Leona masuk ke dalam bak mandi. Wanita itu berendam untuk merilekskan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Aroma terapi yang ia hirup membuat tubuhnya semakin tenang dan nyaman. Leona memejamkan mata saat menemukan posisi yang nyaman saat berendam.
Tiba-tiba saja, Leona kembali ingat dengan wajah wanita yang ia temui di rumah sakit tadi.
"Wanita itu...."
Beberapa saat yang lalu.
"Siapa anda?" ucap Leona. Wanita itu terlihat menyelidik penampilan wanita yang kini ada di hadapannya.
Wanita misterius itu memakai pakaian serba hitam. Celana pendek dengan tangtop hitam. Ada sebuah pistol di pinggang kanannya. Leona merasa takut saat melihat wanita cantik dengan senjata berbahaya tersebut.
"Maaf, saya tidak mengenal anda. Jadi saya tidak perlu memperkenalkan diri saya kepada anda." Wanita itu melanjutkan langkah kakinya. Ia melirik sekilas kearah Leona dengan tatapan yang sangat tajam. Ada wajah tidak suka dari ekspresi wanita itu.
Leona menyingkir dari depan pintu ruangan Zean. Ia tahu kalau tujuan utama wanita misterius itu adalah tempat Zean kini berada. mendengar jawaban ketus dari wanita itu, membuat Leona sakit hati. Ia tidak lagi ingin tahu akan tujuan wanita itu menemui Zean. Leona lebih memilih pergi meninggalkankan rumah sakit.
Leona tersadar dari lamunannya. Wanita itu menghela napas dan berusaha melupakan perkataan kasar dari wanita misterius yang tadi ia temui di rumah sakit.
"Apa wanita itu pacar Zean? Apa keluarganya? Saudara atau adiknya?" ucap Leona dengan sejuta tanya di dalam pikirannya.
Tidak tahu kenapa. Pikirannya saat ini mulai dipenuhi dengan nama Zean. Leona tidak lagi bisa melupakan dan menganggap pria itu tidak ada. Semua telah terjadi. Bagaimanapun juga, Zean adalah pria yang memiliki jasa besar terhadap hidup Leona saat ini.
***
Rumah Sakit
"Apa yang kau lakukan di sini, Lily. Aku sudah merencanakan semuanya dengan begitu matang. kehadiranmu hanya akan membuat rencana ku gagal," protes Zean dengan wajah yang sangat serius.
"Kau tidak suka aku ada di sini? Kau lebih senang wanita itu yang menemanimu?" teriak Lily dengan wajah memerah dipenuhi emosi. Wanita itu bahkan mengepal kuat kedua tangannya dengan wajah menahan amarah.
Zean menghela napas, "Bukan seperti itu. Lily, kau pasti tahu berapa lama aku memikirkan rencana besar ini."
"Aku tahu Zean! Kau tidak perlu menjelaskan apa-apa kepadaku malam ini. Bahkan satu tahun terakhir ini, hanya ada nama dan foto wanita itu dihidupmu. Apa seperti itu dendam? Apa seperti itu menyusun rencana untuk mengalahkan musuh?" Lily berjalan ke arah tempat tidur Zean. Wanita itu menatap tajam wajah pria yang sangat ia cintai.
"Lily, aku mohon. Jangan rusak rencana yang sudah aku buat," ucap Zean penuh penekanan.
"Aku cemburu, Zean. Aku tidak suka kau terus-terusan memikirkan nama wanita itu. Kenapa kau tidak membunuh wanita itu saja hari ini. Kenapa kau harus menyusun rencana ingin membuat wanita itu menderita dengan cara mengandung? Zean, aku kekasihmu. Wanitamu. Aku tidak terima jika kau tidur bersama dengan wanita lain. Bahkan memiliki niat untuk membuat wanita itu hamil. Bukan seperti ini balas dendam." Lily memegang kedua pipi Zean. Wanita itu menatap wajah kekasihnya dengan wajah memohon.
