16. Itu Kuyang ?

Malam telah larut saat Bayan dan keluarga kecilnya tiba di kediaman mereka.

Pesta kebun untuk merayakan pertambahan usia Nathan telah berakhir sore hari. Namun Nathan yang suka dengan kuda baru bisa dibujuk pulang setelah hari mulai gelap.

Bayan melangkah ke kamar sang anak sambil menggendong si kecil. Ia berniat menidurkan Nathan di kamarnya. Sejak istrinya hamil, tugas menidurkan Nathan beralih padanya danq Bayan sama sekali tak keberatan karena tak ingin sang istri kelelahan. Apalagi kehamilan istrinya sudah lumayan besar.

Nathan tidur dengan cepat. Nampaknya bocah berusia tiga tahun itu memang kelelahan usai menyambut tamu yang hadir di pesta ulang tahunnya hari ini.

Bayan nampak takjub melihat Nathan tidur tanpa merengek seperti biasanya. Perlahan ia mengecup wajah sang anak lalu menyelimutinya dengan lembut. Bayan juga meletakkan mainan robot kesukaan Nathan di samping kiri. Biasanya bocah itu terjaga saat tengah malam dan akan tenang saat menyentuh robot kesayangannya itu.

Setelah memastikan sang anak tidur dengan nyaman, Bayan pun keluar dari kamar. Kemudian ia beralih mengecek pintu dan jendela. Meski telah dilakukan oleh asisten rumah tangga tadi, tapi Bayan selalu mengecek ulang hanya demi keamanan.

Setelah memadamkan lampu di ruang utama, Bayan pun masuk ke kamar. Ia tersenyum saat melihat sang istri baru saja selesai berganti pakaian dengan gaun rumahan yang simple namun terlihat cantik saat Anna kenakan.

"Duh cantiknya Istriku. Jadi tambah sayang deh," kata Bayan sambil memeluk sang istri dari belakang.

Anna tersenyum. Apalagi saat Bayan mendaratkan ciuman mesra di lehernya. Mengerti jika sang suami menginginkannya, Anna pun menghentikan aktifitasnya yang sedang menyisir rambut itu.

"Kenapa Yah ?" tanya Anna sambil menatap suaminya dari pantulan cermin.

"Gapapa. Bunda capek ga?" tanya Bayan sambil terus mencumbui istrinya.

"Dikit," sahut Anna jujur.

Jawaban sang istri membuat Bayan menghentikan aksinya. Ia menghela nafas panjang lalu mengurai pelukannya.

"Kalo gitu Bunda istirahat aja ya," kata Bayan sambil menggamit lengan sang istri lalu membawanya ke tempat tidur.

"Emangnya gapapa Yah ?. Ayah ikhlas nih ?" tanya Anna tak enak hati.

"Ikhlas kok. Seharian Kamu kan sibuk ngurus pesta Nathan, jadi wajar kalo Kamu capek. Apalagi Kamu lagi hamil sekarang. Istirahat ya, ga usah pake ga enak sama Aku. Kita bisa lakuin itu lain kali. Iya kan Sayang ?" tanya Bayan hingga membuat wajah Anna bersemu merah.

"Makasih ya Ayah. Kamu pengertian banget sih," puji Anna sambil mengusap pipi sang suami dengan lembut.

Bayan tersenyum lalu membantu menyusun bantal agar Anna bisa berbaring dengan nyaman.

"Ayah mau kemana ?, ga tidur juga ?" tanya Anna saat melihat sang suami bersiap keluar kamar.

"Ada kerjaan yang harus Ayah selesaikan Bund. Dikit kok. Nanti Ayah balik lagi," sahut Bayan.

"Beneran ya. Jangan tidur di ruang kerja kaya kemarin ya Yah. Aku takut tidur sendirian," kata Anna lirih.

"Ok. Aku ngecek berkas yang mau dibawa besok pagi aja kok. Kalo besok khawatir ga sempet. Kan Kamu tau sendiri gimana Nathan kalo bangun pagi," kata Bayan sambil tersenyum.

