14. Malam Eksekusi

Senja menemui Karto di sebuah restoran sederhana. Ia menunggu kedatangan Karto sambil menyesap kopi yang dipesannya tadi.

" Maaf, Bapak kesiangan," sapa Karto saat tiba di hadapan Senja.

" Gapapa Pak. Senja masih punya waktu untuk Bapak," sahut Senja datar.

" Apa maksudmu, jangan bilang kamu mau ...."

" Iya Pak. Senja lelah, ayo kita sudahi semua ini," kata Senja santai.

" Bagaimana dengan Bayan ?, apa dia mengijinkanmu melakukan semuanya ?" tanya Karto.

" Aku udah bilang alasannya Pak. Mas Bayan mengerti kok. Ini juga buat Anak Kami. Aku ga mau dia mewarisi darah iblis ini," kata Senja sambil mengelus perutnya.

" Bapak ga bisa buat apa-apa. Tapi masih ada cara lain, Kamu masih bisa menyepi ke hutan seperti yang dilakukan ibumu dulu," kata Karto memberi solusi.

" Aku ga mau lari dan terus membiarkan iblis ini merajai tubuhku Pak," kata Senja tegas.

" Baiklah. Minggu depan purnama penuh. Bersiaplah," kata Karto sambil melangkah meninggalkan Senja dengan wajah penuh air mata.

Karto menangis karena ia tak bisa menyelamatkan istrinya dari pengaruh iblis dulu. Ternyata kini ia terjebak lagi dalam situasi yang sama. Karto mengusap matanya yang basah lalu berbalik menatap Senja yang masih duduk.

" Maafkan Bapak Nak," bisik Karto lemah.

\=\=\=\=\=

Malam itu purnama penuh kembali bertengger di langit, cahayanya yang berpendar indah tak membawa keindahan di hati Senja.

Senja memandangi tubuh suaminya yang tertidur lelap di sampingnya. Mereka baru saja bercinta melepaskan hasrat yang tertahan selama beberapa bulan ini.

Senja sengaja melanggar larangan bapaknya untuk tidak bercinta selama hamil. Tapi ia juga manusia biasa yang punya hasrat. Apalagi hormon kehamilannya yang terus mendesak dan memaksa untuk dituntaskan.

Sejak sore Senja sengaja merapat agar Bayan tertarik padanya. Sebagai laki-laki normal Bayan juga punya hasrat. Hanya karena kutukan itu ia harus susah payah menahan hasratnya untuk mencumbu sang istri. Apalagi penampilan Senja semakin menantang. Dengan bentuk tubuh yang membesar di beberapa bagian akibat kehamilannya, membuat Senja terlihat sangat menggai**hkan.

Akhirnya yang harus terjadi pun terjadi. Setelah selesai menunaikan sholat Isya, sekitar jam delapan malam, mereka pun bertemu untuk menuntaskan hasrat yang tertahan itu.

Keduanya saling memeluk dan tak ingin terpisah lagi. Sungguh kehidupan yang berat bagi mereka saat tinggal serumah tapi tak seranjang. Seolah itu hukuman berat yang mereka jalani tanpa tahu kapan berakhir.

" Aku mencintaimu, selalu...," bisik Bayan sebelum terlelap karena kelelahan.

" Aku juga mencintaimu, sangat...," kata Senja sambil mengecupi wajah suaminya yang tertidur.

Mereka menghabiskan malam seolah ini adalah malam terakhir bagi mereka. Berkali-kali Bayan dan Senja mengulangi penyatuan mereka. Hingga Senja mengeluh kelelahan, barulah Bayan berhenti.

Mereka saling menatap penuh cinta dengan nafas yang memburu.

Bayan menggeser tubuhnya dan kembali memeluk Senja hingga tertidur.

Kini Senja sudah rapi dan sedang menatapi suaminya yang masih terlelap. Ia mengecup lama bibir suaminya sebagai tanda perpisahan. Senja menangis lalu menutup pintu dan melangkah meninggalkan rumah Bayan, rumah yang penuh cinta itu.

\=\=\=\=\=

Senja tiba di peternakan, disana sudah ada Karto yang menunggunya.

Melihat kehadiran sang anak, Karto pun menyambutnya dengan pelukan.

