20. Yumi Liat Juga

Anna nampak kesulitan saat menjalani proses persalinan. Bayangan gumpalan hitam yang dua kali dilihatnya tadi membuat perasaannya campur aduk. Dalam kondisi tertekan seperti itu membuat konsentrasi Anna buyar hingga tak bisa mengejan sesuai arahan sang dokter.

Bayan yang mendampingi Anna pun tak kalah cemas. Ia khawatir terjadi sesuatu dengan Anna dan bayi mereka.

"Aku ga kuat Yah, Aku ga kuat. Ini sakiiittt ...," rintih Anna dengan wajah dipenuhi air mata.

"Sabar ya Sayang. Kamu bisa kok, Kamu kan Ibu yang kuat. Fokus Sayang, dengerin apa kata dokter Manda yaa," bujuk Bayan sambil mengecup kepala sang istri berulang kali.

"Tapi ini susah Yaahhh ..., bayinya ga mau keluar. Keliatannya dia masih takut sama gumpalan hitam di rumah tadi," kata Anna setengah berbisik.

"Bukan dia yang takut tapi Kamu Anna. Kamu yang terus mengingat sesuatu yang belum pasti keberadaannya. Aku udah bilang kalo itu cuma ilusi, kenapa Kamu ga ngerti juga sih Sayang. Tolong jangan kaya gini dong. Ini berbahaya untuk Kamu dan bayi Kita," kata Bayan putus asa.

Mendengar perdebatan Anna dan Bayan membuat dokter Amanda tahu jika Anna memang tak ingin menyelesaikan proses persalinan secara normal. Akhirnya dokter Amanda memutuskan melakukan operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi dari rahim Anna secepatnya.

Bayan dan Anna pun setuju karena mereka memang tak punya pilihan. Apalagi kondisi Anna kian melemah dan tampak pucat.

Setelah Bayan menandatangani berkas persetujuan operasi di dalam ruangan bersalin, Anna pun menjalani operasi Caesar. Tak butuh waktu lama bayi dalam rahim Anna pun lahir.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu tak menangis saat dilahirkan. Hal itu kembali membuat dokter Amanda dan team panik. Namun setelah diupayakan berbagai cara, tiga menit kemudian bayi laki-laki itu pun menangis dengan keras hingga membuat dokter Amanda dan team merasa lega. Bayan dan Anna nampak tersenyum bahagia saat mengetahui bayi mereka baik-baik saja.

Setelah bayi dibersihkan, bayi diserahkan kepada Anna untuk disusui. Lagi-lagi keanehan terjadi dan itu membuat Bayan khawatir.

Jika di kelahiran Nathan dulu Anna terlihat siap dan fit, kali ini justru sebaliknya. Dan saat bayi Nathan didekatkan pada ibunya, Nathan dengan sigap mencari put*ng susu ibunya lalu menyusu dengan lahap. Tapi bayi kedua mereka kali ini terlihat berbeda. Ia terlihat tenang dan tak berusaha melakukan sesuatu untuk mencari put*ng sang ibu seolah tak menginginkan ASI perdananya.

Setelah beberapa saat menunggu namun bayi itu tak berusaha apa pun, akhirnya dengan gemas Bayan membantu mendekatkan bayinya dengan ASI sang istri. Tindakannya mau tak mau membuat semua orang di dalam ruangan itu tertawa.

"Kasian dok, kelamaan," kata Bayan memberi alasan.

"Iya gapapa Pak," sahut dokter Amanda sambil tersenyum.

Sementara itu ruang tunggu Nathan nampak kembali terlelap di pangkuan Yumi. Yumi yang terkantuk-kantuk tersentak kaget saat mendengar suara tangis bayi dari ruang bersalin. Ia tersenyum bahagia sambil mengucap hamdalah berkali-kali.

"Alhamdulillah. Nathan sekarang jadi Kakak beneran deh. Selamat ya Nathan," bisik Yumi sambil mengusap pipi gembil Nathan dengan lembut.

