Jam sembilan pagi itu, Sasi masih berkutat dengan berkas-berkas kerjanya yang menumpuk ketika Reza tiba-tiba masuk ke ruangannya.
" Oiii...sahabat aku yang paling cakeep. Ada apa nih? Mau minta acc boss?" seru Sasi tersenyum sambil menatap Reza. Matanya tertuju pada berkas yang dibawa Reza.
" Gak usah ngerayu deh. Mana janjimu. Udah dua minggu ini. Dan kamu masih ga ada waktu buat aku." Reza tampak merajuk.
Reza mengambil stempel kantor di meja Sasi. Menempelkan dan menekan ke berkas yang dibawanya dan mengembalikan stempel ke tempatnya semula. Lalu duduk di kursi yang ada di depan meja Sasi.
" So sorry. Bukan sengaja. Kamu tahu sendiri aku lembur terus. Akhir minggu ini deh. Aku usahain ya..? "
" Hmm...oke, pasrah deh. Mau gimana lagi nasib orang ke tiga." Reza menjawab malas.
" Orang ke tiga? Setan dong?" Sasi tertawa menggoda sahabatnya itu.
" Yah..dasar teman durhaka. Sudah di-pehape-in mulu. Dikatain setan lagi. Terlalu kamu Sas" Reza bersandar malas di kursi.
" Hahaha...kan orang bilang kalau ada orang berduaan yang ketiga setan.." Sasi masih tertawa. melupakan sejenak tugasnya yang menumpuk.
" Semangat dong. Sudah sana, jangan lama-lama ngobrol. Ntar boss marah." usir Sasi santai. Sudah biasa bagi mereka bicara ceplas-ceplos.
" Tenang Sas, bos lagi meeting sama bagian keuangan. Tumben kamu gak ikut. Makanya aku ke sini..hehehe.."
" Iya kata boss cuma briefing singkat saja soal perangkat baru. Aku disuruh ngerjain yang lain saja. Soalnya numpuk nih. Biar sama-sama selesai." sahut Sasi sambil membolak-balik berkas di mejanya.
" Oh..iya Sas, sudah lama aku mau nanya ini. Kira-kira dua mingguan lalu kamu nonton film sama siapa hayoo?" Reza langsung menodong Sasi .
Deg! Jantung sasi hampir copot. Apa Reza tahu dia berkencan dengan boss saat itu? Tapi rasanya Reza tidak tahu teman kencannya saat itu. Kalau dia tahu pasti berita ini sudah langsung viral di kantor..
" He he he...iya..sama teman . Jadi yang manggil-manggil itu kamu ya? Aku cari-cari nggak kelihatan. "
" Teman apa teman. Kamu sama cowok kan?Pacar kamu ya?" Reza mendesak Sasi yang mulai kelihatan bingung mengelak.
Saat itulah dari pintu ruangan Sasi teedengar suara berdehem.
" Jam kerja ini. Asik bener ngobrol" seru Tommy dingin. Matanya menatap Reza tajam.
Reza tersentak dan langsung berdiri.
" Eh ini pak saya mau minta Acc , tapi karena bapak nggak ada, saya mau titipkan ke Sasi." tukas Reza kecut.
" Alasan. Mau kena SP kamu?" Tommy masih mematung di pintu.
" Waahh, jangan dong pak. Beneran saya cuma minta stempel aja kok pak ke Sasi" Reza makin keder. Kejam bener boss satu. Rutuknya dalam hati.
" Bawa sini berkasnya!" tukas Tommy sambil berlalu ke ruangannya di sebelah ruang sasi.
Sasi masih sempat meledek Reza ketika temannya itu melangkah keluar sambil meringis kecut.
" Sukurin..." Sasi terkekeh pelan.
Reza cuma menggelengkan kepalanya.
" Awas kamu ya!" sambil mendelik lucu meninggalkan Sasi.
Di ruangan Tommy, Reza berdiri di depan meja Tommy. Sementara Tommy duduk di kursi kebesaramnya.
" Gimana progres kemarin? " tanya Tommy.
" Sudah siap pak. Ini tinggal acc bapak, kalau sudah langsung saya realisasikan." Jawab Reza tegas.
Meskipun kesannya selengekan dan santai. Reza unggul dalam bidang marketing. Jadi Tommy sangat percaya dan mengandalkan Reza soal pemasaran pruduk perusahaannya.
" Bagus. Lanjutkan. Bonus besar menunggu kalau proyek ini gol" Tommy menepuk pundak Reza.
Reza tersenyum. " Siap pak. Siap terima bonus gede"
Tommy juga tersenyum dingin. Hmm..jadi hangatnya cuma sama Sasi nih?
" Ya sudah. Kamu boleh keluar. Tolong panggilin sasi!" titah sang boss
" Baik pak. Per..."
Belum selesai bicara, Tommy tiba-tiba memotong Reza.
" Za, kamu pacaran ya sama.Sasi?"
Reza tersentak. " Enggak pak!" jawabnya cepat. Tapi kemudian disambung dengan sedikit lemas" Maunya sih gitu pak tapi Sasinya nggak mau...hehe.."
Tommy terkekeh pelan.
" Kasihan kamu. Udah sih cari yang lain aja, anak itu udah ada yang punya." Entah mengapa Tommy tiba-tiba mengatakan itu.
" Sudah punya pacar pak?" Reza melotot demi mendengar bosnya yang cuek itu tahu tentang masalah pribadi sasi. Tapi bukankah mereka selalu berdua ? Itu masuk akal kan kalau boss tahu pacar Sasi? Lagipula itu makin menguatkan dugaannya kalau yang nonton bareng Sasi kapan hari itu adalah pacar Sasi.
