Super Mega Bintang

”Baiklah aku akan mulai berbicara serius, nanti malam di pesta kantor kau akan bertemu dengan Bibi mu mungkin saja juga dengan kedua sepupumu jika mereka ikut serta. Dan aku minta pada mu.

Tolong bersikaplah seolah tidak mengenal mereka karena Tiffany bukanlah Cindy yang mereka kenal dulu.

Kau adalah istriku sekarang, istri dari pemilik Sasana Liem Corp juga Presdir dari Paradjaya Group.

Tidak ada yang bisa meremehkanmu sedikitpun.

Tunjukkan pada mereka semua dimana tempat mu sekarang dan bagaimana mereka harus memperlakukan mu.“ Welly mengatakannya penuh penekanan.

Tiffany memperhatikan setiap ucapan Welly mengisyaratkan bahwa ia mengerti tentang apa yang dikatakan Welly dengan mengangguk.

Entah kenapa aku begitu yakin dengan suamiku bahwa selama ini tidak ada terbersit niat buruk darinya padaku.

Padahal sebelumnya aku begitu Kukuh untuk tidak mempercayainya. Namun sepertinya pertahananku runtuh karena perlakuannya padaku yang begitu baik dan lembut.

Walaupun Tak jarang kami seperti layaknya Tikus dan Kucing yang tak pernah akur, tapi pada akhirnya tetap dia selalu mengalah padaku dan menuruti apapun yang kumau meski sering tidak secara langsung.

***

Tidak seperti biasanya Tiffany selalu bangun saat Suaminya sudah berangkat ke kantor. hari ini Tiffany bangun pagi sekali, ia menyiapkan semua keperluan Suaminya bahkan mereka sempat sarapan berdua.

"Aku berangkat!" Ucap Welly saat akan melangkah menuju mobilnya yang di kemudikan Peter.

"Hanya seperti itu caramu berpamitan?"

"Lalu?" Jawab Welly

Tiffany menunjuk pipinya, menyodorkannya pada wajah Welly.

"Peter, masuklah dulu tak usah kau bukakan pintu untukku!" Perintah Welly pada Peter.

Cup!

Kemudian mencium pipi istrinya, dan langsung bergegas pergi tanpa menoleh.

Tiffany pun terkekeh, melambaikan tangannya pada mobil Welly hingga tak terlihat dari pandangan.

Dasar orang aneh, menyuruh Peter masuk kemudian mencium ku. Lalu dia pikir Peter tak dapat melihatnya, dia pikir jendela mobilnya terbuat dari tembok? begitu? Haaaah ckck.

***

''Selamat siang nona,“ tampak lelaki paruh baya dengan Nena berdiri di belakangnya datang menghampiri Tiffany. Mengucapkan salam pada Tiffany yang sedang berada di ruang tamu setelah mengantarkan suaminya untuk berangkat bekerja.

”Nona Tiffany, ini adalah Pak Ojan kepala pelayan di Rumah ini.“ Ucap Nena mengenalkan.

Tiffany tersenyum, ”oh jadi ini yang namanya Pak Ojan? aku dengar kemarin Pak Ojan pergi mengantar istri bapak ke rumah sakit ya?“

”Iya Nona betul sekali, Maafkan saya kemarin tidak bisa menyambut Nona Disini.“ Ucap Pak Ojan dengan nada Segan.

Tiffany tersenyum ramah, ”tidak apa-apa Pak, lagipula ada Nena yang selalu menemani saya.“

”Tetapi tetap saja saya merasa tidak enak Nona, Nona Baru pertama menginjakkan kaki di rumah ini tapi saya malah tidak ada di rumah.“

”Sudahlah Pak, Jangan dipikirkan lagi. Oh iya... Bagaimana keadaan istri bapak apa baik-baik saja?“

"Yah ... begitulah Non, namanya juga orang tua penyakitnya nya rupa-rupa warnanya." Pak Ojan dengan ekspresif menggerakkan tangan mengikuti alur bicaranya.

”Hihihi, bisa saja Bapak ini seperti balonku ada lima ya rupa-rupa warnanya. Tiffany merasa senang karena Pak Ojan ternyata orang yang humoris.“

”Hehe, saya senang Nona mau tertawa dengan bercandaan saya. Baiklah, Maafkan saya sudah mengganggu saya mau permisi dulu untuk melanjutkan pekerjaan saya Nona. Jika nona membutuhkan saya, pencet saja tombol 1 pada calling system yang ada di setiap sudut ruangan rumah! Nanti saya akan segera datang.

