8. Rahasia Senja

Saat melihat pantulan wajahnya di cermin, Senja kaget bukan kepalang.

Wajahnya berubah menyeramkan, alis mencuat, kulit wajahnya memerah dan berkeriput, taring yang muncul disudut mulutnya,serta suara geraman yang keluar dari mulutnya.

Senja juga merasa seluruh badannya panas tak terkira, rasa haus yang teramat sangat juga menderanya. Senja sangat tersiksa dengan keadaannya.

Masih diambang keaadarannya, Senja merasa badannya melayang, bukan, tapi hanya kepalanya yang melayang lepas dari badannya.

Senja menjerit ketakutan, tapi bukan suara jeritan manusia yang keluar dari bibirnya, melainkan suara geraman yang menyeramkan yang terdengar.

Senja panik menyaksikan tubuh dan kepalanya terpisah. Kepala tanpa badan itu terus berputar-putar berkeliling di dalam kamar itu. Seolah kebingungan mencari jalan keluar. Kesadaran Senja kian menipis dan akhirnya hilang sama sekali. Kepala Senja yang sekarang menjadi kuyang itu lalu keluar dari kamar, dan terus melayang menuju keluar rumah melalui pintu yang terbuka atau 'dibiarkan' terbuka.

Kepala tanpa badan dengan organ dalam yang meneteskan darah itu melayang dan melesat jauh meninggalkan rumah Bayan.

Di samping rumah Bayan, di tempat yang tersembunyi, nampak seorang pria yang menutupi wajahnya menatap ke angkasa kearah kepala tanpa badan itu lenyap.

Dia tersenyum miris dengan air mata menggenang.

Pria itu tetap berdiri menunggu disana, menunggu kepala tanpa badan itu kembali ke dalam rumah. Setelah lama menunggu, hari mulai mendekati fajar. Adzan Subuh menggema di wilayah itu.

Tiba-tiba kepala tanpa badan itu melesat cepat masuk ke dalam rumah melalui pintu yang masih terbuka.

Sang pria segera menutup pintu dan pergi dari rumah itu.

Di dalam kamar, Senja sudah kembali seperti semula. Kepala dan badannya kembali menyatu. Senja tampak kelelahan dan tertidur di atas tempat tidur. Di mulutnya tampak bekas darah segar yang kemudian mengering. Tampak wajah Senja yang tersenyum puas dalam tidurnya.

\=\=\=\=\=

Tok tok tok

" Mbak Senja..., Mbak Senja..., bangun Mbak...," suara pelayan di rumah Bayan memanggil nama Senja berulang kali sambil terus mengetuk pintu.

Senja membuka matanya, ia nampak masih tak percaya dengan apa yang dialaminya semalam. Tapi suara ketukan pintu itu begitu mengganggunya. Senja beranjak untuk membuka pintu. Tapi saat melewati cermin, Senja melihat pantulan wajah nya yang nampak berantakan, dan ada noda darah di sekitar mulutnya. Senja pun urung membuka pintu.

" Iyaaa..., Saya udah bangun Bi, kenapa...!?" tanya Senja setengah berteriak sambil membersihkan noda di wajahnya itu.

" Tadi Mas Bayan telephon, pesan kalo Mbak Senja bangun minta di telephon balik...," sahut si pelayan.

" Iya Bi, makasih ya...," kata Senja sambil menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah selesai mandi, Senja membereskan kamarnya yang berantakan. Membersihkan kekacauan yang dibuatnya semalam saat ia berubah menjadi 'kuyang' tanpa disadari.

\=\=\=\=\=

Senja sedang duduk di taman bunga, yang letaknya agak jauh dari rumah utama sambil menikmati sore yang hangat. Di depannya ada meja kecil yang terdapat teh hangat dan cemilan. Sesekali Senja membaca majalah yang ada di pangkuannya.

Sore itu Bayan sedang dalam perjalanan pulang dari Bali. Dan Senja berjanji untuk menunggu kedatangannya.