" Menangislah ... Bapak tau ini berat buat Kamu. Maafkan Bapak Nak," rintih Karto.

" Sampaikan salam cinta dan rinduku untuk Mas Bayan. Pastikan kehidupannya baik-baik saja setelah Aku pergi. Bapak janji ya," pinta Senja diantara deru nafasnya yang memburu.

Karto mengangguk sedih lalu membiarkan Senja melangkah ke dalam rumah saat tubuhnya mulai terasa panas.

Saat mendebarkan itu terjadi lagi. Rasa panas dan sakit yang menyelimuti Senja membuatnya menggeram dan menggeliat. Lalu perlahan tubuh dan kepala Senja terpisah. Setelah lepas dari badannya, kepala tanpa tubuh itu melayang sejenak lalu melesat pergi mencari mangsa.

Dari tempat persembunyiannya Karto terus mengamati perubahan Senja. Tubuhnya bergetar karena tangis dan takut yang bercampur jadi satu.

Setelah kuyang itu pergi meninggalkan badannya, Karto mendekati tubuh tanpa kepala milik Senja dengan rasa takut yang membuncah. Ia memandangi sejenak leher yang berdarah dan tanpa kepala itu dengan perasaan berkecamuk. Sambil mengucap basmalah dan doa Karto pun mulai menaburkan pecahan kaca dan paku di atas luka yang menganga itu dengan perasaan hancur.

Setelah selesai menabur benda-benda kecil nan tajam itu Karto pun menjauh. Ia menangis karena tahu apa yang akan terjadi. Karto terus menangis sambil menunggu sang pemilik tubuh kembali.

\=\=\=\=\=

Sementara itu Bayan terbangun dengan perasaan puas dan gembira. Ia merasa senang bisa menuntaskan hasratnya bersama Senja. Masih dengan senyum di bibirnya, Bayan pun mencari istrinya di luar kamar. Bayan sempat mengira bahwa istrinya sudah tak terlalu memikirkan masalah kutukan itu dan bersedia menjalani hidup bersamanya seperti semula.

Namun Bayan mulai cemas karena tak menemukan Senja dimanapun. Ia bertanya pada penjaga rumah, dan akhirnya tahu bahwa Senja pergi meninggalkannya.

" Senjaaa..., Senjaaa...!!" teriak Bayan memanggil istrinya sambil berlari keluar rumah.

Bayan pun langsung melajukan mobilnya ke suatu tempat.

" Aku tau Kamu disana. Tunggu Aku sebentar. Please tolong jangan tinggalin Aku Sayang," celoteh Bayan tanpa henti.

Mobil Bayan berhenti di peternakan yang sepi. Ia turun lalu bergegas masuk ke dalam bangunan. Ia membuka pintu dengan kasar dan tak meihat apapun karena keadaan ruangan yang gelap gulita. Samar-samar Bayan mendengar isak tangis di sudut belakang pintu dan ia mengenali suara itu.

" Bapak..., dimana Senja ?" tanya Bayan.

Karto menghambur memeluk Bayan sambil menangis. Telunjuknya menunjuk ke suatu tempat. Bayan mengikuti arah yang ditunjuk Karto. Ia terkejut dan hampir pingsan. Ia melepaskan pelukan Karto dan menghampiri tubuh tanpa kepala itu.

" Apa yang sudah Kau lakukan ?!" teriak Bayan marah saat melihat pecahan kaca juga paku bertaburan di atas luka menganga di leher itu.

" Ini permintaan Senja," sahut Karto terisak.

" Kau tak berhak melakukan ini !, Aku suaminya, Aku tak ijinkan Kau melakukan ini!. Dia istriku, istriku !" teriak Bayan kalap.

Tiba-tiba kepala kuyang melayang masuk lalu mencari tubuhnya. Karto bergegas menarik Bayan untuk sembunyi.

Mereka menyaksikan bagaimana kepala kuyang itu berkali-kali gagal menyatukan tubuhnya. Kepala itu terus melayang, mencoba menyatu lagi, lalu melayang lagi. Begitu terus berulang-ulang. Sampai akhirnya fajar menyingsing. Dan geraman putus asa terdengar dari mulut kuyang jelmaan Senja itu.

