Karto memandang senyum diwajah cantik putrinya, Sarah.
" Ayah lagi cari angin...," kata Karto asal.
" Tadi dicariin sama Mas Bayan...," kata Sarah lagi.
" Sebentar lagi Ayah kesana, masih ada tamu, ga enak...," jawab Karto.
Sarah pun meninggalkan ayahnya di beranda samping rumah.
Karto masih tak terima jika Bayan harus menikahi gadis itu. Tapi Karto menghadapi dilema karenanya.
\=\=\=\=\=
Hari pernikahan Senja dan Bayan sudah di depan mata. Persiapan pun dilakukan dengan sebaik mungkin.Meskipun harus melibatkan banyak orang dan mengeluarkan uang yang banyak, Bayan tak peduli. Ia hanya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Senja.
Senja yang sebatang kara itu pun seperti mimpi mendapatkan suami yang sangat mencintainya.
Pesta pernikahan Senja dan Bayan berlangsung meriah. Banyak tamu yang hadir dan memberikan doa untuk mereka. Kolega bisnis Bayan hadir dan memberikan selamat.
" Akhirnya, lengkap sudah hidup Pak Bayan dengan kehadiran seorang istri...," ujar mereka.
" Bener, Saya merasa kehadiran istri Saya melengkapi hidup Saya, menjadikannya lebih berwarna dan berarti...," jawab Bayan sambil tersenyum manis kearah Senja.
Karto yang turut hadir masih menyembunyikan kehadirannya di depan Senja. Entah lah, ia enggan mengakui Senja sebagai istri majikannya.
Setelah pesta pernikahan yang meriah itu, Bayan membawa Senja untuk honey moon ke sebuah pulau kecil di kepulauan Seribu.
Disana mereka menghabiskan waktu berdua lebih lama dan intens.
Bayan bersyukur bisa memiliki Senja dalam hidupnya.
" Sayang..., jangan percaya kalo ada wanita yang ngaku kenal sama Aku, pacar Aku atau bahkan hamil anak Aku...," kata Bayan sambil merapikan rambut Senja yang tertiup angin.
" Emang ada yang bakal kaya gitu ?" tanya Senja.
" Pasti. Dan Kamu harus percaya sama Aku...," kata Bayan lagi.
" Percaya apa...?" tanya Senja lagi.
" Percaya kalo Aku ga bakal khianatin Kamu dan pernikahan Kita...," jawab Bayan sambil mencium bibir istrinya dengan lembut.
Senja yang terbuai dengan kelembutan Bayan, hanya mengangguk mengerti.
\=\=\=\=\=
Kebahagiaan Bayan dan Senja seperti tak ada habisnya. Tapi kebahagiaan itu sedikit ternoda.
Tiba-tiba Karto mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai supir pribadi Bayan.
Bayan terkejut dan menanyakan alasan Karto berhenti dari pekerjaannya.
" Saya sudah tua Mas, mata juga sudah ga awas. keluarga Saya minta agar Saya istirahat saja di rumah...," kata Karto sambil menunduk.
" Tapi ini mendadak banget lho Pak. Pak Karto ga bilang apa-apa sebelumnya...," kata Bayan datar.
" Maaf sebelumnya, Saya mau bilang sebelum Mas Bayan melamar Mbak Senja waktu itu. Tapi Mas sibuk banget, Saya ga tega...," jawab Karto.
Bayan menghela nafas berat. Ia sudah lama dilayani Karto yang sudah paham apa maunya. Ia malas jika harus mengajari orang baru lagi. Tapi alasan Karto memang masuk akal. Dan Bayan terpaksa mengalah. Ia menerima pengunduran diri Karto hari itu juga.
Bayan pulang dengan lesu.
" Lho kok pulang lesu banget sih Mas...?" tanya Senja sambil mencium punggung tangan Bayan.
" Ada sedikit masalah di kantor," jawab Bayan sambil mengendurkan dasinya dan duduk .
" Masalah ?, apa Kamu baik-baik aja...?" tanya Senja sambil menyodorkan kopi hangat buatannya.
" Mmm, ya mau gimana lagi," kata Bayan, "Pak Karto resign hari ini, alasannya udah tua, ga gesit lagi, jadi terpaksa Aku cari supir lagi...," keluh Bayan.
" Yang sabar ya sayang...," kata Senja lembut sambil mengelus punggung Bayan.
" Denger Kamu ngomong gitu hatiku sejuukk banget," kata Bayan merayu Senja.
Senja memalingkan wajah karena malu. Bayan membelai pipi dan mencium Senja dengan lembut. Beberapa saat mereka dalam keadaan seperti itu.
" Aduhh..., mesum tuh jangan disini dong, di kamar kek...!" kata Rama yang tiba-tiba masuk tanpa permisi sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Di belakangnya Riko nampak tertawa karena dapat tontonan gratis.
" Si*l** Lo, kenapa masuk ga permisi sih ?, untung masih pake baju, coba kalo gue lagi bu*il gimana...?!" tanya Bayan marah karena kesenangannya terganggu.
Senja yang merasa malu karena ketahuan sedang beradegan mesra dengan Bayan, langsung melesat masuk ke kamar dan bersembunyi disana.
