Episode 14

Vote sebelum membaca ❤

.

.

Jungkook berlari kencang di lorong rumah sakit. Ia sesekali meminta maaf karena telah menyenggol beberapa orang.

Pikirannya sedang kalang kabut, hari ini Sana melahirkan. Pria itu baru sadar saat mendapat telphone dari rumah sakit, dan sialnya Jungkook baru bisa datang setengah jam kemudian karena terjebak macet.

Kini Jungkook sudah tepat berdiri di depan pintu kamar operasi bersalin Sana. Sepertinya operasinya masih berjalan, karena terlihat lampu ruangan yang masih menyala.

Dada Jungkook masih naik turun karena Ia berlari agar cepat sampai di sini. Jungkook pun duduk di salah satu tempat duduk yang tersedia di sana.

"Semoga mereka baik-baik saja." Ucapnya lirih.

Jungkook ingat jika Ia sedang menghabiskan waktu hari liburnya bersama Chaeyoung dan juga Yuri. Bahkan Ia sampai tak sadar jika Sana menelphonenya puluhan kali.  Kasihan sekali Sana, wanita itu menelphone nya terus tapi Ia tak angkat.

Pikirannya kini sangat kacau, bahkan gilanya tadi saat akan pergi Jungkook sampai membentak Chaeyoung yang hanya bertanya Ia akan pergi kemana. Jungkook benar-benar menyesal karena sampai membentak istrinya itu. Jungkook sedang kalang kabut saat itu, pikirannya hanya satu Sana akan melahirkan.

Pintu ruangan operasi terbuka, dan Jungkook pun langsung berdiri menghampiri seorang dokter yang baru keluar.

"Bagaimana keadaan istri saya dokter?"

Dokter pria itu tersenyum padanya. "Operasi melahirkannya berjalan dengan lancar. Selamat ya pak, bayi anda laki-laki, sangat tampan. Tapi maaf karena kini kondisi istri anda  sangat lemah."

Jungkook yang awalnya bahagia harus menelan rasa pahit mendengar keadaan Sana. "Tapi istri saya tidak apa-apa kan dok?"

"Tidak, itu memang sudah sering di alami oleh wanita yang baru melahirkan. Mungkin sehari dua hari juga pasien akan kembali sehat. Ya sudah saya permisi."

Jungkook mengangguk pelan. Pria itupun masuk ke dalam ruangan perawatan itu.

Hatinya teriris melihat Sana yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Pria itu mengecup pelan kening istrinya yang sedang memejamkan mata. "Terimakasih Sana karena sudah berjuang, maaf aku terlambat." Bisiknya.

Perhatian Jungkook teralih saat mendengar suara gumaman suara seorang bayi di ranjang kecil yang terletak di pojok. Perlahan Jungkook mendekat ke ranjang itu.

Jungkook kini tak bisa menahan air matanya lagi. Pria itu meneteskan air mata haru melihat jagoan kecilnya.

Tampan, wajah bayi itu mirip sekali dengannya saat dulu. Dengan perlahan dan penuh ke hati-hatian, Jungkook menggendong bayi laki-laki itu.

"Welcome to the world Jeon Yeonjun." Ucapnya sambil mengecup ke dua pipi bayi itu.

                                     🍂

Chaeyoung menatap halaman rumahnya dengan tatapan kosong.

Masih teringat jelas kejadian tadi siang di taman bermain.

Sungguh baru pertama kali ini Jungkook bersikap seperti itu padanya. Kemana Jungkook yang selalu bersikap manis akhir-akhir ini padanya?

Saat itu Chaeyoung hanya ingin bertanya saja karena melihat Jungkook yang terlihat frustasi. Tapi apa yang Ia dapat? Suaminya malah membentaknya dan mengatakan jangan ikut campur. Setelah mengatakan itu Jungkook langsung lari meninggalkan Ia dan Yuri di sana.

Hembusan nafas lirih keluar dari bibirnya. Jika ada yang bertanya, apa Ia sakit hati? Tentu saja. Wanita pasti sakit hati melihat sikap kasar suaminya, apalagi sampai tak memperdulikan istri dan juga anaknya.

Saat sedang melamun, Chaeyoung tersadar mendengar dering nada pesan di handphone nya. Wanita itu membawa handphone di saku celananya lalu menghidupkannya.

My Love

Sayang maaf tadi aku sampai bersikap seperti itu padamu. Sungguh saat itu pikiranku sedang kacau. Dan maaf karena meninggalkan kalian begitu saja di sana, apa kalian sudah pulang? Sana melahirkan, Ia menelphone ku terus dan itu membuatku khawatir. Sekali lagi maaf Chaeng.

