Acara Amal

"Apa kau sudah selesai bicara?" Agil terkejut. Pelan, ia membalikkan badan dan mengarahkan tubuhnya kearah sumber suara yang berada tepat di belakangnya.

Mati aku! Lirih Agil sambil berusaha menahan perasaan bersalahnya.

"Kalian terlihat bahagia tanpa ku. Kira-kira apa yang akan di katakan Bos besar jika dia tahu kalian bicara buruk tentang dirinya di belakang punggungnya." Robin terlihat serius. Sementara Agil, dia terlihat khawatir.

"Aku akan kembali kekantor ku. Tapi sebelum itu, aku akan bertemu dengan Bos besar, jadi kalian..." Robin melangkahkan kakinya berusaha meninggalkan pantry.

Raina. Bobby. Yanto dan terutama Agil sangat ketakutan.

"Mas Robin, saya minta maaf, Mas. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi." Agil pura-pura menangis sambil menarik lengan Robin yang berusaha membuka pintu.

Tidak ada yang tahu Robin sedang menyembunyikan wajah terseyumnya. Pelan Robin menghadapkan tubuhnya kearah Agil yang masih pura-pura menangis dan...

"Hahaha." Gelak tawa Robin pecah

mengagetkan semua orang.

Apa ada yang lucu? Apa yang membuatnya tertawa selepas itu? Apa ini lucu? Lirih Raina pelan sambil memandangi wajah Pak Robin dengan tatapan heran.

"Maaf! Aku hanya ingin mengerjai kalian." Ucap Robin asal sembari menahan tawa.

Agil mengusap dada lega.

"Kita harus bersiap-siap. Lusa akan ada acara amal jadi kalian harus bekerja keras menjaga keamanan acara itu." Robin menyerahkan dokumen lengkap susunan acara amal pada Bobby. Mata Bobby langsung melotot.

"Acara sebesar ini?" Mendengar ucapan Pak Bobby, Agil langsung mengambil paksa dokumen itu dari tangan Pak Bobby.

"Berarti acara ini akan di liput oleh semua media, acara perusahaan Tuan Shawn adalah acara terbesar pertama yang akan ku jaga sepanjang hidup ku. Bahkan di sini ada nama Nona Restha." Ucap Agil semangat sambil membayangkan kecantikan Restha.

"Restha? Siapa dia?" Semua mata tertuju pada Raina. Raina membulatkan matanya tak mengerti kenapa semua orang menatapnya seperti itu.

"Neng Raina beneran tidak tahu siapa itu Restha Pramuja?" Tanya Pak Yanto heran.

"Iya, saya benar-benar tidak tahu. Apa dia orang penting? Memangnya dia siapa?"

"Dia bintang besar setelah Nona Angel Sasmita!"Jawab Agil dan Bobby bersamaan.

"Dia aktris terbaik di Negara ini setelah Nona Angel Sasmita. Sayangnya Nona Angel tiada di saat karirnya melambung ke angkasa." Ucap Yanto dengan wajah sedihnya.

"Andai saja Nona Angel masih hidup." Celoteh Agil yang merupakan penggemar berat Angel.

"Cukup omong kosongnya." Robin terlihat kesal. Wajah senyumnya berubah sangar. Sekarang gaya bicaranya tidak jauh berbeda dengan Shawn. Ia pergi tanpa menghiraukan siapa pun. Sepertinya, mendengar nama Angel selalu saja membuat Robin kesal. Hanya Tuhan yang tahu sampai kapan kebencian akan mengisi ruang di hatinya.

"Hhhmm!" Raina menghela nafas kasar, ia mengalihkan pandangannya setelah tubuh Robin menghilang di balik dinding.

...***...

Waktu telah menunjukkan pukul 19.15. Semua penghuni Panti sibuk melakukan aktivitas mereka masing-masing. Anak-anak sedang mengaji di Musalla masih di bimbing oleh Ustadz Anam guru private mereka. Sementara Bu Rahayu, wanita paruh baya itu sibuk di dapur menyiapkan makan malam di bantu oleh Bu Romlah.