Dari tempat persembunyian Bayan menangis menyaksikan penderitaan istrinya yang menjelma jadi hantu kepala tanpa badan itu.

Saat melihat fajar yang merekah, hantu tanpa kepala itu bergegas menyatukan badan dan kepalanya dengan rasa putus asa. Terdengar teriakan keras dan bunyi seperti bara api yang dimasukkan ke air.

Cess... cess... cess

" Aarrgghhh....!" jeritan menyayat dari hantu kepala tanpa badan itu terdengar menggema di kegelapan.

Setelahnya hening, sunyi.

Saat terdengar adzan di kejauhan, Bayan dan Karto memberanikan diri keluar dari persembunyian mereka lalu mendekati tubuh Senja yang tergeletak di lantai.

Bayan tak kuasa melihat Senja yang tengah berjuang antara hidup dan mati. Dengan sigap Bayan memangku tubuh istrinya yang mulai dingin itu. Dan dengan nafas terengah-engah Senja masih mencoba bicara.

" Maafkan A... Aku Mmmaass..., Aku mmmmen...cintai...mu...," kata Senja terbata-bata.

" Aku maafkan Kamu istriku Sayang. Pergilah dengan tenang, Aku mencintaimu, selalu...," bisik Bayan di telinga Senja lalu mencium keningnya lama.

" Ba..., Bapakkk...," suara Senja tercekat di kerongkongan.

" Iya Nak, pergilah. Bapak ikhlas. Biar Bapak yang jagain Mas Bayan," kata Karto dengan isak tangis tertahan sambil menggenggam tangan Senja.

Bayan menyibak rambut Senja dan menciumi wajahnya dengan air mata yang terus mengalir. Bayan tersenyum melepas Senja yang terlihat sulit bernafas sambil menatapnya penuh cinta.

" Pergilah cintaku, pergi lah sayangku...," bisik Bayan lagi dengan suara bergetar.

Senja tersenyum menatap wajah Bayan untuk terakhir kalinya. Perlahan Senja menutup matanya dan tubuhnya yang dingin itu berangsur membeku. Senja pun meninggal di pelukan suami yang sangat ia cintai.

Untuk beberapa saat suasana terasa mencekam. Bayan masih menangisi kepergian Senja sambil memeluk jasadnya.

Tiba-tiba terjadi keanehan. Jasad Senja dalam pelukan Bayan berangsur menyusut lalu perlahan hancur menjadi debu. Kemudian debu itu terbang keluar ruangan dan hilang di kegelapan. Hanya tersisa pakaian terakhir yang dipakai Senja dalam pelukan Bayan.

Melihat jasad istrinya hancur Bayan pun histeris. Bayan meraung keras lalu berlari keluar dengan pakaian Senja dalam pelukannya. Sambil menatap langit Bayan menjerit sekali lagi lalu jatuh tak sadarkan diri. Beruntung Karto masih berdiri di belakangnya. Dengan sigap Karto menyangga tubuh Bayan sehingga tak langsung jatuh ke tanah yang keras berbatu.

bersambung

Terpopuler

Comments

Ulun Kdi

Ulun Kdi

Luar biasa hebat authorx membuat cerita inni🙏🙏👍

2023-07-12

0

Muhammad Ridho Abydzar

Muhammad Ridho Abydzar

sedih.....