Chaeyoung tersenyum sendu. Berarti posisi wanita itu memang sangat berarti bagi Jungkook. Chaeyoung sadar jika Ia juga tak boleh egois karena Sana akan melahirkan dan Jungkook sebagai suami memang harus menemani. Tapi tak bisakah Jungkook juga memikirkan perasaannya? Pria itu membentaknya di tempat umum dan dengan seenak hatinya meninggalkan mereka.

"Ya Tuhan." Desah Chaeyoung sambil mengusap wajahnya kasar.

Ia sudah lelah menangis. Sudah banyak air mata keluar karena pria itu dan Chaeyoung tak ingin lagi mengeluarkan air matanya. Ia akan berusaha menjadi wanita kuat, demi dirinya sendiri.

"Mommy?"

Chaeyoung menoleh ke belakang. "Iya sayang?"

Yuri memeluk erat boneka kelincinya. "Yuli benci Daddy."

Chaeyoung tersentak mendengar ucapan dari bibir putrinya. Wanita itu berjalan mendekat lalu menggendong Yuri. "Kok Yuri ngomongnya gitu sih hm?"

"Daddy jahat udah tinggalin kita di sana hiks, Yuli kan masih mau main." Isak Yuri.

Chaeyoung mencium kening putrinya pelan. "Ssstt udah ya sayang, Daddy pergi kan karena ada pekerjaan. Udah ya Yuri jangan nangis lagi, mau Mommy buatin kue coklat?" Ucapnya sambil menghapus air mata Yuri.

Yuri mengangguk singkat, lalu mengeratkan pelukannya di leher Chaeyoung.

Mereka berduapun turun menuju dapur. Chaeyoung mendudukan Yuri di kursi makan, sedangkan Ia memulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue coklat kesukaan putrinya.

Jika Yuri sedang sedih, kue coklat menjadi andalan Chaeyoung untuk menenangkan anak itu.

"Mommy Yuli mau bantu."

Chaeyoung menundukan pandangannya. Ia lalu mengangkat tubuh Yuri agar duduk di atas meja makan. "Ya udah, Yuri aduk coklatnya ya. Tapi jangan sampai tumpah oke?"

"Oke!"

                                       🍂

"Jungkook?"

Jungkook menoleh saat mendengar panggilan itu. Ia terkejut melihat Sana yang sudah sadar. Pria itu terlebih dahulu menidurkan bayinya di ranjang kecil, lalu menghampiri Sana.

"Sayang kau sudah sadar?"

Sana mengangguk pelan. "Hm."

"Aku panggilkan dokter ya."

Saat Jungkook akan pergi, Sana menahan pergelangan tangan pria itu itu. "Gak usah, aku baik-baik aja kok."

Jungkook mengangguk lalu duduk di kursi di samping ranjang itu. Kedua tangannya menggenggam tangan Sana.

Wanita itu masih terlihat pucat karena mungkin belum pulih. Tapi Jungkook bersyukur karena kini Sana sudah sadar, wanita itu dari kemarin belum bangun dan itu membuatnya khawatir.

"Aku ingin lihat bayi kita."

Jungkook mengangguk pelan, lalu berdiri dan menggendong Yeonjun. Dengan perlahan Ia mengalihkan putranya pada Sana yang sudah duduk menyender.

Sana menetesekan air matanya haru. Wanita itu mengusap pipi bayinya pelan. "Hai sayang, maaf ya mama baru bangun." Ucapnya pelan.

Sana beralih menatap Jungkook. "Dia sangat tampan, sepertimu."

Jungkook tersenyum kecil. Tangannya mengusap rambut Sana. "Ya karena Ia putraku."

"Apa aku bisa memberinya asi?" Tanya Sana.

Jungkook terdiam sebentar. "Aku tak tahu tapi cobalah, Yeonjun hanya minum susu formula karena kau belum sadar."

"Yeonjun?"

"Ya itu nama jagoan kita, Jeon Yeonjun."

Sana tersenyum lebar mendengarnya. Ia lalu membuka kancing baju atas pakaian rumah sakitnya, lalu mengeluarkan salah satu payudaranya. Dengan perlahan bibir mungil Yeonjun menghisap putingnya.

Sana tersenyum senang saat ternyata air susunya keluar dan tanpa bisa di tahan air mata itu kembali menetes di pipinya. Ya Tuhan, Ia kini sudah menjadi seorang ibu.

                                      

Terpopuler

Comments

Hafizah

Hafizah

klau bca novel kyak gni pasti aku ikutan nangis sedih bnget

2021-07-08

0

Ning Nining

Ning Nining

😭😭😭😭

2020-12-26

0

Sapta Rini

Sapta Rini

bahagia diatas air mata wanita lain 😡😡

2020-11-13

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!