6. Ungkapan Hati Bayan

" Pergilah, jangan dekati Aku lagi. Kau akan kecewa nanti...," kata Senja di dalam tidurnya.

Bayan yang masih duduk di samping Senja menatap Senja yang bermimpi dalam tidurnya.

" Kenapa harus kecewa ?" bisik Bayan.

" Aku tak seperti yang Kau pikirkan..., Aku adalah monster...," jawab Senja yang masih memejamkan matanya.

Mendengar jawaban Senja, Bayan pun tak dapat menahan tawanya. Tawa Bayan pun berhasil membangunkan Senja.

Ia bingung, lalu mengucek matanya, dan menoleh ke arah Bayan yang sedang tertawa.

" Hai monster..., apa tidurmu sangat nyenyak...?" goda Bayan.

Tapi kalimat Bayan membuat Senja langsung berdiri dan lari meninggalkan Bayan yang masih tertawa.

" Apa dia tau sesuatu ?, apa Aku keceplosan waktu tidur. Ah, dasar si**an, kenapa pake ketiduran segala sih...," gerutu Senja sambil memukuli dahinya gemas.

" Tunggu !" panggil Bayan.

Senja menoleh dengan malas. Senja terkejut saat Bayan menyodorkan buku hariannya yang tertinggal.

" Apa Kau membukanya ?, membaca isinya ?, Kamu tau ini adalah privacy, dan itu artinya ga sembarangan orang boleh tau isinya kecuali atas ijinku. Kamu mengerti ga... ?" berondong Senja dengan wajah merah.

" Aku tak suka membaca, tulisanmu jelek, jadi untuk apa membaca isinya, yang pasti juga tak menarik untuk dibaca...," jawab Bayan santai lalu pergi meninggalkan Senja yang masih berdiri disana.

Senja memasukkan buku itu ke dalam saku bajunya. Tak ada apa-apa disana. Hanya coretan tangan ayah dan ibunya. Yang mungkin bagi orang lain tak memiliki arti apapun. Senja menyimpannya, karena hanya itu kenangan yang ia miliki. Tak ada foto keluarga yang ia miliki. Kalaupun ada, Senja tak pernah berhasil menemukannya saat ia pulang dulu.

\=\=\=\=\=

Bayan melajukan mobilnya membelah malam. Sudah hampir tiga bulan status teman disandangnya. Bayan ingin lebih, tapi ia tak bisa memaksa Senja untuk menerima cintanya. Bayan hampir menyerah, tapi ia kembali bangkit saat mengenal Senja lebih dekat.

Bayan memandangi gadis di depannya dengan takjub. Ia memang meminta Senja menemaninya hadir ke sebuah undangan pernikahan. Saat ini mereka ada di sebuah butik langganan orangtua Bayan.

" Bagaimana penampilanku, Apakah Kamu ga akan malu membawaku bersamamu...?" tanya Senja.

" Kamu cantik, seperti biasa. Tapi lebih cantik saat tersenyum...," kata Bayan.

Pipi Senja memerah, ia sangat malu dipuji seperti itu, apalagi oleh Bayan. Senja pun mengikuti Bayan yang berjalan di depannya. Bayan berhenti dan menggandeng tangannya.

" Seperti ini, sebentar aja, supaya mereka percaya bahwa kita memang pasangan...," kata Bayan berharap.

Senja mengangguk. Tak ada salahnya bergandengan tangan, toh ia juga tak kenal siapa pun di pesta itu. Akan lebih aman jika Bayan menggandengnya bukan ?.

Bayan pun mengajak Senja masuk dan memberi ucapan selamat pada temannya yang menikah.

" Siapa...?" tanya pengantin pria.

" Ada dehh...," jawab Bayan.

" Jangan kelamaan lah, Lo tau sendiri, cewek cakep model gini banyak yang mau...," kata pengantin pria lagi.

" Makasih udah diingetin...," Bayan pun berlalu sambil membawa Senja menjauh dari tempat itu.