Senja ingat dua hari yang lalu Bayan marah besar karena HP Senja tak bisa dihubungi. Ia lalu menitip pesan pada pelayan rumah agar Senja segera menghubunginya.

Rupanya HP milik Senja lowbatt, dan Senja tak tahu itu. Jadi saat Bayan menelephon dan tak ada koneksi, ia membanting Hpnya dengan marah.

" Assalamualaikum Mas...," sapa Senja di awal.

" Wa alaikumsalam, Kamu gimana sih, darimana, pergi kemana, sama siapa...?!" tanya Bayan tanpa jeda.

" Aku di rumah aja kok Mas, ga kemana-mana...," jawab Senja santai, ia tahu suaminya sedang cemburu.

" Kok ga bisa ditelephon ?, sengaja matiin HP ya biar Aku ga tau Kamu dimana ?" tanya Bayan galak.

" HP ku tuh lowbatt sayang..., Aku ga tau, dari ssmalem Aku tidur jadi ga cek Hp. Maaf ya sayang...," kata Senja mencoba merayu suaminya.

Mendengar ucapan Senja ditambah kata 'sayang' membuat Bayan luluh. Suaranya pun melunak.

" Aku kan kangen sama Kamu, eh yang dikangenin malah ga bisa di telephon...," rajuk Bayan seperti anak kecil.

" Maaf...," kata Senja lembut.

" Aku mau liat Kamu sekarang, kita video call yaa...," pinta Bayan.

" Iya...," jawab Senja lagi.

Senja tersenyum mengingat kekonyolan Bayan saat itu.

" Ehm..., permisi...," sapa Karto mantan supir Bayan.

Senja menoleh dan terkejut. Ia belum pernah sedekat ini dengan Karto. Saat berdekatan seperti ini, Senja seperti pernah mengenal Karto. Tapi dimana ?...

" Iya..., ada apa Pak...? tanya Senja ramah.

" Boleh Saya bicara sama Mbak Senja secara pribadi ?" tanya Karto sambil menunduk.

" Silakan, Bapak mau ngomong apa...?" tanya Senja lagi.

" Maaf kalo Saya kasar. Tinggalkan Mas Bayan sekarang !!" kata Karto tegas.

" Apa...?!" Senja berdiri dari duduknya.

" Saya tau siapa Kamu sebenarnya. Mas Bayan itu orang baik, Kamu ga layak bersanding dengannya...!" kata Karto sambil menatap tajam kearah Senja.

" Bapak ga salah ngomong kan...?, Saya ini istri sah Mas Bayan, Kami saling mencintai. Memangnya Anda siapa kok nyuruh Saya ninggalin Suami Saya...?!" tanya Senja marah.

" Saya cuma mantan supir Mas Bayan. Saya mengabdi di rumah ini sejak Mas Bayan masih kecil. Begitu orangtuanya pindah, Saya memilih tetap bersamanya karena Saya menyayanginya seperti anak Saya sendiri...," kata Karto sedih.

" Anda sadar status diri Anda yang cuma supir, jadi jangan melewati batas Anda !!" sergah Senja marah.

Karto dan Senja saling menatap. Aneh, mereka berdua merasa ada getaran di hati mereka.

" Kamu bisa saja mencelakainya...," kata Karto tajam.

" Aku mencintainya, Aku ga mungkin mencelakainya...," sahut Senja sinis.

" Aku yang membukakan pintu agar Kau bisa keluar malam itu. Aku juga yang mematikan lampu semua ruangan dan menunggumu kembali ke kamar tanpa ada seorang pun yang tau...," kata Karto pelan.

Tapi suara pelan Karto tetap membuat Senja bagai tersambar petir mendengarnya.

Dan Senja jatuh terduduk di kursinya.

" Kau...?!"

Senja menutup wajahnya dengan kedua tangan sejenak. Mengusap wajahnya lalu menoleh kearah Karto yang tengah menatap tajam padanya.

" Aku tau siapa sebenarnya dirimu sejak pertamakali Mas Bayan membawamu kesini...," ucap Karto, " Jika Kamu memang mencintai Mas Bayan, tinggalkan dia, Kamu bisa membunuhnya tanpa sengaja saat tak sadar..., Pergilah. Aku akan merahasiakan semuanya...," kata Karto sambil berlalu.

