Episode 5

Vote sebelum membaca ❤

.

.

Karena aku hanyalah janji lain

yang tak bisa kau pertahankan..

                                        _

"Aku ingin menikah lagi."

Chaeyoung menghentikan kegiatannya menyuapi Yuri. Tatapannya langsung tertuju pada suaminya, Jungkook. Apa tadi Ia tak salah dengar.

"Apa kau mengijinkan aku menikah lagi?"

Bagaimana perasaan Chaeyoung saat ini? Ia tak tahu, pikirannya kosong. Dunia seakan melayang. Dadanya bahkan terasa sesak sekali, perlahan air mata mulai jatuh di pipinya.

Jungkook langsung menundukan pandangannya, Ia tak mau melihat wajah sedih istrinya. Apa Ia telah jahat karena meminta permintaan itu pada Chaeyoung.

"Wae?"

Bisikan itu kembali membuat Jungkook menatap Chaeyoung. Dadanya sesak saat melihat wajah cantik itu sudah memerah menahan air mara. Wanita itu bahkan masih terlihat tegar di hadapannya, padahal Jungkook tahu jika sekarang perasaan Chaeyoung pasti sangat hancur.

"Maafkan aku Chaeng, Dia.. dia kembali dan-"

"Ah ternyata dia." Ucapan Jungkook langsung terpotong oleh Chaeyoung. Chaeyoung menggigit bibir bawahnya mencoba menahan isakan, sebenarnya Ia ingin sekali menangis keras sekarang.

"Apa sampai saat ini kau masih mencintainya?"

"..."

"Setelah hampir empat tahun perjalanan pernikahan kita, kebersamaan dan hadirnya Yuri kau masih belum bisa melupakannya?"

Chaeyoung menghapus kasar air mata yang mengalir di pipinya, tidak Ia tak mau terlihat lemah saat ini. Ia harus kuat.

"Maaf."

Ya Tuhan apa hanya itu yang bisa Jungkook ucapkan padanya. Kenapa hatinya sakit sekali. Chaeyoung menatap sendu pria yang sudah empat tahun menjadi suaminya.

Apa perjalanan pernikahannya hanya akan sampai disini saja? Kini perhatian Chaeyoung teralih pada putri kecilnya, yang entah sejak kapan sudah terlelap di pangkuannya. Melihat wajah mungil itu membuat hatinya semakin sakit, sungguh Chaeyoung tak ingin Yuri kehilangan kasih sayang dari sesosok ayah. Apa Ia harus mengalah demi kebahagiaan orang lain? Tapi apa Chaeyoung sanggup, Ia tak tahu.

Akhirnya dengan segenap kekuatan, Chaeyoung mengeluarkan kata itu. Tanpa tahu jika kehidupannya akan berubah perlahan. "Baiklah, kau.. kau boleh menikah dengannya."

Jungkook menatap tak percaya istrinya. Dadanya langsung bergemuruh kencang mendengar persetujuan dari wanita itu. Jungkook tak tahu apa yang di rasakannya saat ini, tapi entah kenapa Ia malah sedih saat melihat tubuh wanita itu yang pergi meninggalkannya sendiri.

Jungkook mengusap wajahnya kasar. "Arggghhh." Tanpa bisa di kontrol pria itu menendang meja di depannya, sampai benda itu terbalik dan pecah.

Tubuhnya perlahan meluruh di lantai dan tanpa dapat di cegah air mata itu keluar. "Maaf.. maaf.. maaf."

                                        🍂

Tubuh itu terus terguncang karena tangisan yang tidak bisa berhenti. Air shower Ia nyalakan agar tangisannya tak terdengar orang lain. Entah ini sudah berapa lama dirinya menangis, Ia tak peduli.

Chaeyoung mencoba mengatur nafasnya, sudah cukup Ia sudah lama menangis di dalam sini. Wanita itu mencoba berdiri kemudian mencuci wajahnya di wastafel. Ia kemudian melihat bayangan dirinya di cermin, bahkan setelah cuci wajahnya saja mukanya masih terlihat berantakan.

"Hiks."

Chaeyoung kembali terisak saat kejadian tadi terus teringat di pikirannya. Kenapa hidupnya harus seperti ini? Chaeyoung tak menyangka cobaan seberat ini harus menimpa keluarga kecilnya.

Kini apa yang harus Ia lakukan? Mencoba bersabar dan menerima kenyataan jika suaminya akan menikah lagi atau menyerah pada pernikahan ini.

Tuhan tolonglah Ia yang kini dalam keadaan paling buruk, sungguh Chaeyoung butuh seseorang saat ini untuk menenangkan hatinya.

Tok tok.

"Chaeng kau di dalam? Aku mohon keluarlah, ini sudah malam."

Suara itu, jika dulu mendengar suara itu selalu menenangkan hatinya, tapi kini entah kenapa terdengar sangat memuakan di telinganya.

Tidak, Chaeyoung tak boleh terlalu berlarut larut dalam kesedihan ini. Ia harus kuat demi Yuri, ya Ia bertahan demi putri satu satunya itu.

