Vote sebelum membaca ❤
.
.
"Mommy dedek jatuh!!"
Chaeyoung yang mendengar teriakan Yuri dari depan rumahnya langsung pergi dari dapur menuju ke sana.
Saat sampai halaman rumahnya, wanita itu terkejut melihat Yeonjun yang menangis duduk di pangkuan Yuri. Dengan segera Chaeyoung menggendong Yeonjun, mengusap punggung anak itu.
"Ssstt jagoan mamah jangan nangis ya sayang, mana yang sakit?"
Chaeyoung duduk di kursi yang ada di sana, bibirnya meniupi lutut merah Yeonjun. Melihat wajah berlinang air mata Yeonjun membuatnya kasihan. Anak kecil itu kini sudah berhenti menangis, walau masih sesenggukan.
"Jagoan papah kenapa?"
Chaeyoung melihat Jungkook menghampiri mereka, pria itu beralih menggendong Yeonjun dan menimang-nimangnya.
"Daddy tadi dedek jatuh." Ucap Yuri.
"Hm kenapa bisa jatuh sayang?"
"Soalnya dedek ngejal bola, Yuri lagi main belbi."
"Iya gak pa-pa sayang." Ucap Jungkook mengusap rambut putrinya sayang. Pria itu bersyukur karena Yuri dapat menjaga Yeonjun dengan baik, bahkan saat pertama kali Jungkook membawa Yeonjun ke rumah Yuri langsung bahagia.
Yuri mendekat untuk menciumi pipi tembam Yeonjun. Anak kecil yang kini sudah berumur empat tahun itu sangat senang karena punya adik, walaupun adiknya ini memang jarang main ke rumahnya.
Perhatian Yuri teralih saat melihat seorang wanita yang sedang memperhatikan mereka di luar pagar rumahnya. Yuri menyipitkan matanya merasa familiar dengan wajah itu. Tak lama Yuri tersenyum, lalu menarik baju Jungkook. "Daddy di sana ada tante yang dulu ngasih Yuri coklat."
Jungkook menoleh melihat ke arah yang di tunjukan putrinya. Pria itu terkejut melihat Sana berdiri di luar rumahnya. Sedang apa wanita itu disini?
Perhatian Jungkook terlalih mentap istri pertamanya, wanita itu hanya diam melihat Sana dan entah kenapa membuat Jungkook takut. Ia takut hubungannya dengan Chaeyoung tak baik seperti dulu.
Tapi Jungkook terkejut melihat Chaeyoung berdiri dan membukakan pagar rumahnya. Lalu kedua wanita itu menghampirinya.
"Hai sayang."
"Kenapa kesini?"
Chaeyoung menatap heran Jungkook, kenapa suaminya berbicara seperti itu pada Sana.
Sedangkan Sana sedang menahan rasa sakit hatinya melihat sikap Jungkook.
"Aku kangen sama Yeonjun, jadi aku kesini."
"Akukan udah bilang Yeonjun bakal pulang besok." Ucap Jungkook tegas. Pria itu masuk ke dalam rumahnya sambil menuntun Yuri dan memangku Yeonjun.
Kini hanya tinggal Chaeyoung dan Sana di situ. Kedua wanita itu masih diam karena tak tahu harus apa.
"Ayo masuk."
Sana mengangguk pelan lalu mengikuti wanita itu masuk ke dalam rumah. Sana terpukau dengan rumah ini, walaupun memang tak terlalu besar tapi terlihat mewah.
Dulu Sana juga pernah bermimpi setelah menikah mempunyai rumah, tinggal bersama suami dan anak-anaknya.
"Kau mau minum apa?"
"Em terserah."
Saat melihat Chaeyoung pergi membawa minuman, Sana berjalan mendekati sebuah foto besar yang menempel di dinding ruang tamu.
Di foto itu terlihat saat Jungkook dan Chaeyoung menikah. Mereka terlihat bahagia. Sana tersenyum sendu, entah kenapa hatinya sakit.
Chaeyoung meletakan minumannya di meja. Ia melihat istri kedua suaminya dari belakang. Chaeyoung merasa wanita itu berubah.
Tubuh Sana terlihat lebih kurus dan wajahnya terlihat pucat. Padahal wanita itu memakai make up tebal, tapi wajah pucatnya masih terlihat.
"Sana."
Sana berbalik. "Oh maaf aku lancang melihat-lihat."
"Tidak pa-pa."
Chaeyoung duduk berhadapan dengan Sana. Baru kali ini mereka berudaan, sudah lama mereka tak pernah bertemu. Ya karena Chaeyoung memang menghindar. Chaeyoung takut sakit hati saat melihat Sana.
"Bagaimana kabarmu?"
"Baik." Ucap Sana.
"Sepertinya Yeonjun tidur, kalau mau lihat Ia tidur di kamar atas."
"Iya nanti aku ke sana. Aku kesini hanya rindu pada Yeonjun, soalnya dari kemarin Ia disini."