" Aku ga bisa !, Aku akan tetap bersamanya, apapun yang terjadi. Kau tak berhak mengaturku !" teriak Senja galak.

" Aku berhak..., karena Aku adalah Bapakmu !" kata Karto sambil mendekati Senja yang tampak shock mendengar pengakuan Karto.

" Kau bohong..., Bapakku sudah mati...," kata Ssnja dengan suara dan tubuh bergetar.

" Ini Aku, Bapakmu, Genta...," kata Karto sambil menunjukkan tanda lahir di lengan atas sebelah kanannya.

Senja kaget dan menangis. Tangannya terulur meraba tanda lahir yang ada di lengan kanan Karto.

Senja ingat, dulu semasa kecil ia sering main dokter-dokteran. Karto / Genta adalah pasiennya. Dia akan membalut tanda lahir Bapaknya itu dengan kain yang dianggap perban seolah-olah tanda lahir itu adalah luka yang harus diobati. Dia hapal betul bentuk dan tekstur kulit di tanda lahir itu.

Senja menangis kencang saat berhasil meraba tanda lahir Karto.

" Bapak..., Bapak..., kemana aja Bapak selama ini...?" rintih Senja.

" Maafin Bapak Nak...," kata Karto sambil memeluk Senja anaknya, anak yang ditinggalkannya dua puluh tahun yang lalu.

Mereka berdua menangis terisak sambil saling memeluk.

Di rumah utama tampak beberapa pelayan yang mengenal Karto sedang melihat adegan Senja dan Karto yang saling memeluk itu.

Mereka kasak kusuk membicarakan Karto.

" Kita semua tau kalo Karto itu pelayan senior, tapi ga usah pake peluk segala lah. Ga tau diri banget sih...,"

" Iya bikin Mas Bayan salah paham aja deh ntar...,"

" Tapi Mbak Senja juga lagi nangis tuh kayanya, kenapa ya...,"

" Kali aja ada omongannya yang bikin sedih. Kan Pak Karto emang tau semua hal tentang Mas Bayan...,"

Ujar para pelayan yang saling bersahutan itu saat melihat Senja dan Karto.

bersambung

Terpopuler

Comments

Sumiati

Sumiati

mudah2n ada yg bisa nolong senja ada kiyai gtu thor kaya di novel kamu yg lain

2021-05-05

1

Sumiati

Sumiati

ko dri awal baca ga bisa komen ya ?

2021-05-05

1

any Sulistiani

any Sulistiani

Makasih Abii atas suportnya...

