Dari tempatnya berdiri Senja melihat seorang perempuan tua dengan badan bungkuk dan rambut awut-awutan, menyiramkan sesuatu ke arah mayat wanita itu. Dengan tenaganya yang diluar dugaan, perempuan itu membawa jasad wanita terbakar itu ke dalam hutan lalu meletakkannya di atas batu seperti meja persembahan. Lalu ia memercikkan air dan merapal kalimat asing ke arah jasad wanita terbakar.
" Pergi !, balaskan dendammu...," Senja jelas mendengar ucapan perempuan tua bungkuk itu.
Lalu Senja menoleh ke arah mayat wanita yang mati terbakar itu, ia ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Kepala mayat wanita itu bergerak. Lalu ia memutar kepalanya, terdengar bunyi 'krak' saat si wanita memutar kepalanya 180°. Kemungkinan leher si wanita patah karena gerakan tak lazimnya itu.
Setelahnya hal mengerikan terjadi. Kepala wanita itu seolah lepas dari badannya, saat kepala itu tertarik ke atas, ikut pula organ dalam yang tersambung ke leher dan kepala wanita itu, seperti jantung, usus, kerongkongan dan yang lainnya, tertarik keluar. Kini kepala tanpa badan itu melayang di udara dengan organ dalam tubuh yang penuh darah menyertainya.
Senja terjatuh duduk, tak kuasa menahan takutnya. Ia ingin pergi, tapi seolah ada satu kekuatan yang memaksanya untuk ikut kemana kepala tanpa badan itu pergi.
Senja melihat kepala tanpa badan itu makin menyeramkan, apalagi gigi taring di sudut mulutnya ikut mencuat keluar. Dengan ringan, kepala tanpa badan itu terbang dan mulai mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki bayi atau perempuan hamil.
Kepala tanpa badan itu menyerang ubun-ubun kepala bayi dan menghisap darahnya hingga habis. Dia juga menyerang wanita hamil di bagian perut bahkan langsung di daerah kewanitaannya. Menghisap darah janin yang ada dalam kandungannya. Tak jarang, akibat di celakai oleh makhluk itu menyebabkan sang wanita tak kan bisa hamil lagi.
Setelah puas memangsa bayi dan perempuan hamil, kepala tanpa badan itu melayang dan kembali ke badan asalnya dengan tawa melengking dari perempuan bungkuk yang tengah menunggunya.
Senja terbangun dengan tubuh penuh keringat. Ia mengingat mimpinya dengan jelas.
" Kuyang..., itu kuyang..., Apa Aku akan jadi kuyang juga...?" tanya Senja sambil memandangi wajahnya di cermin.
Dengan tangan gemetar, Senja mengusap wajahnya yang sudah kembali seperti sedia kala. Tanpa sadar Senja meraba lehernya yang terlihat memerah seperti bekas diikat tali.
\=\=\=\=\=
Senja pergi ke kantor saat jam menunjukkan pukul 7 pagi. Ia menutupi lehernya dengan syal panjang. Hal yang terpaksa ia lakukan karena malu jika merah di lehernya diketahui oleh teman-temannya.
Semua berjalan lancar saja hari itu. Hingga saat jam makan siang, Senja kembali merasa keanehan dalam dirinya. Karena tak nyaman, Senja memilih untuk pulang lebih awal.
Penderitaan Senja belum berakhir.
Setibanya di rumah Senja mencari air minum dan meneguknya dengan rakus, seolah sudah lama tak menemukan air.
Hampir setengah galon air dihabiskannya, tapi perasaan ingin minum masih terus mengejarnya.
Ternyata air tak menghapus rasa dahaganya.
Senja frustasi, rasa panas dan haus yang bersamaan itu benar-benar menyiksanya.
Senja berlari keluar rumahnya. Dilihatnya ada seekor ayam jago milik tetangga yang nyasar kerumahnya. Bak gayung bersambut. Saat melihat ayam jago itu, Senja berhasil menangkapnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Senja memperhatikan sejenak ayam jago itu. Dengan pisau disembelihnya leher ayam jago itu, lalu dihirupnya darah yang mengalir itu dengan rakus. Darah yang berceceran di lantai dan mengenai pakaiannya tak ia pedulikan. Senja terus minum tanpa henti, hingga ayam jago itu kering tak berdarah lagi.