"Maaf ya, sebenarnya aku udah bilang ke Jungkook untuk antarkan Yeonjun pulang, tapi ya kau tahukan bagaimana sifat pria itu."
Sana mengangguk pelan. Walaupun sebenarnya Ia tidak terlalu tahu bagaimana sifat Jungkook. Lagi pula, pria itu jarang sekali bersamanya.
"Aku mau masak, gak pa-pa di tinggal?" Tanya Chaeyoung.
"Hm."
Chaeyoung pun pergi dari sana menuju dapur, ini sudah sore sedangkan Ia belum menyiapkan makan malam.
Sedangkan Sana menghembuskan nafasnya perlahan untuk mengurangi rasa sesak di dadanya. Wanita itu berdiri dan menaiki tangga, Ia ingin lihat putranya.
Tapi di lantai dua ada dua kamar dan itu membuatnya bingung. Tapi salah satu pintu terbuka, terlihatlah Jungkook yang baru keluar. Pria itu terkejut melihatnya.
"Yeonjun ti-"
"Kamu kenapa belum pulang?"
Pertanyaan itu membuat Sana terbungkam, apa pria itu tak senang karena Ia ada di sini?
"Aku ingin lihat dulu Yeonjun sebentar."
Jungkook menghembuskan nafasnya. Pria itu terkejut mendengar suara petir di luar, dan terdengarlah suara hujan deras.
"Yeonjun di dalam dia tidur, masuklah."
"Apa boleh?"
Dan Jungkook hanya mengagguk pelan. Sebenarnya Ia tidak rido jika wanita itu masuk ke dalam kamarnya bersama Chaeyoung, tapi kasihan juga Sana wanita itu sudah datang ke sini.
"Makasih." Ucap Sana lalu masuk ke dalam kamar itu.
Jungkook turun ke lantai bawah, Ia ingin melihat Chaeyoung. Entah kenapa Jungkook takut jika Chaeyoung marah padanya, tidak Jungkook tak mau marahan lagi dengan wanita itu.
Jungkook berjalan perlahan lalu memeluk tubuh Chaeyoung dari belakang. Pria itu terkekeh melihat istrinya terpekik, sepertinya terkejut.
"Jungkook ish!"
"Masak apa sayang?"
"Sayur!" Ketusnya.
Mendengar nada suara Chaeyoung yang ketus membuat Jungkook di landa rasa takut. Apa wanita itu benar-benar marah padanya?
"Sayang jangan marah dong."
"Marah kenapa?!"
Jungkook membalikan tubuh Chaeyoung agar menghadapnya. Pria itu mengusap pipi tembam istrinya. "Maaf ya aku gak tau kalau Sana bakal ke sini, suer aku gak nyuruh dia kesini kok."
Chaeyoung menurunkan tangan Jungkook di pipinya. "Kamu ngomong apa sih."
"Kamu marahkan Sana ke sini?"
"Kenapa harus marah?"
"Ya emm itu-"
"Ck kenapa harus marah dia juga kan istri kamu!" Ledek Chaeyoung lalu kembali membalikan badannya.
Wanita itu membawa mangkuk besar berisi sayur buatannya ke meja makan. "Kamu panggilin Yuri sama dia kesini, kita makan malam bareng."
"Hah serius kamu? Gak! aku anterin Sana pulang a-"
"Jungkook. Diluar hujan, gak aman nyetir. Mening sekarang kamu panggilin mereka kesini."
Jungkook tentu saja terkejut mendengar itu. Apa Chaeyoung sudah menerima Sana? Tapi kenapa, bukankah wanita itu sudah jahat karena menghancurkan pernikahan mereka?
"Kenapa masih disini?"
Jungkook langsung berjalan cepat menaiki tangga. Pria itu terlebih dahulu ke kamar Yuri lalu masuk ke dalam kamarnya.
Jungkook terdiam di ambang pintu melihat Sana tertidur sambil memeluk Yeonjun. Hatinya terharu melihat itu.
Jujur di dalam hatinya yang paling dalam, Jungkook kini tak punya perasaan apa-apa lagi pada wanita itu. Cinta? Tidak ternyata selama ini Ia hanya terobsesi pada Sana, dan perlahan Jungkook pun sadar. Ia hanya melampiaskan rasa rindunya karena sudah di tinggalkan wanita itu.
Kini hanya ada rasa tanggung jawab pada Sana. Ya tanggung jawab sebagai suami saja, sedangkan cintanya tak ada.
Jungkook sudah menemukan cinta sejatinya, dan itu adalah Chaeyoung. Jeon Chaeyoung, istri pertamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Mommy Almira
akhirnya jungkok menyakiti 2 perempuan sekaligus
2020-12-09
0
Agus Jagong
bukan junkok tpi jongkok😆😆😄😄😄
2020-12-01
0
Yanik Bagas
sadar gak junkok bukan sana yg ngancurin rt lo tapi lo sendiri
2020-09-30
5