Anna pun mengangguk dan terpaksa merelakan suaminya pergi ke ruang kerja. Anna menghela nafas panjang sambil kembali mengingat awal ia dan Bayan menikah.

Semuanya begitu cepat dan indah. Anna merasa dicintai. Bayan begitu tulus padanya. Tak ada sesuatu yang mereka rahasiakan karena mereka memang ingin memulai semuanya dengan kejujuran dan keterbukaan.

Anna menjalani hari-harinya dengan bahagia. Bayan memberi Anna kebebasan untuk beraktifitas. Bahkan Anna masih bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai salah satu staf Accounting di perusahaan swasta. Namun semua berbeda saat Nathan hadir mewarnai hidup mereka.

Sejak Nathan lahir, Anna memutuskan resign dari pekerjaannya karena ingin fokus mengasuh Nathan dengan kedua tangannya sendiri. Anna hanya mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga namun menolak baby sitter yang ditawarkan suaminya.

Tapi seiring waktu, Nathan bertambah besar dan aktif. Itu sedikit menyulitkan Anna apalagi saat ini Anna sedang hamil. Nampaknya Anna perlu memikirkan saran sang suami untuk mempekerjakan seorang pengasuh anak.

Karena lelah memikirkan rencana untuk Nathan, Anna pun tertidur.

\=\=\=\=\=

Bayan masih sibuk menyusun urutan berkas meeting yang harus dibawanya besok. Biasanya itu disiapkan oleh Rama. Tapi karena Rama telah membantu mempersiapkan pesta ulang tahun Nathan, Bayan pun mengalah.

Beberapa saat kemudian Bayan selesai mengemasi berkasnya. Ia menghela nafas panjang lalu duduk bersandar di kursi.

Sambil menghisap rokok, Bayan pun kembali mengingat keseruan pesta ulang tahun sang anak. Ia bahagia melihat anak dan istrinya bahagia.

Namun senyum Bayan memudar saat ia teringat ucapan Nathan tentang badut aneh yang dilihatnya. Jujur Bayan sempat merasa khawatir tadi. Entah mengapa ucapan Nathan mengingatkannya pada sosok hantu kuyang jelmaan mendiang istrinya. Apalagi setelah itu Bayan juga melihat sekelebat bayangan mirip kepala tanpa badan melesat cepat di angkasa.

"Apa itu kuyang, tapi mustahil. Bukannya kuyang itu siluman yang selalu keluar di malam hari. Yang tadi itu pasti cuma ilusi. Masa iya kuyang melintas di angkasa saat matahari sedang bersinar terik," batin Bayan sambil menggeleng gusar.

Karena tak mendapat jawaban dari pertanyaannya sendiri, Bayan pun bangkit. Setelah menutup pintu ruang kerja Bayan pun bergegas pergi ke kamar.

Ia tersenyum melihat Anna yang terlelap. Dengan hati-hati Bayan ikut berbaring di samping istrinya. Dan tak butuh waktu lama Bayan pun telah menyusul Anna pergi ke alam mimpi.

\=\=\=\=\=

Seperti biasa, suasana pagi hari di meja makan selalu kacau. Itu karena Nathan terus merengek meminta sesuatu. Bayan dengan sabar membujuk Nathan hingga bocah tiga tahun itu mau mengunyah sarapannya.

Anna yang duduk di kursi lain tampak menggelengkan kepala melihat tingkah Nathan yang hyper aktif itu. Walau bukan dirinya yang membujuk Nathan, tapi Anna ikut dibuat frustasi.

"Kayanya Kita harus mulai pikirkan dengan serius saran Kamu tempo hari Yah," kata Anna saat melihat Nathan mulai tenang.

"Saran yang mana Bund ?" tanya Bayan.

"Soal pengasuh untuk Nathan Yah," sahut Anna cepat hingga membuat Bayan tersenyum.

"Kenapa ?, Kamu mulai lelah ya mengasuh Nathan yang banyak maunya ini ?" tanya Bayan.