Nathan nampak menggeliat kecil dan itu membuat Yumi kembali tersenyum. Ia menatap Nathan dengan sayang seolah Nathan juga anaknya. Yumi kembali teringat bagaimana ia bisa mengenal Nathan dan kedua orangtuanya itu.

Awalnya Yumi bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah salah satu tetangga Anna. Ia tak menetap di rumah majikannya itu. Yumi akan datang pagi dan pulang saat sore hari. Karena mereka sering berpapasan, maka Yumi pun mengenal Anna.

Suatu hari Anna dibuat terkejut saat melihat Yumi tengah dimaki oleh tetangganya itu. Saat itu Yumi dituduh mencuri uang yang katanya tertinggal di saku baju yang dicuci Yumi. Walau sudah menyangkal dan berusaha membuktikan dirinya tak bersalah, namun Yumi tetap dimaki. Bahkan Yumi terancam penjara karena tak mau mengembalikan uang yang dicurinya itu.

Anna maju untuk menengahi dan bersedia mengganti uang yang katanya dicuri Yumi. Saat itu Anna yakin jika Yumi tak mencuri sama sekali.

"Cuma tiga ratus ribu aja kok ribut sampe suaranya kedengaran kemana-mana dan manggil satu kampung segala Bu," kata Anna sambil mencibir.

Wanita yang tadi memaki Yumi pun tak peduli. Ia masuk ke dalam rumah sambil membanting pintu. Sesuatu yang bakal ia sesali karena ternyata pencurinya bukan Yumi melainkan anaknya sendiri.

Dan saat wanita itu mengetahui siapa pencuri sebenarnya, ia minta maaf dan meminta Yumi kembali bekerja padanya. Namun Yumi menolak. Apalagi saat itu ia selesai berkemas karena sebentar lagi akan dijemput Anna untuk bekerja di rumah barunya.

Wanita itu memohon dengan sangat karena setelah Yumi pergi ia kesulitan mencari pengganti. Namun tekad Yumi untuk pergi sudah bulat. Apalagi Yumi terlanjur sakit hati dengan ucapan sang mantan majikan.

Yumi memang pernah menikah namun ditinggal suaminya karena tak bisa memberi keturunan. Dan kata 'mandul' seringkali diucapkan sang majikan untuk menyakiti perasaan Yumi. Padahal bukan itu yang terjadi. Justru suami Yumi lah yang tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik hingga Yumi tak kunjung hamil meski pun mereka telah menikah selama sebelas tahun.

Saat pertama kali masuk ke rumah Bayan dan Anna, Yumi merasa senang. Apalagi Bayan juga menyambutnya dengan ramah. Yumi diperlakukan bak keluarga di rumah itu. Meski pun begitu Yumi tak besar kepala, ia tetap menjalankan tugasnya dengan baik.

Yumi ikut bahagia saat Anna diketahui hamil. Yumi juga ikut antusias menyambut kelahiran sang bayi yang kemudian diberi nama Nathan itu. Rasa rindu Yumi pada buah hati terobati dengan kehadiran Nathan. Apalagi Anna memang tak menggunakan jasa pengasuh bayi hingga ia ikut dilibatkan saat mengasuh Nathan.

Kebahagiaan Yumi pun bertambah saat Anna diketahui hamil anak kedua. Namun Yumi sedikit kecewa karena Anna memutuskan menggunakan jasa pengasuh bernama Arti. Hal itu membuatnya sedikit berjarak dengan Nathan. Namun Yumi mengerti kerepotan Anna dan hanya bisa menatap iri saat Nathan menggelayut manja pada pengasuh barunya itu.

Lamunan Yumi buyar saat Bayan keluar dari ruang bersalin dengan wajah berbinar. Kemudian Bayan menggendong Nathan lalu membawanya ke ruang rawat inap Anna. Yumi pun mengekori dari belakang.

