kecuali si bungsu karena usianya memang masih sangat kecil, yakni empat tahun.

"Kakak, di kelas ku ada anak yang usianya dua tahun lebih besar dari ku. Dia sangat nakal. Semua orang menjauhinya kecuali aku. Apa aku harus menjauhinya seperti yang lain?" Andre menantap wajah Kakak tercintanya, menanti jawaban.

"Kak Raina akan mencoba menjawab pertanyaan Andre." Ucap Raina dengan suara lembutnya. Ia menatap wajah polos adik-adiknya. Walau tidak terlahir dari rahim yang sama mereka tumbuh bersama, setidaknya itu sudah cukup untuk di sebut sebagai keluarga.

"Kita di anjurkan untuk berbuat baik kepada semua orang. Sesuai dengan Firman Allah dalam Al-qur'an, Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungghnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (QS.Al-mumtahanah: ayat 8)

Jadi, tidak ada batasan untuk berbuat baik kepada sesama manusia, baik dia Muslim atau pun Non Muslim. Pastikan dalam hidup ini kita memiliki tiga "A." Tutup Raina semangat.

Semua mata menatap Raina.

Nada. Merisa. Serly. Erly. Nadia. Linda. Aldi. Nanang dan Andre. Menanti penasaran.

"Kak, tiga A itu apa?" Linda bertanya seraya memamerkan senyum manisnya.

"Kita sambung besok malam." Raina tersenyum memandangi wajah-wajah teduh yang selalu menyemangatinya untuk terus bekerja.

"Kakak curang. Seharusnya kakak..."

"Nanang. Sudah masuk waktu Isya nak. Kakak kalian akan melanjutkannya besok malam." Ujar Bu Rahayu dari depan pintu Musalla.

Seperti biasa, Shalat Isya malam ini di imami oleh Andre.

Setelah Shalat Isya selesai, semua berkumpul di meja makan. Tak ada kegiatan setelah makan malam karena semua anak akan masuk kekamar untuk belajar termasuk Raina.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑹𝒐𝒃𝒊𝒏 𝒈𝒆𝒔𝒓𝒆𝒌

2024-07-19

0

Neulis Saja

Neulis Saja

cepet telpnnya dbls biar yg akan menjadi bossmu tdk marah Robin called you with good information

2023-10-07

1

Andreas Purwanto

Andreas Purwanto

hmmmmmm......
banyak pelajaran di bab ini
terima kasih pengetik

2022-12-23

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!