Ibu Sasi kembalii mendatangi rumah mbah Ageng pagi itu. Sengaja mengambil waktu pagi hari saat Sasi sudah berangkat bekerja. Agar tak menambah kesal gadis sulungnya yang keras kepala itu.
Ibu sangat sadar gadis sulungnya itu sangat mengandalkan logika. Otaknya yang encer dibanding kedua adiknya menjadikannya gadis mandiri yang tidak mauenurut begitu saja pada pengaturan jodoh. Apalagi masalah supranatural , astral atau klenik yang menurut Sasi adalah sama dengan dongeng fiksi.
Ibu sudah menghubungi mbah Ageng dan membuat janji kemarin. Jadi begitu turun dari mobil, pelayan mbah Ageng sudah membukakan pintu untuknya.
"Silakan Nyonya, sudah ditunggu.." sambut pelayan wanita paruh baya itu.
" Terima kasih" ibu tersenyum
" Permisi. Selamat pagi mbah", ibu menunduk hormat ke arah mbah Ageng yang sedang duduk di kursi emas kebesarannya.
" Duduklah nduk", sambut mbah Ageng tenang. Wajahnya yang sudah keriput tak mampu menyembunyikan wibawa dan kesan angker yang sangat kentara.
Mbah Ageng tersenyum samar melihat gurat wajah khawatir yang tak bisa disembunyikan ibu Sasi.
" Kenapa ?" tanya mbah Ageng . Padahal mata batinnya sudah tahu apa yang ada dalam hati wanita yang masih tampak cantik di usia yang hampir stetengah abad itu. Termasuk apa yang menjadi sebab kegundahan ibu Sasi.
" Mohon maaf mbah, bukannya saya meragukan usaha mbah. Tapi kenapa calon Sasi, eh maksud saya temannya yang jelas-jelas suka pada Sasi malah tampak menjauh akhir-akhir ini, apa ada syarat yang belum saya penuhi?" ibu berkata terbata-bata. Takut menyinggung perasaan mbah Ageng.
Diluar dugaan lelaki tua itu malah tertawa terkekeh-kekeh.
" Siapa yang bilang menjauh?" mbah Ageng menjawab sekaligus bertanya santai. Menyesap pelahan kopi yang ada di depannya, lalu tersenyum penuh misteri kepada ibu Sasi.
" Ehh, itu mbah. Temannya yang dulu suka datang mengantar jemput Sasi dan terang-terangan mendekati Sasi, sekarang malah sama sekali tidak pernah kelihatan bersama Sasi."
" Oh itu..., kalau begitu dia memang bukan jodoh anakmu. Aku kan pernah bilang kalau ada mahkluk dunia lain berwujud bangsawan utama yang menyukai anakmu. Kalau temannya tidak mampu menarik hati Sasi, berarti pamornya masih kalah dengan sang bangsawan yang tergila-gila pada anakmu itu." mbah Ageng memejamkan mata.
" Maksud mbah?" ibu Sasi tampak bingung.
" Bisa dibilang anakmu seleranya tinggi..hahaha..hanya lelaki kuat dan tinggi derajatnya yang bisa mengalahkan pamor mahkluk bangsawan itu, sehingga mata batin anakmu baru bisa terbuka dan berpaling dari mahkluk yang mengikat hatinya saat ini."
Ibu Sasi mendesah lemah. Hampir putus asa.
" Kalau begitu caranya anak saya benar-benar akan jadi perawan tua mbah. Apa tidak ada cara membuka ikatan batin itu mbah.?"
" Ada, dan sudah kita lakukan. Kamu tidak perlu kuatir. Aku lihat malah saat ini jodoh anakmu sudah on the way.."
Eh...ibu Sasi menahan tawanya mendengar bahasa gaul mbah Ageng.
" Maksud mbah?" seulas senyum penuh harap terbit diibir ibu Sasi.
" Mata batin anakmu sudah ada tanda-tanda terbuka. Mudah-mudahan tidak ada kendala yang berarti."
"Mbah tahu orangnya? Apakah dari keturunan baik-baik? Apakah orangnya juga baik?Apakah orang kaya?" ibu Sasi jadi kepo..hihihi...
" Kamu ini diwenehi ati ngrogoh rempelo ( diberi hati minta jantung). Sudah bagus ada orang yang bisa mengalahkan pamor mahkluk astral yang naksir anakmu. Kamu malah minta aneh-aneh. Kalau orang itu tidak sesuai keinginanmu, apa kamu mau anakmu jadi istri jin bangsawan itu saja?"
