Malam telah larut saat Bayan dan keluarga kecilnya tiba di kediaman mereka.
Pesta kebun untuk merayakan pertambahan usia Nathan telah berakhir sore hari. Namun Nathan yang suka dengan kuda baru bisa dibujuk pulang setelah hari mulai gelap.
Bayan melangkah ke kamar sang anak sambil menggendong si kecil. Ia berniat menidurkan Nathan di kamarnya. Sejak istrinya hamil, tugas menidurkan Nathan beralih padanya danq Bayan sama sekali tak keberatan karena tak ingin sang istri kelelahan. Apalagi kehamilan istrinya sudah lumayan besar.
Nathan tidur dengan cepat. Nampaknya bocah berusia tiga tahun itu memang kelelahan usai menyambut tamu yang hadir di pesta ulang tahunnya hari ini.
Bayan nampak takjub melihat Nathan tidur tanpa merengek seperti biasanya. Perlahan ia mengecup wajah sang anak lalu menyelimutinya dengan lembut. Bayan juga meletakkan mainan robot kesukaan Nathan di samping kiri. Biasanya bocah itu terjaga saat tengah malam dan akan tenang saat menyentuh robot kesayangannya itu.
Setelah memastikan sang anak tidur dengan nyaman, Bayan pun keluar dari kamar. Kemudian ia beralih mengecek pintu dan jendela. Meski telah dilakukan oleh asisten rumah tangga tadi, tapi Bayan selalu mengecek ulang hanya demi keamanan.
Setelah memadamkan lampu di ruang utama, Bayan pun masuk ke kamar. Ia tersenyum saat melihat sang istri baru saja selesai berganti pakaian dengan gaun rumahan yang simple namun terlihat cantik saat Anna kenakan.
"Duh cantiknya Istriku. Jadi tambah sayang deh," kata Bayan sambil memeluk sang istri dari belakang.
Anna tersenyum. Apalagi saat Bayan mendaratkan ciuman mesra di lehernya. Mengerti jika sang suami menginginkannya, Anna pun menghentikan aktifitasnya yang sedang menyisir rambut itu.
"Kenapa Yah ?" tanya Anna sambil menatap suaminya dari pantulan cermin.
"Gapapa. Bunda capek ga?" tanya Bayan sambil terus mencumbui istrinya.
"Dikit," sahut Anna jujur.
Jawaban sang istri membuat Bayan menghentikan aksinya. Ia menghela nafas panjang lalu mengurai pelukannya.
"Kalo gitu Bunda istirahat aja ya," kata Bayan sambil menggamit lengan sang istri lalu membawanya ke tempat tidur.
"Emangnya gapapa Yah ?. Ayah ikhlas nih ?" tanya Anna tak enak hati.
"Ikhlas kok. Seharian Kamu kan sibuk ngurus pesta Nathan, jadi wajar kalo Kamu capek. Apalagi Kamu lagi hamil sekarang. Istirahat ya, ga usah pake ga enak sama Aku. Kita bisa lakuin itu lain kali. Iya kan Sayang ?" tanya Bayan hingga membuat wajah Anna bersemu merah.
"Makasih ya Ayah. Kamu pengertian banget sih," puji Anna sambil mengusap pipi sang suami dengan lembut.
Bayan tersenyum lalu membantu menyusun bantal agar Anna bisa berbaring dengan nyaman.
"Ayah mau kemana ?, ga tidur juga ?" tanya Anna saat melihat sang suami bersiap keluar kamar.
"Ada kerjaan yang harus Ayah selesaikan Bund. Dikit kok. Nanti Ayah balik lagi," sahut Bayan.
"Beneran ya. Jangan tidur di ruang kerja kaya kemarin ya Yah. Aku takut tidur sendirian," kata Anna lirih.
"Ok. Aku ngecek berkas yang mau dibawa besok pagi aja kok. Kalo besok khawatir ga sempet. Kan Kamu tau sendiri gimana Nathan kalo bangun pagi," kata Bayan sambil tersenyum.
Anna pun mengangguk dan terpaksa merelakan suaminya pergi ke ruang kerja. Anna menghela nafas panjang sambil kembali mengingat awal ia dan Bayan menikah.
Semuanya begitu cepat dan indah. Anna merasa dicintai. Bayan begitu tulus padanya. Tak ada sesuatu yang mereka rahasiakan karena mereka memang ingin memulai semuanya dengan kejujuran dan keterbukaan.
Anna menjalani hari-harinya dengan bahagia. Bayan memberi Anna kebebasan untuk beraktifitas. Bahkan Anna masih bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai salah satu staf Accounting di perusahaan swasta. Namun semua berbeda saat Nathan hadir mewarnai hidup mereka.
Sejak Nathan lahir, Anna memutuskan resign dari pekerjaannya karena ingin fokus mengasuh Nathan dengan kedua tangannya sendiri. Anna hanya mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga namun menolak baby sitter yang ditawarkan suaminya.
Tapi seiring waktu, Nathan bertambah besar dan aktif. Itu sedikit menyulitkan Anna apalagi saat ini Anna sedang hamil. Nampaknya Anna perlu memikirkan saran sang suami untuk mempekerjakan seorang pengasuh anak.
