POV Sasi
Hari ini boss aneh sekali. Sejak pagi tingkahnya tidak seperti biasanya.
Saat boss baru datang dan aku menyapanya seperti biasa, dia terlihat gugup. Bahkan saat melihatku dia seperti melihat hantu. Wajahnya tampak ....apa ya? Shock? But why? Sumpah itu bukan dia banget. Biasanya dia hanya menjawab;"Hmm" tanpa menoleh sedikitpun padaku. Tapi pagi ini dia bahkan menatapku dengan pandangan aneh. Apa dia kurang sehat?
Dan kejadian diruang meeting, ini benar-benar keajaiban alam. Biasanya dia akan langsung ngacir tanpa pamit begitu rapat selesai. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku sendiri jika belum kelar. Atau menunda pekerjaanku jika boss mengajakku pergi.
Tapi hari ini dia bahkan membantuku menyelesaikan notulen yang nota bene murni tanggung jawabku. Padahal sudah jam istirahat. Menungguku hingga selesai. Dan membawakan tas laptopku? What happen boss? Aku sampai berpikir bosku kesambet setan baik..hahaha...sering-sering aja boss. Kalau perlu biar setan baiknya merasukimu terus...hahaha... emang ada ya setan baik?
Saat makan siang, tanpa sengaja aku menangkap basah boss menatapku. Entah sudah berapa lama. Yang jelas dia sangat kaget ketika tahu aku memergokinya. Sendok yang dipegangnya sampai terjatuh.
Aku ingin tertawa melihat mimik wajahnya yang seperti orang bodoh..meski itu tak mengurangi kadar ketampanannya..haha...tapi tentu saja aku tak berani menertawainya.
Kepalaku penuh berbagai kecamuk kemungkinan penyebab bos jadi berubah 180 derajat. Dari bos pendiam, cuek nggak peduli perasaan orang, kaku dan dingin menjadi orang yang so sweet bantu-bantu anak buah..I mean me...bawakan tas, basa-basi. What's up boss?
Ingatanku tiba-tiba melayang pada mbah Ageng. Pada air mineral berisi jampi-jampi tak kasat mata yang tiap hari kuberikan pada boss atas titah ibu. Meski tak ada niat sama sekali buat ngejampi-jampi bos. Karena awalnya yang mau kugaet -atas paksaan ibu tentunya- kan Reza atau Davin?
Tentu saja itu pun bukan inginku mendekati dengan jampi-jampi, karena niatku cuma buat menyenangkan hati ibu. Dan juga tanpa magic pun aku tahu kedua rekan kerjaku itu memang sudah lama bersaing mendapatkan perhatianku.
Nonsens...sama sekali bukan maksudku sengaja main dukun kepada siapapun.
Tapi demi melihat tingkah aneh boss Tommy akhir-akhir ini, mau tak mau aku jadi kepikiran.
Mungkinkah gara-gara air itu si boss jadi sableng...hehe...jadi melihatku yang cantik ini...hihihi...tanpa sadar aku terkikik sendiri. Menertawakan kekonyolanku yang mulai meragukan logikaku sendiri yang anti magic dan klenik. Apakah sihir bisa berubah arah? Apakah air itu benar-benar bekerja?
Dan puncaknya...aku hampir pingsan ketika dia bertanya padaku "Mau nggak jadi pacar saya?"
Aku tertegun. Kepalaku terasa kosong sesaat. Tak mampu berucap atau memikirkan apapun untuk menjawab pertanyaan aneh itu.
Kutatap wajah itu lekat-lekat.
Yang benar saja?
" App..pa pak? Boleh diulang lagi? " akhirnya hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku masih tak percaya kata-kata itu keluar dari bibir seksinya...astagaaa...sejak kapan bibir bossku tampak seksi?
" Kamu mau nggak jadi pacar saya?" dan dia mengulangi lagi kata-katanya. Membuatku tercekat menatapnya. Antara kaget, bingung, aneh. Jantungku berdegup kencang. Dia benar-benar mengucapkannya?
" Sebentar pak. Bapak serius apa bercanda ya pak? " tanyaku sungkan, untuk tidak langsung menolaknya mentah-mentah mengingat dia adalah bossku. Orang yang aku hormati. Sumber keuangan utamaku...
Dan pikiranku mulai mengembara.Di Satu sisi tak bisa aku pungkiri aku mulai bersimpati padanya setelah sikapnya yang berubah manis padaku akhir-akhir ini. Tapi sekedar sedikit simpati, dari sebelumnya yang sebal..tidak lebih . .
