Vote sebelum membaca ❤
.
.
Chaeyoung mencium pelan kening Yuri. Air mata masih terlihat di pipi dan sekitar mata anak itu. Kasihan putrinya yang terus menangis karena di tinggalkan Jungkook yang pergi ke Jepang.
Suaminya itu sedang ada urusan pekerjaan di sana. Dan sebenarnya Chaeyoung sudah biasa jika melihat Yuri yang akan menangis. Yuri selalu tidak mau di tinggal Jungkook, bahkan putrinya itu tak akan berhenti menangis kecuali jika sudah kelelahan dan tertidur.
Perlahan Chaeyoung menidurkan Yuri di kasur, Ia kemudian menyelimuti tubuh mungil itu.
Chaeyoung membawa handphone di nakas kemudian menghidupkannya. Wanita itu menghela nafas berat karena belum mendapat balasan dari suaminya. Chaeyoung yakin jika Jungkook sudah sampai di Jepang karena pria itu berangkat dari kemarin malam. Chaeyoung bahkan mengingatkan Jungkook jika sudah sampai hendaklah menelphonenya, boro boro menelphonenya membalas pesannyanya pun tidak.
Chaeyoung melihat jam di handphonenya. Ini sudah hampir tengah malam, tapi kantuk belum Ia rasakan. Wanita itu belum tenang karena belum mendapat kabar dari suaminya, sungguh Chaeyoung khawatir takut terjadi apa apa.
Setelah bosan hanya berdiam diri di sofa, akhirnya Chaeyoung memutuskan masuk ke kamar untuk tidur. Semoga saja suaminya besok sudah bisa di hubungi.
🍂
Wanita itu terjaga dari tidurnya saat mendengar dering handhponenya. Chaeyoung meraba sekitar nakas, tanpa melihat siapa penelphonenya Ia mengangkat panggilan itu dengan mata masih tertutup. "Hallo?"
"Selamat pagi istriku sayang, baru bangun hemm?"
Chaeyoung terbelak, Ia langsung mendudukan tubuhnya. "Jungkook?"
Wanita itu bisa mendengar tawa kecil di sebrang sana, ah Chaeyoung bahkan bisa membayangkan pria itu saat tertawa.
"Maaf ya sayang aku baru memberimu kabar, kemarin aku langsung istirahat karena perjalanan yang lumayan lama. Bagaimana keadaan kalian?"
"Hmm tak apa, sebenarnya aku sempat khawatir karena kau tak memberiku kabar sedikitpun. Aku dan Yuri baik baik saja, kau tahu dia selalu menangis ditinggalkanmu."
"Maaf ya, aku janji setelah urusanku selesai di sini aku akan segera pulang. O iya kau mau aku belikan apa?"
Chaeyoung mengernyit. "Aku tidak ingin apa apa, kau pulang dalam keadaan selamat saja sudah membuatku senang."
Dari sebrang sana Jungkook langsung terdiam. Ia bisa merasakan denyutan di dadanya, sakit. Menghembuskan nafasnya pelan, Jungkook kembali berucap. "Ya aku akan cepat pulang,aku menyayangi kalian."
Dan panggilan itu berakhir. Jungkook memijat keningnya. Perasaan bersalah sangat terasa saat ini. Pria apa Ia yang mempermainkan wanita sebaik Chaeyoung. Seharusnya Ia bersyukur karena sudah memiliki keluarga yang sempurna, tapi dirinya masih terhanyut dalam kenangan masa lalu. Ya Tuhan apa yang harus Ia lakukan?
Jungkook tersadar saat mendengar suara bel kamar hotelnya. Pria itu berjalan lalu membuka pintu kamarnya. Terlihatlah sosok wanita cantik memakai dress hitam selutut yang tersenyum manis padanya.
"Kau sudah siap?"
Jungkook mengangguk, pria itu kemudian mengunci kamar hotelnya. Tak lama wanita itu langsung menggandeng tangannya dan Jungkook membalasnya dengan memeluk pinggang wanita itu.
"Hufft kenapa aku gugup sekali ya."
Jungkook tersenyum kecil, tangan kirinya Ia gunakan untuk mengusap rambut wanita itu. "Seharusnya aku yang gugup karena aku yang akan bertemu keluargamu." Ucapnya yang masih fokus menyetir.
Wanita itu terkekeh kemudian memeluk tubuh Jungkook dari samping. "Aku harap hubungan kita di restui oleh papa."
"Tentu saja, karena sebentar lagi kita akan menjadi orang tua."
🍂
Yuri memainkan boneka barbienya dengan malas. Biasanya saat sore seperti ini Daddynya sudah pulang bekerja, tapi pria itu sedang pergi ke luar negeri begitulah yang di ucapkan mommynya.