" Ck, sorry. Kita lupa kalo disini udah ada Nyonya Bayan...," jawab Rama dengan mimik menyesal.
" Kenapa Lo ketawa aja daritadi ?" kata Bayan sambil melempar bantal sofa ke wajah Riko.
" Gue udah ngelarang Rama masuk daritadi, eh cuek aja. Jadilah dia liat tontonan dewasa, ha ha ha...," tawa Riko kembali meledak.
" Apaan sih, cuma kissing doang...," kata Bayan dengan wajah merah karena malu, " Lo pada belum married, jadi ga tau kalo lama ga ketemu istri tuh rasanya gimana...,"
" Baru tadi pagi ketemu, dasar penganten baru...!" cibir Rama.
Lalu mereka bertiga mulai membicarakan bisnis dan banyak hal diantara mereka. Sesekali Riko marah karena kesal, tapi segera diam saat Rama mulai bicara.
Malam hari sekitar jam sebelas mereka pun membubarkan diri. Rama dan Riko pulang, sedangkan Bayan langsung masuk ke dalam kamarnya. Dilihatnya Senja yang tertidur dengan posisi miring ke kiri.
" Udah tidur ya...?" tanya Bayan sambil mengecup kepala Senja dengan sayang.
" Mmm..., udah selesai urusannya?, apa mereka udah pulang ?" tanya Senja sambil mengerjapkan mata.
" Baru aja pulang. Maafin mereka ya, mereka ga sengaja tadi. Lagipula mereka udah biasa keluar masuk rumah ini tanpa permisi, Aku juga gitu kalo di rumah mereka...," kata Bayan mencoba meminta maaf untuk kelalaian sahabatnya.
" Iya, gapapa kok. Kamu udah makan ?" tanya Senja sambil tersenyum.
" Belum, Aku lapar, temani Aku makan yaa...," pinta Bayan.
Senja mengangguk dan segera turun dari tempat tidur untuk menyiapkan makan malam Bayan.
" Kamu mau kemana ?" tanya Bayan sambil mencekal tangan Senja.
" Mau siapin makan malam, kan Kamu lapar belum makan...," jawab Senja bingung.
" Aku tuh bukan mau makan nasi, tapi mau makan Kamu...," kata Bayan langsung menggendong tubuh Senja dan membawanya ke tempat tidur.
Senja menjerit kecil, agak terkejut dengan tindakan Bayan.
Dan malam itu mereka melanjutkan apa yang tertunda tadi karena kehadiran Rama dan Riko.
\=\=\=\=\=
Hari itu Bayan pergi keluar kota bersama Rama dan Riko untuk mengurus pekerjaan mereka.
" Emang berapa hari Kamu di Bali...?" tanya Senja sambil menyiapkan pakaian Bayan di koper.
" Dua atau tiga hari gitu. Kenapa ?, takut kesepian ya...?" goda Bayan sambil memeluk Senja dari belakang.
" Ga kebalik ?, bukannya Kamu yang ga bisa jauh dari Aku...?" sindir Senja tertawa.
" Iya sihhh, abis gimana lagi. Tugas ini juga sama pentingnya...," kata Bayan sambil membenamkan wajahnya di pundak istrinya.
" Kamu tenang aja, selesaikan tugasmu dan cepet pulang. Aku nunggu Kamu disini...," kata Senja sambil mencium kening suaminya.
Bayan tersenyum senang. Sekali lagi ia memeluk istrinya itu. Lalu keluar dari kamar sambil menyeret kopernya.
Di luar sudah ada Rama dan Riko yang bersandar malas di sofa ruang tengah. Saat melihat Bayan yang baru keluar dari kamar mereka pun menampakkan wajah sebal.
Bayan tertawa keras melihat ekspresi kedua sahabatnya itu. Sedangkan Senja ikut tersenyum melihat tingkah mereka.
" Cuma dua hari Yan, Lo kaya mau pergi setaon aja. Pamitannya tuh ga usah lebay bisa ga sih...," gerutu Riko.
" Ha ha ha..., Lo jangan marah dong. Makanya married sana, biar tau rasanya...," jawab Bayan tak mau kalah.
" Udah ah, bosen denger alasan ga mutu. Senja, Gue bawa suami aneh Lo ya. Jangan kangen lho...," kata Riko sambil tersenyum.
" Titip Mas Bayan ya, kalo macem-macem pukul aja...," canda Senja.
" Wahh tenang aja Senja. Kalo urusan pukul memukul, Gue jagonya...," jawab Rama sambil memperlihatkan otot tangannya.
Mereka berempat tertawa, lalu melangkah menuju halaman rumah. Mereka naik mobil yang sama dan melesat pergi, setelah Bayan mengecup kening Senja di hadapan kedua sahabatnya.
Malamnya, Senja yang sendiri di kamar besar itu mulai merasa keanehan pada tubuhnya
Ia merasa kejadian yang lama tak dialaminya muncul lagi. Saat melihat cermin...
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Wulan Sari
lanjut
2024-01-01
1
riko.CM😎
masih lanjut thorr😎😎😎
2023-08-11
0