Sambil berjalan mengekori Bayan di koridor Rumah Sakit, Yumi mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. Saat itu tak sengaja Yumi melihat gumpalan hitam melayang cepat menuju atap. Dan melihat benda itu membuat bulu kuduk Yumi meremang. Entah mengapa saat itu Yumi menyesal karena tak mempercayai ucapan Anna tadi.

"Apa itu yang bikin Bu Anna shock tadi. Hiiiyyy ... serem banget sih. Pantesan Ibu ketakutan sampe gemetaran tadi," batin Yumi gusar sambil mengusap tengkuknya.

Karena tak fokus, Yumi tak sengaja menabrak Bayan yang telah berhenti melangkah. Tentu saja itu membuat Bayan menoleh dan bertanya.

"Kamu gapapa Yum ?" tanya Bayan.

"Mmm ... ga - gapapa Pak. Mungkin karena ngantuk Saya jadi ga merhatiin jalan," sahut Yumi tak enak hati.

"Oh gitu. Kamu bisa tidur di kamar Ibu nanti. Kan ada tempat tidur cadangan di sana," kata Bayan sambil tersenyum.

"Iya Pak, makasih," sahut Yumi.

Bayan pun mengangguk lalu membuka pintu kamar rawat inap VIP itu. Terlihat Anna yang terbaring di atas tempat tidur ditemani seorang perawat. Ada box bayi kosong di sampingnya. Keliatannya bayi Anna masih belum diantar ke sana.

Setelah meletakkan Nathan di atas tempat tidur, Bayan menyuruh Yumi istirahat. Yumi mengangguk dan memilih sofa untuk tempat berbaring. Tak lama kemudian Yumi nampak telah terlelap hingga membuat Bayan dan Anna tersenyum.