2022-03-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bayan Dan Senja
2 2. Menghadapi Masalah
3 3. Jadi Teman
4 4. Mimpi Senja
5 5. Tentang Genta
6 6. Ungkapan Hati Bayan
7 7. Karto Mundur
8 8. Rahasia Senja
9 9. Hubungan Darah
10 10. Mengejar Rusti
11 11. Pengakuan Senja
12 12. Kyai Mustafa
13 13. Peternakan
14 14. Malam Eksekusi
15 15. Move On
16 16. Itu Kuyang ?
17 17. Pengasuh Baru
18 18. Menjelang Persalinan
19 19. Kekhawatiran Bayan
20 20. Yumi Liat Juga
21 21. Bayangan Di Jendela
22 22. Ngambek
23 23. Panggilin Ustadz Mustafa
24 24. Membuat Janji
25 25. Therapy
26 26. Mimpi Ustadz Mustafa
27 27. Rahasia
28 28. Suara Mendesis
29 29. Security Baru
30 30. Luka Mona
31 31. Kepastian
32 32. Kuyang Lain
33 33. Istri Rama
34 34. Rama Panik
35 35. Dimana Kayla ?
36 36. Sudah Ditandai
37 37. Dia Datang
38 38. Makhluk Rambut Bola
39 39. Terluka Parah
40 40. Terima Kenyataan
41 41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42 42. Menyimpan Rapat
43 43. Tentang Rama
44 44. Tekad Rama
45 45. Nathan Liat Apa ?
46 46. Ga Perlu Takut
47 47. Coretan Tangan Nicko
48 48. Ngikutin Abang !
49 49. Cemas
50 50. Mengungsi
51 51. Hantu Bingung
52 52. Ga Ada Lagi
53 53. Mau Melamar
54 54. Ke Semarang
55 55. Juara Harapan
56 56. Mimpi Buruk Nicko
57 57. Lukisan Di Ruang Tamu
58 58. Wisata Malam
59 59. Kok Ada Juga ?
60 60. Berita Buruk
61 61. Ngapain Di Sana ?
62 62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63 63. Diana
64 64. Kuyang Senior ?
65 65. Gosip Diana
66 66. Dihantui
67 67. Kok Takut ...?
68 68. Ayah Datang
69 69. Aroma Mirip Senja
70 70. Wanita Jelmaan Kuyang
71 71. Permintaan Atau Perintah ?
72 72. Mengejar Kuyang
73 73. Sudah Kedua Kalinya
74 74. Cinta Jadi Benci
75 75. Masih Tentang Ira
76 76. Palasik !
77 77. Gempar !
78 78. Tak Punya Hubungan
79 79. Titisan Siluman
80 80. Gelagat Tak Biasa
81 81. Kemana Iis ?
82 82. Lapor Polisi
83 83. Gumpalan Kertas
84 84. Barang Bukti
85 85. Apa ... ?!
86 86. Berpisah
87 87. Pekerjaan Nathan
88 88. Disantet
89 89. Hampir Terjebak Hasrat
90 90. Ke Klinik
91 91. Diruqyah
92 92. Ada Gosip ...
93 93. Bau ...!
94 94. Haris Kalah
95 95. Kenapa Resign ?
96 96. Dicium ?!
97 97. Cewek Bergaun Kuning
98 98. Lamaran Sepihak
99 99. Masuk Perusahaan
100 100. Teman Lama
101 101. Calon Pengantin
102 102. Mia Pergi
103 103. Bukan Murni Kecelakaan
104 104. Dendam Rosiana
105 105. Keluarga Rosiana
106 106. Dia Bukan Saba
107 107. Panggil Abang Aja ...
108 108. Bahagia Di Tengah Duka
109 109. Bayi Fikri
110 110. Sidang Perdana Rosiana
111 111. Menatap Mak Ejah
112 112. Bayan Kemana ?
113 113. Mengincar Arafah
114 114. Mau Ngejar Maling
115 115. Tanda Lahir Itu ...
116 116. Bayan Pulang
117 117. Gara - Gara Jojo
118 118. Wanita Itu Adalah ...
119 119. Dimana Anakmu ?
120 120. Dugaan Bayan
121 121. Jutek Amat
122 122. Jati Diri Fikri
123 123. Persalinan Darurat
124 124. Hilya
125 125. Kejadian Ga Wajar
126 126. Tes DNA
127 127. Ternyata Keluarga ...
128 128. Ketemu Mak Ejah