Senja hanya diam mendengar percakapan Bayan dengan temannya.

Senja tahu hubungannya dengan Bayan tak sesederhana yang ia kira. Banyak hal yang harus dipertimbangkan.

" Kenapa diam ?" tanya Bayan lembut.

" Mmm..., gapapa. Apa Kamu belom pernah ajak wanita lain ke pesta kaya gini ?" tanya Senja.

" Pernah," jawab Bayan singkat.

" Sekarang kenapa ajak Aku ?" tanya Senja penasaran.

" Karena Kamu wanita yang paling deket sama Aku, selain ibuku," jawab Bayan lagi.

" Cuma itu alasannya ?" tanya Senja sambil melengos.

" Kamu tau alasannya...," kata Bayan pelan.

Senja menatap Bayan yang juga tengah menatapnya. Senja suka pada pria dihadapannya, tapi ia takut membahayakan Bayan. Ia ingin mengatakan bahwa ia bukan manusia biasa, tapi ia tak sanggup kehilangan Bayan dan perhatiannya.

" Kenapa Kau menutup hatimu begitu rapat ?, tak adakah kesempatan untukku masuk dan menetap disana ?" tanya Bayan sambil mendekat ke arah Senja.

" Jangan..., Kau akan terluka nanti...," jawab Senja yang membalikkan badannya untuk menghindari Bayan.

" Aku ga takut...!" jawab Bayan tegas sambil menarik tangan Senja dan membawa Senja ke pelukannya.

Senja tertegun sesaat, menikmati aroma tubuh Bayan, meresapi hangat pelukan Bayan untuknya. Tapi kemudian ia berontak. Bayan mempererat pelukannya, dan tak membiarkan Senja lepas dari pelukannya.

Sia-sia usaha Senja, akhirnya ia pasrah dalam pelukan Bayan.

Beberapa menit memeluk Senja, meresapi hangat tubuhnya, menghirup aroma harum tubuh Senja, membuat Bayan terlena.

" Aku mencintaimu...," bisik Bayan penuh perasaan di telinga Senja.

" Bayan..., jangan...," suara lirih Senja.

" Aku mencintaimu..., dulu, kini, dan nanti..., selalu..., mencintaimu...," kata Bayan lalu mengecup kening Senja.

Ssnja menangis terharu mendengar ungkapan hati Bayan. Ia membuka matanya dan menatap Bayan yang masih memeluknya.

" Aku takut Kau terluka nanti...," isak Senja.

" Apa hanya itu alasanmu menolak Aku...?" tanya Bayan sambil menghapus air mata Senja dengan jarinya.

" Iya...," kata Senja parau.

" Jangan takut, Aku bisa menjaga diri dengan baik. Maukah Kamu bersamaku ?" tanya Bayan.

" Asal Kau janji bisa menjaga dirimu..." kata Senja datar.

Bayan tersenyum lebar. Akhirnya penantian cintanya berujung manis. Ia memeluk Senja dan mencium keningnya berulangkali. Lalu sekilas mengecup bibir Senja dengan lembut.

Malam itu adalah malam yang indah buat Senja dan Bayan.

\=\=\=\=\=

Bayan makin bersemangat dalam pekerjaannya. Setiap ada waktu luang, ia sslalu menyempatkan diri bertemu dengan Senja. Senja pun berusaha menjadi manusia seutuhnya. Tapi tetap ada rasa takut yang menghantuinya. Ia takut jiwa siluman itu muncul dan mencelakai Bayan, pria yang dicintainya.

Senja masih mencari informasi tentang cara mengatasi perubahannya menjadi 'monster' di waktu tertentu.

Hingga saat itu tiba. Saat Senja diperkenalkan dengan seluruh anggota keluarga Bayan, para sahabatnya, dan para pelayan setianya. Bayan sengaja mempersiapkan semuanya dengan maksimal karena selain memperkenalkan Senja pada semja orang terdekatnya, Bayan juga bermaksud melamar Senja untuk jadi istrinya.