Bu Romlah memandangi Bu Rahayu dengan tatapan penasaran. Entah kenapa, ia merasa saat ini Bu Rahayu sedang berada dalam masalah. Ia berharap wanita separuh baya itu akan terbuka padaya. Sayangnya, Ibu dan anak sama saja. Tidak mudah membuat Bu Rahayu berkata jujur. Entah lem apa yang menempel di bibirnya.

"Mbak Yu kenapa lagi? Apa ada masalah?" Bu Romlah berusaha memecah keheningan.

"Mbak kepikiran, Raina."

"Raina? Apa ada masalah dengan anak itu?" Tanya Bu Romlah pelan. Bu Rahayu menggelengkan kepala sambil menghapus air mata yang tiba-tiba membasahi wajahnya.

"Apa Mbak Yu khawatir karena Raina terluka? Waktu itu, saya tidak sengaja memergoki anak itu sedang mengobatin lengannya!"

Tubuh Bu Rahayu langsung lemas, hampir saja tubuh separuh bayanya terjatuh. Untungnya Bu Romlah segera menyambar tubuh Bu Rahayu dan menuntunnya duduk di kursi Rotan yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Mbak Yu tidak perlu khawatir. Saya yakin Raina kita pasti bisa menjaga dirinya. Bukankah Mbak Yu sudah menyaksikan sendiri bagaimana tangguhnya Raina kita ketika membela adiknya saat pria kurang ajar menampar Nanang?"

"Mbak Yu tahu, Rom. Setangguh-tangguhnya anak itu, dia tetap seorang perempuan. Perempuan seharusnya di rumah aja."

"Iiihh... Mbak Yu, mulai deh. Saya percaya Raina kita tidak akan pernah mengecewakan siapa pun. Tugas kita sebagai orang tua, kita harus membiarkan anak-anak kita terbang selagi mereka punya sayap. Jangan pernah membanding-bandingkan antata laki-laki dan perempuan, mereka sama-sama punya hak untuk sukses dan bahagia." Ucap Bu Romlah tanpa melepas tatapannya dari wajah khawatir Kakak perempuannya. Sementara itu Bu Rahayu, ia merunduk sambil mencerna setiap ucapan adik perempuannya.

Bu Rahayu sedang gundah saja, biasanya dia selalu bijak dalam segala hal. Mendengar putrinya terluka, naluri keibuannya langsung merasa ketakukan. Takut jika anaknya menangis, takut jika anaknya terluka, takut jika anaknya di abaikan sementara ia sebagai seorang Ibu tidak bisa berbuat apa-apa.

...***...

"Hei, kamu!" Shawn menghentikan aktivitasnya sambil memandangi wajah lawan bicaranya. Tidak ada keramahan yang terpancar dari raut wajah tampannya.

"Saya, Tuan." Balas Raina pelan.

"Aku benar-benar tidak menyukaimu. Jika bukan karena Robin dan kontrak sialan ini, kamu tidak akan pernah berada di sini. Selama kamu bekerja sebagai baju anti peluruku, jangan pernah muncul di hadapan ku jika aku tidak memintanya." Ujar Shawn ketus. Sedikitpun ia tidak merasa bersalah setelah mengucapkan ucapan yang menyesakkan dada pendengarnya.

"Baik, Tuan. Jika, Tuan butuh sesuatu, Tuan bisa memanggil ku. Aku akan selalu berada di depan ruangan Tuan." Ujar Raina dengan perasaan kecewa.

Baju anti peluru! Apa hanya itu nilai seorang pengawal pribadi baginya? Tak bisakah ia berpura-pura baik tanpa menyakiti perasaan orang lain. Gerutu Raina sambil meremas jemarinya.

"Iya. Aku hanya baju anti peluru. Tak sepantasnya aku bersedih seperti ini." Ujar Raina pelan, ia berusaha memotivasi dirinya agar tidak bersedih. Ia melangkahkan kaki, meninggalkan Shawn yang kembali sibuk dengan pekerjaannya.

"Kenapa si payah Robin mempekerjakan pengawal wanita seperti wanita itu? Aku benar-benar kesal." Ucap Shawn lagi tanpa menyadari Raina masih berdiri di depan pintu. Raina menghentikan langkah kakinya. Ucapan Shawn benar-benar menggema di indra pendengarannya.

