Vote sebelum membaca ❤
.
.
Mencoba menerima semua. Ya Chaeyoung sadar, tak baik juga dirinya jika terlalu larut dalam kesedihan. Ia harus memikirkan kehidupan yang akan datang, memikirkan Yuri.
Katakanlah Chaeyoung wanita bodoh yang menyetujui suaminya untuk menikah lagi. Ia mencintai keluarganya dan tidak ingin rumah tangganya itu hancur.
Sudah satu minggu ini suaminya tak ada di rumah. Chaeyoung tau jika Jungkook sedang bersama dengan istri barunya. Dan di waktu itu juga Chaeyoung mencoba mengobati hatinya.
Mungkin menyerahkan pada Tuhan adalah yang terbaik. Chaeyoung yakin dengan kejadian ini, Ia bisa menjadi wanita yang lebih kuat lagi menghadapi segala cobaan. Kini yang menjadi prioritasnya adalah Yuri. Putrinya itu mungkin tak akan bisa lagi menghabiskan waktu yang banyak dengan suaminya, karena waktunya akan terbagi dengan istri keduanya.
"Daddyy."
Lamunan Chaeyoung terhenti saat mendengar teriakan putrinya. Wanita itu melihat ke depan, dimana kini sosok pria yang dirindukannya sudah kembali pulang ke rumah. Ya jujur Chaeyoung rindu pada Jungkook, tapi
Ia tak tahu apakah suaminya itu juga merindukannya.
Jungkook menggendong Yuri lalu ikut duduk di samping Chaeyoung. Jungkook merasa aneh melihat keterdiaman Chaeyoung, apa sampai saat ini istrinya masih marah padanya?
"Daddy kemana aja, Yuli kangennn.." Rengek Yuri sambil memeluk erat tubuh Jungkook.
"Maaf ya sayang, Daddy emm.. banyak pekerjaan."
Senyum miris terukir di bibir Chaeyoung. Kasihan putrinya di bohongi, apakah pria itu juga pernah berbohong padanya? Entah kenapa Chaeyoung jadi takut sendiri.
🍂
"Sayang, kau mau kemana?"
Chaeyoung menghentikan langkahnya, Ia memejamkan matanya sebelum berbalik. "Bahan makanan sudah habis, aku mau belanja."
Jungkook terdiam, Ia baru sadar jika sikap Chaeyoung berubah. Wanita itu kini bersikap sangat dingin padanya, bahkan dari pagi mereka belum mengobrol sedikitpun. Mau bagaimana lagi Chaeyoung seakan selalu menghindarinya.
"Biar aku antar."
Chaeyoung menggeleng kencang. "Gak usah, aku bisa naik taxi. Kau jaga Yuri saja."
Tapi reaksi Jungkook malah membuat Chaeyoung menggeram sebal. "Yuri sayang ayo kita jalan jalan." Teriak pria itu.
Dan tak lama anak kecil memakai dress pink turun dari lantai dua. Yuri bersorak riang saat mendengar ajakan dari Daddynya untuk jalan jalan.
Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Chaeyoung. Jungkook masih sama, keras kepala. Padahal awalnya sebenarnya Chaeyoung ingin menghindari Jungkook dengan pergi berbelanja, tapi usahanya sia sia.
Mereka bertiga pun pergi bersama ke tempat perbelanjaan. Jungkook sadar kalau Chaeyoung marah padanya, tapi toh apa salahnya Ia hanya ingin menemani istrinya saja.
Akhirnya merekapun sampai. Sepanjang belanja hanya Yuri yang berceloteh riang, sedangkan Chaeyoung dan Jungkook hanya tersenyum dan sesekali menanggapi saja.
Tak lama troli belanjaan mulai terisi dengan berbagai makanan dan juga barang. Mungkin barang hanya dari mainan Yuri, kebiasaan anak itu jika sudah berbelanja pasti akan membeli mainan.
Jungkook membawa handphone di saku celananya, Ia menjauh sebentar saat tahu dari siapa penelpone itu.
"Ada apa?"
"Sayang kau bisa membelikanku susu untuk ibu hamil? Susunya sudah habis, nanti antarkan ke apartemen ya."
Panggilan itupun berakhir. Membeli susu ibu hamil? Sekarang Ia memang sedang ada di tempat perbelanjaan, tapi sungguh Jungkook tak tahu yang mana susu itu.
Jungkook pun memutuskan untuk kembali pada Chaeyoung. Wanita itu sedang memilih buah buahan, sedangkan putrinya ikut memilih bersama mommynya.
Terlintas di pikiran Jungkook, apa Ia harus meminta bantuan Chaeyoung untuk meminta membawakan susu ibu hamil? Tapi Jungkook ragu.
"Daddy ayo kita bayal."
Suara Yuri membuat Jungkook tersadar. Ya belanjaan mereka sudah semua lengkap, tapi Jungkook masih belum tenang. Sepertinya tidak ada pilihan lain. "Chaeng kau bisa membantuku?"