\=\=\=\=\=

Terpopuler

Comments

FiaNasa

FiaNasa

jangan² yg dilihat itu adalah kuyang,,tp aq kok curiga ya sama arti

2023-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Bayan Dan Senja
2 2. Menghadapi Masalah
3 3. Jadi Teman
4 4. Mimpi Senja
5 5. Tentang Genta
6 6. Ungkapan Hati Bayan
7 7. Karto Mundur
8 8. Rahasia Senja
9 9. Hubungan Darah
10 10. Mengejar Rusti
11 11. Pengakuan Senja
12 12. Kyai Mustafa
13 13. Peternakan
14 14. Malam Eksekusi
15 15. Move On
16 16. Itu Kuyang ?
17 17. Pengasuh Baru
18 18. Menjelang Persalinan
19 19. Kekhawatiran Bayan
20 20. Yumi Liat Juga
21 21. Bayangan Di Jendela
22 22. Ngambek
23 23. Panggilin Ustadz Mustafa
24 24. Membuat Janji
25 25. Therapy
26 26. Mimpi Ustadz Mustafa
27 27. Rahasia
28 28. Suara Mendesis
29 29. Security Baru
30 30. Luka Mona
31 31. Kepastian
32 32. Kuyang Lain
33 33. Istri Rama
34 34. Rama Panik
35 35. Dimana Kayla ?
36 36. Sudah Ditandai
37 37. Dia Datang
38 38. Makhluk Rambut Bola
39 39. Terluka Parah
40 40. Terima Kenyataan
41 41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42 42. Menyimpan Rapat
43 43. Tentang Rama
44 44. Tekad Rama
45 45. Nathan Liat Apa ?
46 46. Ga Perlu Takut
47 47. Coretan Tangan Nicko
48 48. Ngikutin Abang !
49 49. Cemas
50 50. Mengungsi
51 51. Hantu Bingung
52 52. Ga Ada Lagi
53 53. Mau Melamar
54 54. Ke Semarang
55 55. Juara Harapan
56 56. Mimpi Buruk Nicko
57 57. Lukisan Di Ruang Tamu
58 58. Wisata Malam
59 59. Kok Ada Juga ?
60 60. Berita Buruk
61 61. Ngapain Di Sana ?
62 62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63 63. Diana
64 64. Kuyang Senior ?
65 65. Gosip Diana
66 66. Dihantui
67 67. Kok Takut ...?
68 68. Ayah Datang
69 69. Aroma Mirip Senja
70 70. Wanita Jelmaan Kuyang
71 71. Permintaan Atau Perintah ?
72 72. Mengejar Kuyang
73 73. Sudah Kedua Kalinya
74 74. Cinta Jadi Benci
75 75. Masih Tentang Ira
76 76. Palasik !
77 77. Gempar !
78 78. Tak Punya Hubungan
79 79. Titisan Siluman
80 80. Gelagat Tak Biasa
81 81. Kemana Iis ?
82 82. Lapor Polisi
83 83. Gumpalan Kertas
84 84. Barang Bukti
85 85. Apa ... ?!
86 86. Berpisah
87 87. Pekerjaan Nathan
88 88. Disantet
89 89. Hampir Terjebak Hasrat
90 90. Ke Klinik
91 91. Diruqyah
92 92. Ada Gosip ...
93 93. Bau ...!
94 94. Haris Kalah
95 95. Kenapa Resign ?
96 96. Dicium ?!
97 97. Cewek Bergaun Kuning
98 98. Lamaran Sepihak
99 99. Masuk Perusahaan
100 100. Teman Lama
101 101. Calon Pengantin
102 102. Mia Pergi
103 103. Bukan Murni Kecelakaan
104 104. Dendam Rosiana
105 105. Keluarga Rosiana
106 106. Dia Bukan Saba
107 107. Panggil Abang Aja ...
108 108. Bahagia Di Tengah Duka
109 109. Bayi Fikri
110 110. Sidang Perdana Rosiana
111 111. Menatap Mak Ejah
112 112. Bayan Kemana ?
113 113. Mengincar Arafah
114 114. Mau Ngejar Maling
115 115. Tanda Lahir Itu ...
116 116. Bayan Pulang
117 117. Gara - Gara Jojo
118 118. Wanita Itu Adalah ...
119 119. Dimana Anakmu ?
120 120. Dugaan Bayan
121 121. Jutek Amat
122 122. Jati Diri Fikri
123 123. Persalinan Darurat
124 124. Hilya
125 125. Kejadian Ga Wajar
126 126. Tes DNA
