Bayan menekuri lantai tanpa bergeming. Wajahnya bersimbah air mata. Nampaknya Bayan sangat terpukul mengingat kepergian Senja yang tragis itu.
Di sampingnya, Karto masih berdiri menemani. Ia juga sama menderitanya dengan Bayan karena kehilangan anak dan istrinya akibat kutukan itu.
" Mas Bayan, jangan kelamaan larut dalam kesedihan. Senja minta Saya untuk menjaga Mas Bayan. Dia pasti sedih kalo Mas Bayan kaya gini," kata Karto sedih.
" Ini terlalu mendadak Pak," rintih Bayan sambil mendekap baju terakhir Senja.
" Saya tau, tapi jangan kaya gini. Ini Udah tiga hari. Mas Bayan belum pulang kerumah, nanti semua orang bingung nyariin," kata Karto lagi.
" Untuk apa pulang kerumah ?. Ga ada Senja disana, ga ada istriku. Aku pulang untuk siapa Pak?!" tanya Bayan hingga membuat Karto terdiam.
" Assalamualaikum," sapa Kyai Mustafa dari ambang pintu.
" Wa alaikumsalam, mari Pak Kyai silakan masuk," kata Karto.
Kyai Mustafa duduk memandang Bayan yang nampak tak peduli akan kehadirannya. Kyai Mustafa menepuk halus punggung Bayan lalu meminta Bayan minum dan berwudhu dengan air yang telah ia ruqyah.
Bayan menuruti perintah gurunya itu. Setelah minum dan berwudhu, Bayan kembali menemui gurunya. Seolah baru tersadar dengan kehadiran Kyai Mustafa, Bayan pun menghampiri sang guru dan mencium punggung tangannya dengan takzim.
" Apa kabar Kyai?" sapa Bayan santun.
" Alhamdulillah baik. Kamu sendiri, gimana ?" tanya Kyai Mustafa.
" Saya masih sedikit shock Kyai, istri Saya pergi dengan cara ga lazim, Saya ...," mata Bayan kembali berkaca-kaca.
" Ikhlaskan mereka Bayan. Mereka sudah ada di tempat terbaik di sisi Allah. Senja adalah orang yang hebat. Dia mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan umat manusia dari kejahatan iblis. Dan dia juga ga mau anaknya jadi penerus iblis. Banggalah Kamu karena menjadi suaminya, suami dari seorang wanita hebat. Sebagai bentuk kasih sayang, doakan Senja dan bayi Kalian karena itu yang mereka butuhkan sekarang," kata Kyai Mustafa.
Bayan mendengarkan penuturan Kyai Mustafa dengan serius sambil terus mengusap matanya yang basah.
" Buktikan pada dunia bahwa Kamu bisa bertahan. Lanjutkan hidupmu. Menikahlah lagi dengan wanita baik-baik. Jangan sia-siakan hidupmu yang berharga dengan menangisi mereka terus menerus. Senja dan bayimu pasti ga suka melihatmu seperti ini," kata Kyai Mustafa di akhir nasehatnya.
Saat itu Bayan ragu akan bisa menemukan cinta setelah kepergian Senja. Namun semua itu disimpannya dalam hati.
\=\=\=\=\=
Bayan bersimpuh di samping gundukan tanah tempat pakaian terakhir Senja dikubur.
Dia menguburkan pakaian itu seolah mengubur Senja dan bayinya bersama semua kenangan indah mereka.
Air mata membasahi pipi Bayan yang terlihat pucat. Bayan memang memilih tak menceritakan fakta sebenarnya tentang Senja pada sahabat dan pelayannya. Bayan menyimpan semuanya rapat-rapat. Ia hanya mengatakan bahwa Senja meninggal karena keguguran, dan jasadnya dikubur di peternakan.
Semua orang berduka. Tak ada yang curiga dengan kepergian Senja yang baru diumumkan seminggu kemudian. Mereka mengucapkan bela sungkawa kepada Bayan,
termasuk Rama dan Riko.
" Senja Senja, ga nyangka umur Lo ga panjang. Tapi jujur Gue seneng bisa kenal cewek tangguh kaya Lo," gumam Rama sambil menatap makam senja dengan tatapan sedih.
" Iya, ga nyangka cewek hebat macam Senja akhirnya kalah sama takdir," kata Riko.
Bayan terdiam mendengar ucapan kedua sahabatnya. Air mata yang mengalir di wajahnya seolah cukup menggambarkan kesedihannya yang tak berujung.
\=\=\=\=\=
Bayan nampak berbaring di atas tempat tidur sambil mengingat kebersamaannya dengan Senja di malam terakhir sebelum sang istri pergi.
Harum aroma tubuh Senja masih tertinggal di kamar itu. Suara manjanya terus terngiang di telinga, dan sikap manja Senja saat ingin memenuhi kewajiban terakhirnya terus menari di benaknya. Semua kenangan itu membuat Bayan kembali menangis.
" Sayang. Aku bisa gila kalo kaya gini terus. Aku ga kuat lagi. Aku harus pergi agar bisa melanjutkan hidupku. Aku akan selalu mengingatmu sebagai wanita hebat yang telah membuatku bahagia. Terima kasih Sayang, Aku pergi sekarang," gumam Bayan sambil mengusap wajahnya.
Setelah mengatakan itu Bayan melangkah meninggalkan kamar yang penuh kenangan itu.
