Tiba-tiba saja seorang pria menabrak tubuh pria yang telah menodongkan senjata api ke arah Leona. Pria itu bahkan memukul dan berusaha merebut paksa pistol yang ada di genggaman pria berbadan kekar tersebut.
Leona terlihat semakin ketakutan. Perkelahian yang terjadi di hadapannya telah memakan banyak korban. Wanita itu menyesal. Sangat-sangat menyesal. Seandainya saja sejak awal ia memberikan sejumlah uang yang di minta preman-preman itu. Maka, semua masalah ini tidak akan terjadi. Kwan tidak harus bertarung dan terluka. Sedangkan pria misterius itu tidak harus muncul dan menolongnya.
DUARR
Belum sempat Leona mengatur napasnya agar kembali tenang, tiba-tiba terdengar suara tembakan yang memekakan telinga. Leona memandang wajah Kwan dengan seksama. Ia ingin memastikan kalau tembakan itu tidak ditujukan ke arah adik sepupunya.
“Kwan,” ucap Loena dengan suara pelan.
Kwan memutar tubuhnya dan memberikan satu tendangan yang sangat menyakitkan. Pria itu merebut paksa pistol milik musuhnya dan menembak beberapa orang yang tersisa tanpa ampun.
Sosok yang sempat mengeluarkan tembakan telah berlari pergi. Ia menyelamatkan dirinya sendiri dari incaran tembakan Kwan saat itu. Kini yang tersisa di lokasi tersebut hanya Kwan, Leona dan pria yang baru saja muncul dan menyelamatkan Leona dari bahaya.
Leona dan Kwan memandang punggung pria misterius itu dengan seksama. Mereka sangat penasaran dengan wajah pria tersebut. Secara perlahan, pria itu memutar tubuhnya. Satu tangannya menekan luka tembak yang ada pada lengan kanannya.
Leona melebarkan kedua matanya saat melihat luka pada tangan pria itu. Ia berjalan untuk mendekat. “Luka ini. Ayo kita ke rumah sakit,” ucap Leona dengan rasa kasihan.
“Terima kasih, Nona,” jawab pria itu dengan suara pelan.
Leona menatap wajah pria itu dengan seksama. Dahinya mengeryit. Ia merasa tidak asing dengan dua bola mata indah milik pria yang kini berdiri di hadapannya. Wanita itu mengukir senyuman kecil dengan hati yang bahagia. Satu tangannya terangkat ke atas dengan jari menunjuk ke arah wajah pria tersebut.
“Kau pria yang semalam menolongku dari tabrakan sepeda?” ucap Leona dengan penuh selidik.
Pria itu terlihat kebingungan dan berpikir. Namun, dalam hitungan detik. Ia mengangguk dan mengukir senyuman, “Anda wanita semalam? Yang bibirnya tidak sengaja saya cium?” celetuk pria itu dengan wajah yang sangat polos. Pria itu adalah Zean.
Dengan penuh perhitungan, ia berhasil bertemu dan berdiri di hadapan Leona seperti sekarang ini. Semua yang terjadi juga bagian dari rencana Zean. Pria itu tidak ingin rencana besarnya kali ini gagal lagi.
“Pria semalam?” sambung Kwan cepat. Pria itu melangkah maju dan menarik tangan Leona agar menjauh dari tubuh Zean. Kwan juga menyembunyikan tubuh Leona di belakang tubuhnya. “Kau pria breng*sek itu? Untuk apa kau di sini? Apa kau mengikuti kami?” tuduh Kwan tanpa memikirkan perasaan orang yang kini ia ajak berbicara.
Zean mengukir senyuman kecil. “Perkenalkan. Nama saya Zean,” ucap pria itu sembari mengulurkan tangannya.
Kwan menepis tangan Zean. Pria itu justru menatap wajah pria itu seperti seorang musuh yang ingin ia habisi. “Pergi dari sini. Aku tahu, jalan pikiran pria breng*sek seperti dirimu.”
“Kwan, apa yang kau lakukan?” protes Leona. Wanita itu melangkah maju lalu menarik tangan Zean untuk berkenalan. “Kenalkan, namaku-” ucapan Leona terhenti saat Kwan menarik tangan wanita itu agar menjauh dari Zean lagi.
“Pergilah. Semakin cepat kau pergi, semakin baik,” ketus Kwan dengan tatapan tidak suka.
“Kwan, apa yang kau katakan? Kau harus berterima kasih kepada Tuan Zean. Dia sudah menyelamatkan nyawaku dua kali. Kenapa kau harus menuduhnya sebagai seorang penjahat?” protes Leona tidak terima.
“Hmm, Nona. Tidak apa-apa. Saya permisi dulu,” ucap Zean dengan senyuman. Pria itu memutar tubuhnya dan berjalan dengan kaki yang tertatih-tatih. Tetes darah dari lengan yang tertembak juga meninggalkan jejak darah di sepanjang jalan yang ia lalui.
“Tunggu!” teriak Leona. Wanita itu tidak tega melihat malaikat penolongnya terluka dan pergi begitu saja. Leona ingin mengucapkan terima kasih kepada Zean dan mengobati luka pria tersebut.