Apa aku benar-benar membuatnya kesal? Haruskah aku pergi sekarang? Jika aku pergi, bangaimana dengan Pak Robin yang terlanjur mempercayai ku untuk tetap bertahan. Lirih Raina pelan sambil menghapus bulir hangat yang mulai membasahi wajahnya.

Sementara itu di tempat berbeda, segala persiapan sudah selesai di lakukan. Acara besar yang di nantikan semua karyawan akan segera di laksanakan.

...***...

Pendar cahaya memenuhi ruang Ballroom salah satu Hotel mewah tempat di adakannya acara amal. Para tamu undangan sejak sepuluh menit yang lalu mulai berdatangan kemudian duduk manis di kursi mereka sambil mendengarkan pidato sambutan yang di sampaikan oleh Shawn Praja Dinata.

Kursi kedua di isi oleh keluarga Pak Andi dan Bu Hanum. Terlihat dengan jelas raut wajah bahagianya melihat putra mereka di puji banyak orang.

"Ma. Pa. Kak Shawn tumbuh dengan baik walau kita tidak selalu ada bersamanya. Hanya saja, Yuna sedih melihat Kakak masih terpenjara pada masa lalu kelamnya. Kakak jarang tersenyum, apalagi menikmati hidup. Seolah hidupnya hanya berputar di kantor saja." Celetuk Yuna sembari menatapi wajah rupawan Kakaknya yang saat ini berdiri di mimbar. Bu Hanum dan Pak Andi hanya bisa diam sambil mengiyakan ucapan putri berharganya, Yuna Dinata.

Hhhhhmmm!

Yuna menghela nafas kemudian kasar menghembuskannya dari bibir. Mencerna setiap kata yang di ucapkan Kakak lelakinya, Shawn Praja Dinata.

Shawn tersenyum di depan Mimbar? Yuna tahu Kakaknya itu sedang memaksakan diri untuk tersenyum. Ibarat seorang aktor, Shawn melakukan perannya dengan sangat baik dan hal itu membuat Yuna sebagai seorang adik merasa miris dengan kenyataan yang ada.

Semua tamu undangan bertepuk tangan bangga mendengar pencapaian Shawn selama menjadi pengusaha muda yang mendedikasikan hidupnya dalam dunia bisnis. Sementara itu, tak jauh dari tempat Shawn berdiri, sepasang mata terus saja memperhatikan gerak-gerik di sekitarnya.

"Tuan Shawn!" Tak berselang lama, teriakan keras seorang Raina Salsadila berhasil membuat ribuan pasang mata menatapnya kesal.

Shawn mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Tidak hanya Shawn, semua orang juga terkejut. Seorang wanita berlari kearahnya seperti kuda pacu hilang arah dan....

Bbbrukkkk!

Aaaaahhh!

Suara teriakan terdengar memenuhi Ballroom Hotel. Raina dan Shawn jatuh terlentang di lantai. Tangan Raina melingkar tepat di dada Shawn. Shawn bisa merasakan deru nafas terengah Raina menyapu tengkuknya.

Ada apa ini? Siapa yang berani merusak acara pentingku? Lirih Shawn pelan. Matanya menatap netra teduh Raina, wajah itu sedikit tergores terkena pecahan kaca lampu gantung yang terjatuh hampir mengenai Shawn Praja Dinata.

Acara amal berakhir dengan teriakan para tamu undangan. Tidak ada yang menyangka insiden besar itu hampir saja melukai Shawn Praja Dinata. Tidak jauh dari tempat Shawn terbaring bersama Raina, Bu Hanum mungusap dada lega melihat putranya baik-baik saja.

...***...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒂𝒑𝒂 𝑹𝒂𝒊𝒏𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒖𝒌𝒂 🤔🤔🤔

