Vote sebelum membaca ❤
.
.
"Bagaimana pernikahan kalian?"
Chaeyoung mengangkat wajahnya, menatap sang ayah yang duduk di hadapannya. "Kami baik baik saja."
Baik? Boro-boro. Jujur menjalani pernikahannya kini sangat berat bagi Chaeyoung. Ia seperti menjadi pemeran wanita yang selalu tersakiti di pernikahan itu.
"Chaeng kenapa kau tak bercerai saja dengan pria itu?"
Chaeyoung langsung menoleh pada Yuri yang duduk di sampingnya. Sepertinya Yuri tak mendengar, karena terlihat sedang menikmati makan malam nya.
"Pah lain kali jangan berbicara seperti itu lagi saat ada Yuri."
Tuan Park menghembuskan nafasnya berat. Pria itu merasa gagal menjadi seorang ayah karena telah menikahkan putrinya dengan pria brengsek. Kasihan Chaeyoung, Ia tahu jika pernikahan putrinya itu kurang baik. Chaeyoung pasti terbebani karena harus di duakan.
"Ya sudah, kalian akan menginap di sini berapa lama?" Tanya Tuan Park.
"Aku tidak tahu, mungkin agak lama." Ucap Chaeyoung.
"Mommy aku mau main ti taman ya."
Chaeyoung mengangguk mengijinkan Yuri. Setelah anak kecil itu pergi, Chaeyoung melirik ke dua orangtuanya yang sedang memperhatikannya.
"Sayang, jika sepertinya kau sudah tak kuat menjalani pernikahan itu mundurlah. Ibu tak mau melihatmu menderita." Ucap nyonya Park sambil mengusap pelan bahu Chaeyoung.
"Aku baik-baik saja bu, walaupun berat tapi mau bagaimana lagi, ini memang sudah jadi takdirku." Chaeyoung berkata sambil menggenggam kedua tangan ibunya.
Padahal di hati kecilnya, Chaeyoung juga tak bisa menyangkal jika Ia tak kuat.
Chaeyoung iri pada kedua orangtuanya. Di usia mereka yang sudah mulai tua, papah dan ibunya masih harmonis. Berbeda dengan rumah tangganya, baru beberapa tahun saja sudah seperti ini, bagaimana kedepannya.
"Lalu kenapa kau berkunjung tak bersama dengan suamimu?"
Chaeyoung mengalihkan pandangannya pada papahnya. "Emm dia banyak kerjaan di sana, tadinya juga kami akan pergi bersama tapi dia ada kepentingan di perusahaan."
Apa Chaeyoung berdosa karena telah membohongi ke dua orangtuanya? Atau Ia mendapat pahala karena menutupi kejelekan suaminya?
Chaeyoung merasa bersalah sekali karena telah membohongi kedua orangtuanya. Tapi Ia juga tak mau sampai orangtuanya tahu apa permasalahan rumah tangganya.
Chaeyoung yakin bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, Ia kini sudah dewasa.
"Aku ke taman ya, mau susul Yuri." Chaeyoung pun pergi meninggalan kedua orangtua itu.
🍂
Jungkook kesepian.
Pria itu memijat keningnya yang berdenyut sakit. Tiga hari dintinggalkan Chaeyoung serasa bertahun-tahun baginya.
Mereka memang tak pernah lost contact. Tapi, Jungkook rindu suara dan wajah Chaeyoung. Karena pasti saat Jungkook menelphone, wanita itu tak pernah terdengar, yang berbicara hanya Yuri.
Apakah Chaeyoung menghindarinya? Jungkook tahu kesalahannya ini tak termaafkan dan sangat keterlaluan. Tak apa jika istrinya itu belum memaafkannya, yang penting rumah tangganya masih utuh.
Jika ada yang bertanya, kenapa Ia tak pergi ke rumah istri ke duanya saja? Maka jawabannya, Jungkook tak mau.Sudah tiga hari ini juga Ia tak bertemu Sana, ya paling wanita itu sesekali menelphonenya.
Jungkook lebih betah di rumahnya walaupun seorang diri. Jika ingin makan maka Ia akan delivery saja.
Jungkook membawa foto kecil yang selalu tersimpan di dompetnya.
"Chaeng aku rindu, kapan kau pulang hm? Apa kau tak merindukanku? Aku disini kesepian, tak ada lagi yang menyiapkanku makanan, tak ada yang membangunkanku dan tidak ada yang bisa aku peluk saat tidur." Ucapnya lirih.
Saat masih terdiam, Jungkook kembali menegakan duduknya melihat pintu ruangannya terbuka.
Jungkook terkejut melihat siapa orang itu, Sana. Sedang apa istri ke duanya itu di sini. Jungkook pun berdiri dan mendekati wanita itu.
