Vote sebelum membaca ❤
.
.
Chaeyoung duduk dengan tak nyaman. Wanita itu menatap kasihan putrinya yang terlihat bosan. Kasihan Yuri, anak kecil itu sudah menunggu Jungkook datang dari setengah jam yang lalu, tapi Daddy nya tak datang-datang.
Mereka akan makan malam bersama, sebenarnya memang belum malam, masih sore. Dan Jungkook memintanya bersama Yuri untuk menunggu di salah satu restoran yang sudah di pesan, tapi kenyataannya pria itu belum datang dari setengah jam yang lalu.
"Mommy, Daddy mana?"
Chaeyoung yang mendengar rengekan Yuri semakin kasihan. Ia mengusap rambut Yuri pelan. "Sebentar ya sayang, mungkin lagi di jalan."
Dan Yuri memanyunkan bibirnya, lalu menopang dagunya di atas meja.
Deringan ponselnya membuat Chaeyoung tersadar, dengan buru-buru wanita itu melihat pesan yang baru masuk.
My Love
Sayang maaf aku gak bisa datang, Yeonjun sakit, Ia muntah-muntah dan sekarang aku sedang menemaninya di rumah sakit. Sekali lagi maaf.
Setelah membaca pesan itu, ada perasaan berbeda di hati Chaeyoung. Yang pertama Ia kasihan pada putrinya yang sudah menunggu Daddynya datang dan yang ke dua perasaan khawatir karena putranya masuk rumah sakit.
"Sayang kita makan duluan aja ya, Daddy katanya ada pekerjaan." Ucap Chaeyoung pelan.
Yuri menundukan pandangannya. Anak kecil itu tentu saja kecewa pada Jungkook, Ia sudah menunggu lama tapi pria itu tak datang. Padahal Yuri ingin sekali makan bersama Mommy dan juga Daddy nya malam ini.
"Udah dong jangan cemberut lagi, nanti cantik nya hilang." Goda Chaeyoung.
Dan Yuri yang mendengar itu tersenyum kecil menatap Mommy nya malu-malu.
🍂
"Kamu tuh gimana sih, aku kan udah bilang jangan kasih makanan sembarangan ke Yeonjun, dia masih kecil Sana!"
Sana menundukan pandangannya, wanita itu tak berani menatap Jungkook jika pria itu sudah bersuara tegas seperti ini.
Ini juga salahnya sampai putranya masuk rumah sakit. Sana lalai sampai membolehkan Yeonjun memakan banyak eskrim dan makanan manis. Sana hanya ingin putranya senang dan membelikan makanan itu menurutnya dapat membuat Yeonjun senang.
"Maaf, lain kali aku gak bakal kasih Yeonjun makanan itu lagi." Ucap Sana pelan.
Saat ini ingin rasanya Sana menangis, tapi jika menangis Jungkook akan mengatakannya wanita cengeng. Sana sadar jika Ia mudah menangis, sikapnya juga masih kekanakan tapi itu memang dirinya. Ia bukanlah wanita lemah, hanya saja sifatnya dari dulu memang begini.
"Kalau kamu gak bisa urus Yeonjun dengan baik, lebih baik aku bawa aja Yeonjun ke rumah biar Chaeyoung yang urus. Lagi pula dia pasti lebih bisa urus Yeonjun dari pada kamu."
Sana menggeleng kencang, matanya kini sudah berkaca-kaca. "Jangan! Aku bisa kok urus Yeonjun, aku janji bakal lebih hati-hati lagi. Jangan bawa Yeonjun ya sayang, aku mohon."
Jungkook sebenarnya kasihan melihat Sana saat ini, tapi Ia juga geram karena wanita itu tidak bisa menjaga putranya dengan baik.
Jungkook juga sadar jika perkataannya tadi sangat jahat, mana ada ibu yang mau di pisahkan dengan putranya sendiri. Tapi sungguh itu hanya alibinya saja agar Sana dapat menjaga Yeonjun dengan lebih baik.
"Ya sudah, tapi lain kali jangan kasih makanan gak sehat itu buat Yeonjun lagi ya. Dia masih sangat kecil." Jelas Jungkook. Tangannya terulur mengusap rambut pirang wanita itu.