Setelah selesai minum darah ayam, derita yang dirasakan Ssnja pun menghilang dalam sekejap. Ia bersandar di dinding rumahnya dengan nafas memburu dan mata terpejam. Ia seolah baru saja tersadar dari mimpi buruknya.
Saat membuka matanya, Senja terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ada banyak darah, bangkai ayam, pisau berlumur darah juga percikan darah dimana-mana.
Senja meremas rambutnya dan menangis. Ia tahu apa yang baru saja terjadi. Dengan lemah, Senja mencoba berdiri dan mulai membersihkan lantai dan perabotan yang terkena percikan darah.
Sstelah ssmuanya beres, giliran Senja membersihkan tubuhnya di kamar mandi.
Senja keluar dari kamar mandi dengan tubuh menggigil kedinginan karena terlalu lama membersihkan diri di bawah shower. Ia bercermin sejenak, mencoba memperhatikan sosoknya. Tak ada keanehan. Semua terlihat normal. Lalu Senja membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di atas tempat tidur.
Senja terbangun saat mendengar suara tetangganya ribut mencari ayam jago kesayangannya yang menghilang. Senja bangun dan melihat keluar jendela yang tertutup tirai. Sang tetangga tampak sibuk bertanya pada aemua orang yang ditemuinya. Senja tersenyum sinis.
Karena merasa lapar, Senja melangkah menuju dapur. Ia berdecak sebal karena tak menjumpai apapun untuk dimakan. Begitulah derita perempuan lajang yang tinggal sendiri. Tak ada yang menyiapkan makanan jika lapar. Terpaksa Senja keluar sambil membawa dompetnya, bermaksud membeli ketoprak untuk makannya sore itu.
Saat membuka pintu tampak sang tetangga yang mondar mandir di depan rumah Senja.
" Ehh ada Mbak Senja. Tumben hari gini dirumah...," sapa sang tetangga ramah.
" Iya nih Bu, lagi ga enak badan, jadi pulang cepet...," kata Senja.
" Mmm..., Mbak Senja liat ayam jago Saya ga...?, tadi sih Saya liat masuk ke sini...," tanya sang tetangga ragu.
" Wah Saya ga liat, kan saya tidur dari tadi. Nih aja Saya mau keluar beli ketoprak...," kata Senja lagi.
" Terus kemana dong...," kata si tetangga.
" Ya udah, kalo Ibu mau, cari aja di sekitar sini, kali aja ngumpet...," kata Senja memberi ijin sambil bergurau.
" Iya juga, ya udah Mbak, ntar Saya cari lagi deh...," kata si tetangga sambil melangkah masuk ke pekarangan rumah Senja.
Senja membeli dua porsi ketoprak, bersama dua juice buah, ia merasa perlu asupan makanan extra akibat kejadian yang menimpanya.
Senja melihat sang tetangga masih ada di pekarangan rumahnya. Mungkin masih penasaran. Senja cuek dan langsung masuk ke dalam rumah. Membuka bungkus ketoprak dan memakannya dengan lahap. Sambil menonton berita di TV Senja mampu menghabiskan dua porsi ketoprak dan dua gelas juice buah itu seorang diri.
Setelah selesai makan, Senja menggelengkan kepalanya, seperti tak percaya bahwa dialah yang baru saja menghabiskan semuanya.
Setelah hari gelap, Senja membawa bangkai ayam berikut sampah lainnya keluar rumah untuk dibuang. Ia berjalan pelan menuju bak pembuangan sampah yang berjarak 200 meter dari rumahnya.
Ia mendengar kasak kusuk tetangga yang menggunjingkannya. Tapi Senja malas untuk sekedar menoleh apalagi menyapa ibu-ibu yang tengah bergosip ria itu.
Setelah membuang sampah, Senja kembali ke rumahnya tanpa beban.
Saat perjalanan kearah rumah, dilihatnya si pemilik ayam jago masih mencari ayam jago kesayangannya yang raib.
" Jalu..., jalu..., dimana Kamu...? ck.ck.ck...," panggil tetangga Senja.
" Belum ketemu juga Bu...?" tanya Senja basa basi.
" Iya belum nih. Saya takut Bapaknya anak-anak marah kalo tau si Jalu ilang...," keluhnya.
" Kalo udah maghrib ga ketemu juga, ya pasti ilang Bu...," kata Senja sambil berlalu.
" Masa sih...?" kata tetangga Senja tak yakin.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
llyna
di desa saya masih banyak kuyang dan benar sampai 7turunan gak bakalan hilang
2025-03-22
1