Leona masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku belakang. Di bangku depan ada Aleo dan Kwan. Kwan yang menjadi supir untuk perjalanan mereka menuju hotel malam itu. Langit terlihat sangat cerah. Taburan bintang begitu indah di angkasa. Bahkan rembulan juga bersinar terang untuk melengkapi keindahan di malam itu.
Leona mengukir senyuman indah. Wanita itu membuka kaca mobil untuk membiarkan udara segar masuk ke dalam mobil. Kedua matanya terpejam saat angin dingin menerpa wajah yang cantik.
“Kak, jadi kau benar tidak ingin ikut pulang besok?” ucap Kwan lagi sambil memutar tubuhnya. Pria itu ingin berbicara sambil memandang wajah Leona.
“Pergi saja sendiri. Aku sudah punya Kak Aleo,” sambung Leona dengan wajah tenang.
Kwan mengeryitkan dahi. Pria itu menatap wajah Aleo dengan seksama. “Kak, bukankah kau-”
“Perusahaan bisa dengan mudah aku buat kembali sukses. Namun, senyum Leona sudah sangat lama tidak aku lihat. Kali ini aku akan meluangkan waktuku untuk menemani Leona di kota ini,” jawab Aleo dengan senyuman.
“Apa kau dengar, Kwan. Kak Aleo lebih menyayangiku daripada perusahaan. S.G. Group hanya nomor sekian di dalam hidup kak Aleo. Tidak sepertimu. Tidak setia dan meninggalkan aku di tengah jalan,” sindir Leona untuk Kwan.
“Kak, aku hanya menggertakmu saja tadi. Kau sudah marah dan memilih Kak Aleo. kau yang tidak setia,”sindir Kwan tidak mau kalah.
“Kau tidak suka jalan-jalan denganku. Bukankah kau lebih suka jalan-jalan dengan wanita cantik dan seksi,” sambung Leona lagi. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada. Memandang sinis kepada Kwan.
“Tidak seperti itu, Kak. Kau hanya salah paham. Aku berpikiran kalau kau akan merayuku seperti biasa. Tidak di sangka, setelah ada Kak Aleo, kau memilihnya dan meninggalkanku.”
“Kau menyebalkan, Kwan!” teriak Leona dengan suara yang sangat keras.
“Kau yang menyebalkan, Kak!” sambung Kwan dengan nada yang tidak kalah tinggi.
Aleo mengukir senyuman saat mendengar perdebatan antara Leona dan Kwan. Sungguh asyik bagi Aleo ketika mendengar perdebatan antara Leona dan Kwan. Selama ini mereka terlihat bersatu dan selalu sepemikiran. Aleo memilih untuk memejamkan mata dengan posisi yang santai.
Baru saja seperkian detik Aloe terlelap dalam tidurnya, tiba-tiba Kwan menghentikan mobilnya secara mendadak. Aleo membuka mata bersamaan dengan teriakan Leona karena wajahnya terbentur kursi depan.
Beberapa mobil menghadang mobil Kwan. Pria-pria berbadan tegab keluar dari dalam mobil sambil memegang senjata api. Wajah mereka terlihat sangar dan menakutkan. Leona dan yang lainnya terlihat kaget ketika melihat kemunculan pria-pria tersebut.
“Kwan, hubungi pasukan S.G. Group. Dimana mereka?” teriak Aleo dengan wajah panik.
Kwan dan Leona terdiam. Mereka tidak bisa mengatakan apa-apa kepada Aleo saat itu. Kwan dengan wajah kesal dan merasa bersalah, memukul-mukul stir mobilnya.
“Maafkan aku, Kak. Pasukan S.G. Group telah tewas. Sekarang kita tidak dalam penjagaan siapapun,” jawab Kwan dengan wajah bersalah.
Aleo menatap wajah Kwan dengan gigi menggertak. Ingin sekali pria itu memukul dan menghajar Kwan karena emosi. “Kau memang tidak bisa dipercaya, Kwan!” ucap Aleo sebelum membuka pintu mobil.
Kwan memandang wajah Aleo sebelum mengikuti pria itu turun dari mobil. Tentu saja iia tidak bisa duduk diam melihat Aleo bertarung sendirian melawan orang yang kini menghadangnya.
“Kak, Kwan,” ucap Leona pelan. Karena takut sendirian, Leona juga keluar dari dalam mobil. Wanita itu berlari ke arah Aleo dan menggenggam tangan pria itu dengan wajah takut.
“Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?” ucap Aleo sambil menatap satu persatu wajah lawannya malam itu.
“Serahkan wanita itu kepada kami?” ucap salah satu pria.
Aleo memandang wajah Leona. Ia terlihat menyimpan sejuta tanya. Namun, momennya tidak tepat. Aleo tidak bisa mengintrogasi Leona detik itu juga. “Tidak akan! Kau harus melewatiku jika ingin menyentuhnya,” ucap Aleo dengan bibir tersenyum kecil.
“Banyak bicara!” teriak pria itu sebelum mengangkat senjata api mereka dan mengarahkannya ke arah Leona berdiri.