Chaeyoung menatap Jungkook. "Ada apa?"
Jungkook mengusap tengkuknya. "Emm kau bisa memilihkan susu untuk.. untuk ibu hamil?" gugupnya.
Chaeyoung terdiam sejenak. "Untuk siapa?"
"Sepupuku, dia menyuruhku untuk membelikan susu untuk ibu hamil."
"Ya sudah, tunggu sebentar."
Dan Chaeyoung pun pergi mencari rak yang khusus menyediakan susu untuk ibu hamil.
Sebenarnya Chaeyoung merasa aneh sendiri, kenapa perasaannya terasa tak enak. Ia tak tahu kenapa. Wanita itupun kembali sambil membawa sekotak susu ibu hamil. Dan mereka pun memutuskan untuk langsung membayar.
Selama di perjalanan tak ada obrolan antara suami istri itu. Jujur Jungkook merasa takut, Ia takut ketahuan jika dirinya sudah berbohong jika susu itu bukan untuk sepupunya, melainkan untuk Sana.
Bukan maksud Jungkook berbohong pada Chaeyoung, tapi jika Ia yang mencari sendiri pasti tidak akan ketemu ketemu bahkan bisa saja Jungkook salah membawa susu. Ia jadi merasa bersalah pada Chaeyoung.
Merekapun sampai di rumah. Jungkook membawa semua belanjaan ke dalam rumah. Tapi tak lama Jungkook kembali menemui Chaeyoung yang sedang duduk di sofa bersama Yuri.
"Chaeng aku akan keluar sebentar untuk mengantar susu ini."
Dan Jungkook tersenyum saat melihat Chaeyoung mengijinkannya. Ia janji hanya sebentar, setelah mengantar pesanan Sana, Jungkook akan langsung pulang.
Tapi langkah Jungkook terhenti saat mendengar suara Yuri.
"Daddy aku ikut."
Jungkook berbalik, Ia mengerang dalam hati. Bagaimana ini, tak mungkin Ia membawa putrinya itu untuk menemui Sana. Bisa gawat.
"Emm sayang Daddy cuma bentar kok ya."
Jungkook merasa menyesal mengucapkan kalimat itu. Kini pria itu bisa melihat wajah sedih putrinya, sebentar lagi Yuri pasti akan menangis.
"Ajak saja Yuri, lagi pula kau hanya ingin bertemu sepupumukan?" Tanya Chaeyoung dingin.
Akhirnya dengan berat hati Jungkook mengangguk. Ia menggendong Yuri dan mendudukan putrinya itu di jok penumpang sampingnya.
Saat sampai di apartemen Sana, Jungkook belum turun. Ia menoleh pada Yuri, putrinya itu sedang asik bermain dengan boneka beruangnya. Apa Jungkook tinggalkan saja Yuri di mobil ya?
Tidak, bahaya. Jungkook takut putrinya kenapa napa. Akhirnya Jungkook pun memutuskan membawa Yuri ke apartemen.
Jungkook menekan bel apartemen Sana. Walaupun Ia sudah tahu password kamar itu, tapi Jungkook masih punya sopan santun.
Tak lama pintu itupun terbuka, menampakan seorang wanita cantik yang terseyum lebar padanya. Tapi Jungkook bisa melihat senyum Sana memudar saat pandangan wanita itu jatuh pada Yuri yang berada di gendongannya.
"Ayo masuk."
Jungkook masuk ke dalam dengan masih memangku Yuri, kemudian duduk di kursi yang ada di sana. Yuri dari tadi terus memperhatikan apartemen Sana, dan entah kenapa malah membuat Jungkook takut.
Jungkook melihat Sana datang sambil menyimpan dua minuman di meja. Wanita itu tersenyum melihat pesanannya.
"Wahh sayang kau tahu saja jika aku suka minum susu ini."
Hanya senyuman tipis yang Jungkook berikan. Apa sekarang Ia langsung pulang saja ya, lagi pula Jungkook sudah janji jika Ia hanya pergi sebentar pada Chaeyoung. "Aku pulang ya."
"Kenapa buru buru? Aku sudah siapkan makan malam, ayo kita makan dulu."
Sana berdiri kemudian duduk di samping Jungkook. Ia mengusap rambut Yuri pelan. "Yuri mau coklat gak? Tante punya banyak coklat."
Anak kecil itu berbinar. "Benelan tante?"
"Iya, tante juga punya eskrim di kulkas, ayo." Sana pun menuntun Yuri ke dapur, dan tentu saja anak kecil itu tak menolak ajakannya.
Jungkook menghembuskan nafasnya berat. Padahal Ia akan pulang, tapi istri ke duanya itu malah menggoda Yuri dengan makanan kesukaannya. Tak apalah, hanya sebentar, ya sebentar saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments