Episode 8

Vote sebelum membaca ❤

.

.

"Mommy aku boleh minta sesuatu gak?"

Chaeyoung menoleh pada Yuri yang duduk di sampingnya. Wanita itu mengusap rambut hitam putrinya pelan. "Apa sayang?"

"Yuli mau punya adik."

Chaeyoung membelakan kedua matanya, Ia jadi salah tingkah saat putrinya meminta permintaan itu.  Chaeyoung  tak jadi bertanya pada Yuri, saat suara Jungkook mendahuluinya.

"Yuri mau punya adik?"

Yuri mengangguk antusias pada Jungkook. "Boleh ya Daddy, soalnya Yuli pengen kaya Soobin yang punya temen main di lumah."

Jungkook mendudukan tubuhnya di samping Yuri. "Emangnya Yuri mau punya adik berapa?"

Anak kecil itu berpikir sejenak, sebelum menunjukan ke lima jarinya.

"Lima."

Chaeyoung yang mendengar itu langsung tersedak air ludahnya sendiri. Ia menatap ngeri anak perempuan itu yang terlihat sangat bersemangat.

Lain halnya dengan Chaeyoung, Jungkook malah tertawa keras kemudian mendudukan tubuh Yuri di pangkuannya.

"Oke nanti Daddy buat sama Mommy."

"Jungkook." Desis Chaeyoung. Suaminya itu benar benar tak bisa menjaga omongannya, dasar mesum.

"Ya udah, sekalang aja buatnya. Bial Yuli cepet punya dedek bayi."

Perkataan Yuri sontak saja membuat sepasang suami istri itu menatap tak percaya. Ya Tuhan putri mereka masih kecil, tapi bisa berkata seperti itu.

Jungkook merendahkan kepalanya lalu berbisik di telinga Yuri. "Tar aja malam Daddy buatnya sama Mommy, biar gak berisik."

Dan Ayah juga anak itu kemudian tertawa kecil, yang sontak membuat curiga Chaeyoung.

                                       🍂

"Soobin sini tidulnya samping Yuli."

Anak laki laki tampan itu mengangguk lalu menaiki tempat tidur. Soobin kemudian berbaring di samping teman perempuannya.

"Soobin Yuli sudah minta ke Daddy dan Mommy untuk buatkan adik loh."

Soobin memiringkan tubuhnya, dan kini mereka berdua berbaring sambil berhadapan. "O ya, lalu?"

"Katanya nanti Daddy sama Mommy mau buat malam."

"Bagus, nanti kita punya banyak pasukan buat bermain."

Ke dua anak kecil itupun tertawa riang bersama.

Seorang wanita cantik memasuki kamar putrinya. Chaeyoung membuka perlahan pintu kamar Yuri. Wanita itu tersenyum saat melihat anak kecil berbeda kelamin itu duduk lalu tersenyum saat melihatnya.

"Sayang Mommy bawakan kue coklat sama susu."

Kedua anak kecil itu bersorak riang, kemudian turun dari tempat tidur. Lalu memakan makanan bawaan Chaeyoung.

Sedangkan Chaeyoung hanya geleng geleng kepala saja. Jika di perhatikan, Soobin dan Yuri seperti adik kakak. Mereka tak bisa di pisahkan, kemana mana pasti selalu bersama. Pernah sekali saat keluarga Jin dan Jisoo berlibur, Yuri sampai menangis seharian karena di tinggalkan Soobin. Bagaimana kalau sudah besar ya, apakah ke dua anak kecil itu masih akan bersahabat?

Karena tak ingin menganggu anaknya yang sedang bermain, Chaeyoung pun memutuskan untuk keluar dari kamar Yuri. Ia melangkahkan kakinya ke kamarnya.

Chaeyoung melihat taman dari balkon kamarnya. Ia melamun membayangkan perkataan Yuri tadi pagi.

'Adik?'

Putrinya itu ingin punya adik? Berarti Chaeyoung harus mengandung lagi. Dulu Ia juga ingin, tapi sekarang? Entahlah Chaeyoung bingung.

Mengingat suaminya yang telah menikah lagi, perasaan ingin lagi memiliki anak rasanya hampa. Berdekatan dengan Jungkook saja kini jarang, apalagi sampai harus berhubungan badan. Ya Chaeyoung dan Jungkook belum pernah lagi melakukan kegiatan intim mereka setelah pria itu menikah lagi.

Jujur, Chaeyoung merasa jijik? Membanyangkan Jungkook bisa bermesraan dengan wanita lain. Ya Tuhan apa yang Chaeyoung pikirkan! Wanita itu mengusap wajahnya, Ia tak boleh begitu pada suaminya sendiri. Astaga istri macam apa Chaeyoung.

Lamunan Chaeyoung terhenti saat merasakan pelukan dari belakang. Aroma familiar ini sudah membuatnya yakin jika yang memeluknya adalah suaminya sendiri.

Hening, ke dua orang itu masih diam dengan pikiran masing masing.

"Kenapa melamun saja hm?"

Chaeyoung tak menjawab, Ia asik dengan keterdiamannya. Rasanya malas menjawab pertanyaan itu.