" Perkenalkan..., ini Senja calon istriku...," kata Bayan mantap sambil memeluk pinggang ramping Senja yang berdiri di sampingnya.

Semua terkejut sekaligus senang atas pernyataan Bayan. Mulailah sahabat Bayan, Rama dan Riko, menjahilinya.

" Ehm..., pantes aja ngejar ga kenal waktu," sindir Rama.

" Sampe bisa ga doyan makan berhari-hari...," balas Riko sambil mengedipkan matanya.

" Rese Lo pada. Sayang, kenalin ini sahabat Aku, Rama dan Riko...,"

" Haii..., seneng deh bisa kenalan sama cewek yang bikin sahabat Gue mati kutu," sapa Riko hangat.

" Gue Rama, kalo mau tanya soal rahasia Bayan, sama Gue yaa...," kata Rama tak mau kalah.

" Haii..., Saya Senja...," kata Senja dengan senyum manisnya.

Bayan menarik Senja ke dalam pelukannya.

" Ga usah salaman sama senyum segala, mereka ngelunjak nanti," kata Bayan sengaja memperkeras suaranya.

Rama dan Riko pun menendang Bayan sambil berlalu dengan muka sebal.

Sementara itu di luar ruangan, seorang pria menatap Senja tanpa berkedip dengan mulut ternganga. Ia hampir bisa melupakan masa lalunya. Tapi melihat kehadiran Senja membuatnya merasakan sakit teramat sangat.

" Ayah..., ngapain disini sendirian ?" sapa seorang gadis yang merupakan putri hasil pernikahan dengan istrinya sekarang.

bersambung

Terpopuler

Comments

Wulan Sari

Wulan Sari

mungkin itu gentar ayahnya senja .yang d cari selama ini

2024-01-01

1

neng ade

neng ade

apakah dia Gentar.. ayah nya Senja yg dlu dikabarkan hilang dan kini udh menikah lagi dan punya anak juga..

