Vote sebelum membaca ❤
.
.
Chaeyoung mengerjapkan matanya perlahan. Saat akan mendudukan tubuhnya, penggerakannya tertahan karena pelukan erat dari belakang. Chaeyoung membalikan badannya, kini Ia bisa melihat wajah suaminya.
Tampan, Jungkook sangat tampan. Pantas saja pria itu dapat meluluhkan dua wanita sekaligus. Mengingat itu, entah kenapa membuat mood paginya menjadi buruk.
Chaeyoung akhirnya bangkit dari kasur, ini sudah jam enam pagi dan Ia harus siap siap untuk melakukan semua pekerjaan rumah.
🍂
"Daddy aku mau sekolah boleh?"
Jungkook menghentikan sarapannya sejenak. Perhatiannya langsung tertuju pada putrinya yang duduk di hadapannya. "Sekolah?"
Yuri mengangguk singkat. "Soobin juga sekolah, Yuli mau ikut Soobin sekolah. Boleh yaa?" Rengeknya.
Jungkook menggaruk belakang rambutnya, Ia jadi bingung. Bagaimana ini, seingatnya putrinya itu masih sangat kecil dan belum bisa dikatakan umur untuk masuk sekolah.
Sedangkan Chaeyoung yang melihat keterdiaman Jungkook akhirnya membuka suara. "Yuri kan masih kecil, jadi belum bisa masuk sekolah sayang."
"Soobin juga masih kecil, tapi bisa sekolah Mommy." Ucapnya sendu.
Chaeyoung mengusap rambut hitam Yuri pelan. "Yuri kan sama Soobin beda umurnya. Kalau Soobin udah bisa masuk sekolah, tapi Yuri masih terlalu kecil."
"Yuli masih kecil Mommy?"
"Iya, jadi Yuri sama mommy aja di rumah ya."
Melihat itu membuat Jungkook terharu. Ia beruntung mempunyai istri sedewasa Chaeyoung. Berbeda sekali dengan Sana, istri ke duanya itu mempunyai sifat masih kekanakan dan manja.
Ah kenapa Jungkook lagi lagi membedakan mereka ya, jelas jelas ke dua wanita itu berbeda.
"Daddy berangkat kerja dulu ya."
Jungkook bangkit lalu mencium kedua pipi Yuri, selanjutnya pria itu mendekati Chaeyoung yang sedang fokus dengan sarapannya. Awalnya Jungkook ragu karena takut seperti dulu, tapi saat Jungkook mencium kening Chaeyoung syukurlah wanita itu tak menghindar.
Pria itupun keluar rumahnya untuk bekerja.
Chaeyoung menghembuskan nafasnya pelan. Ia tak sadar saat Jungkook mencium keningnya Chaeyoung sampai menahan nafas. Ya ampun apa Ia berlebihan?
"Mommy aku main di kamal ya."
Chaeyoung mengangguk. Ia juga mau membersihkan rumah, biarlah putrinya asik bermain di kamar agar tak mengganggunya.
Tapi sebelum itu Chaeyoung memilih masuk dulu ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian dengan yang lebih santai.
Kaos putih lengan pendek dan hotpants menjadi pilihannya. Jika sudah berpakaian seperti ini, Chaeyoung serasa muda lagi. Bahkan mungkin jika dirinya keluar rumah sendiri, mungkin tak akan percaya jika Ia sudah menikah dan memiliki seorang anak.
Saat akan menutup lemari pakaiannya Chaeyoung terhenti. Wanita itu mengernyitkan keningnya saat melihat kotak berukuran sedang di tumpukan lemari paling bawah. Karena penasaran wanita itupun membawa kotak berwarna biru muda itu.
Chaeyoung duduk di samping kasurnya, sebenarnya Ia ragu tapi juga penasaran. Akhirnya Chaeyoung membuka kotak itu.
Chaeyoung terdiam melihat isinya. Sepatu untuk siapa? Apa ini untuk Yuri? Tapi jika untuk Yuri, Chaeyoung merasa sepatunya terlalu kecil. Sepatu itu ukuran untuk bayi dan modelnya seperti untuk laki laki.
Entah kenapa lagi lagi perasaan tak enak muncul di dadanya. Chaeyoung ingat saat Jungkook memintanya untuk membelikan susu untuk ibu hamil Ia merasa curiga. Sepupu? Sungguh Chaeyoung tak bodoh, Jungkook tak punya sepupu yang sudah menikah. Dan sekarang, sepatu bayi ini. Ya Tuhan kenapa rasa curiganya semakin kuat.
Chaeyoung menyimpan kotak itu di kasur, Ia lalu bangkit dan melihat kalender yang menempel di dinding kamarnya.
Jika di hitung sudah satu bulan Jungkook menikah dengan wanita itu. Dan di waktu satu bulan itu juga pria itu membagi waktu kebersamaan mereka.
Apa jangan jangan wanita itu sudah.. hamil? Tapi apa secepat itu. Sedangkan dulu saja Chaeyoung hamil saat usia pernikahan mereka masuk hampir setengah tahun lamanya.