129 129. Kematian Misterius
130 130. Tak Terekam CCTV
131 131. Siapa Yah ?
132 132. Hilya Ditangkap Polisi
133 133. Harus Diantar
134 134. Siluman Babi ?
135 135. Dikejar Siluman
136 136. Hampir Saja
137 137. Mau Nikah
138 138. Terjawab
139 139. Kegelisahan Fikri
140 140. Siapa Ibuku ...?
141 141. Ga Sabaran
142 142. Ngeliat Ibu
143 143. Mempertemukan
144 144. Ancaman Mak Ejah
145 145. Tubuh Tanpa Kepala
146 146. Serangan Siluman Kuyang
147 147. Bertobat lah ...
148 148. Luka Bayan
149 149. Kasih Dia Waktu
150 150. Cewek Lain
151 151. Arafah Sakit
152 152. Kabar Gembira
153 153. Tolong Jangan Arafah ...
154 154. Rindu Yang Salah
155 155. Belum Ada Obatnya
156 156. Arafah Hilang
157 157. Bayan Menunggui Arafah
158 158. Arafah Kenapa ?
159 159. Kehilangan
160 160. Nujuh Hari
161 161. Jasad Arafah Hilang !
162 162. Ketemu ...!
163 163. Mirip Kuntilanak
164 164. Ancaman Ramadhanti
165 165. Keluhan Ramadhanti
166 166. Solusi Untuk Ayu
167 167. Meruqyah Ayu
168 168. Mendahului Takdir
169 169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170 170. Ayah Kandung Hilya
171 171. Maafkan Ayah ...
172 172. Ga Mungkin ...
173 173. Jasad Heri
174 174. Drama Keluarga Heri
175 175. Menjalankan Kewajiban
176 176. Pasien Hilya
177 177. Bayi Lupita
178 178. Hantu Di Kkinik
179 179. Lapor Polisi
180 180. Lupita Datang
181 181. Mimpi Buruk Fikri
182 182. Test Pack
183 183. Pernah Liat Kuyang
184 184. Klinik Hilya
185 185. Bu Rosi
186 186. Capek ?
187 187. Terkejut
188 188. Siapa Rosi ?
189 189. Usaha Nathan Dan Hilya
190 190. Senja ...?
191 191. Kenapa Rosi ?
192 192. Informasi Baru
193 193. Ayu Melahirkan
194 194. Positif ...
195 195. Mengawasi
196 196. Dugaan Bayan
197 197. Pembunuhan Di Klinik
198 198. Interogasi
199 199. Masa Lalu Rosi
200 200. Tanda Tanya
201 201. Ternyata Rosi ...
202 202. Suami Rosi
203 203. Pembalasan Rosi
204 204. Kekejaman Rosi
205 205. Pengakuan Rosi
206 206. Rosi Kembali ...
207 207. Hilya Jatuh
208 208. Musang ?
209 209. Berhasil Mengusir
210 210. Siapa Di Ruang Bersalin
211 211. Kabar dari Dokter
212 212. Kembar Tiga
213 213. Kalah Dan Meninggal
214 214. Ke Rumah Duka
215 215. Pasien RSJ
216 216. Rusuh
217 217. Rosi Kabur
218 218. Kecelakaan
219 219. Di Tempat Yang Sama
220 220. Terdeteksi
221 221. Dapat Info
222 222. Sekarang Yah ...!
223 223. Keputusan Nathan
224 224. Menunda Operasi ?
225 225. Lebih Menyeramkan
226 226. Nekat Menerobos
227 227. Ada Apa ?!
228 228. Ucapan Hilya
229 229.Bingung Memilih
230 230. Menangis Bersamaan
231 231. Provokasi Siluman Kuyang
232 232. Berhasil Melukai
233 233. Tak masuk akal
234 234. Begitu Mirip
235 235. Masa Lalu
236 236. Dimana Senja ?
237 237. Ikuti Aku ...
238 238. Dikejar Anjing
239 239. Pesan Mak Paraji
240 240. Mengenaskan
241 241. Permintaan Terakhir Rosi
242 242. Solusi Untuk Rosi
243 243. Aqiqah Akbar
244 244. Telephon Dari Peternakan
245 245. Menjenguk Rosi
246 246. Meledak Dan Terbakar
247 247. Senja Hadir
248 248. Bayan Siuman
249 249. Koma ...
Episodes