127 127. Ternyata Keluarga ...
128 128. Ketemu Mak Ejah
129 129. Kematian Misterius
130 130. Tak Terekam CCTV
131 131. Siapa Yah ?
132 132. Hilya Ditangkap Polisi
133 133. Harus Diantar
134 134. Siluman Babi ?
135 135. Dikejar Siluman
136 136. Hampir Saja
137 137. Mau Nikah
138 138. Terjawab
139 139. Kegelisahan Fikri
140 140. Siapa Ibuku ...?
141 141. Ga Sabaran
142 142. Ngeliat Ibu
143 143. Mempertemukan
144 144. Ancaman Mak Ejah
145 145. Tubuh Tanpa Kepala
146 146. Serangan Siluman Kuyang
147 147. Bertobat lah ...
148 148. Luka Bayan
149 149. Kasih Dia Waktu
150 150. Cewek Lain
151 151. Arafah Sakit
152 152. Kabar Gembira
153 153. Tolong Jangan Arafah ...
154 154. Rindu Yang Salah
155 155. Belum Ada Obatnya
156 156. Arafah Hilang
157 157. Bayan Menunggui Arafah
158 158. Arafah Kenapa ?
159 159. Kehilangan
160 160. Nujuh Hari
161 161. Jasad Arafah Hilang !
162 162. Ketemu ...!
163 163. Mirip Kuntilanak
164 164. Ancaman Ramadhanti
165 165. Keluhan Ramadhanti
166 166. Solusi Untuk Ayu
167 167. Meruqyah Ayu
168 168. Mendahului Takdir
169 169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170 170. Ayah Kandung Hilya
171 171. Maafkan Ayah ...
172 172. Ga Mungkin ...
173 173. Jasad Heri
174 174. Drama Keluarga Heri
175 175. Menjalankan Kewajiban
176 176. Pasien Hilya
177 177. Bayi Lupita
178 178. Hantu Di Kkinik
179 179. Lapor Polisi
180 180. Lupita Datang
181 181. Mimpi Buruk Fikri
182 182. Test Pack
183 183. Pernah Liat Kuyang
184 184. Klinik Hilya
185 185. Bu Rosi
186 186. Capek ?
187 187. Terkejut
188 188. Siapa Rosi ?
189 189. Usaha Nathan Dan Hilya
190 190. Senja ...?
191 191. Kenapa Rosi ?
192 192. Informasi Baru
193 193. Ayu Melahirkan
194 194. Positif ...
195 195. Mengawasi
196 196. Dugaan Bayan
197 197. Pembunuhan Di Klinik
198 198. Interogasi
199 199. Masa Lalu Rosi
200 200. Tanda Tanya
201 201. Ternyata Rosi ...
202 202. Suami Rosi
203 203. Pembalasan Rosi
204 204. Kekejaman Rosi
205 205. Pengakuan Rosi
206 206. Rosi Kembali ...
207 207. Hilya Jatuh
208 208. Musang ?
209 209. Berhasil Mengusir
210 210. Siapa Di Ruang Bersalin
211 211. Kabar dari Dokter
212 212. Kembar Tiga
213 213. Kalah Dan Meninggal
214 214. Ke Rumah Duka
215 215. Pasien RSJ
216 216. Rusuh
217 217. Rosi Kabur
218 218. Kecelakaan
219 219. Di Tempat Yang Sama
220 220. Terdeteksi
221 221. Dapat Info
222 222. Sekarang Yah ...!
223 223. Keputusan Nathan
224 224. Menunda Operasi ?
225 225. Lebih Menyeramkan
226 226. Nekat Menerobos
227 227. Ada Apa ?!
228 228. Ucapan Hilya
229 229.Bingung Memilih
230 230. Menangis Bersamaan
231 231. Provokasi Siluman Kuyang
232 232. Berhasil Melukai
233 233. Tak masuk akal
234 234. Begitu Mirip
235 235. Masa Lalu
236 236. Dimana Senja ?
237 237. Ikuti Aku ...
238 238. Dikejar Anjing
239 239. Pesan Mak Paraji
240 240. Mengenaskan
241 241. Permintaan Terakhir Rosi
242 242. Solusi Untuk Rosi
243 243. Aqiqah Akbar
244 244. Telephon Dari Peternakan
245 245. Menjenguk Rosi
246 246. Meledak Dan Terbakar
247 247. Senja Hadir
248 248. Bayan Siuman
249 249. Koma ...
Episodes