2023-06-18

1

lihat semua
Episodes
1 1. Bayan Dan Senja
2 2. Menghadapi Masalah
3 3. Jadi Teman
4 4. Mimpi Senja
5 5. Tentang Genta
6 6. Ungkapan Hati Bayan
7 7. Karto Mundur
8 8. Rahasia Senja
9 9. Hubungan Darah
10 10. Mengejar Rusti
11 11. Pengakuan Senja
12 12. Kyai Mustafa
13 13. Peternakan
14 14. Malam Eksekusi
15 15. Move On
16 16. Itu Kuyang ?
17 17. Pengasuh Baru
18 18. Menjelang Persalinan
19 19. Kekhawatiran Bayan
20 20. Yumi Liat Juga
21 21. Bayangan Di Jendela
22 22. Ngambek
23 23. Panggilin Ustadz Mustafa
24 24. Membuat Janji
25 25. Therapy
26 26. Mimpi Ustadz Mustafa
27 27. Rahasia
28 28. Suara Mendesis
29 29. Security Baru
30 30. Luka Mona
31 31. Kepastian
32 32. Kuyang Lain
33 33. Istri Rama
34 34. Rama Panik
35 35. Dimana Kayla ?
36 36. Sudah Ditandai
37 37. Dia Datang
38 38. Makhluk Rambut Bola
39 39. Terluka Parah
40 40. Terima Kenyataan
41 41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42 42. Menyimpan Rapat
43 43. Tentang Rama
44 44. Tekad Rama
45 45. Nathan Liat Apa ?
46 46. Ga Perlu Takut
47 47. Coretan Tangan Nicko
48 48. Ngikutin Abang !
49 49. Cemas
50 50. Mengungsi
51 51. Hantu Bingung
52 52. Ga Ada Lagi
53 53. Mau Melamar
54 54. Ke Semarang
55 55. Juara Harapan
56 56. Mimpi Buruk Nicko
57 57. Lukisan Di Ruang Tamu
58 58. Wisata Malam
59 59. Kok Ada Juga ?
60 60. Berita Buruk
61 61. Ngapain Di Sana ?
62 62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63 63. Diana
64 64. Kuyang Senior ?
65 65. Gosip Diana
66 66. Dihantui
67 67. Kok Takut ...?
68 68. Ayah Datang
69 69. Aroma Mirip Senja
70 70. Wanita Jelmaan Kuyang
71 71. Permintaan Atau Perintah ?
72 72. Mengejar Kuyang
73 73. Sudah Kedua Kalinya
74 74. Cinta Jadi Benci
75 75. Masih Tentang Ira
76 76. Palasik !
77 77. Gempar !
78 78. Tak Punya Hubungan
79 79. Titisan Siluman
80 80. Gelagat Tak Biasa
81 81. Kemana Iis ?
82 82. Lapor Polisi
83 83. Gumpalan Kertas
84 84. Barang Bukti
85 85. Apa ... ?!
86 86. Berpisah
87 87. Pekerjaan Nathan
88 88. Disantet
89 89. Hampir Terjebak Hasrat
90 90. Ke Klinik
91 91. Diruqyah
92 92. Ada Gosip ...
93 93. Bau ...!
94 94. Haris Kalah
95 95. Kenapa Resign ?
96 96. Dicium ?!
97 97. Cewek Bergaun Kuning
98 98. Lamaran Sepihak
99 99. Masuk Perusahaan
100 100. Teman Lama
101 101. Calon Pengantin
102 102. Mia Pergi
103 103. Bukan Murni Kecelakaan
104 104. Dendam Rosiana
105 105. Keluarga Rosiana
106 106. Dia Bukan Saba
107 107. Panggil Abang Aja ...
108 108. Bahagia Di Tengah Duka
109 109. Bayi Fikri
110 110. Sidang Perdana Rosiana
111 111. Menatap Mak Ejah
112 112. Bayan Kemana ?
113 113. Mengincar Arafah
114 114. Mau Ngejar Maling
115 115. Tanda Lahir Itu ...
116 116. Bayan Pulang
117 117. Gara - Gara Jojo
118 118. Wanita Itu Adalah ...
119 119. Dimana Anakmu ?
120 120. Dugaan Bayan
121 121. Jutek Amat
122 122. Jati Diri Fikri
123 123. Persalinan Darurat
124 124. Hilya
125 125. Kejadian Ga Wajar
126 126. Tes DNA
127 127. Ternyata Keluarga ...
128 128. Ketemu Mak Ejah
129 129. Kematian Misterius