" Hmm.." Tommy cuma mengguman." Sudah sana kerja lagi. Jangan ngobrol aja."
Eh..paijo, kan boss sendiri tadi yang ngajak ngobrol? Reza melongo. Tapi tak urung segera keluar juga dari ruangan Tommy. Ogah lama-lama berada dengan bos aneh.
" Cantiik..dipanggil boss tuh! Bilangin suruh minum obatnya biar gak korslet. Aneh banget tuh orang" Reza mengomel di depan ruangan Sasi.
" Sabar Za...orang sabar banyak bonusnya..betul? Sasi tertawa lucu.
Reza tertawa. Ini yang bikin Reza suka Sasi. Dia selalu bisa membuat suasana jadi santai dan ceria. " Amiin...iya..bagusnya si boss tuh, biarpun mulutnya pedes dan jutek, soal bonus nggak pernah telat. Makanya aku kerasan di sini. Dah sana keburu kena sembur juga kamu kalo kelamaan.." Reza mendorong Sasi ke ruangan Tommy. Keduanya tertawa .
Sasi mengetuk pintu dan masuk begitu mendengar suara Tommy dari dalam.
" Sini berkasnya, kamu jangan pergi dulu. Tunggu saya cek sekalian trus nanti kamu arsipin !" Tommy mengarahkan telunjuk memanggil Sasi.
Gadis itu spontan mendekat lalu berdiri di depan Tommy.
" Duduk sini, banyak itu berkasnya. Capek kamu kalau nunggu sambil berdiri" Tommy menunjuk kursi di sebelahnya. Ehh sejak kapan ada kursi di situ. Batin Sasi sambil duduk di samping Tommy.
Posisi paling nyaman akhir-akhir ini buat Sasi. Duduk dekat disebelah sang boss yang suka diam-diam mentapnya lembut dan penuh perasaan. Merasakan sensasi jantung berloncatan yang memacu adrenalin dan sekaligus rasa malu, takut berdekatan takut tak bisa menahan. Aiiìi....otakmu kemana-mana Sasiii...
Tommy kemudian mulai memeriksa berkas dan menandatanganinya. Sesekali berdiskusi dan bertanya pada Sasi dan dijawab dengan jelas oleh Sasi.
" Oke. Good job." Tommy menutup berkas terakhir yang telah di tandatanganinya.
" Sepuluh menit lagi istirahat. Makan siang diluar yuk" Tommy menarik lembut tangan Sasi ketika gadis itu hendak beranjak dari kursi.
" Oke. Mas boss mau makan apa?" tanya Sasi .
Sejak kencan di week end dua minggu lalu, Sasi hampir selalu makan siang dengan Tommy. Bossnya itu selalu punya cara agar makan siangnya hanya dengan dia.
Tommy tersenyum. Rindu selalu rasanya mendengar panggilan mesra dari Sasi.
" Lihat nanti aja...yang penting pergi dulu. " Tommy menggandeng tangan Sasi. Tapi keburu diprotes Sasi.
" Mas...dikantor ini" mata Sasi melirik ke arah tangan mereka yang bertaut.
" Eh, iya..ya..!" dengan enggan Tommy melepas pegangan tangannya.
Sasi tersenyum tersipu. Emang aku ini apamu boss. Pegang-pegang tangan seenaknya.
Tommy mengajak Sasi makan di sebuah rumah makan berkonsep saung di tengah danau. Ada jembatan-jembatan kecil yang menghubungkan saung dengan daratan.
" Kamu suka suasananya Sas?" suara Tommy ditingkah gemericik air danau yang tertiup angin.
" Iya mas. Adem banget. Dan privat. Nggak terlalu rame, enak nih buat nongkrong, ngobrol-ngobrol santai" sahut Sasi sambil berdiri di ujung saung. Melihat hamparan sawah dan bebukitan di belakan saung.
Sasi tersentak ketika tiba-tiba Tommy sudah berdiri di sampingnya.
"Sasii..." Tommy tak melanjutkan ucapannya
" Iya mas?" Sasi menatapnya bertanya.
" Huft...aku pengen ngomong sama kamu. Boleh?" Tommy menghela nafas dan menatap Sasi lembut.
" Ih mas aneh deh. Dari tadi juga ngomong.. Mau ngomong apa sih?" Duh Sasi jadi deg-degan.
" Sas...aku mau...."
" Selamat siang bapak, ibu...Selamat menikmati sajian kami. Semoga berkenan...Silakan.." Dua orang waitress yamg nampak masih sangat muda datang membawakan makanan dan minuman pesanan mereka. Membuat kata-kata yang sudah tersusun di otak Tommy berhamburan dan hilang. Shit!!
Mereka.mengatur makanan dan minuman dengan rapi di meja pendek di tengah Saung. Lalu bergegas pergi setelah Tommy dan Sasi mengucapkan terima kasih.
" Eh tadi mas mau apa? Jadi kepotong deh.." sesal Sasi.
" Hah...makan dulu aja yuk. Jadi lupa aku tadi mau ngomong apa."
Duhh mau ngomong apa sih boss?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Adhy comel
wkwkwkwk ngakak aja deh sama orang🚹👤☑
2021-09-26
0
vithree-rahayu
mau nembak dorr.... metong deh gara" spot jantung 🤣
2021-08-30
1
☠ᵏᵋᶜᶟRoss"kita" 𝕱𝖘🏚ᵉᶜ✿
gapailah aku mas boss.. wkwkwk
2021-08-19
1