#Terlambat selangkah

Siang itu, setelah selesai meeting, Sasi bersiap hendak makan siang di kantin. Beberapa saat lagi jam istirahat. Sasi masih merapikan mejanya ketika sesosok pria tampan memasuki ruangannya.

" Hai dear, lama gak ngedate. Makan siang yuk!"

" Hai Dav, iya nih kamu ke mana aja. Udah jarang mampir ke rumah juga?" Sasi membalas tos tangan Davin.

Tentu saja Davin cuma bercanda soal ngedate. Buat Sasi ngedate versi Davin adalah nongkrong bareng di kafe, lunch atau sekedar ngobrol di teras rumah. Tanpa tendensi apa-apa. Just for fun and for friend. Seperti halnya Reza. Keduanya sudah seperti kakak dan sahabat bagi Sasi.

Yang Sasi tidak tahu atau sengaja abai dan tak mau tahu adalah kenyataan bahwa Davin dan Reza sedang bersaing mendapatkan hatinya. Saling sikut, saling tikung dan sleeding sudah jadi kebiasaan dua rekan sekantor Sasi itu. Padahal keduanya adalah sepasang sahabat lama. Intinya selama janur kuning belum melengkung, Sasi boleh didekati dan dikejar siapa saja. Who knows?

" Nggak salah nona? Justru kamu yang kemana aja. Lembur mulu kerjaannya. Kalau aku ke rumah trus kamunya nggak ada, emang aku mau ngapelin ibu?" Davin tertawa masam sambil mengacak-acak rambut Sasi.

" Ish...rambutku baru disisir tahu! Hehe...iya juga ya...gimana dong? Akhir-akhir ini kerjaan banyak banget nih. Kamu juga tahu kan banyak tender proyek besar ?" Sasi menatap Davin sedih .

" Hmmmm...ia deh yang jadi soulmate boss, kemana-mana ikut boss. Jangan-jangan nanti kamu beneran jadian lho Sas sama si boss. Secara kalian sama-sama jomblo.trus kerjaannya berduaaaaan terus kaya truk gandeng..haha.." Davin menggoda Sasi. Yang digoda cuma cemberut malas.

" Jadi kamu kesini mau ngeledekin aku doang ini?" rajuk Sasi.

" Hahahah.....enggak dong cantik, tadi kan mas Davin udah bilang mau ngajak lunch.." Davin tertawa-tawa senang melihat wajah Sasi yang menggemaskan.

" Sok ganteng banget kamu mau dipanggil mas..." Sasi meninju pelan lengan Davin lalu berjalan mendahului pria itu keluar ruangan.

Davin mengikuti langkah Sasi sambil tertawa-tawa. Mereka berjalan beriringan sambil ngobrol dan bersenda gurau layaknya sahabat karib. Sesekali tangan Davin merangkul pundak Sasi untuk melindungi gadis itu saat mereka berpapasan dengan rombongan karyawan lain yang juga hendak beristirahat, atau bersimpangan jalan dengan OB yang membawa trolley peralatan.

Yang tidak tahu pasti menyangka mereka adalah sepasang kekasih. Dimana tampak sekali sang pria sangat melindungi wanitanya, dan sang wanita tampak nyaman berada disisi prianya yang penuh perhatian. Uhh...!

Seperti sepasang mata elang yang kini juga menatap Sasi dan Davin. Dari depan pintu ruangannya Tommy menatap nanar kepergian Sasi dan Davin. Dua orang anak buahnya yang tampak begitu akrab dan riang berjalan bersama entah mau ke mana.

Davin tampak sudah terbiasa merangkul Sasi. Sementara Sasi juga tampak nyaman dalam rengkuhan Davin. Begitulah yang ditangkap mata Tommy. Hatinya sedikit tercubit. Mungkin mereka akan makan siang bersama seperti niatnya barusan.

Tommy mengurungkan niatnya keluar ruangan.Merasa sedikit kecewa karena niatnya untuk pertama kali mengajak Sasi makan siang saat berstatus sebagai teman dan bukan sebagai boss, ternyata kalah start dari Davin. Ia Lebih memilih kembali ke ruangannya dan memanggil OB untuk membelikannya makan siang.

" Aku telat nih!" keluhnya bergumam. Oke besok aku harus lebih proaktif mendekati Sasi. Jangan sampai aku keduluan Davin. Belum lagi Reza. Sainganku banyak banget sih untuk mendekati Sasi...