"Kenapa perasaanku tak enak." Bisiknya.
🍂
"Dengerkan kata dokter jangan kecapean, aku akan carikan asisten rumah tangga."
Sana tersenyum sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Jungkook. Wanita itu sangat menyukai saat pria itu perhatian padanya, apalagi saat dirinya sedang hamil.
"O iya, sepatu yang baru kita beli kemarin buat baby dimana? Aku cari di apartemen kok gak ada yah."
Jungkook menghentikan langkahnya, yang otomatis Sana juga ikut berhenti.
Jungkook meringis saat mengingat barang itu ada dimana. "Sepatunya ada di rumah, aku lupa." Sesal Jungkook.
"Ya udah nanti ke apartemenin ya."
Dan mereka berduapun kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah sakit. Jungkook baru saja mengantar wanita itu cek kandungan. Sebelum pulang Sana dan juga Jungkook memutuskan untuk singgah di rumah makan untuk makan siang.
Jungkook memilih restoran seafood, ya karena makanan itu adalah makanan kesukaan mereka berdua. Lain halnya dengan Chaeyoung, istri pertamanya itu alergi dengan makanan laut.
"Makannya pelan pelan." Ucap Jungkook sambil membersihkan bibir Sana yang belepotan saus seafood.
Sana tersenyum, memang setelah masa kehamilannya dirinya mudah lapar dan nafsu makannya bertambah. Ya karena kini Sana juga harus memberi makan bayi di perutnya. Berbeda dengan dulu, Sana bahkan sering melakukan diet. Menjaga tubuhnya adalah hal yang penting, tapi kini tidak.
Jungkook meminum jus mangganya sebelum membersihkan mulutnya dengan tisu. Pria itu menambahkan beberapa makanan ke piring istrinya. Ia tak mau bayinya sampai tidak sehat di dalam perut istrinya.
Pria itu menatap keluar jendela cafe. Diluar hujan padahal hari masih siang. Hari ini Jungkook tak bekerja karena ingin ikut Sana mengecek kandungan. Tak terasa ternyata usia kandungan wanita itu sudah enam bulan.
Tuhan, Jungkook ingat saat dirinya melakukan perbuatan terlarang itu bersama Sana.
Saat itu dirinya sedang melakukan perjalanan keluar negeri untuk pekerjaan. Tapi Jungkook tak menyangka ternyata Ia di pertemukan dengan cintanya yang telah pergi bertahun tahun. Sana di sana dan itu membuatnya bahagia.
Mereka kembali bersama, selama tujuh hari di Hawaii seorang diri, Jungkook bisa bermesraan dan menghabiskan waktu dengan Sana. Berlibur layaknya sepasang kekasih. Hingga kejadian itu terjadi, Jungkook hilap. Saat itu mereka sudah di butakan oleh hawa nafsu, dan melakukan hubungan terlarang itu. Bahkan gilanya terjadi sampai dua kali.
Gila? Ya. Jungkook saat itu sudah gila. Ia di butakan oleh rasa rindunya pada Sana. Memang saat sehabis liburan, Jungkook berjanji akan bertanggung jawab jika Sana sampai hamil. Dan ternyata benar, tak lama wanita itu hamil. Sejak Sana hamil, mereka melakukan perselingkuhan di belakang Chaeyoung selama hampir lima bulan. Tapi sungguh mereka tak pernah sampai melakukan hubungan badan lagi.
Melihat perut Sana yang semakin membesar, akhirnya Jungkook memutuskan untuk menikahi wanita itu. Ia masih punya rasa tanggung jawab. Ragu, berat, khawatir, takut semua menjadi satu. Mengingat dirinya yang telah menikah saat itu. Tapi Jungkook bersyukur karena dirinya di berikan seorang istri yang berhati baik, Chaeyoung mengijinkannya untuk menikah lagi. Dan Chaeyoung adalah malaikat di hidupnya, sampai kapanpun juga.
Tapi kini Jungkook belum jujur jika Sana telah hamil pada Chaeyoung. Ia terlalu takut mengucapkannya, Jungkook tak bisa membayangkan bagaimana perasaan wanita itu nanti. Sudah cukup Jungkook melihat kekecewaan di wajah Chaeyoung saat dirinya akan menikah lagi, bagaimana jika nanti wanita itu tahu jika ternyata Jungkook telah berselingkuh di belakang istrinya.Tapi Jungkook tahu, kebohongannya ini pasti sebentar lagi akan terbongkar.
"Jungkook!"
Jungkook tersentak mendengar suara itu. "Ya?"
Sana menghembuskan nafasnya berat. "Ayo pulang. Kau dari tadi melamun terus, hujannya sudah reda"
Jungkook mengangguk, Ia memanggil seorang pelayan untuk membayar sebelum mereka memutuskan untuk pergi dari sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Sri Yanti
tinggalin ...menyepi dulu pulang ....biar dia tahu ..ditinggal itu sakit
2022-09-06
0
Rafah Rafah
maju chel jgn mau kalah buat suami mu nyesel seumur hidup nya
2020-12-22
2
Sazia Almira Santoso
lanat
2020-12-13
1