2020-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bayan Dan Senja
2 2. Menghadapi Masalah
3 3. Jadi Teman
4 4. Mimpi Senja
5 5. Tentang Genta
6 6. Ungkapan Hati Bayan
7 7. Karto Mundur
8 8. Rahasia Senja
9 9. Hubungan Darah
10 10. Mengejar Rusti
11 11. Pengakuan Senja
12 12. Kyai Mustafa
13 13. Peternakan
14 14. Malam Eksekusi
15 15. Move On
16 16. Itu Kuyang ?
17 17. Pengasuh Baru
18 18. Menjelang Persalinan
19 19. Kekhawatiran Bayan
20 20. Yumi Liat Juga
21 21. Bayangan Di Jendela
22 22. Ngambek
23 23. Panggilin Ustadz Mustafa
24 24. Membuat Janji
25 25. Therapy
26 26. Mimpi Ustadz Mustafa
27 27. Rahasia
28 28. Suara Mendesis
29 29. Security Baru
30 30. Luka Mona
31 31. Kepastian
32 32. Kuyang Lain
33 33. Istri Rama
34 34. Rama Panik
35 35. Dimana Kayla ?
36 36. Sudah Ditandai
37 37. Dia Datang
38 38. Makhluk Rambut Bola
39 39. Terluka Parah
40 40. Terima Kenyataan
41 41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42 42. Menyimpan Rapat
43 43. Tentang Rama
44 44. Tekad Rama
45 45. Nathan Liat Apa ?
46 46. Ga Perlu Takut
47 47. Coretan Tangan Nicko
48 48. Ngikutin Abang !
49 49. Cemas
50 50. Mengungsi
51 51. Hantu Bingung
52 52. Ga Ada Lagi
53 53. Mau Melamar
54 54. Ke Semarang
55 55. Juara Harapan
56 56. Mimpi Buruk Nicko
57 57. Lukisan Di Ruang Tamu
58 58. Wisata Malam
59 59. Kok Ada Juga ?
60 60. Berita Buruk
61 61. Ngapain Di Sana ?
62 62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63 63. Diana
64 64. Kuyang Senior ?
65 65. Gosip Diana
66 66. Dihantui
67 67. Kok Takut ...?
68 68. Ayah Datang
69 69. Aroma Mirip Senja
70 70. Wanita Jelmaan Kuyang
71 71. Permintaan Atau Perintah ?
72 72. Mengejar Kuyang
73 73. Sudah Kedua Kalinya
74 74. Cinta Jadi Benci
75 75. Masih Tentang Ira
76 76. Palasik !
77 77. Gempar !
78 78. Tak Punya Hubungan
79 79. Titisan Siluman
80 80. Gelagat Tak Biasa
81 81. Kemana Iis ?
82 82. Lapor Polisi
83 83. Gumpalan Kertas
84 84. Barang Bukti
85 85. Apa ... ?!
86 86. Berpisah
87 87. Pekerjaan Nathan
88 88. Disantet
89 89. Hampir Terjebak Hasrat
90 90. Ke Klinik
91 91. Diruqyah
92 92. Ada Gosip ...
93 93. Bau ...!
94 94. Haris Kalah
95 95. Kenapa Resign ?
96 96. Dicium ?!
97 97. Cewek Bergaun Kuning
98 98. Lamaran Sepihak
99 99. Masuk Perusahaan
100 100. Teman Lama
101 101. Calon Pengantin
102 102. Mia Pergi
103 103. Bukan Murni Kecelakaan
104 104. Dendam Rosiana
105 105. Keluarga Rosiana
106 106. Dia Bukan Saba
107 107. Panggil Abang Aja ...
108 108. Bahagia Di Tengah Duka
109 109. Bayi Fikri
110 110. Sidang Perdana Rosiana
111 111. Menatap Mak Ejah
112 112. Bayan Kemana ?
113 113. Mengincar Arafah
114 114. Mau Ngejar Maling
115 115. Tanda Lahir Itu ...
116 116. Bayan Pulang
117 117. Gara - Gara Jojo
118 118. Wanita Itu Adalah ...
119 119. Dimana Anakmu ?
120 120. Dugaan Bayan
121 121. Jutek Amat
122 122. Jati Diri Fikri
123 123. Persalinan Darurat
124 124. Hilya
125 125. Kejadian Ga Wajar
126 126. Tes DNA
127 127. Ternyata Keluarga ...
128 128. Ketemu Mak Ejah