Namun disisi lain aku tidak yakin , katakanlah aku belum punya alasan untuk menerima permintaannya itu. Yang benar saja. Bahkan Reza dan Davin yang selalu bersikap manis pun belum kurasa pantas kujadikan pacar.
" Apa saya pernah bercanda sama kamu?" tanyanya lagi. Matanya menatapku tajam. Aku tercekat. Memang tak pernah. Jangan kan bercanda, bicara pun cuma masalah pekerjaan. Huh! rutukku dalam hati.
" Ti..tidak pak.." aku menelan ludahku sendiri.
" Jadi bagaimana?" pertanyaannya seperti hakim yang menvonisku hukuman . Apa-apaan?
" Maaf pak, saya belum bisa jawab sekarang. Maksud saya ini aneh sekali pak. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba bapak nembak saya. " entah dari mana aku mendapat keberanian mengungkapkan isi hatiku.
Masa bodoh kalau dia mau marah lalu langsung memecatku. Seenaknya saja bikin orang jantungan. Nembak jadi pacar sembarangan. Untung saja aku tak punya riwayat penyakit jantung.
" Astagaaa...hahaha..." tanpa kusangka Boss Tommy menepuk dahinya sendiri lalu tertawa pelan. Wajahnya memerah...tapi jadi tampak menggemaskan...what?
" Sori..sori..kamu pasti bingung kan? Tapi saya sungguh- sungguh. Jadi saya ditolak?" dia tertawa lagi.
" Maaf pak..." aku meringis.
" Apa kamu sedang mengharapkan orang lain nembak kamu?" dia bertanya.
" Tidak ada pak. Saya cuma masih kaget saja. Bapak mau jadikan saya pacar? Sedangkan bapak dan saya selama ini?" aku menunjuk diriku sendiri kemudian menatapnya. Dia pasti tahu maksudku. Bagaimana hubungan kami, pure boss dan asisten.
" Jadi saya masih ada kesempatan di terima nih?" boss tersenyum. Dan entah mengapa nada bicaranya kali ini terdengar sedikit menggoda. Uhh!
Aku blingsatan, bingung mau jawab apa. Dan setelah mengumpulkan keberanian dan tulang-tulangku yang terasa lunak...Aku menjawabnya.
"Mungkin bapak bisa mulai berteman dengan saya. Seperti rekan-rekan yang lain."
Dia tersenyum lagi. Uuùuh manisnya...
" Oke. Mulai sekarang saya mau jadi teman kamu, saya mau mengenal kamu. Boleh? "
Aku meringis lagi. Aneh banget nggak sih?
" Boleh pak..hehe..." aku meringis.
Tommy tersenyum sambil menatapku.
Saat itu aku baru sadar jika kami tak sendiri di mobil. Ada Jono yang ahh...pasti dia mendengar semua obrolanku dan Tommy.
Reflek aku melihat ke arah kursi driver. Dan ku lihat Jono sudah senyum-senyum nggak jelas sambil lihat spion di depan kemudi yang mengarah ke kursi belakang. Aku melotot ke arahnya. Jono makin jahil menggodaku lewat tatapan matanya. Ku tepuk dahiku sendiri.
" Jono...kamu mau pesangon?" tiba-tiba kudengar suara Tommy tanpa menoleh ke arah Jono.
" Ti..tidak boss. Jono masih mau kerja.." Suara Jono sedikit bergetar.
" Kondisikan mata dan mulut kamu." titahTommy lagi
" Siap boss. Maaf.." jawab Jono kecut.
Aku menjulurkan lidah ke arah Jono. Pria lucu itu tak berani menggodaku lagi. Wajahnya lurus dan tegang menghadap ke jalan.
" Bapak sih, ngomong sembarangan. Jadi didengar Jono..." gumamku menggerutu.
Tommy terkekeh pelan. " Jono aman kok. Iya kan Jon?" Tommy sedikit mengeraskan suaranya.
" Siap boss. Aman!" Jono menyahut pasti.
Tanpa sadar aku tertawa. Tentu saja aman, apa mau dipecat kalau bongkar rahasia boss? Tapi tetap saja aku yang malu. Dasar boss aneh!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅
cinta datang tak terduga
tapi gara gara air dari Mbah Ageng
tenang, stiockk masih banyak di rumah sasi
2025-03-12
1
Maz Andy'ne Yulixah
Owalah bos2,gak ada angin sma hujan tiba2 nembak ya kaget to bos,gak ada basa basi nya lagi🤣🤣
2024-03-26
1
Sang
Thor, saya kasih segelas kopi deh, asal loe beri alamat mbak Ajeng 😍😍
2022-05-11
3