Vote sebelum membaca ❤
.
.
"Tada!!"
Sana membelakan matanya menatap berbinar dekorasi kamar ini. Wanita itu beralih menatap suaminya. "Ini?"
Jungkook menggaruk belakang rambutnya. "Hm iya ini kamar Yeonjun, gimana?"
"Apa kau yang mendekorasinya?"
"Iya, apa aneh?"
Sana menggeleng pelan. "Ini sangat bagus. Makasih ya sayang, kau memang papah yang baik."
Mereka berduapun memasuki kamar bernuansa biru itu. Kamar ini memang khusus Jungkook buat untuk putranya. Saat Sana melahirkan dan di rawat di rumah sakit selama hampir satu minggu, Jungkook memutuskan membuat kejutan dengan mendekor kamar untuk Yeonjun.
"Anak papah minum terus ya." Ucap Jungkook sambil mengelus pipi Yeonjun yang sedang asik meminum asi dari Sana.
"Iya papah, Yeonjun haus." Ucap Sana menirukan suara anak kecil.
Setelah beberapa menit, tak lama Yeonjun sudah tertidur. Sana pun menidurkan putranya di ranjang kecil khusus untuk bayi.
Wanita itupun keluar dari kamar lalu menghampiri Jungkook yang sedang menonton tv di ruang tamu.
"Sayang, jika kau mau pulang tak apa pulanglah. Chaeyoung dan Yuri pasti merindukanmu, lagi pula kau sudah satu minggu lebih tak mengunjungi mereka."
Jungkook menoleh pada Sana yang duduk di sampingnya. Pria itu menghela nafasnya pelan, Jungkook memang sudah sangat rindu pada dua wanita itu. Tapi Jungkook juga berpikir, kini Sana lebih membutuhkannya. Jungkook tak bisa meninggalkan Sana yang baru saja melahirkan, jika Ia pergi kasihan wanita itu yang harus mengurus Yeonjun sendirian.
"Tak apa, lagi pula sekarang kau lebih penting."
Sana mengangguk pelan. Benar juga apa yang di katakan suaminya, Ia lebih butuh Jungkook saat ini karena baru melahirkan. Sana tak bisa mengurus Yeonjun sendirian, jujur Ia masih belum bisa mengurus bayi.
"Kau mau makan? biar aku buat makanan." Tanya Sana.
"Emm ya."
"Ya sudah tunggu sebentar ya."
Setelah melihat Sana pergi Jungkook membawa handphone di saku celananya. Awalnya Ia ragu ingin menelphone Chaeyoung, tapi kerinduannya mengalahkan semua itu.
Panggilan pertamanya tak berhasil, tapi karena tak mau putus asa Jungkook kembali menelphone Chaeyoung. Jungkook sampai melupakan istrinya itu, sampai tak memberi kabar hampir satu minggu. Suami macam apa Ia?
"Ya?"
Senyumana lebar terbit di bibir Jungkook saat mendengar suara wanita yang sudah di rindukannya. "Hallo sayang, maaf karena baru memberimu kabar. Seminggu ini aku harus menemani Sana di rumah sakit sampai lupa tak pulang. Bagaimana kabar kalian?"
"Kami baik-baik saja."
Hanya itu saja yang Chaeyoung ucapkan?
"Apa Yuri ada, aku ingin berbicara dengannya."
"Dia sedang makan."
"Oh ya sudah tak apa. Aku janji akan segera pulang, jaga diri kalian ya. I love you."
"Hm."
Panggilan itupun berakhir dengan penuh kekecewaan di hati Jungkook. Chaeyoung tak membalas ucapan cintanya? Tak biasanya. Ini juga semua salahnya yang mencueki Chaeyoung, jadi mungkin itu pantas baginya.
"Ini, maaf ya hanya ada pasta."
Jungkook memasukan handphonenya saat melihat Sana yang telah kembali dari dapur. Pria itu membawa piring berisi pasta di meja. "Gak pa-pa, nanti kita belanja ya."
"Iya."
🍂
"Chaeng kenapa gak dimakan?"
Chaeyoung tersentak mendengar suara itu. Wanita itu tersenyum sekilas pada pria yang duduk di hadapannya, lalu memotong steak di hadapannya.
"Yuri makannya pelan-pelan, lihat bibirnya belepotan eskrim." Ucap Chanyeol sambil membersihkan bibir Yuri dengan tisu.
Chaeyoung yang melihat pemandangan itu di buat terharu. Terakhir Ia lupa kapan Jungkook memperlakukan Yuri begitu. Mengingat pria itu, membuatnya kembali sedih.