Tommy menyandarkan tubuhnya di sofa. Merasa aneh karena tiba-tiba ingin mendekati Sasi, bahkan masih merasa aneh saat mengingat tiba-tiba saja memimpikan Sasi malam itu, juga saat dengan konyolnya dia menembak Sasi jadi pacarnya . Ternyata aku juga bisa konyol...hahaha...Tiba -tiba saja kerongkongannya terasa kering. Dia berdiri dan mengambil sebotol air mineral yang selalu disiapkan Sasi di kulkasnya.

********

Di tempat lain, di sebuah rumah tua yang tampak angker, Mbah Ageng sedang tersenyum puas. Merasa usahanya mulai menampakkan hasil dan tak sia-sia.

Mata batinnya menangkap seraut wajah lelaki muda yang meskipun samar tapi terlihat terang auranya. Sedang mendekat ke arahnya. Mbah Ageng melafalkan doa-doa dengan khidmat. Hanya dia yang tahu apa isi doa dan mantranya.

" Lanjutkan perjuanganmu anak muda, mbah mendukungmu dari sini" bisik mbah Ageng pelan. Masih dengan mata terpejam dan sikap semedi.

Tiba-tiba mbah Ageng tersentak pelan. Ketika.dari belakang sang pemuda beraura terang itu tampak seringai kecil dari seraut wajah tampan beraura biru. Sesosok pria berbeskap kain sutra yang indah. Masih muda dan berbadan tegap. Wajah itu menatap tajam pada mbah Ageng. Bahkan sikap tubuhnya terkesan menantang.

" Rupanya kamu mulai terusik tuan?" bisik mbah Ageng bicara sendiri.

" Kuharap kamu menyadari perbedaan kalian dan tidak terus memaksakan mengikat hati gadis itu." mbah Ageng bergumam-gumam sendiri.

Mbah Ageng membuka mata sambil mengelus jenggot putihnya. " Sasi...sasi...kelihatannya ini tidak akan mudah nduk.." Masih sambil bicara sendiri, mbah Ageng melangkah pelan ke bagian belakang rumahnya. Membakar dupa dan meletakkannya di bokor(sejenis wadah berbentuk bakul terbut dari tembaga atau kuningan)berwarna emas yang tersedia di meja batu.

Aroma dupa membuat suasana hening dan angker di rumah mbah Ageng semakin mencekam.

Kembali ke Kantor Tommy...

Jam istirahat telah berakhir. Semua karyawan sudah kembali ke pekerjaannya masing-masing. Tommy tahu Sasi juga pasti sudah kembali ke mejanya.

Entah mengapa timbul niat di hatinya untuk mengerjai sekretaris cantiknya itu. Salah sendiri makan siang dengan Davin. Padahal dirinya juga ingin makan siang bersama Sasi. Eh..kok jadi Sasi yang salah?

Tommy mengangkat telpon dan memanggil Sasi untuk ke ruangannya. Tak lama pintu diketuk.

Tok...tok..

" Masuk aja Sas" Tommy menatap Sasi yang membuka pintu lalu masuk ke ruangan dan menutup pintu kembali...seperti slow motion....

" Ya pak?" Sasi berdiri di depan Tommy yang duduk di Sofa.

Di meja tampak beberapa box makanan bertuliskan nama resto terkemuka langganan Tommy. Juga dua gelas minuman yang tampak menggugah selera.

" Kamu sudah makan siang?" tanya Tommy pura-pura, padahal dia melihat Sasi dan Davin pergi makan tadi.

" Sudah dong pak, jam istirahat tadi saya sudah makan"

" Wah kamu makan kok nggak ngajak-ajak? Padahal saya pengen lunch bareng kamu lho."

" Hehe ya maaf pak, biasanya kan bapak yang ngajak saya. Kalau saya yang ngajak, lancang namanya pak" Sasi meringis . Aneh banget sih boss? gumamnya pelan.

" Eh, kamu lupa kalau sekarang kita juga berteman? Sesama teman wajar kan ngajak makan atau ngajak jalan? Duduk dulu Sas" Tommy menunjuk sofa di depannya.

Sasi mengangguk dan duduk.

" Hehe...iya pak. Besok-besok saya ajak ya pak kalau mau makan. Tapi saya masih sungkan pak. Rasanya kok nggak sopan gitu..hehe..." Sasi menatap Tommy ragu-ragu.