"Iya Yah. Kehamilanku udah besar. Persalinan bisa terjadi kapan aja, entah maju atau mundur dari HPL. Aku khawatir saat itu tiba Nathan justru lagi tantrum dan ga mau diasuh siapa pun. Kita harus mulai membiasakan Nathan dengan orang lain yang bakal jadi pengasuhnya mulai sekarang supaya ga repot nanti," sahut Anna sambil mengusap perutnya yang membuncit itu.

"Masuk akal juga. Kalo gitu Aku bakal cari info dimana bisa dapat pengasuh yang baik. Atau kalo Bunda punya kenalan, bisa minta tolong cariin sekalian," kata Bayan.

"Ga harus dari yayasan penyalur asisten rumah tangga kan Yah. Orang biasa juga boleh kok. Asal telaten, sabar dan sayang sama Anak kecil itu juga udah cukup," kata Anna.

"Betul," sahut Bayan sambil tersenyum.

Anna ikut tersenyum karena ternyata Bayan setuju dengan idenya.

Setelah mengantar Bayan berangkat bekerja ke teras rumah, Anna pun bergegas menghubungi sahabatnya.

Anna menyampaikan kriteria pengasuh anak yang ia inginkan kepada sang sahabat.

"Kalo bisa secepatnya ya Hes," pinta Anna.

"Ok," sahut Hesti dari seberang telephon.

Setelah menyampaikan maksudnya Anna pun melangkah ke ruang tengah dimana sang anak sedang bermain seorang diri dengan mainannya.

Anna duduk sambil mengamati Nathan bermain. Sesekali ia tersenyum mendengar celotehan Nathan. Saat itu Nathan sedang memainkan dua orang pria yang sedang 'ngobrol'. Tapi Anna sedikit bergidik saat mendengar kalimat Nathan. Salah satu tokoh yang dimainkan Nathan mengatakan jika ia melihat hantu kepala terbang di atap Rumah.

"Darimana anak sekecil Nathan tau ada makhluk semacam itu," batin Anna gusar.

Anna pun berusaha menetralisir rasa takutnya dan meminta Nathan mengganti topik pembicaraan. Berhasil. Nathan pun mulai beralih memanjat tiang box bayi sambil menirukan suara cicak.