Delapan hari Jungkook pergi tanpa memberinya kabar. Siapa istri yang tak khawatir tak di beri kabar suaminya yang entah pergi kemana? Tapi dengan tak tahu dirinya, setelah selama itu Jungkook menghilang, pria itu baru menelphonenya tadi.
Tak tahukah Jungkook jika Ia sangat menghawatirkan pria itu? Setiap malam Chaeyoung selalu menunggu Jungkook, berharap pulang. Tapi Ia selalu kecewa karena sampai terlelap pun suaminya tak pulang.
"Hei kau ini kenapa, melamun terus."
Chaeyoung yang merasa tangannya di genggam menatap Chanyeol. "Aku gak pa-pa kok. Maaf ya kak."
Chanyeol mengangguk sekilas. Pria itu sangat senang karena bisa kembali merasakan makan bersama wanita yang pernah mengisi hatinya, bahkan mungkin sekarang masih ada.
Saat jam istirahat siang, Chanyeol ingin makan di cafe di samping kantornya. Dan Ia tak menyangka malah melihat Chaeyoung dan juga Yuri sedang makan di sini, Chanyeol pun memutuskan untuk bergabung di meja mereka.
"Om tampan belum kelja?"
Chanyeol menoleh ke samping, tepat pada Yuri yang duduk di sampingnya. "Iya sayang, om lagi istirahat. Sebentar lagi juga masuk, ayo habisin dulu makannya nanti om anterin pulang."
"Gak usah kak, kita naik taxi aja."
Chanyeol menggeleng pelan pada Chaeyoung. "Gak, aku pokoknya mau ngaterin kalian pulang. Gak boleh nolak titik."
Chaeyoung menghembuskan nafasnya pelan. Pria itu ternyata tak berubah, masih tak mau di bantah. Tapi entah kenapa perhatian Chanyeol malah membuat hatinya menghangat.
Setengah jam kemudian mereka telah selesai makan. Ketiga orang itu keluar dari cafe itu. Tapi saat Chaeyoung akan masuk ke dalam mobil Chanyeol, tangan kananya di tahan.
Chaeyoung menoleh dan terkejut melihat tatapan tajam itu.
"Kamu pulang sama aku!"
Chaeyoung berjalan terseok-seok saat Jungkook menarik tangannya dengan kasar. "Tunggu, Yuri di dal-"
"Yuri udah di mobil aku!"
Jungkook membukakan pintu depan mobilnya dan dengan teganya mendorong kasar Chaeyoung masuk. Pria itupun memutari mobilnya dan ikut masuk ke dalam mobil. Mobil itupun melaju dengan kencang.
Chaeyoung duduk dengan tak nyaman. Aura Jungkook sangat mengerikan, suaminya itu pasti sangat marah padanya.
Wanita itu menatap Yuri yang duduk di kursi belakang lewat kaca di atas. Putrinya ternyata sudah tertidur, syukurlah. Chaeyoung mengusap pergelangan tangannya yang terasa perih karena tadi Jungkook yang menarik tangannya kasar.
Tapi Chaeyoung terkejut saat tangan kananya di ambil oleh Jungkook. Pria itu masih tetap fokus menyetir, tapi tangan satunya di gunakan untuk mengusap pergelangan tangannya yang sakit. Mengelusnya dengan lembut dan sesekali menciuminya.
"Maaf ya pasti sakit, aku tadi kebawa emosi." Ucap Jungkook tulus sambil menatap Chaeyoung. Mobil telah berhenti karena sudah sampai di halaman rumah mereka.
Sehabis mengantar Sana belanja, Jungkook memutuskan untuk pulang ke rumah, tapi saat di jalan Ia malah melihat Chaeyoung bersama pria lain. Tentu saja Jungkook marah, Ia cemburu bahkan tak sadar sampai menyakiti wanita itu.
Ke dua tangan Jungkook mengusap ke dua pipi Chaeyoung. Pria itu sangat merindukan istrinya ini, Jungkook ternyata memang tak bisa berlama-lama berjauhan dengan Chaeyoung.
"Aku melihatmu bersama pria lain saja sangat cemburu, bagaimana perasaanmu ya saat melihat suaminya menikah lagi." Ucap Jungkook lirih. Mata pria itu sudah berkaca-kaca.
"Selama ini aku begitu egois, bahkan tak pernah memikirkan perasaanmu. Maaf ya sayang."
Jungkook membawa Chaeyoung ke dalam pelukannya. Memeluk tubuh itu erat seakan takut kehilangan, lalu terisak di pelukan Chaeyoung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Dian Andriani
bodoh
2021-07-11
0
Yuliana Kirana
hadeh... lo itu sebenarnya jungkok apa pekok sih....
2021-04-01
0
Vanni Maulida
chayeong yg terlalu bodoh
2020-12-27
0