Aleo menarik tubuh Leona dan membawa wanita itu bersembunyi di balik mobil. Sama halnya dengan Kwan. Pria itu juga bersembunyi untuk menghindari peluru yang mengincar mereka.
“Kak, aku akan merebut senjata api mereka untuk kita. Jaga Leona disini!” ucap Kwan dengan wajah serius.
Aleo mengangguk pelan. Satu tangannya menggenggam tangan Leona dengan erat.
“Kak, aku takut,” ucap Leona pelan.
“Kau akan baik-baik saja,” jawab Aleo sebelum memperhatikan Kwan yang berjuang merebut senjata dari pasukan musuh. Mereka tidak memiliki persiapan apa-apa. Selama 25 tahun hidup mereka. Belum pernah sekalipun mereka bertemu dengan musuh. Ini pertama kalinya Aleo di hadang oleh musuh bersenjata seperti ini. Di tambah lagi, pengawal bayarannya sudah tidak ada lagi yang melindungi.
Kwan berhasil memukul dan merebut paksa senjata api dari tangan musuh. Pria itu melemparkan satu senjata api ke arah Aleo. Dengan gerakan cepat Aleo menangkap senjata api itu dan menembak ke arah musuh berada. Aleo memiliki bakat yang bagus dalam menembak dan bela diri. Biao yang mengajari Aleo selama ini. Bahkan latihan yang dilakukan oleh Aleo juga tidak diketahui Daniel maupun Serena.
Suara tembakan terdengar dimana-mana. Aleo melepas tangannya dari Leona dan terus saja menembak untuk membantu Kwan. “Leona, masuk ke dalam mobil. Aku harus membantu Kwan!” Aleo berlari kencang untuk bergabung dengan pasukan musuh yang menghadang.
Lily mengukir senyuman kecil saat melihat Leona telah sendirian. Kini wanita itu merasa menang dan siap untuk membunuh Leona dengan tangannya sendiri. Zean menghela napas. Pria itu juga ikut keluar dari dalam mobil.
Lily berlari untuk mendekati Leona. Wanita itu menarik paksa tangan Leona dan ingin membawanya pergi dari sana. Tapi, gerakan Lily di hadang oleh Kwan. Pria itu memukul Lily dengan sekuat tenaga. Mau tidak mau, Lily harus berhadapan langsung dengan Kwan. Mereka bertarung dan terus berusaha untuk saling mengalahkan.
Zean melipat kedua tangannya di depan dada. “Wanita yang bodoh. Ia menyerang langsung ke sasaran tanpa peduli dengan benteng yang melindungi sasarannya,” gumam Zean di dalam hati. Pria itu melangkah maju saat melihat keadaan terlihat kacau.
Leona berjalan mundur dengan wajah takut. Kini dua pria yang ia sayangi telah bertarung mati-matian untuk melindungi dirinya dari bahaya. Leona tidak memiliki pilihan lain, selain mengikuti perintah Aleo dengan masuk ke dalam mobil. Namun, belum sempat Leona masuk ke dalam mobil.
“Hmm.” Leona melebarkan kedua matanya saat tiba-tiba saja ada yang membungkam mulutnya dengan tangan. Wanita itu berusaha melepas paksa tangan kekar pria yang kini berada di belakangnya.
“Sttt...ini aku,” bisik Zean dengan suara yang lembut.
Leona mengangguk pelan sebagai tanda tidak akan berteriak. Wanita itu bisa kembali bernapas tenang karena kini Zean ada di dekatnya.
“Ayo ikut denganku,” ucap Zean sebelum menarik paksa tangan Leona. Pria itu membawa Leona lari menuju ke arah hutan.
Leona berusaha menolak karena ia takut jika harus menjauh dari Aleo dan Kwan. Tapi, kini Zean menariknya dengan paksa. Leona tidak memiliki pilihan lain selain mengikutiny. Di mata Leona, Zean pria baik yang tidak akan mungkin mencelakainya.
Lily memandang kepergian Zean dan Leona. Wanita itu mengumpat kesal sebelum berlariuntuk mengejar. Tapi, tiba-tiba saja Kwan memukul tubuh Lily dengan sebuah balok kayu yang ia temui di jalanan.
Lily merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya. Wanita itu menatap bawahannya dan memberi perintah untuk menembak ke arah Kwan dan Aleo. Lily tidak memiliki pilihan lain selain membunuh dua pria yang menghalanginya.
DUARR DUARRR
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 367 Episodes
Comments
Marlyne Lia Lyne
leona gk bisa ambl pelajaran atas yg sdh terjadi... bodoh banget
2021-07-22
0
Marlyne Lia Lyne
leona goblok.. sdh tau hbs ad akejadian penyergapan. msh sj ngotot liburan. gk bisa bateamtem tp ngeyel. dasar ank manja sdh bgt mau sj di ajk sm orng yg belon di lenal bangetmalah ninggalin abang sm saudaranya..
2021-07-22
0
LENY
Leona bego polos tapi keras kepala gak bisa bela diri lg. sdh lolos dari bahaya ber kali kali msh keras kepala.
2021-06-20
0