Updated 249 Episodes

1
1. Bayan Dan Senja
2
2. Menghadapi Masalah
3
3. Jadi Teman
4
4. Mimpi Senja
5
5. Tentang Genta
6
6. Ungkapan Hati Bayan
7
7. Karto Mundur
8
8. Rahasia Senja
9
9. Hubungan Darah
10
10. Mengejar Rusti
11
11. Pengakuan Senja
12
12. Kyai Mustafa
13
13. Peternakan
14
14. Malam Eksekusi
15
15. Move On
16
16. Itu Kuyang ?
17
17. Pengasuh Baru
18
18. Menjelang Persalinan
19
19. Kekhawatiran Bayan
20
20. Yumi Liat Juga
21
21. Bayangan Di Jendela
22
22. Ngambek
23
23. Panggilin Ustadz Mustafa
24
24. Membuat Janji
25
25. Therapy
26
26. Mimpi Ustadz Mustafa
27
27. Rahasia
28
28. Suara Mendesis
29
29. Security Baru
30
30. Luka Mona
31
31. Kepastian
32
32. Kuyang Lain
33
33. Istri Rama
34
34. Rama Panik
35
35. Dimana Kayla ?
36
36. Sudah Ditandai
37
37. Dia Datang
38
38. Makhluk Rambut Bola
39
39. Terluka Parah
40
40. Terima Kenyataan
41
41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42
42. Menyimpan Rapat
43
43. Tentang Rama
44
44. Tekad Rama
45
45. Nathan Liat Apa ?
46
46. Ga Perlu Takut
47
47. Coretan Tangan Nicko
48
48. Ngikutin Abang !
49
49. Cemas
50
50. Mengungsi
51
51. Hantu Bingung
52
52. Ga Ada Lagi
53
53. Mau Melamar
54
54. Ke Semarang
55
55. Juara Harapan
56
56. Mimpi Buruk Nicko
57
57. Lukisan Di Ruang Tamu
58
58. Wisata Malam
59
59. Kok Ada Juga ?
60
60. Berita Buruk
61
61. Ngapain Di Sana ?
62
62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63
63. Diana
64
64. Kuyang Senior ?
65
65. Gosip Diana
66
66. Dihantui
67
67. Kok Takut ...?
68
68. Ayah Datang
69
69. Aroma Mirip Senja
70
70. Wanita Jelmaan Kuyang
71
71. Permintaan Atau Perintah ?
72
72. Mengejar Kuyang
73
73. Sudah Kedua Kalinya
74
74. Cinta Jadi Benci
75
75. Masih Tentang Ira
76
76. Palasik !
77
77. Gempar !
78
78. Tak Punya Hubungan
79
79. Titisan Siluman
80
80. Gelagat Tak Biasa
81
81. Kemana Iis ?
82
82. Lapor Polisi
83
83. Gumpalan Kertas
84
84. Barang Bukti
85
85. Apa ... ?!
86
86. Berpisah
87
87. Pekerjaan Nathan
88
88. Disantet
89
89. Hampir Terjebak Hasrat
90
90. Ke Klinik
91
91. Diruqyah
92
92. Ada Gosip ...
93
93. Bau ...!
94
94. Haris Kalah
95
95. Kenapa Resign ?
96
96. Dicium ?!
97
97. Cewek Bergaun Kuning
98
98. Lamaran Sepihak
99
99. Masuk Perusahaan
100
100. Teman Lama
101
101. Calon Pengantin
102
102. Mia Pergi
103
103. Bukan Murni Kecelakaan
104
104. Dendam Rosiana
105
105. Keluarga Rosiana
106
106. Dia Bukan Saba
107
107. Panggil Abang Aja ...
108
108. Bahagia Di Tengah Duka
109
109. Bayi Fikri
110
110. Sidang Perdana Rosiana
111
111. Menatap Mak Ejah
112
112. Bayan Kemana ?
113
113. Mengincar Arafah
114
114. Mau Ngejar Maling
115
115. Tanda Lahir Itu ...
116
116. Bayan Pulang
117
117. Gara - Gara Jojo
118
118. Wanita Itu Adalah ...
119
119. Dimana Anakmu ?
120
120. Dugaan Bayan
121
121. Jutek Amat
122
122. Jati Diri Fikri
123
123. Persalinan Darurat
124
124. Hilya
125
125. Kejadian Ga Wajar
126
126. Tes DNA
127
127. Ternyata Keluarga ...
128
128. Ketemu Mak Ejah
129
129. Kematian Misterius
130