"Hai sayang." Sapa Sana sambil memeluk tubuh Jungkook.
Dan Jungkookpun membalas pelukan itu. Mereka pun duduk berdampingan di sofa yang ada di ruangan itu.
"Aku bawakan kimbab, kau pasti belum makankan?" Tanya Sana. Wanita itu menyiapkan bekal yang di buatnya di apartemen.
"Terimakasih."
Sana mengangguk.
Jungkookpun memakan bekal dari Sana. Ia juga lapar, apalagi tadi pagi belum sempat sarapan.
"Kenapa kau tak bilang padaku jika Chaeyoung sedang pergi? Lalu siapa yang membuatkan makanan untukmu?"
Jungkook menghentikan makannya sejenak. "Maaf aku lupa." Bohongnya.
Sana langsung terdiam mendengar ucapan pria itu. Mata cantik itu mulai berkaca-kaca. "Kau kan bisa ke apartemen saat Chaeyoung pergi. Kau anggap aku siapa Jungkook? Aku juga istrimu, aku sedang hamil dan sangat membutuhkan perhatian darimu." Ucap Sana lirih.
Jungkook menghembuskan nafasnya berat. Nafsu makannya langsung hilang seketika. Ia menatap Sana, lalu memeluk wanita itu.
"Maafkan aku, aku sampai tak memikirkanmu. Jangan menangis." Bisik Jungkook.
Sana membalas pelukan itu. Wanita itu merasa sakit hati karena di abaikan oleh suaminya sendiri. Ia juga istri Jungkook, dan pria itu juga harus membagi kasih sayang antara Ia dan Chaeyoung.
Sana sadar jika dirinya juga sangat jahat karena telah merusak rumah tangga orang lain. Tapi Ia tak bisa berbohong jika rasa cinta dan ingin bersama Jungkook masih ada.
Kepergiaannya itu bukan tanpa sebab. Karena suatu hal Ia harus rela pergi meninggalkan Jungkook selama bertahun-tahun. Disana Ia berjuang demi mempertahankan hidupnya karena keinginan untuk hidup bahagia bersama Jungkook.
Tapi ternyata Sana terlambat, kekasihnya telah menikah. Ia sedih karena perjuangannya selama bertahun-tahun terasa sia-sia saja. Tapi ternyata pria itu malah mengulurkan tangan agar bisa kembali bersamanya dan itu membuat Sana bahagia.
Kini Ia sudah menjadi istri ke dua dari Jungkook. Dan rasa cintanya pada pria itu semakin besar. Jika boleh jujur Sana sebenarnya tidak mau menjadi yang kedua, Ia ingin menjadi satu-satunya wanita di hati pria itu.
"Nanti malam aku akan ke apartemen, kau mau aku bawakan apa?"
Sana tersenyum manis pada suaminya. "Aku mau brownies, kau bisa membelikanku?"
"Hanya itu?"
"Iya sayang."
🍂
"Gimana mommy?"
Chaeyoung menggeleng pelan. "Maaf ya sayang daddy nya gak angkat telphone nya, mungkin lagi sibuk."
Chaeyoung merasa kasihan pada Yuri. Putrinya itu pasti sangat rindu pada Daddynya. Jungkook kemarin malam tak menelphone dan membuat putrinya rindu setengah mati.
Lihat kan, kehadiran Jungkook benar-benar sangat penting bagi Yuri. Bagaimana jika nanti Chaeyoung berpisah dengan Jungkook. Apa putrinya itu akan memilih untuk ikut bersamanya? Meragukan.
"Udah ya sayang, nanti daddy pasti nelphone kok. Gimana kalau sekarang kita jalan-jalan aja."
Yuri mengangguk pelan.
Chaeyoung dan Yuri pun berganti pakaian terlebih dahulu. Mereka akan menelusuri jalanan di kota ini. Pasti banyak makanan dan juga oleh-oleh yang di jual di sini.
"Sayang lihat gelang nya bagus."
Yuri menoleh pada Chaeyoung. Anak kecil berusia tiga tahun itu berbinar melihat gelang lucu berwarna pink. "Wahh."
Chaeyoung memakaikan gelang itu di tangan kanan Yuri. Syukurlah setelah hampir satu jam berjalan-jalan putrinya tak lagi terlihat sedih. Yuri seakan melupakan kesedihannya jika sudah di ajak bermain.
"Chaeng?"
Chaeyoung yang merasa namanya di panggil membalikan badannya. Wanita itu terkejut melihat siapa orang itu, tapi tak lama Ia tersenyum cerah. "Kak Chanyeol?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Bing Sauce🎫🧧🧧🧧
jodoh kalikketemuan lagi ,s3moga Yurimelupan deddynya yang asik dengan mama barunya....
2020-12-27
1