Ibu Sasi menggeleng-gelengkan kepalanya kuat-kuat. Mulutnya komat-kamit.
"Mboten purun (tidak mau)mbah! Jangan sampai, Amit-amit jabang bayi ", tangannya mengetuk-ngetuk meja tiga kali, kakinya menghentak-hentak lantai tiga kali. Jangan sampai Sasiku yang cantik bersuami jin. Biar kata bangsawan kalau jin kan ngeri . Membayangkannya saja membuat ibu merinding disko. Hiiii...
" Makanya sekarang tugas kamu perbanyak berdoa. Agar Tuhan melancarkan jalan jodoh anakmu.
" Inggih (ya) mbah. Ngestoaken dhawuh ( menurut)."
" Apa anakmu masih minum air dariku?"
" Kalau masalah minum atau tidak, saya tidak tahu mbah. Tapi Sasi tiap hari membawa bekal air mineral dari rumah"
" Sebenarnya anakmu tidak minum airnya. Makanya hasilnya juga lambat. Anakmu itu memang pengku( keras kepala) padahal air itu sudah ku isi dengan doa-doa agar bisa membersihkan tubuh dan jiwa anakmu. Jadi jiwanya bersih dan lambat laun bebas dari ikatan mahkluk yang kasmaran sama anakmu itu."
"Jadi selama ini siapa yang minum air yang dibawa Sasi mbah?"
"Tentu saja jodoh OTW anakmu."
" Oh begitu...", ibu Sasi tersenyum. Baguslah asal jangan dibuang. Batin ibu senang.
" Usahakan Sasi juga minum air itu. Agas hasilnya maksimal dan lebih cepat. Kamu pengen cepet mantu kan?" Mbah Ageng tertawa.
" Hehehe...inggih mbah. Biar tenang masa tua saya. Ndak mikirin anak saya bakln jadi perawan tua dan jomblo abadi"
" Oh inggih mbah, ikan arwana yang mbah ingin punya sudah diterima? Kemarin yang jual sudah kirim katanya. Fotonya sih sesuai yang mbah kirim. Mudh-mudahan barangnya sesuai foto"
" Sudah saya terima. Terima kasih ya nduk. Mbah seneng soalnya sudah lama mbah cari-cari ndak ketemu." Mata mbah Ageng berbinar membayangkan ikan arwana bersisik motif batik yang baru diterimanya kemarin.
" Syukurlah kalau mbah senang." Ibu Sasi tersenyum
Ikhlas aku mbah meskipun mengeluarkan lima puluh juta rupiah untuk menebus arwana motif batik itu. Tentu saja ibu Sasi hanya membatin. Baginya uang bisa dicari dengan mudah. Asalkan jodoh Sasi segera datang.
" Kalau begitu saya mohon pamit mbah. Terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan mbah", Ibu Sasi menangkupkan kedua tangannya di depan dada sambil membungkuk hormat.
Mbah Ageng cuma mengangguk. Lalu bangkit berdiri dan meninggalkan ruang tamu menuju aquarium arwana di ruangan tengah rumahnya yang luas.
Sementara ibu Sasi melangkah keluar dari rumah mbah Ageng dengan hati gembira. Jodoh Sasi coming soon. Hatinya bersenandung sendirian.
Begitulah kasih ibu. Meski sang anak seakan angkuh, cuek cenderung meremehkan usaha sang ibu, tapi hati ibu tetaplah lembut dan seluas samudera demi anaknya. Bukankah doa ibu sangat didengar Tuhan? Bukankah restu ibu nan tulus adalah setengah dari perjalanan?
Hai.....Apakabar readers tercinta...
Ketemu lagi setelah hiatus lama sekali. Semoga kali ini ngga akan ngambek dan malas lagi idenya...so sorry ...happy reading...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
YuniSetyowati 1999
Haduh mak2 kan sudah dijelaskan berulang kali sama mbah Ageng,kalau hanya laki2 kuat dan wibawanya tinggi yg bisa menjadi jodoh Sasi.Jd itu artinya laki2 itu bukan laki2 sembarang tahuuuu.Tempe sih.😅
2025-03-29
0
YuniSetyowati 1999
Jangan kwatir Mak,paket jodoh putrimu sedang dlm perjalanan 😁
2025-03-29
0
🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅
Mbah Ageng ,
laris ini manjurr jampi2 ne
2025-03-14
0