130. Tak Terekam CCTV
131
131. Siapa Yah ?
132
132. Hilya Ditangkap Polisi
133
133. Harus Diantar
134
134. Siluman Babi ?
135
135. Dikejar Siluman
136
136. Hampir Saja
137
137. Mau Nikah
138
138. Terjawab
139
139. Kegelisahan Fikri
140
140. Siapa Ibuku ...?
141
141. Ga Sabaran
142
142. Ngeliat Ibu
143
143. Mempertemukan
144
144. Ancaman Mak Ejah
145
145. Tubuh Tanpa Kepala
146
146. Serangan Siluman Kuyang
147
147. Bertobat lah ...
148
148. Luka Bayan
149
149. Kasih Dia Waktu
150
150. Cewek Lain
151
151. Arafah Sakit
152
152. Kabar Gembira
153
153. Tolong Jangan Arafah ...
154
154. Rindu Yang Salah
155
155. Belum Ada Obatnya
156
156. Arafah Hilang
157
157. Bayan Menunggui Arafah
158
158. Arafah Kenapa ?
159
159. Kehilangan
160
160. Nujuh Hari
161
161. Jasad Arafah Hilang !
162
162. Ketemu ...!
163
163. Mirip Kuntilanak
164
164. Ancaman Ramadhanti
165
165. Keluhan Ramadhanti
166
166. Solusi Untuk Ayu
167
167. Meruqyah Ayu
168
168. Mendahului Takdir
169
169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170
170. Ayah Kandung Hilya
171
171. Maafkan Ayah ...
172
172. Ga Mungkin ...
173
173. Jasad Heri
174
174. Drama Keluarga Heri
175
175. Menjalankan Kewajiban
176
176. Pasien Hilya
177
177. Bayi Lupita
178
178. Hantu Di Kkinik
179
179. Lapor Polisi
180
180. Lupita Datang
181
181. Mimpi Buruk Fikri
182
182. Test Pack
183
183. Pernah Liat Kuyang
184
184. Klinik Hilya
185
185. Bu Rosi
186
186. Capek ?
187
187. Terkejut
188
188. Siapa Rosi ?
189
189. Usaha Nathan Dan Hilya
190
190. Senja ...?
191
191. Kenapa Rosi ?
192
192. Informasi Baru
193
193. Ayu Melahirkan
194
194. Positif ...
195
195. Mengawasi
196
196. Dugaan Bayan
197
197. Pembunuhan Di Klinik
198
198. Interogasi
199
199. Masa Lalu Rosi
200
200. Tanda Tanya
201
201. Ternyata Rosi ...
202
202. Suami Rosi
203
203. Pembalasan Rosi
204
204. Kekejaman Rosi
205
205. Pengakuan Rosi
206
206. Rosi Kembali ...
207
207. Hilya Jatuh
208
208. Musang ?
209
209. Berhasil Mengusir
210
210. Siapa Di Ruang Bersalin
211
211. Kabar dari Dokter
212
212. Kembar Tiga
213
213. Kalah Dan Meninggal
214
214. Ke Rumah Duka
215
215. Pasien RSJ
216
216. Rusuh
217
217. Rosi Kabur
218
218. Kecelakaan
219
219. Di Tempat Yang Sama
220
220. Terdeteksi
221
221. Dapat Info
222
222. Sekarang Yah ...!
223
223. Keputusan Nathan
224
224. Menunda Operasi ?
225
225. Lebih Menyeramkan
226
226. Nekat Menerobos
227
227. Ada Apa ?!
228
228. Ucapan Hilya
229
229.Bingung Memilih
230
230. Menangis Bersamaan
231
231. Provokasi Siluman Kuyang
232
232. Berhasil Melukai
233
233. Tak masuk akal
234
234. Begitu Mirip
235
235. Masa Lalu
236
236. Dimana Senja ?
237
237. Ikuti Aku ...
238
238. Dikejar Anjing
239
239. Pesan Mak Paraji
240
240. Mengenaskan
241
241. Permintaan Terakhir Rosi
242
242. Solusi Untuk Rosi
243
243. Aqiqah Akbar
244
244. Telephon Dari Peternakan
245
245. Menjenguk Rosi
246
246. Meledak Dan Terbakar
247
247. Senja Hadir
248
248. Bayan Siuman
249
249. Koma ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!