\=\=\=\=\=

Terpopuler

Comments

Wulan Sari

Wulan Sari

jangan2 yang jadi pengasuhnya c Nathan kelamaan kuyang senja

2024-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. Bayan Dan Senja
2 2. Menghadapi Masalah
3 3. Jadi Teman
4 4. Mimpi Senja
5 5. Tentang Genta
6 6. Ungkapan Hati Bayan
7 7. Karto Mundur
8 8. Rahasia Senja
9 9. Hubungan Darah
10 10. Mengejar Rusti
11 11. Pengakuan Senja
12 12. Kyai Mustafa
13 13. Peternakan
14 14. Malam Eksekusi
15 15. Move On
16 16. Itu Kuyang ?
17 17. Pengasuh Baru
18 18. Menjelang Persalinan
19 19. Kekhawatiran Bayan
20 20. Yumi Liat Juga
21 21. Bayangan Di Jendela
22 22. Ngambek
23 23. Panggilin Ustadz Mustafa
24 24. Membuat Janji
25 25. Therapy
26 26. Mimpi Ustadz Mustafa
27 27. Rahasia
28 28. Suara Mendesis
29 29. Security Baru
30 30. Luka Mona
31 31. Kepastian
32 32. Kuyang Lain
33 33. Istri Rama
34 34. Rama Panik
35 35. Dimana Kayla ?
36 36. Sudah Ditandai
37 37. Dia Datang
38 38. Makhluk Rambut Bola
39 39. Terluka Parah
40 40. Terima Kenyataan
41 41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42 42. Menyimpan Rapat
43 43. Tentang Rama
44 44. Tekad Rama
45 45. Nathan Liat Apa ?
46 46. Ga Perlu Takut
47 47. Coretan Tangan Nicko
48 48. Ngikutin Abang !
49 49. Cemas
50 50. Mengungsi
51 51. Hantu Bingung
52 52. Ga Ada Lagi
53 53. Mau Melamar
54 54. Ke Semarang
55 55. Juara Harapan
56 56. Mimpi Buruk Nicko
57 57. Lukisan Di Ruang Tamu
58 58. Wisata Malam
59 59. Kok Ada Juga ?
60 60. Berita Buruk
61 61. Ngapain Di Sana ?
62 62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63 63. Diana
64 64. Kuyang Senior ?
65 65. Gosip Diana
66 66. Dihantui
67 67. Kok Takut ...?
68 68. Ayah Datang
69 69. Aroma Mirip Senja
70 70. Wanita Jelmaan Kuyang
71 71. Permintaan Atau Perintah ?
72 72. Mengejar Kuyang
73 73. Sudah Kedua Kalinya
74 74. Cinta Jadi Benci
75 75. Masih Tentang Ira
76 76. Palasik !
77 77. Gempar !
78 78. Tak Punya Hubungan
79 79. Titisan Siluman
80 80. Gelagat Tak Biasa
81 81. Kemana Iis ?
82 82. Lapor Polisi
83 83. Gumpalan Kertas
84 84. Barang Bukti
85 85. Apa ... ?!
86 86. Berpisah
87 87. Pekerjaan Nathan
88 88. Disantet
89 89. Hampir Terjebak Hasrat
90 90. Ke Klinik
91 91. Diruqyah
92 92. Ada Gosip ...
93 93. Bau ...!
94 94. Haris Kalah
95 95. Kenapa Resign ?
96 96. Dicium ?!
97 97. Cewek Bergaun Kuning
98 98. Lamaran Sepihak
99 99. Masuk Perusahaan
100 100. Teman Lama
101 101. Calon Pengantin
102 102. Mia Pergi
103 103. Bukan Murni Kecelakaan
104 104. Dendam Rosiana
105 105. Keluarga Rosiana
106 106. Dia Bukan Saba
107 107. Panggil Abang Aja ...
108 108. Bahagia Di Tengah Duka
109 109. Bayi Fikri
110 110. Sidang Perdana Rosiana
111 111. Menatap Mak Ejah
112 112. Bayan Kemana ?
113 113. Mengincar Arafah
114 114. Mau Ngejar Maling
115 115. Tanda Lahir Itu ...
116 116. Bayan Pulang
117 117. Gara - Gara Jojo
118 118. Wanita Itu Adalah ...
119 119. Dimana Anakmu ?
120 120. Dugaan Bayan
121 121. Jutek Amat
122 122. Jati Diri Fikri
123 123. Persalinan Darurat
124 124. Hilya
125 125. Kejadian Ga Wajar
126 126. Tes DNA