Dan Sana mengangguk. Sebenarnya hatinya sakit sekali saat pria itu membedakannya dengan Chaeyoung. Ya Sana juga sadar jika Ia belum sedewasa Chaeyoung, tapi di beda-beda kan dengan orang lain membuatnya sakit hati.
Tuhan, Sana merasa rumah tangganya dengan Jungkook semakin tak baik. Semakin sini, sikap Jungkook pun berubah padanya. Sana takut jika pria itu meninggalkannya.
"Hei kenapa menangis hm?"
Sana menggeleng pelan sambil mengusap air matanya. Akhir-akhir ini Ia memang sangat cengeng jika menyangkut dengan pria itu.
"Ya udah kamu temenin Yeonjun ya, aku mau bayar administrasi nya dulu."
Setelah melihat Jungkook pergi, Sana masuk ke dalam ruang rawat putranya. Wanita itu menahan tangisannya melihat Yeonjun yang terbaring di ranjang rumah sakit.
Hatinya sakit melihat banyak alat menempel di tubuh mungil itu. Sana mendekat dan mengusap rambut Yeonjun pelan.
"Maaf ya sayang, gara-gara Mama kamu jadi kaya gini."
Sana tak bisa menahan tangisannya lagi, Ia terisak pelan melihat anaknya yang sakit. Sebagai ibu Sana belum bisa menjaga anaknya dengan baik. Selama menjaga dan mengurus Yeonjun, jujur kadang Sana selalu meminta pertolongan dari Chaeyoung.
Mulai dari bagaimana cara memandikan dengan baik, memakaikan popok sampai memilih makanan sehat. Walaupun Chaeyoung tak ingin bertemu dengannya langsung, tapi wanita itu sudah sangat membantunya.
Tes!
Sana mengusap hidungnya, Ia terkejut karena darah yang keluar dari hidungnya. Dengan segera Sana masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Setelah membersihkan darahnya, Sana menatap bayangannya di cermin. Akhir-akhir ini Sana sering memakai make up tebal, tak lain untuk menutupi wajahnya yang selalu pucat.
Semakin hari tubuhnya semakin kurus. Tuhan sebenarnya apa yang terjadi padanya, tak cukupkah Sana menderita selama beberapa tahun dulu?
"Kamu gak pa-pa?"
Sana menoleh cepat ke belakang. Ia terkejut karena Jungkook masuk ke dalam kamar mandi. "gak, aku baik-baik aja kok."
Jungkook mengangguk lalu kembali mendekat ke ranjang putranya.
Sedangkan Sana hanya tersenyum sendu melihat sikap Jungkook yang seolah tak peduli padanya.
Wanita itu mendekat dan duduk di kursi samping ranjang Yeonjun. "Kapan Yeonjun bisa pulang?"
"Kata dokter Yeonjun baru bisa pulang besok."
Sana berdehem.
🍂
"Mommy kenapa Daddy jalang di lumah ya?"
Chaeyoung menghentikan makannya sejenak, menatap sang putri yang menampakan wajah polosnya.
"Em Daddy kan banyak kerjaan."
"Mommy sebenelnya de Yeonjun benelan adik Yuri?"
"Iya."
"Tapi Yuri belum pelnah lihat plut Mommy besal. Kata Soobin tanda kalau Yuri mau punya adik, pelut Mommy bakal besal."
Chaeyoung terdiam mendengar penjelan itu. Ternyata putrinya sudah besar sampai tahu hal itu, Chaeyoung bahkan tak menyangka pertumbuhan putrinya akan secepat ini.
Sekarang Ia tak tahu harus menjawab apa pada Yuri, jika berbohong maka tak terhitung sudah banyak kebohongan yang Chaeyoung lakukan pad Yuri. Ia kasihan pada putrinya ini yang masih kecil, Chaeyoung tak bisa membayangkan jika suatu saat nanti ternyata Yuri tahu kebohongan Daddynya.
"Udah ya sayang, pokoknya Yeonjun adik Yuri. Yuri sayang kan sama dedek?"
Yuri mengangguk semangat. "Iya, Yuri sayangggg banget sama dedek."
"Ya udah habisin makannya, nanti kita langsung pulang ya."
"Iya Mom."
Tuhan jangan sampai putriku tahu kenyataan itu. Yuri tak boleh membenci Daddy nya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Henny Zaelany
novel mu bngus thor aku suka
bikin mewek"
knpa gk di bikin cerai aj thor ???
2020-10-20
2