“Baik Pak Ojan, Terima kasih sebelumnya!”

Pak Ojan pun berlalu meninggalkan Tiffany dan Nena yang masih berdiri di tempatnya. Tanpa sadar Tiffany tiba-tiba terkikik. “Ckck, Kasihan sekali Pak Ojan.” Tiffany menggelengkan kepalanya.

Tiffany teringat saat kemarin hampir saja Pak Ojan menjadi korban pemecatan sepihak Welly karena Tiffany yang tidak berhenti memanggil Welly dengan panggilan Tuan Welly.

***

Sejak siang hari Coco sudah sampai di kediaman Liem dengan membawa beberapa gaun untuk Tiffany. Ada yang berwarna putih, pink, ungu, biru hingga hijau.

"Pilihlah Prinsyes! gaun mana paling kau suka?" seru Coco pada Tiffany.

"Coco, kau kan tahu aku tidak begitu pandai dalam hal ini. Jadi terserah padamu saja kau pasti lebih tahu mana yang paling cocok untukku. Lalu untuk apa gaun yang masih kau bungkus di sana?" Menunjuk pada beberapa tumpukan gaun yang masih berada di ujung sofa.

"Hah? Apa suamimu tidak mengatakannya padamu?" Coco malah balik bertanya pada Tiffany.

"Jika suamiku mengatakannya padaku pasti aku tidak akan bertanya padamu Coco ku sayang." Tiffany berkata dengan penuh penekanan.

"Begini Nona, Tuan Welly mendirikan Yayasan sosial kolektif dan menjadikan anda sebagai ketua Yayasan tersebut." Nena membantu menjelaskan pada Tiffany.

"Nah, jadi siang nanti kau harus melakukan beberapa sesi pemotretan untuk majalah bisnis yang akan memuat profil mu sebagai ketua sebuah Yayasan sosial serta istri dari orang nomor satu di dunia properti. Huuw,,! luar biasa bukan? Prinsyesku pasti akan menjadi Super Mega Bintang." Coco menerawang jauh dengan memperagakan seperti gaya seseorang yang tengah berdiri di atas panggung.

"Ckck, apa sih?" Tiffany terkikik, merasa malu sendiri melihat kelakuan Coco.

***

Sesi pemotretan Tiffany yang pertama telah selesai. Bukan dengan mudah para tim bisa mengambil gambar Tiffany begitu saja. Pasalnya semua gambar yang diambil harus melalui seleksi Welly baru boleh dibawa pulang pihak majalah yang akan memuat profil Tiffany Liem.

Nena pun mengirimkan beberapa hasil jepretan kepada Welly, di foto itu Tiffany mengenakan midi dress atau terusan menutupi lutut, berkerah dengan dua saku kanan kiri di bagian dada.

Warna abu muda, motif pattern bunga kecil berbahan ceruti mewah dengan aksen full kancing depan hingga bawah dan tali bersimpul pita pada pinggang. Memberi kesan kesederhanaan yang anggun juga tetap terlihat cantik.

Rambut panjang Tiffany dibiarkan lurus terurai, dengan satu sisi nya di selipakan kebelakang telinga menampakkan anting yang menjuntai hampir menyentuh pundak.

...-Chat-...

Me : [Mengirimkan 4 gambar hasil photoshoot Tiffany]

...Read...

^^^Tuan Welly:^^^

^^^Ok^^^

.........

“Oke, sesi 1 approved!” Nena mengisyaratkan kepada tim pengambil gambar bahwa Welly menyetujui hasil pemotretan sesi 1 untuk di muat di media.

Trimakasih sudah membaca.

jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa like dan komen. Favoritkan juga supaya mendapatkan notifikasi saat bab baru ter update..

i Love u

Terpopuler

Comments

Manyun Ne Nasier

Manyun Ne Nasier

mantap thor

2021-03-18

1

lalalisa

lalalisa

Hai kak ceritanya menarik aku suka, udah aku like juga. Btw jangan lupa mampir yah ke karya ku, judulnya :
"pengagum kakak santri"

2021-01-11

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!