127 127. Ternyata Keluarga ...
128 128. Ketemu Mak Ejah
129 129. Kematian Misterius
130 130. Tak Terekam CCTV
131 131. Siapa Yah ?
132 132. Hilya Ditangkap Polisi
133 133. Harus Diantar
134 134. Siluman Babi ?
135 135. Dikejar Siluman
136 136. Hampir Saja
137 137. Mau Nikah
138 138. Terjawab
139 139. Kegelisahan Fikri
140 140. Siapa Ibuku ...?
141 141. Ga Sabaran
142 142. Ngeliat Ibu
143 143. Mempertemukan
144 144. Ancaman Mak Ejah
145 145. Tubuh Tanpa Kepala
146 146. Serangan Siluman Kuyang
147 147. Bertobat lah ...
148 148. Luka Bayan
149 149. Kasih Dia Waktu
150 150. Cewek Lain
151 151. Arafah Sakit
152 152. Kabar Gembira
153 153. Tolong Jangan Arafah ...
154 154. Rindu Yang Salah
155 155. Belum Ada Obatnya
156 156. Arafah Hilang
157 157. Bayan Menunggui Arafah
158 158. Arafah Kenapa ?
159 159. Kehilangan
160 160. Nujuh Hari
161 161. Jasad Arafah Hilang !
162 162. Ketemu ...!
163 163. Mirip Kuntilanak
164 164. Ancaman Ramadhanti
165 165. Keluhan Ramadhanti
166 166. Solusi Untuk Ayu
167 167. Meruqyah Ayu
168 168. Mendahului Takdir
169 169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170 170. Ayah Kandung Hilya
171 171. Maafkan Ayah ...
172 172. Ga Mungkin ...
173 173. Jasad Heri
174 174. Drama Keluarga Heri
175 175. Menjalankan Kewajiban
176 176. Pasien Hilya
177 177. Bayi Lupita
178 178. Hantu Di Kkinik
179 179. Lapor Polisi
180 180. Lupita Datang
181 181. Mimpi Buruk Fikri
182 182. Test Pack
183 183. Pernah Liat Kuyang
184 184. Klinik Hilya
185 185. Bu Rosi
186 186. Capek ?
187 187. Terkejut
188 188. Siapa Rosi ?
189 189. Usaha Nathan Dan Hilya
190 190. Senja ...?
191 191. Kenapa Rosi ?
192 192. Informasi Baru
193 193. Ayu Melahirkan
194 194. Positif ...
195 195. Mengawasi
196 196. Dugaan Bayan
197 197. Pembunuhan Di Klinik
198 198. Interogasi
199 199. Masa Lalu Rosi
200 200. Tanda Tanya
201 201. Ternyata Rosi ...
202 202. Suami Rosi
203 203. Pembalasan Rosi
204 204. Kekejaman Rosi
205 205. Pengakuan Rosi
206 206. Rosi Kembali ...
207 207. Hilya Jatuh
208 208. Musang ?
209 209. Berhasil Mengusir
210 210. Siapa Di Ruang Bersalin
211 211. Kabar dari Dokter
212 212. Kembar Tiga
213 213. Kalah Dan Meninggal
214 214. Ke Rumah Duka
215 215. Pasien RSJ
216 216. Rusuh
217 217. Rosi Kabur
218 218. Kecelakaan
219 219. Di Tempat Yang Sama
220 220. Terdeteksi
221 221. Dapat Info
222 222. Sekarang Yah ...!
223 223. Keputusan Nathan
224 224. Menunda Operasi ?
225 225. Lebih Menyeramkan
226 226. Nekat Menerobos
227 227. Ada Apa ?!
228 228. Ucapan Hilya
229 229.Bingung Memilih
230 230. Menangis Bersamaan
231 231. Provokasi Siluman Kuyang
232 232. Berhasil Melukai
233 233. Tak masuk akal
234 234. Begitu Mirip
235 235. Masa Lalu
236 236. Dimana Senja ?
237 237. Ikuti Aku ...
238 238. Dikejar Anjing
239 239. Pesan Mak Paraji
240 240. Mengenaskan
241 241. Permintaan Terakhir Rosi
242 242. Solusi Untuk Rosi
243 243. Aqiqah Akbar
244 244. Telephon Dari Peternakan
245 245. Menjenguk Rosi
246 246. Meledak Dan Terbakar
247 247. Senja Hadir
248 248. Bayan Siuman
249 249. Koma ...
Episodes