130 130. Tak Terekam CCTV
131 131. Siapa Yah ?
132 132. Hilya Ditangkap Polisi
133 133. Harus Diantar
134 134. Siluman Babi ?
135 135. Dikejar Siluman
136 136. Hampir Saja
137 137. Mau Nikah
138 138. Terjawab
139 139. Kegelisahan Fikri
140 140. Siapa Ibuku ...?
141 141. Ga Sabaran
142 142. Ngeliat Ibu
143 143. Mempertemukan
144 144. Ancaman Mak Ejah
145 145. Tubuh Tanpa Kepala
146 146. Serangan Siluman Kuyang
147 147. Bertobat lah ...
148 148. Luka Bayan
149 149. Kasih Dia Waktu
150 150. Cewek Lain
151 151. Arafah Sakit
152 152. Kabar Gembira
153 153. Tolong Jangan Arafah ...
154 154. Rindu Yang Salah
155 155. Belum Ada Obatnya
156 156. Arafah Hilang
157 157. Bayan Menunggui Arafah
158 158. Arafah Kenapa ?
159 159. Kehilangan
160 160. Nujuh Hari
161 161. Jasad Arafah Hilang !
162 162. Ketemu ...!
163 163. Mirip Kuntilanak
164 164. Ancaman Ramadhanti
165 165. Keluhan Ramadhanti
166 166. Solusi Untuk Ayu
167 167. Meruqyah Ayu
168 168. Mendahului Takdir
169 169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170 170. Ayah Kandung Hilya
171 171. Maafkan Ayah ...
172 172. Ga Mungkin ...
173 173. Jasad Heri
174 174. Drama Keluarga Heri
175 175. Menjalankan Kewajiban
176 176. Pasien Hilya
177 177. Bayi Lupita
178 178. Hantu Di Kkinik
179 179. Lapor Polisi
180 180. Lupita Datang
181 181. Mimpi Buruk Fikri
182 182. Test Pack
183 183. Pernah Liat Kuyang
184 184. Klinik Hilya
185 185. Bu Rosi
186 186. Capek ?
187 187. Terkejut
188 188. Siapa Rosi ?
189 189. Usaha Nathan Dan Hilya
190 190. Senja ...?
191 191. Kenapa Rosi ?
192 192. Informasi Baru
193 193. Ayu Melahirkan
194 194. Positif ...
195 195. Mengawasi
196 196. Dugaan Bayan
197 197. Pembunuhan Di Klinik
198 198. Interogasi
199 199. Masa Lalu Rosi
200 200. Tanda Tanya
201 201. Ternyata Rosi ...
202 202. Suami Rosi
203 203. Pembalasan Rosi
204 204. Kekejaman Rosi
205 205. Pengakuan Rosi
206 206. Rosi Kembali ...
207 207. Hilya Jatuh
208 208. Musang ?
209 209. Berhasil Mengusir
210 210. Siapa Di Ruang Bersalin
211 211. Kabar dari Dokter
212 212. Kembar Tiga
213 213. Kalah Dan Meninggal
214 214. Ke Rumah Duka
215 215. Pasien RSJ
216 216. Rusuh
217 217. Rosi Kabur
218 218. Kecelakaan
219 219. Di Tempat Yang Sama
220 220. Terdeteksi
221 221. Dapat Info
222 222. Sekarang Yah ...!
223 223. Keputusan Nathan
224 224. Menunda Operasi ?
225 225. Lebih Menyeramkan
226 226. Nekat Menerobos
227 227. Ada Apa ?!
228 228. Ucapan Hilya
229 229.Bingung Memilih
230 230. Menangis Bersamaan
231 231. Provokasi Siluman Kuyang
232 232. Berhasil Melukai
233 233. Tak masuk akal
234 234. Begitu Mirip
235 235. Masa Lalu
236 236. Dimana Senja ?
237 237. Ikuti Aku ...
238 238. Dikejar Anjing
239 239. Pesan Mak Paraji
240 240. Mengenaskan
241 241. Permintaan Terakhir Rosi
242 242. Solusi Untuk Rosi
243 243. Aqiqah Akbar
244 244. Telephon Dari Peternakan
245 245. Menjenguk Rosi
246 246. Meledak Dan Terbakar
247 247. Senja Hadir
248 248. Bayan Siuman
249 249. Koma ...
Episodes

