Episode 6

Vote sebelum membaca ❤

.

.

Hari ini adalah hari penting bagi Jungkook. Di hari ini Ia akan kembali merasakan pernikahan untuk yang ke dua kalinya. Ya hari ini Ia akan menikah dengan Sana.

Entah bagaimana perasaan nya saat ini, semua rasanya campur aduk. Sedih dan bahagia menjadi satu. Bahagia karena Ia akan menikah dengan cinta pertamanya, dan sedih karena semua kini tak mau datang ke pernikahannya, termasuk istri pertamanya.

Jungkook ingat saat seminggu lalu dirinya menyatakan semua pada Ibunya dan mertuanya jika Ia akan menikah lagi, mereka sangat terkejut dengan pengakuannya itu. Keluarga Chaeyoung sangat marah padanya, bahkan papah mertuanya sampai memukulnya. Itu tak apa karena pasti papah Chaeyoung sangat kecewa padanya.

Tak ada yang datang ke pernikahannya, begitupun keluarganya sendiri. Jungkook bahkan belum bisa melupakan bagaimana wajah kecewa ibunya saat Ia akan kembali menikah.

Sedih sebenarnya, itu yang lebih Jungkook rasakan. Di gereja ini hanya ada mereka berempat, Ia, Sana, papah Sana dan juga seorang pendeta.

"Sayang kau tak apa?"

Jungkook menoleh, Ia menatap wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya. Sana sangat cantik dengan gaun putih itu, apalagi dengan dandanan yang sangat elegan.

"Tidak, maaf ya. Pernikahan ini tak seperti impianmu." Ucap Jungkook menyesal. Jungkook ingat saat dulu mereka berpacaran, Sana pernah bilang jika ingin menikah dengannya  seperti putri dongeng. Tapi pernikahan mereka bahkan terlihat sangat hampa, Jungkook kasihan dengan Sana. Wanita itu pasti sangat sedih, pernikahan mereka memang diadakan tertutup.

Jungkook memeluk Sana. "Terimakasih atas semuanya, aku menyayangi kalian berdua."

Dan Sana saat mendengar itu langsung meneteskan air mata haru.

                                      🍂

Chaeyoung termenung menatap kosong air laut. Jika keadaan hatinya sedang kacau, pantai adalah tempat yang dapat menenangkan hatinya. Ia datang tanpa Yuri, karena kini Chaeyoung butuh menyendiri. Ia tak mau putrinya melihat dirinya yang sedang sedih.

Tak ada lagi air mata yang keluar dari matanya, air mata itu sudah mengering karena Ia yang dari tadi terus menangis. Walaupun air mata itu sudah tak ada, tapi hatinya masih sangat sakit.

Perasaannya hancur saat mengetahui jika pria yang di cintainya memilih untuk menikah lagi. Tuhan apa salahnya sampai Ia di berikan cobaan seberat ini.

Jujur Chaeyoung sebenarnya tak kuat jika harus menerima kenyataan pahit ini, tapi lagi lagi putrinya selalu melintas di pikirannya. Yuri tak boleh kehilangan kasih sayang dari papahnya. Jika Ia berpisah dengan Jungkook, bagaimana nasib putrinya itu.

Chaeyoung menengadahkan kepalanya menatap langit yang mulai sore. Hembusan lirih kembali keluar dari mulutnya, rasanya untuk bernafas saja sesak.

Dret

Chaeyoung membawa handphone di saku celananya lalu menghidupkannya. Ia terdiam saat melihat dari siapa pesan itu masuk. Chaeyoung terkekeh miris melihat nama itu, 'My love'. Kata itu kini terlihat menggelikan di matanya.

My Love

Sayang aku tidak akan pulang untuk satu minggu ke depan, aku harap kalian berdua baik baik saja selama aku tak ada. Jaga Yuri ya, aku menyayangi kalian dan maaf..

"Hiks."

Chaeyoung membekap mulutnya menahan isakan. Lagi lagi air mata itu kembali keluar. Ia benci, benci pada kenyataan jika dirinya sangat cemburu pada Jungkook. Chaeyoung tak rela jika suaminya itu menikah lagi, tapi apalah dayanya yang harus rela pria itu menikah dengan cinta masa lalunya.

Terlintas di pikirannya, apa Jungkook tak mencintainya? Chaeyoung menggeleng, tidak Jungkook pasti mencintainya. Ya Chaeyoung yakin jika pria itu masih mencintainya.

                                     🍂

"Mual lagi?"