Zean memegang tangan Lily sebelum menyingkirkan tangan wanita itu dari wajahnya. "Maafkan aku, Lily. Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum semua berantakan."
Zean membuang tatapan matanya. Pria itu sama sekali tidak tertarik untuk membujuk kekasihnya agar tidak bersedih. sikap Zean sangat dingin.
Lily menahan perih yang luar biasa di dalam hatinya. Dengan wajah kecewa, wanita itu memutar tubuhnya dan melangkah pergi dari ruangan tersebut.
"Aku tidak akan menyerah, Zean. Aku yang akan membunuh wanita itu nanti. Jika wanita itu tidak ada lagi, maka kau tidak akan pernah bisa melanjutkan semua rencana yang sudah kau susun," gumam Lily di dalam hati. Wanita itu memasang handsfree di telinga kirinya. Ia memberi perintah kepada beberapa bawahannya untuk menunggunya di suatu tempat.
Lily bertekad. Malam ini juga ia harus berhasil membunuh Eleonora. Wanita itu sudah cukup muak dengan nama wanita itu. Selama satu tahun terakhir ini, setiap kali ia ingin menemui Zean hanya ada nama wanita itu yang di sebut oleh Zean.
Di dalam ruangannya, Zean terlihat bingung. Pria itu sangat paham bagaimana keras kepalanya Lily. Ia tahu, kalau detik ini juga Lily tidak akan mungkin diam saja menerima takdir hidupnya.
Zean mengambil ponsel yang sejak tadi ia simpan di bawah bantal. Pria itu melepas jarum infus dan perban yang menutupi wajahnya. Sudah cukup aktingnya malam itu. Zean juga yakin, kalau Leona tidak mungkin berkunjung lagi ke rumah sakit.
"Temui aku di tempat biasa," perintah Zean. Pria itu berjalan cepat menuju ke arah pintu kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, telah ada setelan serba hitam miliknya. Bahkan senjata api dan senjata tajam yang ia butuhkan juga sudah tersedia di sana. Zean membuka pakaian pasien yang melekat di tubuhnya dan menggantinya dengan pakaian yang tersedia.
Zean terlihat berkarisma dan tangguh. Pria itu menatap pantulan wajahnya melalui cermin. Bibirnya mengukir senyuman licik dengan. sorot mata yang tajam.
"Aku akan membunuh siapa saja yang berani menghalangi rencanaku. Termasuk dirimu, Lily!"
Zean dan Lily memang berpacaran. Hubungan itu terjadi sudah cukup lama. Sejak pertama kali Zean mendirikan geng mafia miliknya. Sosok wanita yang pertama kali ia temui adalah Lily. Dengan wanita itu Zean mengenal banyak pelajaran. Wanita tangguh itu juga yang mengajarinya cara bertahan hidup.
Sayangnya, cinta Zean palsu. Lily dengan sungguh-sungguh menyerahkan hati dan segala yang ia miliki kepada Zean. Namun, tidak dengan Zean. Pria itu justru merasa risih setiap kali Lily melekat di tubuhnya. Hanya saja, Zean tidak memiliki kekuatan apa-apa untuk menolak. Daerah kekuasaan Brazil masih di pimpin oleh Lily.
Zean ingin menguasai daerah itu juga. Pria itu harus bersabar dan bersikap manis di hadapan Lily sebelum keinginannya tercapai.
"Kita akan berpisah jika waktunya telah tiba, Lily. Tapi, sepertinya hari ini kau mempercepat tanggal kematianmu sendiri," ucap Zean di dalam hati sebelum meninggalkan kamar tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 367 Episodes
Comments
Pia Palinrungi
bikin zean bucin sm leona thor...
2022-02-17
0
Anissahri Ramadhanii
sangking fokus baca, aku gak tau author ada typo 🤭🤭
semangat kak Thor 💪💪
2021-03-09
0
edelweis arabella
dmna anakx lukas
2021-02-24
0