Vote sebelum membaca ❤
.
.
Jungkook termenung di tempat duduknya, masih teringat di pikirannya kejadian kemarin malam.
***
Kedua orang itu masih menunduk tanpa berani menatap pria paruh baya yang duduk di hadapan mereka. Jungkook melirik wanita yang duduk di sampingnya. Wanita itu juga sama, masih menunduk bahkan Jungkook bisa melihat wajah tegang di wajah cantiknya.
"Jadi putriku adalah istri keduamu?"
Jungkook mengangkat kepalanya, Ia mangangguk pelan."Iya."
Pria paruh baya itu menghembuskan nafasnya berat. Perhatiannya langsung tertuju pada putrinya. Ia menatap sendu putri satu satunya. Jadi putrinya itu sama saja dengan orang ketiga di rumah tangga orang lain, ya Tuhan Ia merasa gagal menjadi seorang ayah.
"Aku tidak mungkin tidak menyetujui pernikahan itu, karena kini putriku sedang mengandung. Tapi apa istri pertamamu sudah mengetahui pernikahan keduamu ini?"
Kini Jungkook yang terdiam, Ia bisa merasakan jika tangan kanannya di genggam erat oleh wanita di sampingnya. "Saya.. saya belum memberitahunya. Saat saya kembali ke korea saya akan langsung memberitahunya."
***
Minatozaki Sana.
Wanita yang kembali membuatnya terjebak dengan cinta masa lalu. Sana kembali di waktu yang tidak tepat, saat kini dirinya telah menikah. Hubungan mereka dulu harus berakhir karena Sana yang lebih memilih mengejar mimpinya, meninggalkan dirinya yang malah harus berakhir menerima perjodohan dengan seorang wanita bernama Chaeyoung. Ya Jungkook dan Chaeyoung menikah karena di jodohkan.
Jungkook menjalani pernikahannya tanpa adanya cinta di hatinya. Tapi itu dulu, sebelum Chaeyoung di nyatakan hamil. Jungkook mulai jatuh cinta pada wanita yang mengandung buah hatinya.
Jungkook membawa foto kecil yang selalu Ia simpan di dompetnya. Ia tersenyum sendu melihat foto keluarga kecilnya. Jungkook merasa benar benar brengsek karena menyakiti perasaan Chaeyoung. Ia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi istrinya nanti. Tak terbayang, wanita itu pasti akan sangat kecewa padanya.
"Maafkan aku Chaeng, semoga kau masih bisa memaafkanku." Bisiknya sambil terisak pelan.
🍂
"Soobin mau coklat?"
Jungkook menghentikan langkahnya saat mendengar suara familiar itu. Itu suara putri kecilnya, pasti Yuri sedang bermain dengan teman kecilnya di halaman belakang.
Pria itu memutuskan untuk tidak menemui putrinya terlebih dulu. Jungkook lebih memilih untuk naik ke kamarnya di lantai atas. Sore ini Ia baru tiba di korea, setelah memakan waktu perjalanan yang lama di perjalanan. Badannya sangat lelah, Ia akan beristirahat sebentar.
Jungkook merasa aneh karena tak melihat istrinya di kamar. Wanita itu bahkan tak ada di lantai bawah, sebenarnya kemana istrinya. Tapi ke khawatirannya hilang saat mendengar suara gemircik air di kamar mandi. Pasti Chaeyoung sedang mandi.
Pria itu melangkah ke balkon kamarnya. Dari sini Ia bisa melihat langsung putri kecilnya yang sedang bermain bersama anak laki laki seusia Yuri. Soobin adalah putra dari tetangganya, Jin dan Jisoo. Dan Jungkook bersyukur mempunyai tetangga sebaik mereka.
Jungkook tersentak saat merasakan pelukan dari belakang. Saat tahu siapa pemilik tangan itu Ia tersenyum kecil sambil mengusap tangan yang berada di perutnya.
"Kangenn.."
Jungkook terkekeh mendengar nada suara Chaeyoung yang terdengar menggemaskan. Pria itu berbalik lalu menciumi seluruh wajah Chaeyoung.
"Aku juga kangennn banget."
Chaeyoung tersipu, ah pasti pipinya sudah memerah. "Baru sampai?"
"Iya."
Jungkook memperhatikan tubuh istrinya. Glek. Entah kenapa Chaeyoung terlihat seksi di matanya, padahal wanita itu hanya memakai bathrobes karena sehabis mandi.
"Kau sangat seksi sayang."
Chaeyoung tergelak mendapat pujian itu. Apanya yang seksi, Ia baru sehabis mandi dibilang seksi.
Jungkook mendekat dan membisikan sesuatu di telinga wanita itu. "'Adikku' bangun."