129 129. Kematian Misterius
130 130. Tak Terekam CCTV
131 131. Siapa Yah ?
132 132. Hilya Ditangkap Polisi
133 133. Harus Diantar
134 134. Siluman Babi ?
135 135. Dikejar Siluman
136 136. Hampir Saja
137 137. Mau Nikah
138 138. Terjawab
139 139. Kegelisahan Fikri
140 140. Siapa Ibuku ...?
141 141. Ga Sabaran
142 142. Ngeliat Ibu
143 143. Mempertemukan
144 144. Ancaman Mak Ejah
145 145. Tubuh Tanpa Kepala
146 146. Serangan Siluman Kuyang
147 147. Bertobat lah ...
148 148. Luka Bayan
149 149. Kasih Dia Waktu
150 150. Cewek Lain
151 151. Arafah Sakit
152 152. Kabar Gembira
153 153. Tolong Jangan Arafah ...
154 154. Rindu Yang Salah
155 155. Belum Ada Obatnya
156 156. Arafah Hilang
157 157. Bayan Menunggui Arafah
158 158. Arafah Kenapa ?
159 159. Kehilangan
160 160. Nujuh Hari
161 161. Jasad Arafah Hilang !
162 162. Ketemu ...!
163 163. Mirip Kuntilanak
164 164. Ancaman Ramadhanti
165 165. Keluhan Ramadhanti
166 166. Solusi Untuk Ayu
167 167. Meruqyah Ayu
168 168. Mendahului Takdir
169 169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170 170. Ayah Kandung Hilya
171 171. Maafkan Ayah ...
172 172. Ga Mungkin ...
173 173. Jasad Heri
174 174. Drama Keluarga Heri
175 175. Menjalankan Kewajiban
176 176. Pasien Hilya
177 177. Bayi Lupita
178 178. Hantu Di Kkinik
179 179. Lapor Polisi
180 180. Lupita Datang
181 181. Mimpi Buruk Fikri
182 182. Test Pack
183 183. Pernah Liat Kuyang
184 184. Klinik Hilya
185 185. Bu Rosi
186 186. Capek ?
187 187. Terkejut
188 188. Siapa Rosi ?
189 189. Usaha Nathan Dan Hilya
190 190. Senja ...?
191 191. Kenapa Rosi ?
192 192. Informasi Baru
193 193. Ayu Melahirkan
194 194. Positif ...
195 195. Mengawasi
196 196. Dugaan Bayan
197 197. Pembunuhan Di Klinik
198 198. Interogasi
199 199. Masa Lalu Rosi
200 200. Tanda Tanya
201 201. Ternyata Rosi ...
202 202. Suami Rosi
203 203. Pembalasan Rosi
204 204. Kekejaman Rosi
205 205. Pengakuan Rosi
206 206. Rosi Kembali ...
207 207. Hilya Jatuh
208 208. Musang ?
209 209. Berhasil Mengusir
210 210. Siapa Di Ruang Bersalin
211 211. Kabar dari Dokter
212 212. Kembar Tiga
213 213. Kalah Dan Meninggal
214 214. Ke Rumah Duka
215 215. Pasien RSJ
216 216. Rusuh
217 217. Rosi Kabur
218 218. Kecelakaan
219 219. Di Tempat Yang Sama
220 220. Terdeteksi
221 221. Dapat Info
222 222. Sekarang Yah ...!
223 223. Keputusan Nathan
224 224. Menunda Operasi ?
225 225. Lebih Menyeramkan
226 226. Nekat Menerobos
227 227. Ada Apa ?!
228 228. Ucapan Hilya
229 229.Bingung Memilih
230 230. Menangis Bersamaan
231 231. Provokasi Siluman Kuyang
232 232. Berhasil Melukai
233 233. Tak masuk akal
234 234. Begitu Mirip
235 235. Masa Lalu
236 236. Dimana Senja ?
237 237. Ikuti Aku ...
238 238. Dikejar Anjing
239 239. Pesan Mak Paraji
240 240. Mengenaskan
241 241. Permintaan Terakhir Rosi
242 242. Solusi Untuk Rosi
243 243. Aqiqah Akbar
244 244. Telephon Dari Peternakan
245 245. Menjenguk Rosi
246 246. Meledak Dan Terbakar
247 247. Senja Hadir
248 248. Bayan Siuman
249 249. Koma ...
Episodes

