Istana Dalam Apartemen

Keraton Residence menjadi pilihan Welly untuk memanjakan Tiffany, ia benar-benar membangun sebuah kerajaan dalam apartemen. Apartemen dengan pengembang dari PT. Plaza Indonesia Realty Tbk, yang menjadi apartemen termahal di Jakarta ini letaknya berada tepat di Bundaran Hotel Indonesia. Memiliki harga unit mencapai Rp 138 juta per meter persegi.

Dengan luas unit sekitar 250 hingga 375 m2, tipikal unit yang ditawarkan biasanya antara tipe 3 kamar tidur hingga 2 kamar tidur, dan furnitur yang digunakan di apartemen sebagian besar diimpor dari luar negeri. Sedangkan Welly membeli 3 unit sekaligus yang di merger menjadi satu.

Tinggal di Keraton Residence juga berarti memiliki berbagai macam fasilitas dan akses. Contohnya, fasilitas indoor dan outdoor swimming pool, fitness center, restoran, spa, serta akses langsung ke Plaza Indonesia dan Grand Hyatt Jakarta Hotel.

Jangan lupakan jika Welly adalah Macan property Asia, kita tidak pernah tahu berapa persen ia mempunyai saham di PT. Plaza Indonesia Realty Tbk. Atau jangan-jangan drinya malah merupakan bagian dewan Direksinya? Authornya aja bingung,, ha-ha.

***

...-Chat-...

Tiffany

["Aku sudah smp di aprtmn."]

Tiffany

["Trimakasih untuk ini... Cepatlah pulang aku merindukanmu."]

Tiffany mengirimkan foto selfie nya di dalam apartemen barunya.

...Read...

Chat Tiffany pada Welly hanya terbaca, ia belum mendapat balasan dari Welly.

Welly tersenyum membaca Chat dari Tiffany, Dia pun mencoba berbagai macam pose untuk membalas foto chat Tiffany.

Welly

[Welly mengirimkan fotonya yang sedang tersenyum dengan menumpuk jari telunjuk dan jempolnya membentuk simbol cinta]

...delivered...

"Aduuuh kenapa aku jadi menjijikkan begini." Welly malu sendiri melihat foto yang terlanjur ia kirimkan pada Tiffany dan memutuskan untuk menghapusnya.

...Read...

"Yaaah!!" Welly menggaruk kasar kepalanya karena Tiffany lebih dulu membuka chat Welly."

...-Offline-...

Ha-Ha

Tawa Tiffany pecah.

Sejak kapan Dinosaurus ini berubah jadi manis seperti ini? biasanya wajahnya selalu datar tak pernah tersenyum padaku.

Tiffany berpikir chat nya dengan Welly sudah berakhir, namun tidak dengan Welly. Rupanya ia masih terus menatap layar HP nya menunggu chat dari Tiffany yang tak kunjung masuk sambil memeriksa beberapa dokumen.

Tak sabar lagi untuk menunggu, Welly pun mengirim chat pada Nena untuk menanyakan sedang apa istrinya di apartemen.

...-Chat-...

Welly

[''imana istriku?"]

Nena pun langsung membalas.

Nena

[Ada Tuan,, sedang bersama saya di kamar."]

Welly

["Sedang apa?"]

Nena

["Tuan mau bicara dengannya? Nona sedang menonton serial dramanya."]

Welly

["Tidak, jangan katakan jika aku bertanya padamu."]

Welly

["irimkan foto!"]

Sedikit lama Nena membalas.

Nena

["Anda yakin Tuan?"]

Welly

["Memangnya kenapa?"]

Beberapa menit kemudian...

Nena

[Nena mengirimkan foto Tiffany menggunakan gaun malam yang sangat mini, dia sedang berada di kursi meja riasnya, menghadap ke Laptop sambil melipat kakinya keatas untuk menjadi tumpuan dagunya.]

...Read...

"Uhuuuk!"

Welly tersedak air liurnya sendiri melihat foto yang dikirimkan Nena padanya. Matanya membulat sempurna.

Welly

Jangan izinkan dia kemanapun! Tidak juga untuk keluar kamar!!!

...-Offline-...

Ha-Ha

Tiffany dan Nena terbahak berdua membaca balasan Welly, ide itu datang dari Tiffany yang sengaja ingin menggoda suaminya agar cepat pulang. ia menyuruh Nena mengirimkan foto dengan pakaian mininya. Padahal sebelumnya bukan itu baju yang dipakai Tiffany, sebelum berpose ia pun dengan sengaja mengganti bajunya terlebih dulu.

***

01:30 Dini hari,

Welly sudah berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin tapi tetap saja tengah malam semuanya baru benar-benar rampung.

