Tiffany berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Jangan berlari Nona, nanti jatuh" Nena sedikit panik saat melihat Tiffany berlari tanpa haluan.
"Tenang saja Nena!" teriaknya
Ia terburu-buru kembali ke kamarnya karena sebentar lagi serial drama kesukaannya akan segera di mulai.
Setibanya di kamar, Tiffany tak melepaskan pandangannya dari tiap sudut kamar.
"Ini seperti ada yang aneh? sepertinya kamar ini berubah. Tapi apa ya yang berubah?"
Tiffany bingung, seperti ada satu bagian dari kamarnya yang hilang namun ia belum menemukannya.
Sementara itu, Peter sedang menghampiri Welly di ruang kerjanya.
"Permisi Tuan!"
"Ahh, ya Peter, duduklah." Welly mempersilahkan Peter duduk dengan tangannya tak berhenti menulis pada secarik kertas di dalam map, entah apa yang di tulisnya disana. Seperti sedang mengoreksi sesuatu.
"Laporkan perkembangan akuisisi Pradjaya Group padaku!" perintah Welly.
Proyek akuisisi Pradjaya Group sebelumnya sudah di percayakan penuh pada Peter oleh Welly, Welly tak pernah meragukan kemampuan seorang Peter Whang untuk hal-hal seperti ini.
"Baik Tuan, Peter segera membuka smarthphone nya.
Terhitung sejak pekan mendatang, Pradjaya Group resmi di akuisisi oleh Liem Corp dengan total saham 59,70% Tuan.
"Hah? benarkah? secepat itu?" Welly sedikit kaget karena ini jauh lebih cepat dari perkiraan analisa waktu sebelumnya, bahkan sangat cepat.
HEBAAAAAT!
Welly berteriak, "Aku bahkan belum memikirkan hadiah untuk mu Peter"
Peter hanya tersenyum melihat reaksi Tuannya yang kegirangan.
"Aku memberimu waktu tiga bulan Peter, tapi kau menyelesaikannya dalam waktu kurang dari se pekan, apa itu tidak gila namanya, hah..?" Welly berbicara dengan senyum yang mengembang, nanarnya tampak sangat puas akan pekerjaan Peter.
"Coba jelaskan padaku, bagaimana kau melakukannya!"
"Tiga hari yang lalu, CC Group yang selalu kalah tender dengan Pradjaya Group membeberkan laporan terjadinya fraud dan neraca yang anjlok Tuan."
Welly mendengarkan Peter dengan mengangguk mengerti. "Saat itu juga saham Pradjaya Group langsung anjlok 48%."
"Wow.." Timpal Welly.
"Bahkan dua broker terbesar sudah berhenti meng-akumulasi saham Pradjaya Group, sebanyak dua puluh lima ribu lembar saham di lepas para investornya di bursa efek.. Nah saat itulah tim eksekusi Liem Corp bernegosiasi secara langsung dengan Pradjaya Group untuk membeli saham utama mereka dengan harga yang sama seperti pada saat kita membeli sahamnya yang lebih dulu."
"Jadi,, saham yang kita miliki sekarang adalah yang seharusnya dimiliki Cindy Pradjaya?"
"Benar sekali Tuan, itu milik Nona."
Welly berdiri dari kursi kerjanya dan berhambur menjabat tangan Peter, melakukan tos ala sahabat dan memeluknya. matanya berbinar.. haru dan bahagia seolah melebur jadi satu.
"Kau hebat Peter, aku bangga padamu" menepuk bahu Peter lembut.
"Aku begini karena didikan dan kepercayaan Tuan."
"Ayolaaah brother.. !"
Senyum Welly begitu renyah, tampak kepuasan yang tak bisa di gambarkan dalam benaknya.
***
Di balik dinding.
HEBAAAAAT!
Bahu Tiffany menjumbul, ia terkejut mendengar teriakan Welly.
"Hah? bukankah itu teriakan suami Dinosaurusku? dimana dia.."
Tiffany sedang asik menonton serial drama pada smarthphone nya, setelah lelah berpikir tentang kamarnya yang seperti berubah tata letaknya namun belum ia temukan dimana letak keanehannya. Sekarang di tambah suara teriakan suaminya yang membuatnya bingung dari mana asalnya.
"Bukankah kamar ini kedap suara? mengapa masih terdengar suara dari luar. biasanya tidak pernah."
AHH.. JADI TIDAK FOKUS NONTON DRAMANYA KAN.
Merasa takut, ia pergi ke luar kamar menuju dapur tempat para pelayan dan Bu Anah berada.
