Leona melipat kedua tangannya di depan dada. Wanita itu memasang wajah kesal terhadap Kwan. Sejak pertama kali berada di dalam mobil, ia tidak mau memandang wajah Kwan lagi.
“Kak, kau tidak perlu membelanya,” ucap Kwan dengan pandangan yang fokus ke jalanan depan.
“Tapi dia menolongku tadi. Kenapa kau menghajarnya hingga seperti itu?” protes Leona. Masih tergambar jelas di dalam ingatannya, wajah pria itu.
“Kak, dia sudah menciummu. Dimana harga dirimu sebagai wanita. Kau mau menolong pria yang baru saja merenggut ciuman pertamamu,” ucap Kwan dengan wajah mulai kesal. Baginya, keputusan yang ia ambil adalah keputusan terbaik. Pria itu tidak menyangka kalau Leona akan marah kepadanya hingga seperti ini.
Wajah Leona memerah saat Kwan kembali mengungkit soal ciuman pertama yang berhasil direnggut pria itu. Kepalanya menunduk dengan jemari saling bertaut, “Tapi aku juga akan terluka jika dia tadi tidak menolongku. Itu bukan kesalahan dia. Memang posisinya saja yang tidak pas hingga akhirnya kami jatuh bersama.”
Kwan tidak lagi mau berdebat dengan Leona. Pria itu mengambil ponselnya dari dalam saku. Ia ingin menghubungi pengawal yang kini telah menangani pria yang sudah ia lukai.
“Apa pria itu baik-baik saja?” ucap Kwan sambil menyetir mobilnya.
“Semua aman, Tuan. Pria itu sudah pergi. Ia tidak ingin menerima bantuan kami,” ucap pengawal dari dalam telepon.
“Sepertinya ia sadar diri. Ya sudah, biarkan saja.” Kwan memutuskan panggilan teleponnya. Pria itu memandang wajah Leona dengan seksama, “Pria itu cukup sombong. Dia tidak ingin menerima bantuan yang aku berikan.”
Leona membuang tatapannya lagi ke luar jendela, “Kau yang salah. Seharusnya kau tidak melukai wajah pria itu tadi,” protes Leona sebelum melipat kedua tanganya di depan dada.
Kwan memajukan bibirnya sebelum mengangkat kedua bahunya. Bahkan pria itu tidak lagi ingat dengan wajah pria yang sempat ia pukul tadi. Baginya masalah sore ini telah selesai. Tidak ada hal apapun lagi yang harus ia bahas dan ia perdebatkan dengan Leona.
Ponsel Kwan kembali berdering. Pria itu mengambil ponsel yang baru saja ia masukkan ke dalam saku. Kedua matanya melebar saat melihat nama Aleo di layar ponselnya. Dengan gerakan cepat, Kwan memberikan ponsel itu kepada Leona.
Leona mengeryitkan dahi saat ponsel Kwan berada di atas pangkuannya. Namun, wanita itu mengukir senyuman kecil saat melihat Kakak tersayangnya yang menelepon, “Kenapa kau tidak berani mengangkatnya? Kau harus jadi pria bertanggung jawab, Kwan. Kau yang membawaku hingga ke Meksiko,” ucap Leona dengan tawa jahat. Wajahnya sudah kembali ceria.
“Kak, kau juga mau ikut denganku. Jadi, ini semua bukan kesalahanku sepenuhnya,” ucap Kwan dengan bibir tersenyum kecil.
Leona menggeleng pelan sebelum mengambil ponsel Kwan. Wanita itu mengangkat telepon Aleo dan melekatkan ponsel tersebut di telinga Kanan.
“Ya, Kak....” ucap Leona dengan bibir tersenyum. Namun, tiba-tiba saja senyumnya luntur saat mendengar kabar yang baru saja ia dengar, “Mama ....”
***
Di sisi lain, pria yang sempat menolong Leona masuk ke dalam mobil. Pria itu memasang wajah kesal. Rencana yang sudah ia susun harus gagal karena kemunculan Kwan. Pria itu mengepal kuat tangannya dengan gigi menggertak.