Sedang Jungkook yang merasa istrinya hanya diam, akhirnya membalikan tubuh wanita itu agar menghadapnya. Jungkook merangkum wajah Chaeyoung agar menatapnya.

"Aku mohon jangan berubah Chaeng, aku gak bisa. Sayang, kau yang mendiamiku membuatku sakit. Aku lebih suka kau yang suka marah marah, dari pada yang selalu mendiamiku menganggapku seakan aku tak ada. Tak apa jika sampai saat ini kau belum memaafkanku, tapi aku mohon jangan berubah Chaeng."

Kini air mata itu menetes di pipi Chaeyoung. Ia juga tak tahu kenapa jadi seperti ini, bahkan Chaeyoung pun sadar jika dirinya memang berubah.

"Hiks."

Jungkook membawa tubuh Chaeyoung ke dalam pelukannya. Tubuh wanita itu bergetar hebat di pelukannya dan itu membuat hatinya  hancur. Lagi, Jungkook membuat wanita ini menangis.

"Jangan menangis sayang, jangan lagi menangis karena pria brengsek ini." Bisik Jungkook yang malah semakin membuat Chaeyoung terisak.

                                       🍂

Chaeyoung mencuci ke dua tangannya di wastafel, setelah mengeringkan tangannya wanita itu kemudian keluar dari toilet.

Malam ini keluarga kecilnya sedang makan malam di luar. Itu adalah ajakan Jungkook tentu saja.

Langkah Chaeyoung terhenti saat mendengar seseorang memanggilnya dari belakang.

"Chaeyoung."

Chaeyoung membalikan badannya, Ia memicingkan matanya sebentar sebelum tersenyum lebar mengetahui siapa orang itu. "Kak Chanyeol?"

Chanyeol tersenyum, kini mereka berdua sudah berdiri berhadapan. "Sedang makan di sini juga?"

Dan Chaeyoung mengangguk.

"Kenapa kita sering bertemu ya, kalau seperti ini bagaimana aku bisa move on." Ucap Chanyeol sambil melipat kedua tangannya di dada bidangnya.

Dan Chaeyoung saat mendengar itu jadi gelagapan, dasar pria itu memang suka menggodanya. Chaeyoung memukul pelan bahu mantan nya itu. "Berhenti menggodaku!"

Chanyeol menahan tawanya saat melihat pipi tembam wanita itu yang kini memerah. Itulah kenapa Chanyeol suka sekali menggoda Chaeyoung, tak lain karena dirinya memang ingin melihat pipi wanita itu yang bersemu merah, sangat lucu.

"Makan sendiri?" Tanya Chanyeol.

Chaeyoung menggeleng. "Tidak, aku kesini dengan Jungkook dan Yuri."

"Ah kalian itu suka sekali membuat orang lain cemburu, aku ingin bertemu suamimu."

"Untuk apa?"

"Berantem."

Chaeyoung melotot mendengar itu, Ia kembali memukul bahu Chanyeol tapi kali ini lebih keras sampai pria itu mengaduh. "Gak boleh!" Ketusnya.

"Haha, gak lah aku hanya bercanda, aduhh sakit Chaeng."  Ucap Chanyeol sambil mengusap bahunya.

Dan Chaeyoung mencibir sebal karena lagi lagi pria itu membuatnya kesal.

"Ekhem!"

Suara deheman itu membuat perhatian ke dua orang itu teralih.

Chaeyoung menggigit bibir bawahnya saat ternyata orang itu adalah Jungkook. Ya ampun, habislah Ia.

Jungkook berjalan mendekat, lalu memeluk pinggang Chaeyoung posessive. "Bertemu lagi hyung."

Suara itu memang terdengar rendah, tapi di telinga Chaeyoung terdengar mengerikan. Bahkan tangan pria itu yang bertengger di pinggangnya memeluknya sangat erat. Apa Jungkook marah?

"Hm aku tak menyangka kita bertemu di sini, ya sudah aku duluan ya  sampai bertemu lagi."

Dan Chanyeol pun pergi dari sana meninggalkan sepasang suami istri itu.

Kini Chaeyoung merasakan jantungnya berdetak cepat, saat Jungkook menatapnya tajam. "Pantas saja lama di kamar mandi, ternyata sedang reunian dengan mantan pacar!"

"Maaf."

Jungkook memeluk tubuh Chaeyoung erat, lalu menciumi puncak kepala istrinya itu berkali kali. "Aku cemburu sayang, kau hanya milikku."

                                       _

Mau bilang, ini cuma cerita FIKSI alias bohongan (Karangan), jadi jangan dibawa serius oke T.T

Saya tidak pernah memojokan satu pihak manapun, semua sama-sama penting di cerita ini.

Terpopuler

Comments

Sri Hartini

Sri Hartini

next

2021-11-13

0

ᴄᴏʀɴ ꜱᴀʟᴀᴅꜱ 🌽

ᴄᴏʀɴ ꜱᴀʟᴀᴅꜱ 🌽

kumenangis......

2021-08-13

0

Edonajov Bangngu Riwu

Edonajov Bangngu Riwu

Thoor aku benci penghiatan, baca ceritra ini bikin sesak dan nangis

2020-12-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!