Updated 249 Episodes

1
1. Bayan Dan Senja
2
2. Menghadapi Masalah
3
3. Jadi Teman
4
4. Mimpi Senja
5
5. Tentang Genta
6
6. Ungkapan Hati Bayan
7
7. Karto Mundur
8
8. Rahasia Senja
9
9. Hubungan Darah
10
10. Mengejar Rusti
11
11. Pengakuan Senja
12
12. Kyai Mustafa
13
13. Peternakan
14
14. Malam Eksekusi
15
15. Move On
16
16. Itu Kuyang ?
17
17. Pengasuh Baru
18
18. Menjelang Persalinan
19
19. Kekhawatiran Bayan
20
20. Yumi Liat Juga
21
21. Bayangan Di Jendela
22
22. Ngambek
23
23. Panggilin Ustadz Mustafa
24
24. Membuat Janji
25
25. Therapy
26
26. Mimpi Ustadz Mustafa
27
27. Rahasia
28
28. Suara Mendesis
29
29. Security Baru
30
30. Luka Mona
31
31. Kepastian
32
32. Kuyang Lain
33
33. Istri Rama
34
34. Rama Panik
35
35. Dimana Kayla ?
36
36. Sudah Ditandai
37
37. Dia Datang
38
38. Makhluk Rambut Bola
39
39. Terluka Parah
40
40. Terima Kenyataan
41
41. Jadi Kuyang Itu Lo ...?
42
42. Menyimpan Rapat
43
43. Tentang Rama
44
44. Tekad Rama
45
45. Nathan Liat Apa ?
46
46. Ga Perlu Takut
47
47. Coretan Tangan Nicko
48
48. Ngikutin Abang !
49
49. Cemas
50
50. Mengungsi
51
51. Hantu Bingung
52
52. Ga Ada Lagi
53
53. Mau Melamar
54
54. Ke Semarang
55
55. Juara Harapan
56
56. Mimpi Buruk Nicko
57
57. Lukisan Di Ruang Tamu
58
58. Wisata Malam
59
59. Kok Ada Juga ?
60
60. Berita Buruk
61
61. Ngapain Di Sana ?
62
62. Setan Penunggu Kamar Mandi
63
63. Diana
64
64. Kuyang Senior ?
65
65. Gosip Diana
66
66. Dihantui
67
67. Kok Takut ...?
68
68. Ayah Datang
69
69. Aroma Mirip Senja
70
70. Wanita Jelmaan Kuyang
71
71. Permintaan Atau Perintah ?
72
72. Mengejar Kuyang
73
73. Sudah Kedua Kalinya
74
74. Cinta Jadi Benci
75
75. Masih Tentang Ira
76
76. Palasik !
77
77. Gempar !
78
78. Tak Punya Hubungan
79
79. Titisan Siluman
80
80. Gelagat Tak Biasa
81
81. Kemana Iis ?
82
82. Lapor Polisi
83
83. Gumpalan Kertas
84
84. Barang Bukti
85
85. Apa ... ?!
86
86. Berpisah
87
87. Pekerjaan Nathan
88
88. Disantet
89
89. Hampir Terjebak Hasrat
90
90. Ke Klinik
91
91. Diruqyah
92
92. Ada Gosip ...
93
93. Bau ...!
94
94. Haris Kalah
95
95. Kenapa Resign ?
96
96. Dicium ?!
97
97. Cewek Bergaun Kuning
98
98. Lamaran Sepihak
99
99. Masuk Perusahaan
100
100. Teman Lama
101
101. Calon Pengantin
102
102. Mia Pergi
103
103. Bukan Murni Kecelakaan
104
104. Dendam Rosiana
105
105. Keluarga Rosiana
106
106. Dia Bukan Saba
107
107. Panggil Abang Aja ...
108
108. Bahagia Di Tengah Duka
109
109. Bayi Fikri
110
110. Sidang Perdana Rosiana
111
111. Menatap Mak Ejah
112
112. Bayan Kemana ?
113
113. Mengincar Arafah
114
114. Mau Ngejar Maling
115
115. Tanda Lahir Itu ...
116
116. Bayan Pulang
117
117. Gara - Gara Jojo
118
118. Wanita Itu Adalah ...
119
119. Dimana Anakmu ?
120
120. Dugaan Bayan
121
121. Jutek Amat
122
122. Jati Diri Fikri
123
123. Persalinan Darurat
124
124. Hilya
125
125. Kejadian Ga Wajar
126
126. Tes DNA
127
127. Ternyata Keluarga ...
128
128. Ketemu Mak Ejah
129
129. Kematian Misterius
130
130. Tak Terekam CCTV
