Leona mematung hingga beberapa detik. Tiba-tiba saja kelopak matanya di penuhi dengan air mata yang siap untuk menetes dengan deras. Kwan memandang wajah Leona dengan tatapan curiga. Pria itu menghentikan laju mobilnya dengan rasa penasaran.
“Kak, apa yang terjadi?” ucap Kwan sambil meraih ponselnya. Panggilan telepon itu telah terputus. Kwan sangat penasaran dengan kabar terbaru yang diberikan oleh Aleo, “Kak....”
Leona menatap wajah Kwan dengan seksama. Satu persatu tetes air mata telah terjatuh membasahi pipinya. Wanita itu memeluk Kwan dengan hati yang sangat sedih, “Mama...,” ucapnya lirih.
“Ya. Ada apa dengan Tante Serena, Kak? Semua baik-baik saja kan?” Kwan juga terlihat khawatir. Pria itu memeluk tubuh Leona untuk menenangkan hati wanita itu.
“Mama masuk rumah sakit. Aku ingin pulang,” ucap Leona dengan derai air mata semakin deras.
“Tidak mungkin,” sambung Kwan cepat.
Leona menghentikan tangisannya. Wanita itu melepas pelukannya dan menjauhkan wajahnya dari Kwan. Ia menatap pria itu dengan seksama, “Apa maksudmu, Kwan?” secara perlahan, Leona menghapus air matanya.
Kwan menghela napasnya, “Aku baru saja menghubungi pelayan di rumah utama. Mereka bilang keadaan baik-baik saja. Tante Serena sempat batuk dan beristirahat di kamar. Mama dan Papaku juga ada di sana. Kak Aleo pasti berbohong agar kita pulang,’ ucap Kwan dengan wajah tenang.
“Apa kau tidak berbohong kali ini?” ucap Leona sambil menatap wajah Kwan dengan seksama.
Kwan mengangguk pelan, “Sudah berapa kali kita dikerjai Kak Aleo. Dulu dia pernah bilang kalau Papa Kenzo jatuh dari tangga. Saat kita pulang semua baik-baik saja.”
Leona mengangguk pelan, “Ya. Kau benar,” sambung Leona cepat.
“Kak, dari pada Kakak bingung seperti ini. Sebaiknya Kakak hubungi saja Tante Serena.” Kwan memberikan ponsel itu kepada Leona.
Leona menerima ponsel tersebut dengan wajah serius. Ia menekan nomor telepon Serena untuk menanyakan kabar wanita yang sangat ia cintai tersebut. Setelah beberapa lama menunggu, Leona berhasil mendengar suara Serena.
“Mama...,” ucapnya dengan wajah bahagia, “Apa Mama baik-baik saja?” sambungnya cepat.
“Ya. Leona apa yang sudah kau lakukan? Kenapa kau kabur hingga sejauh itu?” ucap Serena dengan nada meninggi.
“Ma, Leona hanya bermain-main saja dengan Kwan. Leona bosan di Sapporo,” jawab Leona dengan suara pelan, “Kak Aleo baru saja menghubungiku. Katanya Mama ada di rumah sakit.”
“Kau mau pulang ketika mama masuk rumah sakit?” sambung Serena cepat.
“Bukan. Bukan begitu, Ma. Hanya satu minggu. Leona janji akan kembali setelah satu minggu,” ucap Leona dengan sungguh-sungguh.
“Kau yakin? Hanya satu minggu saja?”
“Ya, Ma. Hanya satu minggu saja. Ada Kwan yang menjaga Leona.” Suara Leona sangat meyakinkan. Ia ingin sang ibu memberikan kepercayaan kepada dirinya.
“Hmm, baiklah. Hanya satu minggu. Setelah itu kau harus berjanji untuk pulang. Mama sangat merindukanmu, sayang.”
“Leona juga merindukan Mama, I love you,” ucap Leona dengan bibir tersenyum.