Updated 249 Episodes

1
1. Bayan Dan Senja
2
2. Menghadapi Masalah
3
3. Jadi Teman
4
4. Mimpi Senja
5
5. Tentang Genta
6
6. Ungkapan Hati Bayan
7
7. Karto Mundur
8
8. Rahasia Senja
9
9. Hubungan Darah
10
10. Mengejar Rusti
11
11. Pengakuan Senja
12
12. Kyai Mustafa
13
13. Peternakan
14
14. Malam Eksekusi
15
15. Move On
16
16. Itu Kuyang ?
17
17. Pengasuh Baru
18
18. Menjelang Persalinan
19
19. Kekhawatiran Bayan
20
20. Yumi Liat Juga
21
21. Bayangan Di Jendela
22
22. Ngambek
23
23. Panggilin Ustadz Mustafa
24
24. Membuat Janji
25
25. Therapy
26
26. Mimpi Ustadz Mustafa
27
27. Rahasia
28
28. Suara Mendesis
29
29. Security Baru
30
30. Luka Mona
31
31. Kepastian
32
32. Kuyang Lain
33
33. Istri Rama
34
34. Rama Panik
35
35. Dimana Kayla ?
36
36. Sudah Ditandai
37
37. Dia Datang
38
38. Makhluk Rambut Bola
39
39. Terluka Parah
40
40. Terima Kenyataan
41
41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42
42. Menyimpan Rapat
43
43. Tentang Rama
44
44. Tekad Rama
45
45. Nathan Liat Apa ?
46
46. Ga Perlu Takut
47
47. Coretan Tangan Nicko
48
48. Ngikutin Abang !
49
49. Cemas
50
50. Mengungsi
51
51. Hantu Bingung
52
52. Ga Ada Lagi
53
53. Mau Melamar
54
54. Ke Semarang
55
55. Juara Harapan
56
56. Mimpi Buruk Nicko
57
57. Lukisan Di Ruang Tamu
58
58. Wisata Malam
59
59. Kok Ada Juga ?
60
60. Berita Buruk
61
61. Ngapain Di Sana ?
62
62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63
63. Diana
64
64. Kuyang Senior ?
65
65. Gosip Diana
66
66. Dihantui
67
67. Kok Takut ...?
68
68. Ayah Datang
69
69. Aroma Mirip Senja
70
70. Wanita Jelmaan Kuyang
71
71. Permintaan Atau Perintah ?
72
72. Mengejar Kuyang
73
73. Sudah Kedua Kalinya
74
74. Cinta Jadi Benci
75
75. Masih Tentang Ira
76
76. Palasik !
77
77. Gempar !
78
78. Tak Punya Hubungan
79
79. Titisan Siluman
80
80. Gelagat Tak Biasa
81
81. Kemana Iis ?
82
82. Lapor Polisi
83
83. Gumpalan Kertas
84
84. Barang Bukti
85
85. Apa ... ?!
86
86. Berpisah
87
87. Pekerjaan Nathan
88
88. Disantet
89
89. Hampir Terjebak Hasrat
90
90. Ke Klinik
91
91. Diruqyah
92
92. Ada Gosip ...
93
93. Bau ...!
94
94. Haris Kalah
95
95. Kenapa Resign ?
96
96. Dicium ?!
97
97. Cewek Bergaun Kuning
98
98. Lamaran Sepihak
99
99. Masuk Perusahaan
100
100. Teman Lama
101
101. Calon Pengantin
102
102. Mia Pergi
103
103. Bukan Murni Kecelakaan
104
104. Dendam Rosiana
105
105. Keluarga Rosiana
106
106. Dia Bukan Saba
107
107. Panggil Abang Aja ...
108
108. Bahagia Di Tengah Duka
109
109. Bayi Fikri
110
110. Sidang Perdana Rosiana
111
111. Menatap Mak Ejah
112
112. Bayan Kemana ?
113
113. Mengincar Arafah
114
114. Mau Ngejar Maling
115
115. Tanda Lahir Itu ...
116
116. Bayan Pulang
117
117. Gara - Gara Jojo
118
118. Wanita Itu Adalah ...
119
119. Dimana Anakmu ?
120
120. Dugaan Bayan
121
121. Jutek Amat
122
122. Jati Diri Fikri
123
123. Persalinan Darurat
124
124. Hilya
125
125. Kejadian Ga Wajar
126
126. Tes DNA
127
127. Ternyata Keluarga ...
128
128. Ketemu Mak Ejah
129
129. Kematian Misterius
130