Lagi-lagi langkah kaki Leona tertahan. Kwan menahan tangan Leona. Pria itu tidak percaya dengan Zean. Di tambah lagi, kini mereka tidak tinggal di wilayahnya. Siapa saja yang mereka temui bisa menjadi musuh. Kwan tidak ingin terjebak dalam permainan orang seperti Zean. Ia tahu dan sangat yakin, kalau Zean memiliki tujuan lain menolong Leona hingga dua kali seperti ini.
Leona menatap wajah Kwan dengan seksama. Wanita itu tidak lagi mau menurut dengan permintaan Kwan. Dengan sekuat tenaga, Leona menghempaskan tangan Kwan. Wanita itu meletakkan kedua tangannya di pinggang.
“Mungkin kau bisa mengatakan hal itu jika pria itu tidak terluka dan baik-baik saja. Tapi, lihatlah sekarang. Darah itu tidak rekayasa. Kwan, kau tidak bisa bersikap seperti ini. Tidak semua orang asing yang pertama kali kau temui adalah musuh.” Leona membuang tatapan matanya. Wanita itu melangkah cepat untuk mengejar langkah kaki Zean.
Kwan mendengus kesal. “Dasar wanita. Kenapa dia sangat mudah percaya dengan pria seperti itu. Aku seorang pria. Modus seperti ini sudah sering aku gunakan,” umpat Kwan kesal. Mau tidak mau, pria itu mengikuti langkah kaki Leona dari belakang dan menghindari perdebatan dengan wanita cantik tersebut.
“Tuan, sebaiknya anda ke rumah sakit. Saya akan mengantarkan anda ke rumah sakit,” ucap Leona sambil memegang lengan Zean yang berdarah.
Zean menghentikan langkah kakinya. Pria itu menatap wajah Leona dengan senyuman indah. “Maaf, Nona. Saya tahu saya bukan orang kaya seperti anda. Tapi, penghinaan yang anda dan rekan anda berikan cukup melukai hati saya. Saya mohon, untuk tidak mempersulit hidup saya lagi.” Zean melepaskan tangan Leona yang masih menggenggam tangannya. Pria itu melanjutkan langkah kakinya dan berlalu begitu saja meninggalkan Leona.
Leona terlihat tidak menyerah. Wanita itu tetap bersih keras untuk mengejar Zean. Ia tidak tega melihat wajah kesakitan Zean saat itu.
“Tuan, tolong maafkan kelakuan sepupu saya. Dia memang selalu bersikap sesuka hatinya. Saya mohon. Jangan tolak permintaan maaf saya kali ini,” ucap Leona pantang menyerah.
Zean tetap berjalan tanpa memperdulikan Leona. Dari jatak yang tidak terlalu jauh, Leona menghentikan langkah kakinya. Wanita itu berdiri mematung seperti orang yang kebingungan. Ia terus saja memperhatikan punggung Zean dengan wajah merasa bersalah. Tetapi, tiba-tiba saja Zean terjatuh. Tubuh pria itu tergeletak di permukaan jalan. Kedua matanya terpejam. Wajahnya terlihat sangat pucat.
“Tuan!” teriak Leona. Wanita itu menutup mulutnya dengan kedua tangan lalu berlari kencang untuk mendekati posisi Zean berada. Sama halnya dengan Kwan. Pria itu juga terlihat kaget ketika melihat tubuh Zean tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri seperti itu.
“Apa yang terjadi?” ucap Kwan sebelum berlutut di hadapan Zean. Pria itu memeriksa keadaan Zean. Ia ingin memastikan kalau pria itu tidak sedang berpura-pura. Betapa kagetnya Kwan saat mengetahui kalau Zean memang benar-benar sedang pingsan.
“Kwan, bagaimana ini. Aku takut dia mati gara-gara kehabisan darah,” ucap Leona dengan suara yang benar-benar panik. Kedua matanya memandang ngeri luka tembakan yang ada pada lengan kanan Zean.
“Kak, kita harus membawanya ke rumah sakit.” Kwan tidak lagi mencurigai Zean. Pria itu benar-benar tidak sadarkan diri. Wajahnya pucat dan darah yang ia keluarkan benar asli. “Sepertinya aku telah salah menilai orang kali ini,” gumam Kwan di dalam hati. Tanpa pikir panjang Kwan dan Leona membawa tubuh Zean menuju ke arah mobil.
Di sisi lain. Seorang pria memperhatikan Leona dan Kwan dari kejauhan. Pria itu mengukir senyuman licik. Ia mengambil ponselnya dari dalam saku untuk memberi perintah kepada seseorang. “Lakukan rencana selanjunya,” perintah pria tersebut.
Setelah melihat mobil Kwan melaju cepat. Pria itu juga pergi meninggalkan lokasi tersebut. Ia masuk ke dalam mobil dan mengikuti laju mobil Kwan dari belakang.
***
Like 500 aku Bagi 2 bab nanti siang 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 367 Episodes
Comments
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap
2022-11-19
0
indah_kajoL
mulaii adu jotos,,, tak boleh terlewat
2022-01-02
0
Maia Mayong
zean modus
2021-09-01
0