Hati Leona kembali lega saat mendengar kabar dari Serena. Wanita itu memutuskan panggilan teleponnya lalu memberikan ponsel itu kembali kepada Kwan. Ia mengukir senyuman indah. Serena memang Ibu yang sangat sempurna di mata Leona. Kasih sayang dan perhatian wanita itu tidak pernah ada tandingannya. Hanya Serena satu-satunya wanita yang paling di percaya Leona selama ini.
“Kak, apa semua baik-baik saja? Tapi, jika dilihat dari senyum indah di wajah Kakak. Sepertinya semua baik-baik saja,” sambung Kwan dengan senyuman yang tidak kalah indah dari Leona.
Leona memandang wajah Kwan, “Sepertinya kita bisa bersenang-senang selama satu minggu ini. Kita harus memanfaatkan waktu yang singkat ini dengan sabaik mungkin.”
“Baiklah. Ayo kita berangkat,” teriak Kwan dengan penuh semangat. Pria itu melanjutkan laju mobilnya.
***
Aleo duduk dengan tenang di dalam pesawat. Pria itu tersenyum dengan riang karena baru saja mengerjai adik kesayangannya, “Pasti dia sedang menangis dan memutuskan untuk pulang malam ini juga,” ucap Aleo sebelum melanjutkan pekerjaannya di laptop yang ada di hadapannya.
Aleo harus menyelesaikan pekerjaannya. Ia tidak memiliki banyak waktu untuk menjemput Leona hari ini. Pria itu memutuskan untuk menemui Leona setelah pekerjaan miliknya selesai.
Sambil fokus dengan pekerjaannya. Tiba-tiba saja ponsel Aleo berdering. Pria itu melirik nama di layar ponselnya. Ia mengeryit ketika melihat nama Serena di sana, “Mama.”
Aleo melekatkan ponselnya di telinga. Pria itu sangat khawatir dengan keadaan sang Ibu yang kini berada jauh dari dirinya, “Ya, Ma. Apa mama baik-baik saja?”
“Aleo, Mama minta semua pekerjaanmu cancel saja dulu. Utamakan adikmu. Mama tidak tega untuk membohonginya. Ia terlihat sangat bahagia dengan liburannya di Meksiko,” ucap Serena dengan suara lembut.
Aleo menarik napas. Sejak awal, kebohongan itu memang sudah ia rencanakan bersama Daniel dan Serena. Ia tidak menyangka, kalau akhirnya Serena sendiri yang mengijinkan Leona berada di Meksiko.
“Ya, Ma. Aleo akan menemani Leona. Setelah tiba di Amerika, Aleo akan langsung berangkat ke Meksiko,” ucap Aleo dengan wajah sedih.
“Terima kasih, Sayang. Kau harus bisa menjaga Leona. Pastikan pengawal juga selalu berada di dekat Leona,” ucap Serena dengan nada serius.
“Ya, Ma,” jawab Aleo pelan. Pria itu kembali meletakkan ponselnya di atas meja sebelum menutup laptopnya.
Aleo kembali memikirkan kekhawatiran yang kini dirasakan oleh Serena. Selama ini, bahkan sejak mereka kecil. Serena selalu saja meletakkan banyak pengawal di sekeliling Aleo dan Leona. Sekilas, Aleo merasa curiga.
Seumur hidupnya, ia belum pernah merasakan bahaya menyerang dirinya. Pria itu juga merasa kehidupan yang ia jalani selama ini baik-baik saja. Tidak mungkin ada musuh, hingga kemungkinan besar kalau tidak aka nada orang yang mencelakai dirinya maupun Leona.
“Mungkin perasaanku saja. Mama pasti hanya khawatir saja dengan keselamatanku dengan Leona,” gumam Aleo di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 367 Episodes
Comments
Delila Ayu Pikahulan
ni ceritanya cuma mereka bertiga ya,,,
terus gimana sama anak
Tama, Zeroun, Adit, Aldi nd Biao mungkin.
ko gak ada ya🤔
2022-01-01
0
Maia Mayong
aleo kau blm tau z musuh dmn2
2021-11-23
0
Echa
lanjut baca. tidak kalah seru dari moving on
2021-03-27
0