Lembur hari itu berakhir menyenangkan bagi Sasi maupun Tommy. Untuk pertama kalinya mereka berdua berbincang santai tanpa batasan sebagai boss dan pegawai.
Sasi masih tersenyum-senyum sendiri di kamarnya. Rupanya Tommy bersungguh-sungguh soal ingin berteman dan mengenalnya lebih dekat. Jadi apakah keinginannya untuk jadi pacar Sasi adalah juga suatu kesungguhan? Bukan sekedar kata-kata iseng atau keceplosan.
Atau si boss sudah begitu putus asa menjomblo begitu lama sehingga main tembak cewek yang ada di dekatnya? Sasi mereka-reka sendiri.
" Makasih ya Sas, kamu mau nemenin saya lembur. Juga nemenin saya ngobrol. Saya jadi sadar ternyata kalian semua melihat saya seperti robot ya...hahaha..."
" Maaf boss, saya cuma jujur. Tolong jangan disangkutpautkan sama gaji dan bonus ya boss? Saya juga kalau ngga ditanya ngga akan berani ngomong. Saya juga ngga pernah jelek-jelekin boss ke orang lain kok.."
" Iyaaa...jelek-jelekkin gak pernah, tapi tiap hari gibahin saya sama teman-teman kamu. Iya?" Tommy tersenyum masam.
" Tapi kamu ngga usah kuatir. Sekarang saya jadi tahu sudut pandang kalian melihat saya. Oke, saya mau berusaha berubah agar kalian tidak bisa gibahin saya lagi. Terutama kamu Sas. Aku pikir kamu pendiam lho..ternyata..." Tomy mengangkat tangan dan bahunya.
" Hehehe...bocor ya pak...?"
" Hmmm..ember.." bisik Tommy ke telinga Sasi
Dan keduanya tertawa terbahk-bahak. Sasi baru kali ini mendengar bossnya mengatakan bahasa gaul yang rasa-rasanya tak akan mungkin keluar dari mulut Tommy. Oh my! Bossku ternyata bisa konyol juga.
" Sampai ketemu besok Sasi, saya yang jemput kamu. Rumah kamu belum pindah kan?" Tommy melambaikan tangan ketika mereka telah sampai di area parkir.
" Iya pak. Alamatnya masih sama. Sampai ketemu besok", Keduanya kemudian berpisah menuju mobil masing-masing.
" Nduk, ayo makan malam. Kok belum mandi?" Sasi terkejut ketika ibu tiba-tiba sudah berdiri di samping ranjangnya.
" Ehh ibu.Ngagetin aja. Iya bu ini mau mandi. Sasi sudah makan malam bu." Sasi bergegas bangun dari ranjangnya.
"Jelas saja kaget nggak nyadar ibu masuk. Wong kamunya lagi melamun sambil senyum-senyum sendiri gitu. Ayo cerita ke ibu. Kamu dapat pacar baru ya? Atau habis jadian sama Reza atau Davin? " Ibu memberondong Sasi dengan pertanyaannya.
" Aduh buuuu, jangan mikir aneh-aneh deh! Nggaak..nggak. Semua dugaan ibu salah." Sasi menyangkal karena memang dugaan ibu tak ada yang benar.
" Habis kamu kaya orang lagi kasmaran gitu. Jangan bohong nduk, ibu juga pernah muda. Biasanya kalau seorang gadis sudah senyum-senyum sendiri sambil melamun , pasti lagi mikirin cowok. Hayo ngaku..!"
" Ih ibu ngarang deh. Ngga ada pacar bu, belum. Nggak jadian juga sama siapa-siapa Tenang aja buu, kalau sudah ada pasti Sasi bawa ke rumah. Biar ibu tenang dan nggak lagi pergi ke dukun buat nyariin jodoh Sasi. Hehe.." Sasi meringis.
Ibu mendesah. Tak lagi memaksa Sasi mengaku. Setidaknya ibu yakin Sasi pasti sedang dekat dengan seseorang lelaki. Sasi sedang jatuh cinta. Dan mata hati seorang ibu tak bisa dibohongi. Ibu yakin apa yang dikatakan mbah Ageng benar. Bahwa jodoh putrinya saat ini sedang on the way..makin dekat. Semoga...ibu berserah pada sang Esa.
Sore itu Tommy benar-benar datang menjemput Sasi ke rumahnya. Dia membawa sendiri mobilnya. Jono tidak ikut. Syukurlah, Sasi juga tidak mau jadi bahan gossip di kantor. Meskipun Jono sudah berjanji tutup mulut, tetap saja Sasi was-was. Mulut orang bisa saja keceplosan.