Updated 249 Episodes

1
1. Bayan Dan Senja
2
2. Menghadapi Masalah
3
3. Jadi Teman
4
4. Mimpi Senja
5
5. Tentang Genta
6
6. Ungkapan Hati Bayan
7
7. Karto Mundur
8
8. Rahasia Senja
9
9. Hubungan Darah
10
10. Mengejar Rusti
11
11. Pengakuan Senja
12
12. Kyai Mustafa
13
13. Peternakan
14
14. Malam Eksekusi
15
15. Move On
16
16. Itu Kuyang ?
17
17. Pengasuh Baru
18
18. Menjelang Persalinan
19
19. Kekhawatiran Bayan
20
20. Yumi Liat Juga
21
21. Bayangan Di Jendela
22
22. Ngambek
23
23. Panggilin Ustadz Mustafa
24
24. Membuat Janji
25
25. Therapy
26
26. Mimpi Ustadz Mustafa
27
27. Rahasia
28
28. Suara Mendesis
29
29. Security Baru
30
30. Luka Mona
31
31. Kepastian
32
32. Kuyang Lain
33
33. Istri Rama
34
34. Rama Panik
35
35. Dimana Kayla ?
36
36. Sudah Ditandai
37
37. Dia Datang
38
38. Makhluk Rambut Bola
39
39. Terluka Parah
40
40. Terima Kenyataan
41
41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42
42. Menyimpan Rapat
43
43. Tentang Rama
44
44. Tekad Rama
45
45. Nathan Liat Apa ?
46
46. Ga Perlu Takut
47
47. Coretan Tangan Nicko
48
48. Ngikutin Abang !
49
49. Cemas
50
50. Mengungsi
51
51. Hantu Bingung
52
52. Ga Ada Lagi
53
53. Mau Melamar
54
54. Ke Semarang
55
55. Juara Harapan
56
56. Mimpi Buruk Nicko
57
57. Lukisan Di Ruang Tamu
58
58. Wisata Malam
59
59. Kok Ada Juga ?
60
60. Berita Buruk
61
61. Ngapain Di Sana ?
62
62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63
63. Diana
64
64. Kuyang Senior ?
65
65. Gosip Diana
66
66. Dihantui
67
67. Kok Takut ...?
68
68. Ayah Datang
69
69. Aroma Mirip Senja
70
70. Wanita Jelmaan Kuyang
71
71. Permintaan Atau Perintah ?
72
72. Mengejar Kuyang
73
73. Sudah Kedua Kalinya
74
74. Cinta Jadi Benci
75
75. Masih Tentang Ira
76
76. Palasik !
77
77. Gempar !
78
78. Tak Punya Hubungan
79
79. Titisan Siluman
80
80. Gelagat Tak Biasa
81
81. Kemana Iis ?
82
82. Lapor Polisi
83
83. Gumpalan Kertas
84
84. Barang Bukti
85
85. Apa ... ?!
86
86. Berpisah
87
87. Pekerjaan Nathan
88
88. Disantet
89
89. Hampir Terjebak Hasrat
90
90. Ke Klinik
91
91. Diruqyah
92
92. Ada Gosip ...
93
93. Bau ...!
94
94. Haris Kalah
95
95. Kenapa Resign ?
96
96. Dicium ?!
97
97. Cewek Bergaun Kuning
98
98. Lamaran Sepihak
99
99. Masuk Perusahaan
100
100. Teman Lama
101
101. Calon Pengantin
102
102. Mia Pergi
103
103. Bukan Murni Kecelakaan
104
104. Dendam Rosiana
105
105. Keluarga Rosiana
106
106. Dia Bukan Saba
107
107. Panggil Abang Aja ...
108
108. Bahagia Di Tengah Duka
109
109. Bayi Fikri
110
110. Sidang Perdana Rosiana
111
111. Menatap Mak Ejah
112
112. Bayan Kemana ?
113
113. Mengincar Arafah
114
114. Mau Ngejar Maling
115
115. Tanda Lahir Itu ...
116
116. Bayan Pulang
117
117. Gara - Gara Jojo
118
118. Wanita Itu Adalah ...
119
119. Dimana Anakmu ?
120
120. Dugaan Bayan
121
121. Jutek Amat
122
122. Jati Diri Fikri
123
123. Persalinan Darurat
124
124. Hilya
125
125. Kejadian Ga Wajar
126
126. Tes DNA
127
127. Ternyata Keluarga ...
128
128. Ketemu Mak Ejah
129
129. Kematian Misterius
130