Hari itu adalah hari terakhir Bahan tinggal di rumah kenangannya bersama Senja. Bayan memutuskan pindah dari rumah itu karena ingin melanjutkan hidupnya. Bayan pun minta Karto tinggal disana sekaligus merawat rumah itu. Karto pun setuju lalu memboyong anak istrinya untuk tinggal di rumah itu.
Selama ini Istri dan anak Karto tak pernah tahu kisah masa lalu Karto, termasuk hubungannya dengan Senja. Karto pun tak pernah bercerita karena tak ingin memberatkan mereka dengan cerita yang ingin ditutupnya rapat-rapat.
\=\=\=\=\=
Sepuluh tahun kemudian.
Sedang ada pesta kebun di peternakan milik keluarga Bayan. Pesta kebun diadakan untuk merayakan pertambahan usia putra Bayan yang ke tiga tahun. Hasil pernikahannya dengan Anna, wanita pilihan orangtua Bayan.
Sebelumnya, Rama dan Riko juga gencar mencarikan pasangan untuk Bayan. Namun Bayan selalu menolak karena masih sulit move on dari Senja.
Tapi Bayan berubah pikiran saat dipertemukan dengan Anna yang sederhana, santun dan cantik itu. Dan Bayan langsung setuju jika harus menikahi Anna secepatnya.
Bayan terpukau saat melihat Anna tersenyum. Saat itu ia melihat ketulusan dalam senyum Anna. Dan ia yakin bisa move on dari masa lalunya jika ia bersama Anna.
" Aku ini pernah menikah, istriku meninggal dunia bersama bayi Kami. Jadi Aku ini duda, apa Kamu mau menikahi seorang duda, sedangkan Kamu masih gadis Anna?" tanya Bayan hati-hati.
" Kak Bayan ga usah kawatir. Aku ga peduli status atau masa lalu Kakak. Kalo mau maju Kita harus melihat ke depan bukan ke belakang. Dan Aku mau kok menikah dengan Kak Bayan," sahut Anna malu-malu hingga membuat Bayan tersenyum bahagia.
Bayan pun menikahi Anna dengan pesta yang tak kalah meriahnya dengan pesta saat menikahi Senja. Karto yang menjadi saksi pernikahan Bayan dan Anna pun ikut bahagia melihat menantu sekaligus majikannya itu bahagia.
Pernikahan Bayan makin sempurna dengan hadirnya anak pertama mereka. Seorang anak laki-laki yang sehat dan tampan, yang lahir ketika usia pernikahan Bayan dan Anna genap satu tahun.
Anna dan Senja memang dua wanita berbeda yang mengisi hati Bayan. Tapi buat Bayan mereka adalah peri yang membawa cinta dan kebahagiaan ke dalam hidupnya.
Bayan masih sering berkunjung ke peternakan untuk ziarah ke 'makam' Senja bersama keluarga kecilnya. Bahkan anak mereka yang bernama Nathan juga memanggil Senja dengan sebutan 'Mama Senja' seperti yang diajarkan Anna. Tentu saja hal itu membuat Bayan terharu dan bangga karena Anna mendidik putra mereka dengan baik.
" Ayo yang ulang tahun, siap-siap tiup lilin yaaa!" kata MC dengan lantang untuk memanggil Nathan.
Nathan pun maju ditemani Ayah dan Bundanya. Nampak malu-malu tapi menggemaskan.
Setelah berhasil meniup lilin di atas kue tart, Nathan meminta Bayan menggendongnya untuk menemui badut di dekat meja hidangan. Bayan pun menggendong Nathan lalu membawanya mendekati badut yang sedang dikerumuni anak-anak itu.
" Bukan yang ini Ayah, tapi badut yang kepalanya jalan sendili," rengek Nathan hingga membuat Bahan terkejut bukan kepalang.
" Kepalanya jalan sendiri ?" ulang Bayan sambil memandang sekelilingya dengan sikap waspada.
"Iya," sahut Nathan sambil mulai menangis.
Bayan pun panik dan berusaha menghibur Nathan. Ia lantas mendekap istrinya yang saat itu tengah hamil anak kedua mereka.
" Ada apa Yah ?, lepasin, malu banyak tamu," kata Anna sambil menepis lembut tangan Bayan di pundaknya.
" Bunda jangan jauh-jauh dari Ayah yaa," pinta Bayan dengan mimik wajah serius.
" Iya, lagian mana bisa Bunda jauh-jauh dari Ayah," gurau Anna sambil tersenyum.
Bayan berdecak sebal mendengar jawaban sang istri. Kemudian Bayan menatap lurus ke arah langit. Ia menyipitkan kedua matanya saat melihat kepala tanpa tubuh melintas cepat di atas sana.
Entah mengapa Bayan seolah melihat Senja tengah tersenyum manis kearahnya. Jantung Bayan berdebar. Ia yakin jika kepala tanpa tubuh itu adalah Senja yang ikut tersenyum bahagia melihat dirinya bahagia.
\=\=\=\=\=
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Sumiati
lanjut dong
2021-10-02
0
Artha Gede Sudarta
saya suka tidak bertele tele ceritanya👍
2021-09-27
1
May Yadi
huuaaa masih ada 1 lg monster nya 🙈🙈🙈 salut buat senja berkorban buat orang banyak 👍👍👍
2021-04-14
1