" Kalau kamu sungkan terus, kapan kita jadi dekat seperti kamu sama Davin? Atau sma Reza?"

Sasi tercengang. Ehh...si bos tahu kalau aku dekat sama Davin dan Reza?

Terpopuler

Comments

Sry Handayani

Sry Handayani

nah looh

2024-04-17

0

Santi👠

Santi👠

bukannya di awal sasi sepertinya tau ya kalau reza sama davin ngejar dia?

2024-04-13

0

anggrymom

anggrymom

judule horror, tp isinya koplak gara2 tingkah pak big boss 😄😄😄😄

2021-11-26

0

lihat semua
Episodes
1 #Sekar Sasi Nopember
2 #Boss
3 #Air mineral?
4 #Mengusikku
5 #Melihatmu
6 #Terjerat Pesonamu
7 #Apakah sihir benar-benar bekerja?
8 #Jodoh On The Way
9 #Teman Bos Ganteng
10 #Terlambat selangkah
11 #Menemani boss
12 #Aku tak rela kau dengannya
13 #Saling Terpesona
14 #Dating with my boss
15 #Dating with My Boss (2)
16 #Duo Jones
17 #Merajut Asa
18 # I Miss Monday
19 #Aku Mau ....
20 #Milikmu
21 # Hari yang Indah
22 #First kiss
23 #Calon Ipar
24 #Papa
25 #Two Brothers Talk
26 #Bertemu Dia
27 #Get Well Soon, Dear
28 #Solusi
29 #Debaran
30 #Tiga Pria
31 #Dia Hanya Milikku
32 # Keraguan
33 #Sweet morning
34 # Sekretaris Baru
35 #Takdir
36 #Sekar Palupi Wulandari
37 #Kenyataan
38 #Ketika Sukma Terlepas dari Raga
39 #Mati Suri
40 #Mati Suri (2)
41 # Menembus mata hati
42 #Asal Kau Bahagia
43 # Lamaran..Soon!
44 # Badai Belum Berlalu
45 #Camerku iparku
46 #Camerku Iparku (2)
47 #Camerku iparku (3)
48 #Menjelang Hari Bahagia
49 #Pengganggu
50 # Antimainstream
51 #Membuka Jalan
52 #Hari baru
53 # Bertemu Mbah Ageng
54 #Dunia Lain
55 # Menuju Satu
56 #Menuju Satu (2)
57 # Menggali diri
58 # Menembus jiwa
59 #Membuka Mata Hatimu
60 " Sadarlah Sasikuu"
61 # Menyentuh jiwa
62 #Namanya Turangga Seta
63 #Tentang Dia
64 #Adilaga
65 #Sebelum Pingitan
66 #Menghitung waktu
67 # Memasuki alam mimpimu
68 # Bersiap atas Segala Kemungkinan
69 #Menerima Tantanganmu
70 #Pertaruhan dan Pertarungan
71 #Pertaruhan dan Pertarungan (2)
72 #The Day of Love
73 # The Day of Love (2)
74 #Love is You
75 #Celebrate Love
76 #Kejutan
77 #Masih Party
78 #Tabir
79 #Pengagum Rahasia
80 #Siapa Rangga?
81 #Honeymoon
82 #Heneymoon (2)
83 #Honeymoon (3)
84 #Ada Apa dengan Rangga?
85 #Babak Baru
86 #Pulang
87 # Home sweet home
88 # Bertemu Sang Guru
89 #AdaYang Mengawasimu, Sasi
90 #First Monday
91 #Rasuk
92 #Memburu Pengganggu
93 #Keresahan
94 #Selamat Tinggal Jiwa yang Penasaran...
95 #Berita Bahagia
96 #Sekar Maharani Bastomi
97 #PSS Ekstra Episode 1. Maharani Tercinta
98 #PSS Ekstra Episode 2. The Sad Man ever
99 #PSS Extra Episode 3. My Beauty Baby Rani
100 #PSS Extra Episode 4. Gerilya
101 #PSS Extra Episode 5. Rani, Papa Melihatmu
102 #PSS Extra Episode 6. Rangga Vs Tommy
103 #PSS Extra Episode 7. Selamat Tinggal
104 #PSS Extra Episode 8. Life Must Go On
105 #PSS Extra Episode 9.Ingin Mati Di pelukanmu
106 #PSS Extra Episode 10. Bukan Salah Paham
107 #PSS Extra Episode 11.Restu
108 #PSS Extra Episode 12. Sudah Lama Cinta
109 #PSS Ekstra Episode 13. Calon Raja dan Permaisuri
110 #PSS Ekstra Episode 14. Calon Putra & Calon Mama
111 #PSS FINAL EPISODE : RANGGA RANI
Episodes