"Sayang makan dulu yuk."
Yuri menggeleng. "Gak mau."
Chaeyoung menghembuskan nafasnya pelan. Putrinya itu biasanya akan makan tiga kali sehari, tapi siang tadi Yuri tak mau makan bahkan pagi pun anak perempuan itu hanya makan lima suap nasi goreng buatannya.
"Sayang makan dong, mama gak mau Yuri sakit."
Dan Yuri masih sama, hanya menggeleng. Entah kenapa jika Yuri di tinggal kerja lama oleh suaminya, anak perempuan itu akan menjadi pendiam dan tak ceria lagi. Ternyata kehadiran Jungkook benar benar sangat penting bagi anaknya.
"Ya sudah kita main ke taman ya, nanti di sana kita beli eskrim mau gak?"
Yuri melihat Mommynya malu malu, saat mendengar kata eskrim Ia tentu saja langsung semangat. Akhirnya anak berusia tiga tahun itu mengangguk setuju yang tentu saja membuat Chaeyoung bahagia.
Merekapun berjalan kaki menuju taman, karena jarak taman bermain dengan rumah tak terlalu jauh mereka tak perlu naik kendaraan. Di sore hari begini sudah dapat di pastikan banyak anak anak yang sedang bermain di sana.
"Mommy aku mau main ayunan yah."
Chaeyoung mengangguk memberi ijin putrinya. Syukurlah putrinya sudah kembali terlihat ceria setelah di belikan eskrim dan di ajak ke taman. Chaeyoung kadang selalu merasa aneh sendiri, kenapa putrinya terlihat lebih dekat dengan Jungkook. Pria itu bahkan jarang berada di rumah, sedangkan Ia yang selalu menemani Yuri di rumah. Mungkin itulah ikatan batin yang kuat antara ayah dan anak.
"Chaeyoung."
Chaeyoung menoleh, Ia terkejut melihat pria itu ada di sini. "Kak Chanyeol?"
Chanyeol tersenyum kemudian ikut duduk di samping Chaeyoung. "Aku kira siapa, sedang apa di sini?"
"Emm aku sedang menemani Yuri bermain."
Chanyeol mengangguk, Ia bisa melihat putri dari wanita itu yang sedang asik bermain ayunan di sana.
"Kakak sendiri sedang apa di sini?" Tanya Chaeyoung.
"Ah aku hanya ingin ke sini saja, tapi ternyata malah bertemu kau. Bukankah kita berjodoh?"
Chaeyoung membelakan matanya, Ia tak menyangka pria itu akan berucap seperti itu. Chaeyoung malah menjadi salah tingkah sekarang. Walaupun Ia sudah menikah, tapi ayolah mereka itu adalah mantan kekasih. "Apasih."
Chanyeol tertawa melihat wajah wanita itu yang sudah merona, sama seperti dulu jika sedang malu wajah Chaeyoung pasti akan memerah seperti sekarang. Chanyeol mengangkat tangannya dan mengusap puncak kepala Chaeyoung. "Kau masih sama seperti dulu, dasar baperan."
Chaeyoung memukul pelan tangan Chanyeol. "Aku gak baperan kok."
"Iya sajalah."
Kedua orang itu di kejutkan dengan suara petir. Perlahan air hujan mulai turun, dan itu tentu saja membuat Chaeyoung panik. Ia langsung menghampiri Yuri dan menggendong anak kecil itu.
"Biar aku antar kalian pulang, sepertinya hujannya akan deras."
Dan Chaeyoung mengangguk setuju dengan ajakan Chanyeol. Tidak mungkin juga mereka berdua pulang hujan hujanan, kasihan Yuri.
"Kakak mau masuk dulu?" Tanya Chaeyoung saat sudah sampai di depan rumahnya, Ia belum turun dari mobil.
"Emm tidak lain kali saja." Ucap Chanyeol. Pria itu mencubit pelan pipi Yuri yang masih duduk di pangkuan Chaeyoung. "Yuri langsung mandi ya nanti takut masuk angin, om pulang dulu."
Yuri mengangguk, Ia tersenyum manis pada pria itu. "Iya om tampan, sampai beltemu lagi."
Chaeyoung pun turun dari mobil, tak lupa mengucapkan terimakasih pada Chanyeol. Untung saja pria itu ada di taman, jika tidak mungkin Ia dan Yuri masih menunggu hujan reda disana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Mirna Azah
jongkok jongkok keterlaluan kau 😔
2022-11-03
0
Sri Hartini
walaupun bacanya nyesek,tapi entah kenapa aku tuh suka sama novel2 perselingkuhan ky gini
2022-05-30
0
Edonajov Bangngu Riwu
Selalu ada pelakor, bikin sesak
2020-12-22
0