“SHI*T!” Wajahnya memerah. Ia mengambil tisu yang diberikan pria yang duduk di bangku kemudi.
“Bos, kenapa anda tidak melawan saja?” ucap pria itu dengan wajah bingung. Ia cukup yakin, jika saja tadi bosnya membalas pukulan Kwan sudah pasti menang.
“Apa kau ingin rencana kita ketahuan?” teriak pria itu dengan wajah semakin kesal. Ia membuang tisu yang sempat ia gunakan untuk membersihkan luka, “Jalan.”
“Baik, Bos.” Pria yang duduk di depan mengangguk sebelum melajukan mobilnya. Ia tidak ingin banyak protes lagi untuk menghindari perdebatan dengan sang majikan.
“Apa ada pengawal yang menjaganya?” ucap pria itu penasaran.
“Ada Bos, sekitar 30 orang yang mengawasi wanita itu secara diam-diam, Bos. Tapi, jika dilihat dari pengawal-pengawal itu. Sepertinya mereka bisa kita ajak kerja sama untuk berada di bawah kekuasaan kita,” ucap pria itu penuh keyakinan.
Pria itu mengukir senyuman tipis, “Ya. Kau benar. Mereka hanya perlu memilih. Nyawa mereka atau bekerja sama dengan kita. Sepertinya permainan ini akan sangat menyenangkan. Aku akan memikirkan cara lain untuk menemui dan mendekati wanita itu.”
“Kita harus menyingkirkan pria yang ada di sampingnya terlebih dahulu, Bos. Sejak dulu, hanya ada pria itu di sampingnya,” sambung sang supir.
“Beri perintah kepada bawahan kita untuk mencari kelemahan dan segala informasi tentang pria itu. Aku sangat yakin, kalau ia pasti memiliki kelemahan. Kita akan menggunakan kelemahan itu untuk menyingkirkannya dari wanita itu.”
“Baik, Bos,” ucap sang supir sebelum menambah laju mobilnya.
Pria yang menolong Leona bernama Zean. Bos Mafia yang memiliki kekuasaan di Meksiko. Baginya Meksiko dan beberapa kota di Amerika adalah rumahnya. Zean sudah cukup lama menyimpan dendam terhadap Serena. Ya, Zean salah satu penerus dari mafia yang pernah sempat dikalahkan oleh Serena dulunya. Zean Wick.
Putra dari pria bernama Wick yang dulu di bunuh dengan tangan Serena dan Shabira. Mereka membiarkan Zean tetap selamat karena memandang usia anak itu yang masih 2 tahun. Siapa sangka, setelah besar, bocah 2 tahun yang sempat mereka biarkan hidup justru menuntut balas atas kematian ayah kandungnya. Membentuk sebuah geng mafia selama belasan tahun demi membalaskan dendamnya.
Satu-satunya orang yang menjadi incaran Zean adalah Leona. Wanita lemah dan cantik yang sangat berharga bagi Serena. Baginya, menghancurkan Leona sama saja membuat kehancuran tersendiri buat Serena. Ia ingin memancing Serena agar kembali bangkit dan melawan dirinya. Zean bertekad untuk membunuh Serena, Daniel, Aleo dan Leona dengan tangannya sendiri. Membantai habis keluarga bahagia milik Serena Wang. Wanita yang pernah memimpin geng mafia Queen Star.
Zean menyandarkan tubuhnya dengan posisi yang nyaman. Pria itu berusaha menghilangkan rasa sakit yang kini ia rasakan di sekujur tubuhnya. Pria itu memejamkan mata sambil memikirkan lagi wajah Leona, “Wanita itu pasti akan aku dapatkan, Eleonora” gumamnya di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 367 Episodes
Comments
Putraa Siktuss
tp Nnti kau yg d hancurkn sendri
2021-12-03
0
" sarmila"
wah wah ternyata musuh emak nya yg d meciko😥😥😥😥😥😥😥 semoga ja bnyak bntuan dri biao.tama zeroun.💪💪💪💪💪💪
jdi deg degan blm apa apa
2021-09-07
0
Maia Mayong
Jordan mana ni kok ga muncul ..
spa nm ank biao . lupa pula. .
2021-09-01
0