"Apasih, mening sekarang kamu mandi ter- Aww." Chaeyoung terpekik saat tubuhnya sudah di gendong oleh Jungkook. Dengan repleks Chaeyoung langsung memeluk leher Jungkook erat karena takut terjatuh. Ia melotot pada suaminya dan sialnya pria itu malah tersenyum aneh padanya.
"Sore ini kita habiskan di kamar sayang."
🍂
Chaeyoung menyimpan beberapa lauk di piring Yuri. Wanita itu tersenyum saat melihat putrinya sudah di dapur, Ia kemudian membantu tubuh kecil itu untuk duduk di kursi makan.
Dan mereka berduapun makan dengan tenang. Chaeyoung memperhatikan Yuri makan, Ia bersyukur putrinya itu sudah makan seperti biasa.
"Yuri mau tambah sayurnya?"
Yuri menggeleng. "Gak mau sayul, mau telul aja."
Chaeyoung pun membawa beberapa potong telur ke piring Yuri. Wanita itu merasa heran dengan Yuri, putrinya sudah tak terlihat murung lagi.
"Yuri kangen Daddy gak?"
Yuri mengangkat kepalanya, mulut kecilnya masih asik mengunyah makanan. "Biasa aja, soalnya kata Soobin juga Daddy sebental lagi pasti pulang."
Chaeyoung mengusap rambut Yuri pelan, putrinya masih kecil saja sudah pintar. Ia benar benar bersyukur memiliki anak sepintar Yuri.
"Ya sudah kalau Yuri gak kangen, Daddy ke Jepang lagi aja."
Perhatian dua wanita itupun teralih oleh suara dari arah tangga. Yuri yang melihat Jungkook langsung turun tergesa gesa dari kursinya, lalu berlari menghampiri Jungkook yang berdiri di samping tangga.
"Dadddyyy."
Jungkook terkekeh kemudian langsung menggendong Yuri. Tak lama Ia sudah bisa merasakan seluruh wajahnya yang di ciumi oleh putrinya, ah bahkan Jungkook bisa merasakan bagian bagian wajahnya yang basah.
"Daddy aku kangennnnn banget, Daddy gak boleh pelgi lagi ya." Rengek Yuri sambil mengeratkan pelukannya di leher Jungkook.
"Iya sayang Daddy juga kangennn bangett sama putri cantik Daddy. Ayo Daddy bawa oleh oleh buat Yuri."
"Yeayyyy."
Jungkookpun melangkah sambil tetap menggendong Yuri menuju ruang tamu. Ia mendudukan tubuhnya di sofa, tak lupa menyalakan tv.
Pria itu membawa kantong kecil di bawah meja kemudian Jungkook serahkan pada Yuri. "Nih buat Yuri."
Mata Yuri berbinar, Ia pelan pelan membuka kantong itu seakan takut rusak. Saat tahu apa isinya, anak kecil berusia tiga tahun itu langsung tertawa sambil menggoyang goyangkan tubuh mungilnya di pangkuan Jungkook. "Wahhh bagus."
Jungkook bersyukur putrinya menyukai barang yang di belinya, ya walaupun Ia hanya memberi boneka kecil berbentuk kelinci tapi putrinya itu sudah terlihat senang.
"Yuri gak mau bilang makasih?"
Jungkook menoleh, Ia melihat istrinya yang baru datang sambil membawa nampan yang entah apa isinya.
"Hehe makasih Daddy, Yuli sayangg bangett sama Daddy."
"Ciumannya?" Tanya Jungkook.
Yuri tersenyum malu malu, kemudian Ia mencium ke dua pipi Jungkook bergantian.
Dan mereka bertiga pun tertawa.
"Yuri sini duduknya, mama mau suapin buah mangga." Ucap Chaeyoung.
Dan Yuri pun langsung turun dari pangkuan Jungkook, kemudian berpindah duduk menjadi di samping Chaeyoung.
Chaeyoung pun dengan telaten menyuapi potongan buah mangga ke Yuri. Sehabis makan Chaeyoung memang suka mengingatkan Yuri agar memakan buah, karena bagus bagi kesehatan.
Jungkook memperhatikan dua wanita itu dalam diam. Ia menautkan kedua tangannya. Keringat dingin sudah bisa pria itu rasakan, bahkan kini jantungnya sudah mulai berdetak tak karuan.
Apa ini waktu yang tepat?
Pria itu mengerang dalam hati, tapi apa Jungkook sanggup. Sungguh Jungkook tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi, setelah Ia mengatakan yang sebenarnya pada Chaeyoung.
"Chaeng, ada yang harus kita bicarakan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Mirna Azah
auuuuuu ga sanggup aku thour 😭🤣
2022-11-03
0
Winarti Win
nangis
2020-12-22
0