Sana menoleh, Ia mengangguk pelan. Wanita itu berdiri kemudian membersihkan mulutnya di wastafel. Sana berjalan dengan di rangkul oleh pria yang kini sudah menjadi suaminya, kemudian mereka berduapun duduk di samping ranjang.

Jungkook melihat wajah Sana yang terlihat pucat, kasihan istrinya itu yang terus muntah muntah. Pria itu kemudian membungkukan badannya, kini kepalanya tepat di depan perut Sana.

"Sayang yang baik ya di dalam, kasihan mamanya mual terus. Papah sayang baby." Bisiknya.

Sana tersenyum sambil mengusap rambut Jungkook. "Iya papah, baby juga sayang papah." Ucapnya sambil menirukan suara anak kecil.

Jungkook tertawa kecil dan kembali menegakan tubuhnya. Tangannya terulur untuk mengusap pipi wanita itu. "Kau mau liburan kemana, aku akan cuti selama seminggu."

Mata wanita itu berbinar. "Benarkah selama itu?"

Dan Jungkook pun mengangguk.

Tapi raut bahagia Sana pudar saat mengingat sesuatu. "Tapi apa Chaeyoung sudah tahu? lalu bagaimana dengan Yuri."

Jungkook menghentikan usapannya di pipi Sana kemudian menarik tangannya kembali. "Aku sudah memberi tahunya, tapi aku belum berani menelphone Chaeyoung. Entah bagaimana keadaan nya saat ini." Ucapnya sambil mengusap wajahnya kasar.

Sana menatap sendu Jungkook, Ia bisa melihat wajah frustasi Jungkook. Bahkan saat pernikahan merekapun Sana bisa merasakan jika Jungkook terlihat tegang. "Hubungilah dia besok, kau juga pasti rindu dengan Yuri kan?"

"Ya, aku sangat merindukan Yuri."

"Ya sudah jangan sedih lagi, kau pasti lapar biar aku buatkan makanan ya."

Jungkook tersenyum tipis, Ia mengangguk.

Jungkook dan Sana pun keluar dari kamar. Jika Sana bersiap memulai memasak, sedangkan Jungkook duduk di kursi makan. Tapi karena merasa kasihan melihat istrinya terlihat kelelahan apalagi dengan perut yang membuncit, Jungkook pun akhirnya membantu Sana memasak.

Mereka berdua hanya makan malam dengan pasta saja, karena memang di lemari stok makanan sudah habis.

"Sayang besok kita ke dokter ya untuk cek kandungan, sekalian belanja bahan makanan."

"Ya, o-iya sekarang yang ke berapa?"

Sana tersenyum sambil mengusap perutnya. "Ke lima, jagoan kita sebentar lagi hadir." Riangnya.

Setelah makan malam itu selesai, ke dua pasangan itu kembali ke kamar. Sana sudah berganti pakaiannya dengan gaun tidur, dan entah kenapa Jungkook langsung tak bisa mengalihkan padagannya dari istri ke duanya itu. Sana terlihat cantik dan juga seksi secara bersamaan dan itu mampu membangkitkan gairahnya.

Jungkook berdiri dan menuntun wanita itu untuk duduk di sampingnya. Ia merangkum wajah Sana. Entah kenapa bayangan Chaeyoung malah melintas saat ini.

Sana memang cantik, sangat. Wanita itu memang pantas menjadi model. Menurut Jungkook Sana sempurna, bahkan dulu Ia sampai tergila gila pada Sana. Berbeda dengan Chaeyoung, ibu dari Yuri itu memiliki kecantikannya sendiri. Chaeyoung menarik, istri pertamanya itu mempunyai kecantikan yang berbeda dari yang lain.

Ah kenapa Jungkook malah membedakan mereka berdua.

Jungkook kembali menatap Sana. Ia kemudian mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir wanita itu lembut. Tapi tak lama Jungkook melepaskan tautan bibir mereka sejenak. "Aku ingin kamu malam ini."

Terpopuler

Comments

Aster

Aster

kunyuk laki Kya gini Mao potong2 perkutut nya😅😅😅

2024-12-20

0

AN1R

AN1R

masukan ya Thor tapi jangan marah
klo menikahnya digereja berarti Kristen ya.
di Kristen,gak boleh memiliki istri 2 loh.apalagi blm cerai
sudah cerai saja,klo menikah lagi, ada gereja yg TDK mau memberkati.kecuali cerai mati.

2022-06-09

1

mom mikayla

mom mikayla

heh Jungkook me gw santet lu?😠😈

2020-11-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!