131
131. Siapa Yah ?
132
132. Hilya Ditangkap Polisi
133
133. Harus Diantar
134
134. Siluman Babi ?
135
135. Dikejar Siluman
136
136. Hampir Saja
137
137. Mau Nikah
138
138. Terjawab
139
139. Kegelisahan Fikri
140
140. Siapa Ibuku ...?
141
141. Ga Sabaran
142
142. Ngeliat Ibu
143
143. Mempertemukan
144
144. Ancaman Mak Ejah
145
145. Tubuh Tanpa Kepala
146
146. Serangan Siluman Kuyang
147
147. Bertobat lah ...
148
148. Luka Bayan
149
149. Kasih Dia Waktu
150
150. Cewek Lain
151
151. Arafah Sakit
152
152. Kabar Gembira
153
153. Tolong Jangan Arafah ...
154
154. Rindu Yang Salah
155
155. Belum Ada Obatnya
156
156. Arafah Hilang
157
157. Bayan Menunggui Arafah
158
158. Arafah Kenapa ?
159
159. Kehilangan
160
160. Nujuh Hari
161
161. Jasad Arafah Hilang !
162
162. Ketemu ...!
163
163. Mirip Kuntilanak
164
164. Ancaman Ramadhanti
165
165. Keluhan Ramadhanti
166
166. Solusi Untuk Ayu
167
167. Meruqyah Ayu
168
168. Mendahului Takdir
169
169. Pernikahan Nathan dan Hilya
170
170. Ayah Kandung Hilya
171
171. Maafkan Ayah ...
172
172. Ga Mungkin ...
173
173. Jasad Heri
174
174. Drama Keluarga Heri
175
175. Menjalankan Kewajiban
176
176. Pasien Hilya
177
177. Bayi Lupita
178
178. Hantu Di Kkinik
179
179. Lapor Polisi
180
180. Lupita Datang
181
181. Mimpi Buruk Fikri
182
182. Test Pack
183
183. Pernah Liat Kuyang
184
184. Klinik Hilya
185
185. Bu Rosi
186
186. Capek ?
187
187. Terkejut
188
188. Siapa Rosi ?
189
189. Usaha Nathan Dan Hilya
190
190. Senja ...?
191
191. Kenapa Rosi ?
192
192. Informasi Baru
193
193. Ayu Melahirkan
194
194. Positif ...
195
195. Mengawasi
196
196. Dugaan Bayan
197
197. Pembunuhan Di Klinik
198
198. Interogasi
199
199. Masa Lalu Rosi
200
200. Tanda Tanya
201
201. Ternyata Rosi ...
202
202. Suami Rosi
203
203. Pembalasan Rosi
204
204. Kekejaman Rosi
205
205. Pengakuan Rosi
206
206. Rosi Kembali ...
207
207. Hilya Jatuh
208
208. Musang ?
209
209. Berhasil Mengusir
210
210. Siapa Di Ruang Bersalin
211
211. Kabar dari Dokter
212
212. Kembar Tiga
213
213. Kalah Dan Meninggal
214
214. Ke Rumah Duka
215
215. Pasien RSJ
216
216. Rusuh
217
217. Rosi Kabur
218
218. Kecelakaan
219
219. Di Tempat Yang Sama
220
220. Terdeteksi
221
221. Dapat Info
222
222. Sekarang Yah ...!
223
223. Keputusan Nathan
224
224. Menunda Operasi ?
225
225. Lebih Menyeramkan
226
226. Nekat Menerobos
227
227. Ada Apa ?!
228
228. Ucapan Hilya
229
229.Bingung Memilih
230
230. Menangis Bersamaan
231
231. Provokasi Siluman Kuyang
232
232. Berhasil Melukai
233
233. Tak masuk akal
234
234. Begitu Mirip
235
235. Masa Lalu
236
236. Dimana Senja ?
237
237. Ikuti Aku ...
238
238. Dikejar Anjing
239
239. Pesan Mak Paraji
240
240. Mengenaskan
241
241. Permintaan Terakhir Rosi
242
242. Solusi Untuk Rosi
243
243. Aqiqah Akbar
244
244. Telephon Dari Peternakan
245
245. Menjenguk Rosi
246
246. Meledak Dan Terbakar
247
247. Senja Hadir
248
248. Bayan Siuman
249
249. Koma ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!