Updated 249 Episodes

1
1. Bayan Dan Senja
2
2. Menghadapi Masalah
3
3. Jadi Teman
4
4. Mimpi Senja
5
5. Tentang Genta
6
6. Ungkapan Hati Bayan
7
7. Karto Mundur
8
8. Rahasia Senja
9
9. Hubungan Darah
10
10. Mengejar Rusti
11
11. Pengakuan Senja
12
12. Kyai Mustafa
13
13. Peternakan
14
14. Malam Eksekusi
15
15. Move On
16
16. Itu Kuyang ?
17
17. Pengasuh Baru
18
18. Menjelang Persalinan
19
19. Kekhawatiran Bayan
20
20. Yumi Liat Juga
21
21. Bayangan Di Jendela
22
22. Ngambek
23
23. Panggilin Ustadz Mustafa
24
24. Membuat Janji
25
25. Therapy
26
26. Mimpi Ustadz Mustafa
27
27. Rahasia
28
28. Suara Mendesis
29
29. Security Baru
30
30. Luka Mona
31
31. Kepastian
32
32. Kuyang Lain
33
33. Istri Rama
34
34. Rama Panik
35
35. Dimana Kayla ?
36
36. Sudah Ditandai
37
37. Dia Datang
38
38. Makhluk Rambut Bola
39
39. Terluka Parah
40
40. Terima Kenyataan
41
41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42
42. Menyimpan Rapat
43
43. Tentang Rama
44
44. Tekad Rama
45
45. Nathan Liat Apa ?
46
46. Ga Perlu Takut
47
47. Coretan Tangan Nicko
48
48. Ngikutin Abang !
49
49. Cemas
50
50. Mengungsi
51
51. Hantu Bingung
52
52. Ga Ada Lagi
53
53. Mau Melamar
54
54. Ke Semarang
55
55. Juara Harapan
56
56. Mimpi Buruk Nicko
57
57. Lukisan Di Ruang Tamu
58
58. Wisata Malam
59
59. Kok Ada Juga ?
60
60. Berita Buruk
61
61. Ngapain Di Sana ?
62
62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63
63. Diana
64
64. Kuyang Senior ?
65
65. Gosip Diana
66
66. Dihantui
67
67. Kok Takut ...?
68
68. Ayah Datang
69
69. Aroma Mirip Senja
70
70. Wanita Jelmaan Kuyang
71
71. Permintaan Atau Perintah ?
72
72. Mengejar Kuyang
73
73. Sudah Kedua Kalinya
74
74. Cinta Jadi Benci
75
75. Masih Tentang Ira
76
76. Palasik !
77
77. Gempar !
78
78. Tak Punya Hubungan
79
79. Titisan Siluman
80
80. Gelagat Tak Biasa
81
81. Kemana Iis ?
82
82. Lapor Polisi
83
83. Gumpalan Kertas
84
84. Barang Bukti
85
85. Apa ... ?!
86
86. Berpisah
87
87. Pekerjaan Nathan
88
88. Disantet
89
89. Hampir Terjebak Hasrat
90
90. Ke Klinik
91
91. Diruqyah
92
92. Ada Gosip ...
93
93. Bau ...!
94
94. Haris Kalah
95
95. Kenapa Resign ?
96
96. Dicium ?!
97
97. Cewek Bergaun Kuning
98
98. Lamaran Sepihak
99
99. Masuk Perusahaan
100
100. Teman Lama
101
101. Calon Pengantin
102
102. Mia Pergi
103
103. Bukan Murni Kecelakaan
104
104. Dendam Rosiana
105
105. Keluarga Rosiana
106
106. Dia Bukan Saba
107
107. Panggil Abang Aja ...
108
108. Bahagia Di Tengah Duka
109
109. Bayi Fikri
110
110. Sidang Perdana Rosiana
111
111. Menatap Mak Ejah
112
112. Bayan Kemana ?
113
113. Mengincar Arafah
114
114. Mau Ngejar Maling
115
115. Tanda Lahir Itu ...
116
116. Bayan Pulang
117
117. Gara - Gara Jojo
118
118. Wanita Itu Adalah ...
119
119. Dimana Anakmu ?
120
120. Dugaan Bayan
121
121. Jutek Amat
122
122. Jati Diri Fikri
123
123. Persalinan Darurat
124
124. Hilya
125
125. Kejadian Ga Wajar
126
126. Tes DNA
127
127. Ternyata Keluarga ...
128
128. Ketemu Mak Ejah
129
129. Kematian Misterius
130