"Nona, kenapa turun ke dapur?" tanya Bu Anah yang sedang mengawasi pelayan menyiapkan makan siang.
"Tidaaak, aku hanya sedang bosan saja Bu Anah."
Bu anah tersenyum, melihat tingkah Tiffany yang menjawab pertanyaannya dengan kedua tangan terkunci di belakang pinggang, bibir mengerucut dan kaki bergoyang ke kanan dan kiri.
"Bu Anah masak apa?"
"Tuan minta sup tapi disini juga ada beef steak dan beberapa seafood berkuah Nona."
"Oooh, sepertinya enak."
"Apa Nona sudah lapar? akan Bu anah siapkan untuk mu jika kau mau Nona."
"Tidak Bu Anah trimakasih," sambil menyomot sepotong kecil beef yang sudah matang berbumbu, mengulangnya beberapa kali.. mungkin jika di akumulasi itu sudah sama dengan se porsi beef steak.
Bu Anah hanya terkekeh melihat kelakuan Tiffany. dengan statusnya sekarang, tak ada yang bisa melarang seandainya ia mau menghabiskan sebaskom beef steak sekalipun.
HUFT! NYONYA LIEM NYONYA LIEM. UNTUNG SAJA KAU LANGSING.
Setelah kembali ke kamar.
Tiffany kesal, menepuk-nepuk kasur seperti sebal.. Serial drama kesukaannya telah selesai tayang saat ia kembali. belum selesai menggerutu. tiba-tiba satu dinding di sudut kanan yang bermatrialkan kayu bergeser sendiri. Tiffany hanya mematung dan mengerutkan alis mencoba melihat dengan seksama.
Terlihat Welly sedang membereskan beberapa tumpukan buku setelah dinding itu terbuka lebih dari setengahnya. Rupanya keanehan kamar Tiffany tadi di karenakan sekat dinding privasi pada bagian meja kerja Welly tertutup.
Jadi kamar mereka memang dirancang multifungsi pada bagian ruang kerja Welly, karena Welly tidak mau ruang kerjanya terpisah dari kamar namun terkadang ia membutuhkan ruang kerja yang terpisah dari kamar saat melakukan pekerjaannya.
Sejak kapan Welly tidak mau ruang kerjanya terpisah dari kamar? tentu saja sejak dirinya memiliki Nona Liem nya..
Welly menghampiri Tiffany yang sedang mematung di samping tempat tidur.
"Pilihlah!" menyodorkan beberapa lembar brosur apartemen dan rumah siap huni.
"Untuk apa ini?" tanya Tiffany sambil memiringkan kepalanya menatap dan membolak balikan brosur di tangannya.
"Pilihlah, mau tinggal di apartemen atau rumah. Kita akan segera pindah ke Jakarta."
Terkejut dengan ucapan Welly, Tiffany menatap mata Welly. "Benarkah? bukannya katamu aku tidak boleh menemui Bibi Rin dan kedua sepupuku, lalu kenapa kita pindah ke Jakarta?
"Siapa yang bilang kau akan menemui mereka disana?"
"E-em tidak ada sih.." Tiffany menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Saat ini, Pradjaya Group sudah berhasil di akuisisi oleh Liem Corp, jadi aku akan turun langsung dan menjabat sebagai direktur utama disana. Bersiaplah karena sebentar lagi babak baru akan dimulai." Ucap Welly datar.
"Benarkah?" Tiffany terbelalak, tak tau bagaimana harus berekspresi, harus merasa senang atau merasa sedih. Pasalnya ia belum benar-benar tau apa motif Welly melakukan semua ini.
Tanpa menjawab maupun menjelaskan lebih panjang. Welly meninggalkan Tiffany keluar kamar.
Hebat juga dia, secepat itu merebut Pradjaya Group dari tangan Bibi Rin. Tapi apa keputusanku benar membiarkan semua ini terjadi.. ini sebuah pertolongan atau balas dendam? tunggu tunggu, jika dia hanya memanfaatkan ku atau hanya balas dendam, bukankah seharusnya dia membuat perjanjian pra nikah? kenapa tidak ada.. apa sebenarnya aku baginya..?
Tiffany mendengus kencang.
Ah, whatever lah.
rumah?
apartemen?
rumah?
apartemen?
Apa kami akan tinggal berdua saja?
To be continue...
Trimakasih sudah setia membaca, jangan lupa tinggalkan jejak, baik like maupun komen. masukkan ke berandami juga untuk mendapat notifikasi update.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Manyun Ne Nasier
smangat kakak bagus crta a
2021-03-17
2
Anita Jenius
Hadir kak..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
2021-03-17
2