Updated 111 Episodes

1
#Sekar Sasi Nopember
2
#Boss
3
#Air mineral?
4
#Mengusikku
5
#Melihatmu
6
#Terjerat Pesonamu
7
#Apakah sihir benar-benar bekerja?
8
#Jodoh On The Way
9
#Teman Bos Ganteng
10
#Terlambat selangkah
11
#Menemani boss
12
#Aku tak rela kau dengannya
13
#Saling Terpesona
14
#Dating with my boss
15
#Dating with My Boss (2)
16
#Duo Jones
17
#Merajut Asa
18
# I Miss Monday
19
#Aku Mau ....
20
#Milikmu
21
# Hari yang Indah
22
#First kiss
23
#Calon Ipar
24
#Papa
25
#Two Brothers Talk
26
#Bertemu Dia
27
#Get Well Soon, Dear
28
#Solusi
29
#Debaran
30
#Tiga Pria
31
#Dia Hanya Milikku
32
# Keraguan
33
#Sweet morning
34
# Sekretaris Baru
35
#Takdir
36
#Sekar Palupi Wulandari
37
#Kenyataan
38
#Ketika Sukma Terlepas dari Raga
39
#Mati Suri
40
#Mati Suri (2)
41
# Menembus mata hati
42
#Asal Kau Bahagia
43
# Lamaran..Soon!
44
# Badai Belum Berlalu
45
#Camerku iparku
46
#Camerku Iparku (2)
47
#Camerku iparku (3)
48
#Menjelang Hari Bahagia
49
#Pengganggu
50
# Antimainstream
51
#Membuka Jalan
52
#Hari baru
53
# Bertemu Mbah Ageng
54
#Dunia Lain
55
# Menuju Satu
56
#Menuju Satu (2)
57
# Menggali diri
58
# Menembus jiwa
59
#Membuka Mata Hatimu
60
" Sadarlah Sasikuu"
61
# Menyentuh jiwa
62
#Namanya Turangga Seta
63
#Tentang Dia
64
#Adilaga
65
#Sebelum Pingitan
66
#Menghitung waktu
67
# Memasuki alam mimpimu
68
# Bersiap atas Segala Kemungkinan
69
#Menerima Tantanganmu
70
#Pertaruhan dan Pertarungan
71
#Pertaruhan dan Pertarungan (2)
72
#The Day of Love
73
# The Day of Love (2)
74
#Love is You
75
#Celebrate Love
76
#Kejutan
77
#Masih Party
78
#Tabir
79
#Pengagum Rahasia
80
#Siapa Rangga?
81
#Honeymoon
82
#Heneymoon (2)
83
#Honeymoon (3)
84
#Ada Apa dengan Rangga?
85
#Babak Baru
86
#Pulang
87
# Home sweet home
88
# Bertemu Sang Guru
89
#AdaYang Mengawasimu, Sasi
90
#First Monday
91
#Rasuk
92
#Memburu Pengganggu
93
#Keresahan
94
#Selamat Tinggal Jiwa yang Penasaran...
95
#Berita Bahagia
96
#Sekar Maharani Bastomi
97
#PSS Ekstra Episode 1. Maharani Tercinta
98
#PSS Ekstra Episode 2. The Sad Man ever
99
#PSS Extra Episode 3. My Beauty Baby Rani
100
#PSS Extra Episode 4. Gerilya
101
#PSS Extra Episode 5. Rani, Papa Melihatmu
102
#PSS Extra Episode 6. Rangga Vs Tommy
103
#PSS Extra Episode 7. Selamat Tinggal
104
#PSS Extra Episode 8. Life Must Go On
105
#PSS Extra Episode 9.Ingin Mati Di pelukanmu
106
#PSS Extra Episode 10. Bukan Salah Paham
107
#PSS Extra Episode 11.Restu
108
#PSS Extra Episode 12. Sudah Lama Cinta
109
#PSS Ekstra Episode 13. Calon Raja dan Permaisuri
110
#PSS Ekstra Episode 14. Calon Putra & Calon Mama
111
#PSS FINAL EPISODE : RANGGA RANI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!