130. Tak Terekam CCTV
131
131. Siapa Yah ?
132
132. Hilya Ditangkap Polisi
133
133. Harus Diantar
134
134. Siluman Babi ?
135
135. Dikejar Siluman
136
136. Hampir Saja
137
137. Mau Nikah
138
138. Terjawab
139
139. Kegelisahan Fikri
140
140. Siapa Ibuku ...?
141
141. Ga Sabaran
142
142. Ngeliat Ibu
143
143. Mempertemukan
144
144. Ancaman Mak Ejah
145
145. Tubuh Tanpa Kepala
146
146. Serangan Siluman Kuyang
147
147. Bertobat lah ...
148
148. Luka Bayan
149
149. Kasih Dia Waktu
150
150. Cewek Lain
151
151. Arafah Sakit
152
152. Kabar Gembira
153
153. Tolong Jangan Arafah ...
154
154. Rindu Yang Salah
155
155. Belum Ada Obatnya
156
156. Arafah Hilang
157
157. Bayan Menunggui Arafah
158
158. Arafah Kenapa ?
159
159. Kehilangan
160
160. Nujuh Hari
161
161. Jasad Arafah Hilang !
162
162. Ketemu ...!
163
163. Mirip Kuntilanak
164
164. Ancaman Ramadhanti
165
165. Keluhan Ramadhanti
166
166. Solusi Untuk Ayu
167
167. Meruqyah Ayu
168
168. Mendahului Takdir
169
169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170
170. Ayah Kandung Hilya
171
171. Maafkan Ayah ...
172
172. Ga Mungkin ...
173
173. Jasad Heri
174
174. Drama Keluarga Heri
175
175. Menjalankan Kewajiban
176
176. Pasien Hilya
177
177. Bayi Lupita
178
178. Hantu Di Kkinik
179
179. Lapor Polisi
180
180. Lupita Datang
181
181. Mimpi Buruk Fikri
182
182. Test Pack
183
183. Pernah Liat Kuyang
184
184. Klinik Hilya
185
185. Bu Rosi
186
186. Capek ?
187
187. Terkejut
188
188. Siapa Rosi ?
189
189. Usaha Nathan Dan Hilya
190
190. Senja ...?
191
191. Kenapa Rosi ?
192
192. Informasi Baru
193
193. Ayu Melahirkan
194
194. Positif ...
195
195. Mengawasi
196
196. Dugaan Bayan
197
197. Pembunuhan Di Klinik
198
198. Interogasi
199
199. Masa Lalu Rosi
200
200. Tanda Tanya
201
201. Ternyata Rosi ...
202
202. Suami Rosi
203
203. Pembalasan Rosi
204
204. Kekejaman Rosi
205
205. Pengakuan Rosi
206
206. Rosi Kembali ...
207
207. Hilya Jatuh
208
208. Musang ?
209
209. Berhasil Mengusir
210
210. Siapa Di Ruang Bersalin
211
211. Kabar dari Dokter
212
212. Kembar Tiga
213
213. Kalah Dan Meninggal
214
214. Ke Rumah Duka
215
215. Pasien RSJ
216
216. Rusuh
217
217. Rosi Kabur
218
218. Kecelakaan
219
219. Di Tempat Yang Sama
220
220. Terdeteksi
221
221. Dapat Info
222
222. Sekarang Yah ...!
223
223. Keputusan Nathan
224
224. Menunda Operasi ?
225
225. Lebih Menyeramkan
226
226. Nekat Menerobos
227
227. Ada Apa ?!
228
228. Ucapan Hilya
229
229.Bingung Memilih
230
230. Menangis Bersamaan
231
231. Provokasi Siluman Kuyang
232
232. Berhasil Melukai
233
233. Tak masuk akal
234
234. Begitu Mirip
235
235. Masa Lalu
236
236. Dimana Senja ?
237
237. Ikuti Aku ...
238
238. Dikejar Anjing
239
239. Pesan Mak Paraji
240
240. Mengenaskan
241
241. Permintaan Terakhir Rosi
242
242. Solusi Untuk Rosi
243
243. Aqiqah Akbar
244
244. Telephon Dari Peternakan
245
245. Menjenguk Rosi
246
246. Meledak Dan Terbakar
247
247. Senja Hadir
248
248. Bayan Siuman
249
249. Koma ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!