130. Tak Terekam CCTV
131
131. Siapa Yah ?
132
132. Hilya Ditangkap Polisi
133
133. Harus Diantar
134
134. Siluman Babi ?
135
135. Dikejar Siluman
136
136. Hampir Saja
137
137. Mau Nikah
138
138. Terjawab
139
139. Kegelisahan Fikri
140
140. Siapa Ibuku ...?
141
141. Ga Sabaran
142
142. Ngeliat Ibu
143
143. Mempertemukan
144
144. Ancaman Mak Ejah
145
145. Tubuh Tanpa Kepala
146
146. Serangan Siluman Kuyang
147
147. Bertobat lah ...
148
148. Luka Bayan
149
149. Kasih Dia Waktu
150
150. Cewek Lain
151
151. Arafah Sakit
152
152. Kabar Gembira
153
153. Tolong Jangan Arafah ...
154
154. Rindu Yang Salah
155
155. Belum Ada Obatnya
156
156. Arafah Hilang
157
157. Bayan Menunggui Arafah
158
158. Arafah Kenapa ?
159
159. Kehilangan
160
160. Nujuh Hari
161
161. Jasad Arafah Hilang !
162
162. Ketemu ...!
163
163. Mirip Kuntilanak
164
164. Ancaman Ramadhanti
165
165. Keluhan Ramadhanti
166
166. Solusi Untuk Ayu
167
167. Meruqyah Ayu
168
168. Mendahului Takdir
169
169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170
170. Ayah Kandung Hilya
171
171. Maafkan Ayah ...
172
172. Ga Mungkin ...
173
173. Jasad Heri
174
174. Drama Keluarga Heri
175
175. Menjalankan Kewajiban
176
176. Pasien Hilya
177
177. Bayi Lupita
178
178. Hantu Di Kkinik
179
179. Lapor Polisi
180
180. Lupita Datang
181
181. Mimpi Buruk Fikri
182
182. Test Pack
183
183. Pernah Liat Kuyang
184
184. Klinik Hilya
185
185. Bu Rosi
186
186. Capek ?
187
187. Terkejut
188
188. Siapa Rosi ?
189
189. Usaha Nathan Dan Hilya
190
190. Senja ...?
191
191. Kenapa Rosi ?
192
192. Informasi Baru
193
193. Ayu Melahirkan
194
194. Positif ...
195
195. Mengawasi
196
196. Dugaan Bayan
197
197. Pembunuhan Di Klinik
198
198. Interogasi
199
199. Masa Lalu Rosi
200
200. Tanda Tanya
201
201. Ternyata Rosi ...
202
202. Suami Rosi
203
203. Pembalasan Rosi
204
204. Kekejaman Rosi
205
205. Pengakuan Rosi
206
206. Rosi Kembali ...
207
207. Hilya Jatuh
208
208. Musang ?
209
209. Berhasil Mengusir
210
210. Siapa Di Ruang Bersalin
211
211. Kabar dari Dokter
212
212. Kembar Tiga
213
213. Kalah Dan Meninggal
214
214. Ke Rumah Duka
215
215. Pasien RSJ
216
216. Rusuh
217
217. Rosi Kabur
218
218. Kecelakaan
219
219. Di Tempat Yang Sama
220
220. Terdeteksi
221
221. Dapat Info
222
222. Sekarang Yah ...!
223
223. Keputusan Nathan
224
224. Menunda Operasi ?
225
225. Lebih Menyeramkan
226
226. Nekat Menerobos
227
227. Ada Apa ?!
228
228. Ucapan Hilya
229
229.Bingung Memilih
230
230. Menangis Bersamaan
231
231. Provokasi Siluman Kuyang
232
232. Berhasil Melukai
233
233. Tak masuk akal
234
234. Begitu Mirip
235
235. Masa Lalu
236
236. Dimana Senja ?
237
237. Ikuti Aku ...
238
238. Dikejar Anjing
239
239. Pesan Mak Paraji
240
240. Mengenaskan
241
241. Permintaan Terakhir Rosi
242
242. Solusi Untuk Rosi
243
243. Aqiqah Akbar
244
244. Telephon Dari Peternakan
245
245. Menjenguk Rosi
246
246. Meledak Dan Terbakar
247
247. Senja Hadir
248
248. Bayan Siuman
249
249. Koma ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!