Chaeyoung akhirnya keluar dari kamar mandi. Saat keluar Ia langsung melihat suaminya yang berdiri di luar. Wanita itu hanya menunduk tanpa minat menatap pria di hadapannya.

Jungkook menatap miris Chaeyoung. Ia bukan tak sadar jika wanita itu sudah menangis berjam jam di dalam sana, bahkan mata Chaeyoung terlihat bengkak. Lagi lagi hatinya tercubit, itu semua karena ulahnya.

"Sayang aku minta ma-"

"Aku mau tidur, tapi sendiri. Kau bisa tidur di kamar tamu?"

Jungkook terdiam tapi tak lama Ia  mengangguk pelan, mungkin saat ini Chaeyoung butuh sendiri. Ia juga tak mau melihat wanita itu terus menangis. "Ya istirahatlah, selamat malam."

Pria itu kemudian melangkah keluar dari sana. Sebenarnya Jungkook ingin sekali memeluk tubuh itu dan menenangkannya, tapi lagi lagi  ketakutan menguasainya, Jungkook takut jika semakin membuat istrinya sedih.

Chaeyoung menatap pintu itu yang sudah kembali tertutup. Tubuhnya meluruh di lantai, dadanya sakit. Jungkook bahkan tak berusaha menenangkan dirinya, pria itu pergi begitu saja. Apa sekarang Ia memang tak lagi berharga di hati pria itu? Ya, karena kini bukan hanya Ia yang ada di hati pria itu, ada cinta lain di hati Jungkook.

Chaeyoung menatap sendu foto Yuri yang terpajang di dinding kamar. Dan lagi lagi air mata kembali menetes. "Maafkan mama sayang, mama gak bisa jaga Daddy buat Yuri.."

                                       🍂

"Hallo?"

"Sayang apa kau sudah memberi tahu Chaeyoung?"

"Ya."

"Emm bagaimana, apa Ia setuju dengan pernikahan kita?"

"Ya."

Wanita di sebrang sana merenggut sebal karena pria itu hanya menjawab dengan singkat. "Jungkook kenapa kau menj-"

"Sana aku mohon jangan dulu menghubungiku. Aku sedang pusing, jadi bisakah jangan menelphone ku jika itu bukan hal penting. Keluargaku sedang membutuhkanku."

Sana terdiam, entah kenapa Ia kurang suka jika pria itu lebih mementingkan keluarganya. Tangannya terulur menyentuh perutnya yang kini sudah mulai besar. "Baiklah, o iya aku akan kembali ke Korea besok. Jadi bisakah nanti kau menjemputku di bandara?"

Sana mengernyitkan keningnya karena pria itu tak berbicara, Ia melihat layarnya padahal masih terhubung.

"Baiklah."

Panggilan itupun berakhir. Sana lagi lagi cemberut karena Jungkook bersikap dingin padanya, tak tahukah Jungkook jika Ia sangat merindukan pria itu begitupun dengan bayi mereka.

"Sabar ya sayang, besok kita sudah bisa bertemu papah."

                                       🍂

"Mommy mau tambah nasinya."

Jungkook menghentikan sarapannya. Pria itu mengernyitkan keningnya karena Chaeyoung yang tak menanggapi ucapan Yuri, wanita itu terlihat melamun.

"Mommy aku mau nasi lagi."

Karena kasihan dengan putrinya,  Jungkook pun berinisiatif sendiri membawakan nasi untuk Yuri. "Ini sayang."

"Makasih Daddy." Ucap Yuri sambil tersenyum lebar pada Jungkook.

Jungkook tersenyum sambil mengusap rambut Yuri pelan. Perhatiannya lagi lagi tertuju pada Chaeyoung, wanita itu dari tadi terus melamun bahkan makanan Chaeyoung saja belum tersentuh. Jungkook khawatir, apa istrinya sakit?

Pria itu kemudian beralih duduk di samping Chaeyoung. Awalnya ragu untuk menyentuh istrinya, tapi akhirnya Jungkook mengusap bahu Chaeyoung pelan. "Sayang kau tak makan?"

Dan berhasil wanita itu langsung tersentak. Saat tahu siapa orangnya, Chaeyoung langsung menurunkan tangan Jungkook yang berada di bahunya. "Emm maaf."

Kenapa dengan Chaeyoung? Dari pagi istrinya itu bahkan terlihat  menghindarinya, sepertinya wanita itu masih marah padanya. Tak apa Jungkook mengerti.

Jungkook menghembuskan nafasnya pelan, Ia kemudian berdiri. "Ya sudah aku berangkat dulu ya." Ucapnya tapi saat dirinya akan mencium kening Chaeyoung, istrinya itu malah menghindar dan entah kenapa itu membuat hatinya sakit.

Terpopuler

Comments

Mirna Azah

Mirna Azah

egois kau jongkok ☹️☹️☹️

2022-11-03

0

Sri Hartini

Sri Hartini

nyesek...next

2021-11-13

0

Bing Sauce🎫🧧🧧🧧

Bing Sauce🎫🧧🧧🧧

laki2 bodoh karenaBucin dg masa lalu.....NAIFemang Jungkook,nyes3k bacanya.
SUKSES BUAT AUTHOR

2020-12-27

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!