130. Tak Terekam CCTV
131
131. Siapa Yah ?
132
132. Hilya Ditangkap Polisi
133
133. Harus Diantar
134
134. Siluman Babi ?
135
135. Dikejar Siluman
136
136. Hampir Saja
137
137. Mau Nikah
138
138. Terjawab
139
139. Kegelisahan Fikri
140
140. Siapa Ibuku ...?
141
141. Ga Sabaran
142
142. Ngeliat Ibu
143
143. Mempertemukan
144
144. Ancaman Mak Ejah
145
145. Tubuh Tanpa Kepala
146
146. Serangan Siluman Kuyang
147
147. Bertobat lah ...
148
148. Luka Bayan
149
149. Kasih Dia Waktu
150
150. Cewek Lain
151
151. Arafah Sakit
152
152. Kabar Gembira
153
153. Tolong Jangan Arafah ...
154
154. Rindu Yang Salah
155
155. Belum Ada Obatnya
156
156. Arafah Hilang
157
157. Bayan Menunggui Arafah
158
158. Arafah Kenapa ?
159
159. Kehilangan
160
160. Nujuh Hari
161
161. Jasad Arafah Hilang !
162
162. Ketemu ...!
163
163. Mirip Kuntilanak
164
164. Ancaman Ramadhanti
165
165. Keluhan Ramadhanti
166
166. Solusi Untuk Ayu
167
167. Meruqyah Ayu
168
168. Mendahului Takdir
169
169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170
170. Ayah Kandung Hilya
171
171. Maafkan Ayah ...
172
172. Ga Mungkin ...
173
173. Jasad Heri
174
174. Drama Keluarga Heri
175
175. Menjalankan Kewajiban
176
176. Pasien Hilya
177
177. Bayi Lupita
178
178. Hantu Di Kkinik
179
179. Lapor Polisi
180
180. Lupita Datang
181
181. Mimpi Buruk Fikri
182
182. Test Pack
183
183. Pernah Liat Kuyang
184
184. Klinik Hilya
185
185. Bu Rosi
186
186. Capek ?
187
187. Terkejut
188
188. Siapa Rosi ?
189
189. Usaha Nathan Dan Hilya
190
190. Senja ...?
191
191. Kenapa Rosi ?
192
192. Informasi Baru
193
193. Ayu Melahirkan
194
194. Positif ...
195
195. Mengawasi
196
196. Dugaan Bayan
197
197. Pembunuhan Di Klinik
198
198. Interogasi
199
199. Masa Lalu Rosi
200
200. Tanda Tanya
201
201. Ternyata Rosi ...
202
202. Suami Rosi
203
203. Pembalasan Rosi
204
204. Kekejaman Rosi
205
205. Pengakuan Rosi
206
206. Rosi Kembali ...
207
207. Hilya Jatuh
208
208. Musang ?
209
209. Berhasil Mengusir
210
210. Siapa Di Ruang Bersalin
211
211. Kabar dari Dokter
212
212. Kembar Tiga
213
213. Kalah Dan Meninggal
214
214. Ke Rumah Duka
215
215. Pasien RSJ
216
216. Rusuh
217
217. Rosi Kabur
218
218. Kecelakaan
219
219. Di Tempat Yang Sama
220
220. Terdeteksi
221
221. Dapat Info
222
222. Sekarang Yah ...!
223
223. Keputusan Nathan
224
224. Menunda Operasi ?
225
225. Lebih Menyeramkan
226
226. Nekat Menerobos
227
227. Ada Apa ?!
228
228. Ucapan Hilya
229
229.Bingung Memilih
230
230. Menangis Bersamaan
231
231. Provokasi Siluman Kuyang
232
232. Berhasil Melukai
233
233. Tak masuk akal
234
234. Begitu Mirip
235
235. Masa Lalu
236
236. Dimana Senja ?
237
237. Ikuti Aku ...
238
238. Dikejar Anjing
239
239. Pesan Mak Paraji
240
240. Mengenaskan
241
241. Permintaan Terakhir Rosi
242
242. Solusi Untuk Rosi
243
243. Aqiqah Akbar
244
244. Telephon Dari Peternakan
245
245. Menjenguk Rosi
246
246. Meledak Dan Terbakar
247
247. Senja Hadir
248
248. Bayan Siuman
249
249. Koma ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!