Karena lelah memikirkan rencana untuk Nathan, Anna pun tertidur.
\=\=\=\=\=
Bayan masih sibuk menyusun urutan berkas meeting yang harus dibawanya besok. Biasanya itu disiapkan oleh Rama. Tapi karena Rama telah membantu mempersiapkan pesta ulang tahun Nathan, Bayan pun mengalah.
Beberapa saat kemudian Bayan selesai mengemasi berkasnya. Ia menghela nafas panjang lalu duduk bersandar di kursi.
Sambil menghisap rokok, Bayan pun kembali mengingat keseruan pesta ulang tahun sang anak. Ia bahagia melihat anak dan istrinya bahagia.
Namun senyum Bayan memudar saat ia teringat ucapan Nathan tentang badut aneh yang dilihatnya. Jujur Bayan sempat merasa khawatir tadi. Entah mengapa ucapan Nathan mengingatkannya pada sosok hantu kuyang jelmaan mendiang istrinya. Apalagi setelah itu Bayan juga melihat sekelebat bayangan mirip kepala tanpa badan melesat cepat di angkasa.
"Apa itu kuyang, tapi mustahil. Bukannya kuyang itu siluman yang selalu keluar di malam hari. Yang tadi itu pasti cuma ilusi. Masa iya kuyang melintas di angkasa saat matahari sedang bersinar terik," batin Bayan sambil menggeleng gusar.
Karena tak mendapat jawaban dari pertanyaannya sendiri, Bayan pun bangkit. Setelah menutup pintu ruang kerja Bayan pun bergegas pergi ke kamar.
Ia tersenyum melihat Anna yang terlelap. Dengan hati-hati Bayan ikut berbaring di samping istrinya. Dan tak butuh waktu lama Bayan pun telah menyusul Anna pergi ke alam mimpi.
\=\=\=\=\=
Seperti biasa, suasana pagi hari di meja makan selalu kacau. Itu karena Nathan terus merengek meminta sesuatu. Bayan dengan sabar membujuk Nathan hingga bocah tiga tahun itu mau mengunyah sarapannya.
Anna yang duduk di kursi lain tampak menggelengkan kepala melihat tingkah Nathan yang hyper aktif itu. Walau bukan dirinya yang membujuk Nathan, tapi Anna ikut dibuat frustasi.
"Kayanya Kita harus mulai pikirkan dengan serius saran Kamu tempo hari Yah," kata Anna saat melihat Nathan mulai tenang.
"Saran yang mana Bund ?" tanya Bayan.
"Soal pengasuh untuk Nathan Yah," sahut Anna cepat hingga membuat Bayan tersenyum.
"Kenapa ?, Kamu mulai lelah ya mengasuh Nathan yang banyak maunya ini ?" tanya Bayan.
"Iya Yah. Kehamilanku udah besar. Persalinan bisa terjadi kapan aja, entah maju atau mundur dari HPL. Aku khawatir saat itu tiba Nathan justru lagi tantrum dan ga mau diasuh siapa pun. Kita harus mulai membiasakan Nathan dengan orang lain yang bakal jadi pengasuhnya mulai sekarang supaya ga repot nanti," sahut Anna sambil mengusap perutnya yang membuncit itu.
"Masuk akal juga. Kalo gitu Aku bakal cari info dimana bisa dapat pengasuh yang baik. Atau kalo Bunda punya kenalan, bisa minta tolong cariin sekalian," kata Bayan.
"Ga harus dari yayasan penyalur asisten rumah tangga kan Yah. Orang biasa juga boleh kok. Asal telaten, sabar dan sayang sama Anak kecil itu juga udah cukup," kata Anna.
"Betul," sahut Bayan sambil tersenyum.
Anna ikut tersenyum karena ternyata Bayan setuju dengan idenya.
Setelah mengantar Bayan berangkat bekerja ke teras rumah, Anna pun bergegas menghubungi sahabatnya.
Anna menyampaikan kriteria pengasuh anak yang ia inginkan kepada sang sahabat.
"Kalo bisa secepatnya ya Hes," pinta Anna.
"Ok," sahut Hesti dari seberang telephon.
Setelah menyampaikan maksudnya Anna pun melangkah ke ruang tengah dimana sang anak sedang bermain seorang diri dengan mainannya.
Anna duduk sambil mengamati Nathan bermain. Sesekali ia tersenyum mendengar celotehan Nathan. Saat itu Nathan sedang memainkan dua orang pria yang sedang 'ngobrol'. Tapi Anna sedikit bergidik saat mendengar kalimat Nathan. Salah satu tokoh yang dimainkan Nathan mengatakan jika ia melihat hantu kepala terbang di atap Rumah.
"Darimana anak sekecil Nathan tau ada makhluk semacam itu," batin Anna gusar.
Anna pun berusaha menetralisir rasa takutnya dan meminta Nathan mengganti topik pembicaraan. Berhasil. Nathan pun mulai beralih memanjat tiang box bayi sambil menirukan suara cicak.
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Wulan Sari
jangan2 yang jadi pengasuhnya c Nathan kelamaan kuyang senja
2024-01-01
1