Mungkin yang ada di pikiran Tiffany, dirinya hanya pindah dari rumah kediaman Liem ke apartemen. Lain hal dengan yang ada di benak Welly. Pikiran yang terus mengganggu Welly adalah janji Tiffany untuk mengizinkannya melakukan lebih saat mereka sudah tinggal di apartemen.

Welly lupa meminta kartu apartemen nya pada Peter, dengan terpaksa ia harus menekan bel..

Diluar perkiraan. Ternyata Tiffany yang membukakan pintu untuk Welly.

"Selamat malam suamiku.." Mata Tiffany masih cerah, belum ada sisa lelap pada raut wajahnya. Sepertinya dia memang sengaja menunggu suaminya pulang.

Welly tersenyum sangat tipis.. Lelaki ini memang pelit senyum.

Mereka pun masuk, bukannya bergelayut atau menggandeng suaminya. Alih-alih membawakan tas atau jass.. Tiffany justru berlarian sedikit mendahului Welly.

Welly menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang menggemaskan seperti anak-anak.

Sampai di kamar, Welly langsung memeluk Tiffany dari belakang melemparkan Jass dan tas nya.

"Kau tidak bisa keman-mana sekarang!"

"Aku memang tidak akan kemana-mana." Jawab Tiffany.

"Hmmm," Welly mengernyit.

Masih memeluk Tiffany, Welly bertanya "Apa Kau senang tinggal disini?"

"Dimanapun asal bersamamu, Sayang." jawab Tiffany sedikit mengerang karena Welly menciumi belakang lehernya.

"Kita akan tinggal di sini sampai nanti anak kita sudah lebih dari tiga," kata Welly seraya mengeratkan lengannya memeluk Tiffany.

"Memang mau berapa anaknya?"

"Minimal lima ... boleh!?" Goda Welly.

"Kau saja yang melahirkan." Ucap Tiffany manja.

Tiffany berbalik dan meraih bibir Welly, dengan senang hati Welly membalasnya.

Welly pun berhasil bernegosiasi pada Tiffany jika malam ini ia akan menjadi istri Welly seutuhnya, dengan malu-malu Tiffany pun mengabulkannya. Malam ini Tiffany akan melayani Welly dan menjadi istri seutuhnya.

"Sayang_kau belum mandi," kata Tiffany ketika Welly akan memulainya.

"Aku akan mandi nanti setelah berkeringat." Welly menarik gaun Tiffany dengan lembut.

Malam ini, Welly mencicipi seluruh tubuh istrinya yang telah lama ia dambakan. keduanya terus saling bergumul, seolah esok pagi tidak akan mereka jumpai dan tidak ada hari lain. Bagi Welly, dalam hidupnya kali ini memiliki Tiffany adalah pencapaian terbesarnya.

Cinta masa kecil yang membuatnya tumbuh menjadi Lelaki kuat dan hebat dalam segi emosi juga ekonomi, meski mereka tumbuh besar pada tempat yang berbeda. Namun bagi Welly, Tiffany adalah untaian kata penyemangat dalam hidupnya untuk menjadi sosok yang lebih baik setiap harinya meski tanpa dukungan orangtua maupun keluarga besarnya.

***

Pagi harinya, setelah mereka terbangun. Welly mengajak Tiffany mandi sebelum sarapan.

Istrinya perlu asupan tenaga setelah semalam suntuk mendesahkan namanya dan pagi itu mereka melakukannya lagi di kamar mandi.

Sebelumnya Welly berjanji itu tidak akan lama, namun kenyataannya kegiatan serangan fajar yang sudah tinggi di kamar mandi itu pun memakan waktu hampir dua jam.

Welly membuatkan Tiffany sarapan yang langsung di lahap dengan cepat oleh Tiffany. Welly tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih seperti anak kecil.

"Pelan-pelan Sayang, nanti tersedak." Welly mengingatkan Tiffany.

"Aku lapar, setelah semalam suntuk di siksa."

"Benarkah tersiksa? Sepertinya kau menikmatinya?"

"Kau menyiksaku," jawab Tiffany sambil memelototkan matanya.

"Benarkah? Sepertinya itu belum seberapa karena itu pengalaman pertamaku. Begitu juga dengan mu kan? Mungkin malam ini bisa lebih menyiksamu sampai akhir pekan selesai," Goda Welly.

"Apa Kau berencana membuat tubuhku hancur?"

"Bagaimana jika sekarang saja di sini?" Welly mendekatkan tubuhnya dan mengecup bahu Tiffany.

"Tuan Welly, ini di meja makan!" Tiffany takut jika Nena melihat.

"Kalau begitu, kita ke kamar saja," Welly beranjak dari duduknya.

"Baiklah, tapi tidak akan ada jatah lagi untuk malam ini, besok dan besok dan besoknya lagi" sungut Tiffany.

Welly membisu.

Bersambung...

Jangan lupa like, komen, follow authornya... biar tambah rajin update yah...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!