2024-07-19

0

Neulis Saja

Neulis Saja

swan, you have many enemies who Will kill you

2023-10-07

1

QiDi

QiDi

awal nya ini

2023-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Mimpi
2 Kemarahan Shawn
3 Uji Nyali
4 Amarah Shawn!
5 Memberi Pertolongan
6 Shawn Praja Dinata
7 Berdamai (Sawn&Robin)
8 Reuni
9 Acara Amal
10 Terpesona
11 Hukuman
12 Maafkan Aku
13 Bersikap Normal
14 Senja Bersama Mu
15 Lebih Dekat
16 Mencurimu
17 Merindukan Mu
18 Ikatan
19 Ide Gila
20 Ancaman
21 Dilema
22 Satu Atap
23 Menutupi Perasaan
24 Hujan dan Air Mata
25 Menemukan Jejakmu
26 Kesedihan Andre
27 Semenit Lebih Dekat
28 Lamaran Yang Gagal
29 Menghindar
30 Terjebak
31 Pelita
32 Nasihat Untuk Sawn
33 Pesta
34 Harga Diri
35 Kecewa
36 Hati Yang Terluka
37 Menepis Rasa
38 Perdebatan
39 Impian Raina
40 Tergoda
41 Nasihat Bu Romlah
42 Kerinduan Sawn
43 Gosip
44 Pertengkaran Wanita
45 Berita Duka
46 Orang Asing
47 Meeting Friend (Part 1)
48 Meeting Friend (Part2)
49 Makan Malam
50 Akhir Dari Kisah Lama
51 New Days
52 Tergoda Lagi (Raina)
53 Senandung Cinta (Sawn)
54 Rahasia (Part1)
55 Rahasia (Part2)
56 Rahasia (Part3)
57 Salah Paham
58 Perasaan Cinta (Sawn)
59 Cemburu
60 Maaf
61 Penolakan
62 Masa Lalu
63 Terkejut
64 Meminta Persetujuan
65 Parasit
66 Kecewa
67 Dari hati Ke Hati
68 Gelisah
69 Berbuah Manis
70 Bahagia
71 Pertemuan
72 Mahar
73 Meminta Bantuan
74 Penantian
75 Hadiah
76 Sehari Bersamamu
77 Kecewa
78 Hampir Ketahuan
79 Menjaga Perasaan
80 Menuju Halal
81 Ikatan Suci
82 Gagal
83 Profesor Baru
84 Kediaman Dinata
85 Kediaman Dinata (Part2)
86 Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87 Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88 Clab Malam
89 Adu Jotos
90 Cinta dan Dilema
91 Pelukan
92 Sawn Dan Raina
93 Berkunjung
94 Pertolongan Kedua
95 Berpaling?
96 Menyesalkan Masa Lalu
97 Teman Bicara
98 Menjaga Diri
99 Makna Cinta
100 Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101 Yuna VS Angel
102 Yuna Vs Angel (Part2)
103 Pelampiasan
104 Keyakinan
105 Keputusan Besar
106 Permintaan Raina
107 Kunjungan Tante Alya
108 Haru
109 Curiga
110 Terbongkar
111 Luapan Amarah
112 Tamparan
113 Kejutan Besar
114 Memupuk Cinta
115 Calon Menantu
116 Nyanyian Cinta
117 Rencana Jahat
118 Aku Mencintaimu
119 Pesan Cinta
120 Di Kantor Prof Zain
121 Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122 Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123 Menuju Mu
124 Haruskah Aku Bahagia?
125 Apa Ini Nyata?
126 Tamu Tak Di Undang
127 Tamu Tak Di Undang (Part2)
128 Terluka
129 Terluka (Part2)
130 Hidayah
131 Menyebalkan
132 Sabar Itu Menenangkan
133 Tahajud
134 Ucapan Yang Menenangkan
135 Meminta Restu
136 Meminta Restu (Part2)
137 Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138 Keputusan Final
139 Keraguan
140 Surga Cinta
141 Tamu Istimewa
142 Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143 Permintaan Yuna
144 Hati Itu Urusan Allah
145 Panik
146 Bersyukur (Sawn&Raina)
147 Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148 Resepsi
149 Resepsi (Part2)
150 Arti Sebuah Nama
151 Mencintai Bodyguard Saleha
152 Terima Kasih
153 Pengumuman!
154 Sepupu, Jadikan Aku Istrimu
Episodes