Belum apa-apa ibu sudah heboh. Ada seorang pemuda tampan bertamu ke rumah dan mencari Sasi. Ibu sampai terpana. Wah, tak salah kalau mbah Ageng bilang selera Sasi tinggi. Pantas saja Davin dan Reza tak mampu menarik hati Sasi. Padahal dulu ibu pikir Davin dan Reza juga ganteng. Tapi yang ini istimewa...ehh!
" Permisi ibu, saya mau ketemu Sasi. Bisa?" tanya Tommy sang pria yang membuat ibu heboh sendiri.
" Bisa, ini siapa ya?" ibu Sasi menatap Tommy sambil tersenyum.
" Saya Tommy. Temannya Sasi. Kita sudah janjian mau ketemu." ucap Tommy sopan.
" Oh begitu. Ayo silakan duduk nak Tommy. Ibu panggilkan Sasi" ibu mempersilakan Tommy duduk lalu segera masuk untuk memanggil Sasi. Sebelumnya ibu menyuruh mbak Rumi, asisten rumah tangga agar membawakan minuman untuk Tommy.
" Sasiii?" ibu mengetuk kamar Sasi.
" Masuk aja bu" terdengar suara Sasi dari kamar mandi.
" Nduk itu pacarmu sudah datang" kata ibu sambil tertawa-tawa.
" Hah? Pacar?" Sasi setengah berteriak. Lalu buru-buru membuka pintu kamar mandi dan mendapati ibunya berdiri sambil tersenyum-senyum.
" Iya...pacarmu. Namanya Tommy kan? Ibu setuju kalau yang ini sih. Gantengnya perfecto!" Ibu mengacungkan jempolnya.
Sasi menepuk keningnya sendiri. Ibuuuuu!
" Ibu sayang, please deh! Tadi dia ngenalin diri ke ibu bilang apa?"
" Dia bilang teman kamu"
" Nah itu" Sasi memotong ucapan ibu. " Teman bu...T- E- te M-A ma N..Teman. Sampun (sudah) jelas nggih (ya)buu?"
Ibu mendengus kecewa. Tapi sebentar kemudian wajahnya cerah lagi.
" Yo wes ( Ya sudah) . Terserah deh. Tuh sudah ditunggu. Jangan lama-lama. Kasihan, tapi beneran ganteng Sas."
" Ibuuuu....kalau ibu ganggu Sasi terus tambah lama lagi lho dia nunggunya." Sasi tertawa melihat tingkah heboh ibunya.
Sasi bergegas mengganti baju . Karena hanya jalan santai dan nonton, sasi cuma mengenakan blouse nyaman tanpa lengan dengan bawahan rok jeans sebatas lutut. Diipadu dengan jaket jeans kesayangan plus sneaker putih andalannya..
Gadis itu kemudian sedikit berdandan. Cuma menyapukan pelembab, bedak dan lip balm berwarna pink muda sewarna bibirnya. Menyisir rambut panjangnya dan membiarkan rambut indahnya terurai begitu saja.
OOTD Sasi
Sasi bergegas ke ruang tamu .Dari jauh dilihatnya Tommy sedang duduk berbincang-bincang dengan ibu. Sesekali keduanya tertawa bersama entah apa yang dibicarakannya. Asal ibu jangan bicara macam-macam saja...Sasi tiba-tiba kuatir.
Makin mendekat , Sasi berhenti ketika Tommy menatapnya tak berkedip. Sasi pun sama mematung di tempatnya berdiri. Sesaat seakan waktu terhenti diantara tatap mata keduanya.
Sasi melihat bossnya itu tampak jauh lebih muda dan tampan dengat out fitnya sore ini. Kemeja hitam yang digulung hingga siku dan jeans hitam plus topi hitam yang membuatnya jauh berbeda dari kesehariannya di kantor yang serius dan dingin.
Boss ganteng
Sasi meneguk ludahnya sendiri. Gila! Boss cute banget sih, pantesan ibu heboh dari tadi.
Sementara Tommy tak kalah terpana melihat Sasi dalam balutan baju santainya. Gadis ini jadi tampak seperti ABG . Wajah cantik dan cerianya membius Tommy seketika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Sry Handayani
mantaf
2024-04-17
0
istripakamiin
klw gak salah mantan suami cut tari yaa Thor si babang,dia mah memang tamfan
2022-03-31
1
Rosmita Yulia
yg jadi bos nya Richard Kevin ya
2022-01-31
2