Updated 154 Episodes

1
Mimpi
2
Kemarahan Shawn
3
Uji Nyali
4
Amarah Shawn!
5
Memberi Pertolongan
6
Shawn Praja Dinata
7
Berdamai (Sawn&Robin)
8
Reuni
9
Acara Amal
10
Terpesona
11
Hukuman
12
Maafkan Aku
13
Bersikap Normal
14
Senja Bersama Mu
15
Lebih Dekat
16
Mencurimu
17
Merindukan Mu
18
Ikatan
19
Ide Gila
20
Ancaman
21
Dilema
22
Satu Atap
23
Menutupi Perasaan
24
Hujan dan Air Mata
25
Menemukan Jejakmu
26
Kesedihan Andre
27
Semenit Lebih Dekat
28
Lamaran Yang Gagal
29
Menghindar
30
Terjebak
31
Pelita
32
Nasihat Untuk Sawn
33
Pesta
34
Harga Diri
35
Kecewa
36
Hati Yang Terluka
37
Menepis Rasa
38
Perdebatan
39
Impian Raina
40
Tergoda
41
Nasihat Bu Romlah
42
Kerinduan Sawn
43
Gosip
44
Pertengkaran Wanita
45
Berita Duka
46
Orang Asing
47
Meeting Friend (Part 1)
48
Meeting Friend (Part2)
49
Makan Malam
50
Akhir Dari Kisah Lama
51
New Days
52
Tergoda Lagi (Raina)
53
Senandung Cinta (Sawn)
54
Rahasia (Part1)
55
Rahasia (Part2)
56
Rahasia (Part3)
57
Salah Paham
58
Perasaan Cinta (Sawn)
59
Cemburu
60
Maaf
61
Penolakan
62
Masa Lalu
63
Terkejut
64
Meminta Persetujuan
65
Parasit
66
Kecewa
67
Dari hati Ke Hati
68
Gelisah
69
Berbuah Manis
70
Bahagia
71
Pertemuan
72
Mahar
73
Meminta Bantuan
74
Penantian
75
Hadiah
76
Sehari Bersamamu
77
Kecewa
78
Hampir Ketahuan
79
Menjaga Perasaan
80
Menuju Halal
81
Ikatan Suci
82
Gagal
83
Profesor Baru
84
Kediaman Dinata
85
Kediaman Dinata (Part2)
86
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
87
Ketika Muslimah Jatuh Cinta (Part2)
88
Clab Malam
89
Adu Jotos
90
Cinta dan Dilema
91
Pelukan
92
Sawn Dan Raina
93
Berkunjung
94
Pertolongan Kedua
95
Berpaling?
96
Menyesalkan Masa Lalu
97
Teman Bicara
98
Menjaga Diri
99
Makna Cinta
100
Sedekah Pagi (Sawn&Raina)
101
Yuna VS Angel
102
Yuna Vs Angel (Part2)
103
Pelampiasan
104
Keyakinan
105
Keputusan Besar
106
Permintaan Raina
107
Kunjungan Tante Alya
108
Haru
109
Curiga
110
Terbongkar
111
Luapan Amarah
112
Tamparan
113
Kejutan Besar
114
Memupuk Cinta
115
Calon Menantu
116
Nyanyian Cinta
117
Rencana Jahat
118
Aku Mencintaimu
119
Pesan Cinta
120
Di Kantor Prof Zain
121
Maukah Kau Menikah Denganku? (Prof. Zain&Yuna)
122
Curhatan Perempuan (Raina&Yuna)
123
Menuju Mu
124
Haruskah Aku Bahagia?
125
Apa Ini Nyata?
126
Tamu Tak Di Undang
127
Tamu Tak Di Undang (Part2)
128
Terluka
129
Terluka (Part2)
130
Hidayah
131
Menyebalkan
132
Sabar Itu Menenangkan
133
Tahajud
134
Ucapan Yang Menenangkan
135
Meminta Restu
136
Meminta Restu (Part2)
137
Menanti Jawaban (Prof. Zain)
138
Keputusan Final
139
Keraguan
140
Surga Cinta
141
Tamu Istimewa
142
Kita di Takdirkan Untuk Bersama (Sawn&Raina)
143
Permintaan Yuna
144
Hati Itu Urusan Allah
145
Panik
146
Bersyukur (Sawn&Raina)
147
Rayuan Malam (Zain&Yuna)
148
Resepsi
149
Resepsi (Part2)
150
Arti Sebuah Nama
151
Mencintai Bodyguard Saleha
152
Terima Kasih
153
Pengumuman!
154
Sepupu, Jadikan Aku Istrimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!